cover
Contact Name
Basri La Pabbaja
Contact Email
basri.philosophy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aqidah-ta@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah
ISSN : 24775711     EISSN : 26153130     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Aqidah-Ta; Journal of Aqidah is a journal that discusses aqidah, morality, theology and Islamic thought. This journal is published by the Department of Aqidah and Islamic Philosophy Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Alauddin Makassar. This journal is published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2019)" : 7 Documents clear
MEMBINCANG ULANG TEOLOGI ISLAM KLASIK DALAM DUNIA KONTEMPORER Muhaemin Latif
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.973 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v5i1.10059

Abstract

Artikel ini memperbincangkan potret teologi Islam klasik dalam konteks dunia kontemporer. Tiga paham teologi yang menjadi tema sentral dalam artikel ini adalah jabariah, muktazilah dan ahlu as-sunnah wa al-jamaah. Ketiga-tiganya telah mewarnai sejarah peradaban Islam mulai dari Bani Umayyah sampai pada Bani Abbasiah. Jabariah telah menjadi mazhab resmi pada masa kekhalifahan Bani Umayyah, sementara muktazilah dan ahlu as-sunnah wa al-jamaah telah mewarnai kejayaan dan keemasan Bani Abbasiah. Salah satu problem mendasar yang ditemukan dalam penelitian ini adalah eksistensi teologi Islam klasik yang belum bisa menjawab problematikan kekinian. Teologi Islam klasik masih berkutat pada persoalan-persoalan normative seperti dosa besar, surga dan neraka, belum membuka diri pada issu-issu yang terkait dengan sosial kemasyarakatan seperti kemiskinan, kelaparan, serta ketidakadilan. Artikel ini merekomendasikan perlunya rekonstruksi terhadap bangunan teologi Islam dengan mendekatkan pada soal-soal riil yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
PERSEPSI MAHASISWA PRODI AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM TERHADAP PELAYANAN PRODI AQIDAH DAN ISLAM FILSAFAT Rahmi Damis
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.802 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v5i1.10032

Abstract

Judul Penelitian: Persepsi  Mahasiswa Prodi Aqidah Dan Filsafat Islam Terhadap Pelayanan Prodi Aqidah Dan Islam Filsafat, dengan rumusan masalah; 1) Bagaimana bentuk pelayanan Prodi terhadap mahasiswa, 2) Bagaimana persepsi mahasiswa terhadap pelayan Prodi, 3) Bagaimana Kendala yang dihadapi. Adapun jenis penelitian ini adalah kualitatif deskripsi.Prodi Akidah dan Filsafat Islam merupakan salah satu Prodi yang ada di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar yang memiliki visi  adalah Pusat Studi Pemikiran Islam Transformatif Berbasis Peradaban IslamBentuk Pelayanan terhadap mahasiswa meliputi; pengurusan KRS, bimbingan skripsi yang terdiri atas; memasukkan judul, proposal, ujian hasil dan ujian munaqasyah. ujian komprehensif, nilai, Kuliah Kerja lapang (KKL),  dan penasehat akademik. Pada dasarnya mahasiswa tidak mempermasalahkan prosedur pelayanan tersebut dan mereka tidak mendapatkan kendala dalam pelayanan tersebut,hanya  mereka menyarankan agara dosen memprioritaskan mahasiswa.
ESENSI MANUSIA DALAM PEMIKIRAN JALALUDDIN RUMI Andi Nurbaety
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.448 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v5i1.10033

Abstract

Beragam teori tentang hakikat atau esensi manusia yang dirumuskan oleh sejumlah pemikir memang cukup merefleksikan intensitas pencarian manusia terhadap pemahaman yang tepat akan dirinya sendiri. Akan tetapi formulasi yang kaya ini ternyata belum mencapai titik final yang fixed. Pencarian pemahaman akan esensi keberadaan manusia masih terus berlangsung, dan formlasi-formulasi spesifik terus lahir dan memperkaya khasanah intelektual manusia.Dengan memadukan pendekatan filosofis, teologis dan sufistik, makalah ini memaparkan konsep esensi manusia dalam pemikiran penyair sufi Jalaluddin Rumi yang pada dasarnya tidak sederhana. Karena keterbatasan ruang untuk mengelaborasi tema ini secara tuntas, penyajian tulisan ini disederhanakan dengan membagi pemaparan pada dua titik fokus pembahasan: aspek material dan aspek spiritual keberadaan manusia. Diskusi inti ini diantar dengan penyajian tentang rumusan-rumusan definisi manusia dalam kronologis sejarah pemikiran.
Konsep Taubat Menurut Imam al-Ghazali Dalam Kitab Minhajul ‘Abidin Ali Ridho
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.573 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v5i1.7513

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). menggunakan pendekatan filosofis, karena yang dikaji adalah pemikiran Imam al-Ghazali dalam kitab Minhajul ‘Abidin. Pengumpulan data dibagi menjadi dua yaitu data primer dan sekunder. Sumber data primer diperoleh dari kitab Minhaj Al-‘Abidin, sedangkan sumber data sekunder dari buku, jurnal, artikel, disertasi, tesis hingga laman website dan lain sebagainya yang berguna untuk membantu dalam penulisan penelitian ini. Setelah data dikumpulkan, kemudian data dianalisis dengan teknik Miles and Huberman yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, atau analisis, kemudian tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, konsep taubat menurut Imam al-Ghazali dalam kitabnya Minhajul ‘Abidin dibagi menjadi 4 (empat) yaitu: Pertama, penjelasan mengenai pengertian taubat dan keharusan melakukannya. Kedua, syarat-syarat dalam melakukan taubat beserta rukun-rukun yang harus dipenuhi. Ketiga, mukaddimah (pendahuluan) sebelum melakukan taubat. Dan yang keempat adalah pembagian dan jalan meloloskan diri dari dosa. Kedua, Pembahasan mengenai taubat yang lebih dalam dan luas, harus merujuk kepada kitab-kitab karya beliau (Imam al-Ghazali) yang lainnya. diantaranya adalah karya agung Imam al-Ghazali yaitu kitab Ihya ‘Ulumiddin, kemudian kitab Al-Qurbah dan yang terakhir adalah kitabAl-Ghoyat Al-Quswa.
ETIKA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI KEPADA DOSEN MELALUI SMARTPHONE Audah Mannan
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.776 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v5i1.10062

Abstract

Penelitian ini berjudul etika komunikasi interpersonal mahasiswa ilmu komunikasi fakultas dakwah dan komunikasi kepada dosen melalui smartphone, penelitian ini bertujuan; 1. Untuk mengetahui etika komunikasi interpersonal mahasiswa Ilmu komunikasi fakultas dakwah dan komunikasi dengan  dosen melalui smartphone 2.Untuk mengetahui Faktor-faktor menyebabkan kurangnya etika komunikasi  mahasiswa Ilmu komunikasi fakultas dakwah dan Komunikasi dalam berkomunikasi dengan dosen.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang menggambarkan etika komunikasi interpersonal  mahasiswa ilmu komunikasi fakultas dakwah dan komunikasi kepada dosen melalui smartphone. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan komunikasi Interpersonal. Sumber Data Primer dalam penelitian ini adalah dosen di jurusan ilmu komunikasi penentuan subjek dalam penelitian diambil secara purposive sampling. Data sekunder dalam penelitian ini berasal dari berbagai literatur yang berhubungan dengan etika komunikasi interpersonal mahasiswa ilmu komunikasi fakultas dakwah dan komunikasi kepada dosen melalui smartphone. pengumpulan data dalam penelitian ini adalah; Metode Observasi, Metode wawancara (interview) Dokumentasi, Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur analisis ke dalam tiga langkah, yaitu : Triangulasi, Reduksi Data, Penarikan KesimpulanHasil penelitian menunjukkan bahwa; Etika komunikasi interpersonal mahasiswa kepada dosen melalui smartphone; menunjukkan bahwa etika interpersonal mahasiswa dalam berkomunikasi dengan dosen melalui smartphone, sebagian besar dianggap tidak beretika dan tidak sopan disebabkan karena tidak mengikuti tata aturan tutur kata yang baik dan etis. Selain tidak mencantumkan identitas dan terkadang isi pesannya cenderung to the point. Mahasiswa tanpa basa-basi menunjukkan keperluannya dan tidak memikirkan kondisi dosen pada saat itu. Mahasiswa tidak menempatkan diri sebagai mahasiswa yang sedang berhadapan dengan dosen sebagai orang yang layak dihormati dan dihargai. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya etika komunikasi interpersonal mahasiswa yang cenderung tidak beretika dan tidak sopan itu disebabkan oleh faktor  dari dalam diri mahasiswa itu sendiri dan ketidaktahuan dengan berbagai tata aturan komunikasi yang baik. Faktor dari menurunnya etika dari mahasiswa disebabkan faktor eksternal seperti pengaruh dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan dan lingkungan sosial serta pengaruh globalisasi.
IMPLEMENTASI FILSAFAT PERENIAL DALAM PEMBELAJARAN Nuryamin Nuryamin
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.175 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v5i1.7884

Abstract

Perenialisme suatu aliran filsafat pendidikan yang diambil dari akar kata perenis atau perennial yang berarti tumbuh terus yang berjalan sesuai berjalanya waktu yang bersifat abadi. Maka pandangan ini selalu memercayai mengenai adanya nilai-nilai, norma-norma yang tumbuh di masyarakat, dan bersifat abadi dalam kehidupan. Nilai dan norma melekat pada budaya yang selalu ada di masyarakat sebagai hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Filsafat perenial memandang pendidikan sebagai proses menuntun kemampuan-kemampuan (bakat) yang dimiliki seseorang menjadi aktif atau nyata (real, mewujud, dan aplicated) sebagai potensi dasar manusia. Dan dalam pandangan Plato, manusia pada hakekatnya memiliki tiga potensi dasar, yaitu nafsu, kemauan dan akal (pikiran). Ketiga potensi ini merupakan asas bagi bangunan kepribadian dan watak manusia. Ketiga potensi ini akan tumbuh dan berkembang melalui pendidikan. Manusia yang memiliki potensi rasio yang besar akan menjadi manusia kelas pemimpin, kelas sosial yang tinggi. Manusia yang besar potensi kemauannya, akan menjadi manusia-manusia prajurit, kelas menengah. Manusia yang besar potensi nafsunya akan menjadi manusia-manusia pekerja, kelas rakyat jelata. Pendidikan hendaklah berorientasi pada potensi psikologis dan masyarakat, sehingga dapat mewujudkan pemenuhan kelas-kelas sosial dalam masyarakat.
PENANAMAN NILAI AKIDAH ISLAM DI PESANTREN DAERAH MINORITAS MUSLIM Bulu' Bulu'; Nuryani Nuryani
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.362 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v5i1.10163

Abstract

Pesantren pembangunan Muhammadiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada di wilayah muslim minoritas Tana Toraja. Pesantren ini membina santri agar memiliki pengetahuan, pemahaman, keimanan, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam yang sebenar-benarnya. Penanaman akidah Islam merupakan hal penting dan pokok, karena santri dipesantren ini umumnya berasal dari lingkungan  keluarga tidak tahu sama sekali mengenai agama Islam khususnya mereka yang berasal dari latar belakang orang tua yang berbeda agama sehingga di pesantren pembinaan awal yang dilakukan adalah pembinaan tauhid, mengajar mereka mengaji. Hal itu membutuhkan perhatian dan perilaku khusus. Pembinaan khususnya bidang akidah Islam merupakan hal penting, mendasar dan pokok di pesantren pembangunan Muhammadiyah. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan awal dan mendasar tentang ajaran Islam yang benar-benar sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan Hadis. Penanaman nilai-nilai akidah Islam dilaksanakan melalui materi; tauhid, rukun imam, rukun Islam, serta pembinaan mental keagamaan dan pencegahan pemahaman dan perilaku syirik, tahyul, bid’ah dan khurafat sebagaimana yang menjadi Matan keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7