cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika
Published by Universitas Telkom
ISSN : 25021990     EISSN : 25022105     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TEKTRIKA didekasikan untuk menjadi salah satu media publikasi dan diseminasi penelitian para akademisi, peneliti dan masyarakat umum dalam bidang keilmuan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik dan Elektronika. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom Bandung mulai tahun 2016 ini dan merupakan kelanjutan dari jurnal JURTEL yang telah dipublikasikan sejak tahun 1997. Dengan demikian, topik yang dipublikasikan pada jurnal ini tentunya lebih luas cakupannya, yakni bidang Teknologi Elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2003)" : 8 Documents clear
ANALISIS KINERJA MODULASI WAVELET PADA KANAL GAUSSIAN DAN KANAL RAYLEIGH FADING Lia Astari; Heroe Wijanto; Joko Haryatno
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.227

Abstract

Sinyal dengan kecepatan bit tinggi akan mengalami kesalahan bit lebih buruk dibandingkan sinyal dengan kecepatan bit rendah. Pada kanal frequency selective fading, kesalahan bit tersebut akan lebih parah lagi. Perbedaan kinerja untuk kecepatan bit yang berbeda ini melahirkan konsep transmisi multirate diversity. Wavelet yang memiliki kemampuan multirate analysis mampu mengimplementasikan strategi multirate diversity melalui modulasi wavelet. Penelitian ini menunjukkan keuntungan penggunaan multirate diversity menggunakan joint estimation strategy, yang menghasilkan perbaikan kinerja sebesar 11,76 dB untuk kanal AWGN. Untuk kanal fading rata dapat dicapai BER 610–5, dan untuk kanal frequency selective fading dihasikan BER 410–4.Kata kunci: modulasi wavelet, Daubechies, Coiflet, Biorthogonal, Rayleigh fading, joint estimation
SISTEM TRANSFER PULSA TELEPON SELULER BERBASIS SHORT MESSAGE SERVICE (SMS) Studi Kasus: P. T. Indosat Multimedia Mobile (IM3) Ahmad Nugraha R.; Fazmah Arif Yulianto; Suyanto Suyanto
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.223

Abstract

Salah satu kendala dalam berkomunikasi seluler, terutama bagi pengguna layanan prabayar, adalah keterbatasan pulsa. Salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut adalah mekanisme Sistem Transfer Pulsa Telepon Seluler Berbasis SMS. Pelanggan dengan nilai pulsa lebih banyak dapat memindahkan sebagian nilai pulsanya kepada pelanggan lain yang memiliki pulsa terbatas atau bahkan habis. Transfer pulsa dilakukan dengan mengirimkan pesan SMS yang berisi permintaan transfer sejumlah nilai pulsa ke nomor lain pada operator yang sama. Berdasarkan pengujian kuantitatif, diperlukan durasi 3,504 detik untuk proses di server dengan sampel data 50.000 record. Pengukuran menunjukkan sistem mampu menyelesaikan satu transaksi SMS rata-rata selama 8,759 detik. Lamanya proses ini masih memenuhi QoS transaksi SMS yang mensyaratkan satu transaksi SMS harus selesai sebelum 10 detik. Tingginya ekspektasi responden, penilaian terhadap sistem, dan kemudahan format pesan menunjukkan sistem ini dapat dikatakan berhasil dan cukup menjanjikan untuk implementasi.Kata Kunci: transfer pulsa, SMS
KINERJA SISTEM COFDM (CODED ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING) PADA KANAL RADIO MOBILE Hendra Winata; Heroe Wijanto; Suyatno Suyatno
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.228

Abstract

Komunikasi data berkecepatan tinggi memerlukan teknik modulasi yang dapat mengatasi terjadinya ISI (Inter-Symbol Interference) dan respons frekuensi kanal yang tidak rata. OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) merupakan teknik transmisi multicarrier dengan periode simbol relatif lebih lebar dibandingkan nilai delay spread kanal. Dengan subcarrier spektral yang lebih sempit dari lebar-pita frekuensi koheren, OFDM diharapkan memiliki ketahanan terhadap gangguan kanal yang tidak rata. FEC (Forward Error Correcting) masih dibutuhkan untuk meminimumkan efek kesalahan akibat dari beberapa subcarrier yang mengalami fading lebih kuat dibandingkan lainnya. FEC dengan teknik pengkodean konvolusional dan interleaver banyak dipakai pada standar OFDM seperti Wireless LAN 802.11a dan Direct Video Broadcasting. Hasil simulasi menunjukkan pengkodean konvolusional [133 171] memberikan nilai coding gain maksimal 6 dB untuk modulasi subcarrier QPSK dan 7 dB untuk 16-QAM. Pada kanal radio mobile dengan frekuensi doppler 0, 9, 56 dan 130 Hz, diperoleh coding gain 7 dB. Penggunaan matriks interleaver 3218 (IS–95) bekerja kurang optimal dengan perbaikan daya kurang dari 1dB. Ketika frekuensi doppler 130 Hz, matriks interleaver 10096 mampu memperbaiki kinerja sistem secara siginifikan, BER di sekitar 10-6 dicapai pada SNR = 16 dB.Kata kunci: OFDM, interleaver, delay spread, frekuensi doppler, coding gain, IFFT-FFT
LUNG DISORDERS DETECTION BASED ON IRISES IMAGE USING COMPUTATIONAL INTELLIGENT ART Anna Triwijayanti K.; Hadi Suwastio; Rini Damayanti
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.224

Abstract

Iridology as a way of revealing human organs and tissues conditions is done by iridologist by taking the image of both irises of the patients. This can be done by using a digital camera and observe each iris on the LCD display or connect the camera to a computer or a television set and observe it through the display. Research on computerized iridology has been performed before by using artificial neural network of back propagation, which is a kind of supervised learning algorithm, as the classifier [13]. Such system should be able to retain its stability while still being plastic enough to adapt to arbitrarily input patterns. Adaptive Resonance Theory (ART), another kind of artificial neural network which uses unsupervised learning algorithm, has some important traits, such as real-time learning, self-stabilizing memory in response to arbitrarily many input patterns, and fast adaptive search for best match of input-to-stored patterns [9]. That way, ART architecture is expected to be the best stable and adaptable solution in changing environment of pattern recognition. In this research, the lung disorders detection is simply designed through the steps of segmentation, extraction of color variations, transformation of lung and pleura representation area in iris image to binary form as the input of ART 1, and pattern recognition by ART 1 neural network architecture. With 32 samples and 4 nodes of output layer of ART1, the system is able to determine the existences of the four stadiums of lung disorders (acute, subacute, chronic and degenerative) in relatively short time process (approximately 1.8 to 3.2 seconds) with the accuracy of stadium recognition 91.40625% by applying the vigilance parameter value of 0.4.Keywords: iridology, lung, pleura, segmentation, ART 1 neural network
APROKSIMASI PADÉ DAN PENERAPANNYA PADA ANALISIS PERFORMANSI DETEKSI RADAR Deni Saepudin; Kuntjoro Adji Sidarto
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.229

Abstract

Aproksimasi Padé adalah suatu teknik aproksimasi dengan menggunakan fungsi rasional. Dalam beberapa hal, teknik ini memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan teknik aproksimasi dengan menggunakan polinom Taylor yang biasanya lebih dikenal. Dalam paper ini, aproksimasi Padé digunakan untuk mengaproksimasi fungsi pembangkit momen dari suatu fungsi densitas di sekitar titik asal. Dengan menggunakan invers transformasi Laplace, aproksimasi fungsi densitas dapat diperoleh dan biasanya cukup baik untuk x yang cukup besar. Teknik aproksimasi ini diterapkan untuk menghitung threshold dan peluang deteksi pada deteksi radar bila nilai peluang false alarm diberikan.Kata kunci: aproksimasi Padé, fungsi pembangkit momen, peluang false alarm, peluang deteksi
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA TRANSPORT PROTOCOL PADA WIRELESS LAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DCF DAN DCF I Gusti Ngurah Dwi Mulyartha; Nurain Silalahi; Nyoman Bogi A. K.
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.225

Abstract

EEE 802.11 adalah protokol standar yang digunakan pada wireless LAN dan memiliki Medium Access Control (MAC) layer yang mendukung pengiriman data tak sinkron (asynchronous) untuk jaringan wireless baik pada infrastructure network dan ad hoc network. MAC menggunakan dua metode akses yaitu Point Coordination Function (PCF) dan Distributed Coordination Function (DCF), dimana DCF dikembangkan menjadi DCF+. Penelitian ini mensimulasikan ad hoc Network menggunakan perangkat bantu Borland Delphi dan dari hasil simulasi dianalisa performansi dari MAC dengan membandingkan parameter Throughput, Delay, Goodput dan Fairness antara metode DCF dan DCF+.
PENINGKATAN PERFORMANSI PROSESOR DLX DENGAN METODE PIPELINE Maman Abdurohman
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.230

Abstract

Prosesor DLX adalah sebuah prosesor berbasis RISC (Reduced Instruction Set Computer) yang dirancang sebagai prosesor tujuan umum (general purpose processor). Prosesor ini mempunyai arsitektur load-store dengan panjang semua instruksinya 32 bit. Setiap instruksi dieksekusi dalam beberapa siklus waktu (cycletime). Secara umum time cycle yang digunakan sebanyak lima tahap yang terdiri dari tahap-tahap : Instruction Fetch (IF), Instruction Decode (ID), Execute (EX), Memory Access (MEM), dan Write Back (WB). Kelima tahap ini dikerjakan secara berurutan [2]. Sebagai prosesor multicycle, DLX mempunyai peluang untuk meningkatkan kinerjanya yang diukur dengan kecepatan proses yang dinyatkan sebagai waktu CPU (CPU time). Peningkatan kinerja prosesor DLX dapat diterapkan dengan menggunakan teknik pipeline. Pada jurnal ini telah dianalisis peningkatan performansi prosesor DLX dengan menggunakan teknik pipeline. Uji coba dilakukan terhadap beberapa program aplikasi yang dieksekusi dengan menggunakan teknik pipeline dan tanpa menggunakan teknik pipeline. Secara umum terjadi peningkatan kecepatan pada setiap kumpulan instruksi yang dianalisis. Proses pengujian dilakukan dengan menggunakan simulator windlx yang merupakan simulator prosesor DLX.Kata kunci : Prosesor DLX, RISC, general purpose processor, CPU, Pipeline, windlx
SISTEM KONTROL UMPAN BALIK UNTUK ALIRAN TCP PADA ROUTER SUATU JARINGAN KOMPUTER Adiwijaya Adiwijaya; Roberd Saragih; Bambang Riyanto T.
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.226

Abstract

Perkembangan jaringan komputer yang pesat saat ini disertai pula dengan berbagai permasalahannya. Salah satunya adalah masalah kongesti. TCP (Transmission Control Protocol) merupakan protokol yang dapat mendeteksi kehilangan paket dan menginterpretasikan kehilangan tersebut sebagai indikasi telah terjadi kongesti pada jaringan. Makalah ini membahas tentang penghindaran kongesti dengan menggunakan mekanisme Active Queue Management (AQM). Langkah pertama yang dilakukan adalah membangun model matematika perilaku aliran TCP. Selanjutnya, menganalisis model tersebut sehingga masalah AQM dapat dipandang sebagai masalah kontrol umpan balik. Akhirnya, dengan menggunakan aproksimasi Padé untuk masalah delay, kontrol umpan balik disimulasikan dengan menggunakan pengontrol proporsional–integral–turunan (PID) sebagai pengontrol AQM.Kata Kunci : kontrol umpan balik, AQM, kontrol kongesti end-to-end, aproksimasi Padé, pengontrol PID

Page 1 of 1 | Total Record : 8