cover
Contact Name
Basri La Pabbaja
Contact Email
basri.philosophy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aqidah-ta@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah
ISSN : 24775711     EISSN : 26153130     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Aqidah-Ta; Journal of Aqidah is a journal that discusses aqidah, morality, theology and Islamic thought. This journal is published by the Department of Aqidah and Islamic Philosophy Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Alauddin Makassar. This journal is published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2021)" : 5 Documents clear
TRANSMISI IDEOLOGI POLITIK ISLAMISME DAN ISLAM WASATHIYYAH DALAM PENYEBARAN MUBALLIGH DI KOTA MAKASSAR Syahrir Karim; Ahmad Abdi Amsir
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v7i1.21099

Abstract

Penelitian mengkaji tentang transmisi ideologi politik Islamisme dan Islam washatiyyah dalam penyebaran muballigh di Kota makassar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis  pola  transmisi Idelogi politik Islamisme dan Islam Wasathiyah oleh para muballigh di Kota Makassar serta memahami apakah  transmisi ideology politik Islamisme dan Islam Wasathiyah oleh para muballigh merupakan bagian dari politik keagamaan yang berimplikasi langsung dengan gerakan sosial Islam saat ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Framing dalam Teori Gerakan Sosial dan Islamisme serta konsep wasahtiyyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan Islam akan muncul dengan wajah baru tidak lagi bersifat konvensional. Ruang-ruang public akan menjadi rebutan yang tak terhindarkan termasuk antara IMMIM dan Wahdah Islamiyah. Kedua ormas ini dalam penyebaran gagasan sering berperang opini dengan memaksimalkan semua sumber daya   yang dimiliki, seperti media dan pergerakan opini di mimbar-mimbar masjid. Klaim kepemilikan dan binaan jumlah masjid dan majelis Taklim oleh masing-masing ormas ini menjadi indicator bahwa telah terjadi rebutan ruang.
KONSTRUKSI LOGIKA KE-TUHANAN DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF CHARLES S. PIERCE: KRITIK ATAS PAGANISME ARAB Mahbub Ghozali
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v7i1.18394

Abstract

The Qur'an contains many verses relating to divine concepts. The explanation of divinity in the Qur'an is closely related to efforts to provide evidence of the truth of the Prophet's message and the truth of the concept of divinity in Islam. This problem is directly related to the divine concept of the Arab community as the object of conveying the al-Qur'an. The closeness of the concept of divinity to the concepts they understand makes the narrative of the verse have to enter and provide an effective rebuttal as possible. In this context, this study aims to find logical reasoning in every verse related to divinity, so that it makes it easy for Arabs to accept and believe in the concepts contained in Islam. To achieve these objectives, this study uses qualitative methods with the type of literature study research. To refine the data analysis process, this study uses the pragmatic philosophical approach of Charles S. Pierce. This research concludes that the narrative built by the Koran in arousing the divine awareness of the Arab community is logically carried out and fully accepted. The narrative is aimed at exposing their belief in the definition of God by doubting existing beliefs. With this doubt, everyone who realizes that a concept that has been believed to be wrong will conduct direct research and observation of the truth of the concept of divinity in Islam. Identification of icons, indexes, symbols correctly to the essence of God led them to an attitude of acceptance of Islam and all forms of divine concepts in it.
TASAWUF MODERN MENURUT HAMKA; STUDI ANALISIS TERHADAP TASAWUF KLASIK Achmad Reza Hutama; Rif'at Husnul Ma'afi; Muhammad Izzuddin Al-Qossam
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v7i1.18414

Abstract

Sufism has developed in the Islamic world since the 2nd century Hijriah. Many of the companions and tabi'in figures were Sufism groups, including Abu Ubaidah Al-Jarrah, Abu Dzar Al-Ghifari, Salman Al-Farisi, Abdullah Ibn Mas'ud, and many more. Initially Sufism emerged as a criticism of various problems that occur in life. Whether it was the aristocratic love of wealth, or the endless debates of religious scholars on trivial matters. So there are some groups who want to stay away from worldly problems to be alone and get closer to Allah SWT. Their initial intentions were good. But over time, with the mixing of cultures, traditions, and thoughts from non-Arab civilizations, the practice of Sufism began to change. No longer running in accordance with Islamic law, and even began to deviate far. The result is a mistaken view of Sufism. So in this paper, the author wants to try to explain the concept of 'modern Sufism' which was initiated by Hamka and to give it a difference from the concept of classical Sufism. With the library research method, the authors found that there was a new principle in the Hamka concept. He no longer thinks that Sufism is away from the world and draws closer to Allah alone, but even as an approach to Allah without leaving the world.
FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA DALAM PERSFEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Marjuni Marjuni
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v7i1.20784

Abstract

Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila. Cita dan karsa bangsa Indonesia diusahakan secara melembaga dalam sistem pendidikan nasioanl yang bertumpu dan dijiwai oleh suatu keyakinan, pandangan hidup dan filosofi tertentu. Inilah dasar pikiran mengapa filsafat pendidikan Pancasila merupakan tuntutan nasional dan sistem filsafat pendidikan Pancasila adalah sub sistem dari sistem negara. Pancasila. Dengan memperhatikan fungsi pendidikan dalam membangun potensi bangsa, khususnya dalam melestarikan kebudayaan dan kepribadian bangsa yang ada pada akhirnya menentukan eksistensi dan martabat bangsa, maka sistem pendidikan nasional dan filsafat pendidikan pancasila seyogyanya terbina secara optimal supaya terjamin tegaknya martabat dan kepribadian bangsa. Filsafat pendidikan Pancasila merupakan aspek rohaniah atau spiritual sistem pendidikan nasional, tiada sistem pendidikan nasional tanpa filsafat pendidikan.
POHAMBA-HAMBA’A: PERSEPSI KESETARAAN JENDER PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DI DESA BONERATE, KECAMATAN PASIMARANNU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Rezki Kurniati; Darmawati H; Andi Nurbaethy
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian terhadap persepsi kesetaraan jender pada pasangan suami istri di Desa Bonerate Kecamatan Pasimarannu Kabupaten Kepulauan Selayar. Eksplorasi dalam tulisan ini dibangun dengan landasan teori-teori jender secara umum dan konsep kesetaraan jender dalam Islam, untuk mengkaji persepsi kesetaraan jender pasangan suami istri di Desa Bonerate, dan implementasi serta dampak dari implementasi perspektif jender tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan menggunakan pendekatan teologis dan fenomenologis. Hasil ekplorasi menunjukkan bahwa pasangan suami istri di Desa Bonerate memandang bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama mempunyai hak dalam berbagai bidang kehidupan. Pembagian kerja tidak menjadi tolok ukur kesetaraan bagi masyarakat Desa Bonerate karena hal tersebut merupakan bentuk perwujudan keseimbangan khususnya dalam rumah tangga yang dikenal dengan istilah pohamba-hamba’a (bentuk kerja sama antara laki-laki dan perempuan). Implementasi atau penerapan dari konsep pemahaman terkait gender oleh pasangan suami dan istri di Desa Bonerate dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari terutama pada pembagian tugas bagi suami dan istri. Suami mengambil peran instrumental seperti bekerja mencari nafkah dan istri mengambil peran ekspresif berupa pengurusan rumah tangga, pengasuhan anak, dan rutinitas-rutinitas lainnya. Meskipun demikian, pasangan suami istri Desa Bonerate tetap memberikan peluang yang sama kepada anak-anaknya baik laki-laki maupun perempuan terutama dalam bidang pendidikan. Konsep pemahaman tentang gender dan implementasinya oleh pasangan suami istri di Desa Bonerate menimbulkan dampak yang berpengaruh terhadap skema kehidupan suami dan istri di Desa Bonerate, seperti konsekwensi beban ganda yang diemban oleh istri dan ketergantungan istri terhadap suami semakin kuat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5