cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lingualitteratia@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B4 Prodi Sastra Perancis, Jurusan Bahasa dan Sastra Asing Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Litteria Journal
ISSN : 22526730     EISSN : 2720944X     DOI : 10.15294/ll
Core Subject : Education,
Lingua Litteria Journal is a journal that has a purpose for promote a principles-based approach to research on French literature and linguistic by encouraging inquiry into the relationship between theoretical and practical studies. This journal holds academic articles within the scope of literary criticism and linguistics.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2014): Octobre 2014" : 10 Documents clear
IMPÉRATIF : KAJIAN PRAGMATIK DALAM BROSUR BERBAHASA PRANCIS Mulfathialany, El Fhiqi
Lingua Litteria Journal Vol 1 No 2 (2014): Octobre 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.155 KB) | DOI: 10.15294/ll.v1i2.10059

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, impératif sangat sering dijumpai penggunaannya, baik dalam kegiatan bertutur lisan maupun tulisan, termasuk dalam media massa cetak seperti brosur. Brosur adalah media cetak yang bersifat persuasif, dapat dipastikan penggunaan impératif di dalam brosur akan banyak penggunaannya dan variatif. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan tuturan imperatif, bentuk pengutaraannya dan konstruksi kalimat (berdasarkan kelangsungan dan keliteralannya) yang paling dominan yang terdapat dalam brosur berbahasa Prancis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber data yang diambil adalah brosur-brosur berbahasa Prancis yang berjumlah sembilan yang terdiri dari tiga jenis brosur, yaitu tiga brosur pendidikan, tiga brosur pariwisata dan tiga brosur bertemakan lingkungan. Teknik pengambilan data yang akan dipakai adalah teknik sadap dan teknik catat. Data yang diperoleh dicatat pada kartu data dan dianalisis menggunakan metode pilah unsur penentu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 90 data yang termasuk ke dalam wujud imperatif pragmatik yang bermakna perintah, tuntutan, permintaan, himbauan, nasihat, peringatan dan tawaran dengan bentuk pengutaraan yang terdiri dari tuturan langsung literal, tuturan tidak langsung literal, tuturan langsung tidak literal dan tuturan tidak langsung tidak literal. Konstruksi tuturan yang paling dominan dalam brosur-brosur tersebut adalah deklaratif.
LA POLITESSE DES PAROLES DES ÉTUDIANTS DANS L’ENVOI DES QUESTIONS AUX PROFESSEURS TRANSMIS PAR DES TEXTOS Hapsari, Dyah Noor
Lingua Litteria Journal Vol 1 No 2 (2014): Octobre 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.655 KB) | DOI: 10.15294/ll.v1i2.10060

Abstract

Dans la vie, on doit communiquer de façon polie avec les autres, par exemple les étudiants et leurs professeurs. On besoin du principe de politesse et de la stratégie de communication pour poser des questions, à l?orale ou bien à l?écrit (par des textos). L?objectif de cette recherche est d?étudier l?obéissance et la transgression du principe de politesse ainsi que les stratégies de communication des étudiants quand ils posent des questions à leurs professeur. Cette recherche utilise la méthode simak. La technique de base était la technique sadap et la technique catat. Le résultat de 42 données, montrent (1) que 21 données obéissent aux principes et utilisent la stratégie de comunnication qui ne forcent pas les professeurs, leur donnent des options, et leur écrivent amicalement, (2) 19 données transgressent les principes de politesse, et (3) 2 données y ont obéit et les ont transgressés du principe, avec les stratégies de forcer les professeurs, de ne pas leur donner des options, et leur écrivent inamicalement. La conclusion des 42 données analysées, près de 50% des étudiants ne sont pas polie ou ont transgressé les principes de politesse (19 sur 42 données). À mon opinion, c'est parce que les étudiants ne connaissent pas la théorie du principe de politesse et la stratégie de communication qui devraient être utilisés.
CERPEN LE PAPA DE SIMON DAN MADAME BAPTISTE KARYA GUY DE MAUPASSANT: KAJIAN KONFLIK SOSIAL PRUITT DAN RUBIN Ningsih, Yossy Hidayati
Lingua Litteria Journal Vol 1 No 2 (2014): Octobre 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.21 KB) | DOI: 10.15294/ll.v1i2.10061

Abstract

Cerpen Le Papa de Simon dan Madame Baptiste karya Guy de Maupassant menggambarkan konflik yang terjadi antara tokoh utama dengan lingkungan sosialnya. Konflik itu menyebabkan tekanan psikologis yang dialami oleh tokoh utama dan perubahan psikologis pada lingkungan sosialnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya konflik antara tokoh utama dengan lingkungan sosialnya, faktor yang menyebabkan eskalasi (peningkatan intensitas) konflik, dan strategi yang digunakan tokoh utama dalam menghadapi konfliknya dengan lingkungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan konflik sosial dari Dean G. Pruitt dan Jeffrey Z. Rubin. Korpus data penelitian ini adalah cerpen Le Papa de Simon dan Madame Baptiste. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka yaitu serangkaian kegiatan berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mecatat serta mengolah bahan penelitian.Simpulan akhir penelitian ini adalah ditemukannya kesamaan faktor penyebab konflik, kesamaan faktor penyebab eskalasi, dan kesamaan strategi yang digunakan untuk menghadapi konflik di dalam kedua cerpen tersebut. Faktor penyebab konflik yang ditemukan adalah aspek-aspek sosial, yaitu 1) pelanggaran terhadap aturan dan norma, dan 2) perbandingan dengan orang lain. Faktor penyebab eskalasi yang ditemukan adalah aspek perubahan psikologis, yaitu 1) keinginan untuk menghukum pihak lain, 2) sikap dan persepsi negatif, dan 3) deindividualisasi. Adapun strategi yang digunakan tokoh utama dalam menghadapi konfliknya adalah 1) contending (bertanding), 2) problem solving (pemecahan masalah), dan 3) withdrawing (menarik diri). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aspek psikis seseorang tidak terlepas dari aspek sosialnya.
REALITAS POSKOLONIALISME DALAM ROMAN L’HOMME ROMPU KARYA TAHAR BEN JELLOUN Rahmawati, Indah
Lingua Litteria Journal Vol 1 No 2 (2014): Octobre 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.38 KB) | DOI: 10.15294/ll.v1i2.10062

Abstract

Le roman L?Homme rompu de Tahar Ben Jelloun est un roman qui décrit la vie des marocains dans les années 1990. Ce roman raconte des gens qui commettent la corruption et des gens qui s?y opposent. En outre, ce roman raconte de l?oppression des minorités par les majorités. Dans ce roman, il y a des éléments del?héritage colonial français. Cette recherche a pour but d?expliquer les éléments du post-colonialisme qui se trouvent dans le roman de L?Homme rompu basé sur Edward Said, GayatriSpivak, et HomiBhabha. Ces éléments se composent de l?hégémonie, le subalterne, le mimétisme, l?hybridité, la marginalité, et del?aliénation. La donnée de cette recherche est le roman L?Homme rompu de Tahar Ben Jelloun. Cette recherche utilise une approche sociologique avec les objets des recherches matériel et formel. L?objet matériel dans cette recherche est le roman L?Homme rompu de Tahar Ben Jelloun, tandis que l?objet formel dans cette recherche est la théorie du post-colonialisme. Cette recherche utilise les sources de donnéesprimaires et secondaires. La source de donnée primaire dans cette recherche est les phrases du roman L?Homme rompu, tandis que la source de donnée secondaire est le roman de l?Homme rompu qui a été traduit en indonésien dont le titre est Korupsi par Okke K.S. Zaimar. La méthode de cette recherche est laméthode de descriptif analytique, tandis que la technique d?analyse de donnée est la technique d?analyse de contenue. La conclusion de cette recherche est l?explication des éléments du postcolonialisme d?Edward Said, GayatriSpivak, Homi Bhabha dans le romanL?Homme rompu. Les éléments du post-colonialismesont 1) l?hégémonie qui se compose l?hégémonie Occidentale dans la socioculturelle au Maroc, l?hégémonie économique, l?hégémonie de la class social, et l?hégémonie morale,2) le subalterne, 3) le mimétisme, 4) l?hybridité, 5) la marginalité, et 6) l?aliénation. Il est prévu que le résultat de cetterecherche pourra servir à comprendre les éléments du post-colonialisme et à analyser le roman du postcolonialisme. Il est aussi prévu que les étudiants de la littérature française puissent effectuer des recherches similaires dans les romans francophones.
ROMAN 813 KARYA MAURICE LEBLANC: SEBUAH KAJIAN SOSIOLOGI EMILE DURKHEIM Sandy, Iwan Ariesta
Lingua Litteria Journal Vol 1 No 2 (2014): Octobre 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.336 KB) | DOI: 10.15294/ll.v1i2.10063

Abstract

Roman 813 karya Maurice Leblanc (1907) merupakan roman yang menggambarkan kisah seorang pencuri dengan masalah-masalah sosial yang menyertainya. Roman ini menampilkan sebuah pemikiran tentang makna dari fakta sosial di masyarakat Prancis pada waktu itu. Bertolak dari sosiologi bahwa manusia adalah makhluk sosial yang hidup di bawah ketergantungan orang lain,maka ia harus berinteraksi satu sama lain yang dihadapkan pada kenyataan fakta sosial kehidupan mereka, yaitu moralitas, kesadaran kolektif, representatif kolektif dan arus sosial. Interaksi itulah yang memiliki tujuan mengembalikan otoritas mereka sebagai makhluk sosial. Fokus penelitian ini adalah fakta-fakta sosial yang tercermin dalam Roman 813. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan moralitas tokoh utama dalam Roman 813, 2) mendeskripsikan kesadaran kolektif masyarakat terhadap tokoh utama dalam Roman 813, 3) mendeskripsikan representatif kolektif terhadap tokoh utama dalam Roman 813, dan 4) mendeskripsikan arus sosial masyarakat terhadaptokoh utama dalam Roman 813. Korpus data penelitian ini adalah roman 813 karya Maurice Leblanc. Metode pengumpulan data adalah metode penyimakan, dan teknik pengumpulan data adalah teknik catat. Metode analisis data adalah metode deskriptif analitik, dan teknik analisis data adalah teknik analisis isi. Simpulan penelitian ini adalah adanya fakta-fakta sosial yang tergambarmelalui tahapan 1) moralitas: perwujudan dari sosiologi fakta sosial yang terpresentasikan melalui tokoh utama dalam roman, 2) kesadaran kolektif: perwujudan sosiologi fakta sosial yang terpresentasikan melalui masyarakat dalam roman, 3) representatif kolektif: perwujudan sosiologi fakta sosial yang terpresentasikan melalui masyarakat dalam roman, dan 4) arus sosial:perwujudan sosiologi fakta sosial yang terpresentasikan melalui masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moralitas, kesadaran sosial, representatif kolektif, dan arus sosial merupakan masalah sosial yang menyertai kehidupan bermasyarakat sepanjang kehidupan manusia.
IMPÉRATIF : KAJIAN PRAGMATIK DALAM BROSUR BERBAHASA PRANCIS
Lingua Litteria Journal Vol 1 No 2 (2014): Octobre 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ll.v1i2.10059

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, impératif sangat sering dijumpai penggunaannya, baik dalam kegiatan bertutur lisan maupun tulisan, termasuk dalam media massa cetak seperti brosur. Brosur adalah media cetak yang bersifat persuasif, dapat dipastikan penggunaan impératif di dalam brosur akan banyak penggunaannya dan variatif. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan tuturan imperatif, bentuk pengutaraannya dan konstruksi kalimat (berdasarkan kelangsungan dan keliteralannya) yang paling dominan yang terdapat dalam brosur berbahasa Prancis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber data yang diambil adalah brosur-brosur berbahasa Prancis yang berjumlah sembilan yang terdiri dari tiga jenis brosur, yaitu tiga brosur pendidikan, tiga brosur pariwisata dan tiga brosur bertemakan lingkungan. Teknik pengambilan data yang akan dipakai adalah teknik sadap dan teknik catat. Data yang diperoleh dicatat pada kartu data dan dianalisis menggunakan metode pilah unsur penentu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 90 data yang termasuk ke dalam wujud imperatif pragmatik yang bermakna perintah, tuntutan, permintaan, himbauan, nasihat, peringatan dan tawaran dengan bentuk pengutaraan yang terdiri dari tuturan langsung literal, tuturan tidak langsung literal, tuturan langsung tidak literal dan tuturan tidak langsung tidak literal. Konstruksi tuturan yang paling dominan dalam brosur-brosur tersebut adalah deklaratif.
LA POLITESSE DES PAROLES DES ÉTUDIANTS DANS L’ENVOI DES QUESTIONS AUX PROFESSEURS TRANSMIS PAR DES TEXTOS
Lingua Litteria Journal Vol 1 No 2 (2014): Octobre 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ll.v1i2.10060

Abstract

Dans la vie, on doit communiquer de façon polie avec les autres, par exemple les étudiants et leurs professeurs. On besoin du principe de politesse et de la stratégie de communication pour poser des questions, à l’orale ou bien à l’écrit (par des textos). L’objectif de cette recherche est d’étudier l’obéissance et la transgression du principe de politesse ainsi que les stratégies de communication des étudiants quand ils posent des questions à leurs professeur. Cette recherche utilise la méthode simak. La technique de base était la technique sadap et la technique catat. Le résultat de 42 données, montrent (1) que 21 données obéissent aux principes et utilisent la stratégie de comunnication qui ne forcent pas les professeurs, leur donnent des options, et leur écrivent amicalement, (2) 19 données transgressent les principes de politesse, et (3) 2 données y ont obéit et les ont transgressés du principe, avec les stratégies de forcer les professeurs, de ne pas leur donner des options, et leur écrivent inamicalement. La conclusion des 42 données analysées, près de 50% des étudiants ne sont pas polie ou ont transgressé les principes de politesse (19 sur 42 données). À mon opinion, c'est parce que les étudiants ne connaissent pas la théorie du principe de politesse et la stratégie de communication qui devraient être utilisés.
CERPEN LE PAPA DE SIMON DAN MADAME BAPTISTE KARYA GUY DE MAUPASSANT: KAJIAN KONFLIK SOSIAL PRUITT DAN RUBIN
Lingua Litteria Journal Vol 1 No 2 (2014): Octobre 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ll.v1i2.10061

Abstract

Cerpen Le Papa de Simon dan Madame Baptiste karya Guy de Maupassant menggambarkan konflik yang terjadi antara tokoh utama dengan lingkungan sosialnya. Konflik itu menyebabkan tekanan psikologis yang dialami oleh tokoh utama dan perubahan psikologis pada lingkungan sosialnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya konflik antara tokoh utama dengan lingkungan sosialnya, faktor yang menyebabkan eskalasi (peningkatan intensitas) konflik, dan strategi yang digunakan tokoh utama dalam menghadapi konfliknya dengan lingkungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan konflik sosial dari Dean G. Pruitt dan Jeffrey Z. Rubin. Korpus data penelitian ini adalah cerpen Le Papa de Simon dan Madame Baptiste. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka yaitu serangkaian kegiatan berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mecatat serta mengolah bahan penelitian.Simpulan akhir penelitian ini adalah ditemukannya kesamaan faktor penyebab konflik, kesamaan faktor penyebab eskalasi, dan kesamaan strategi yang digunakan untuk menghadapi konflik di dalam kedua cerpen tersebut. Faktor penyebab konflik yang ditemukan adalah aspek-aspek sosial, yaitu 1) pelanggaran terhadap aturan dan norma, dan 2) perbandingan dengan orang lain. Faktor penyebab eskalasi yang ditemukan adalah aspek perubahan psikologis, yaitu 1) keinginan untuk menghukum pihak lain, 2) sikap dan persepsi negatif, dan 3) deindividualisasi. Adapun strategi yang digunakan tokoh utama dalam menghadapi konfliknya adalah 1) contending (bertanding), 2) problem solving (pemecahan masalah), dan 3) withdrawing (menarik diri). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aspek psikis seseorang tidak terlepas dari aspek sosialnya.
REALITAS POSKOLONIALISME DALAM ROMAN L’HOMME ROMPU KARYA TAHAR BEN JELLOUN
Lingua Litteria Journal Vol 1 No 2 (2014): Octobre 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ll.v1i2.10062

Abstract

Le roman L‟Homme rompu de Tahar Ben Jelloun est un roman qui décrit la vie des marocains dans les années 1990. Ce roman raconte des gens qui commettent la corruption et des gens qui s‟y opposent. En outre, ce roman raconte de l‟oppression des minorités par les majorités. Dans ce roman, il y a des éléments del‟héritage colonial français. Cette recherche a pour but d‟expliquer les éléments du post-colonialisme qui se trouvent dans le roman de L‟Homme rompu basé sur Edward Said, GayatriSpivak, et HomiBhabha. Ces éléments se composent de l‟hégémonie, le subalterne, le mimétisme, l‟hybridité, la marginalité, et del‟aliénation. La donnée de cette recherche est le roman L‟Homme rompu de Tahar Ben Jelloun. Cette recherche utilise une approche sociologique avec les objets des recherches matériel et formel. L‟objet matériel dans cette recherche est le roman L‟Homme rompu de Tahar Ben Jelloun, tandis que l‟objet formel dans cette recherche est la théorie du post-colonialisme. Cette recherche utilise les sources de donnéesprimaires et secondaires. La source de donnée primaire dans cette recherche est les phrases du roman L‟Homme rompu, tandis que la source de donnée secondaire est le roman de l‟Homme rompu qui a été traduit en indonésien dont le titre est Korupsi par Okke K.S. Zaimar. La méthode de cette recherche est laméthode de descriptif analytique, tandis que la technique d‟analyse de donnée est la technique d‟analyse de contenue. La conclusion de cette recherche est l‟explication des éléments du postcolonialisme d‟Edward Said, GayatriSpivak, Homi Bhabha dans le romanL‟Homme rompu. Les éléments du post-colonialismesont 1) l‟hégémonie qui se compose l‟hégémonie Occidentale dans la socioculturelle au Maroc, l‟hégémonie économique, l‟hégémonie de la class social, et l‟hégémonie morale,2) le subalterne, 3) le mimétisme, 4) l‟hybridité, 5) la marginalité, et 6) l‟aliénation. Il est prévu que le résultat de cetterecherche pourra servir à comprendre les éléments du post-colonialisme et à analyser le roman du postcolonialisme. Il est aussi prévu que les étudiants de la littérature française puissent effectuer des recherches similaires dans les romans francophones.
ROMAN 813 KARYA MAURICE LEBLANC: SEBUAH KAJIAN SOSIOLOGI EMILE DURKHEIM
Lingua Litteria Journal Vol 1 No 2 (2014): Octobre 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ll.v1i2.10063

Abstract

Roman 813 karya Maurice Leblanc (1907) merupakan roman yang menggambarkan kisah seorang pencuri dengan masalah-masalah sosial yang menyertainya. Roman ini menampilkan sebuah pemikiran tentang makna dari fakta sosial di masyarakat Prancis pada waktu itu. Bertolak dari sosiologi bahwa manusia adalah makhluk sosial yang hidup di bawah ketergantungan orang lain,maka ia harus berinteraksi satu sama lain yang dihadapkan pada kenyataan fakta sosial kehidupan mereka, yaitu moralitas, kesadaran kolektif, representatif kolektif dan arus sosial. Interaksi itulah yang memiliki tujuan mengembalikan otoritas mereka sebagai makhluk sosial. Fokus penelitian ini adalah fakta-fakta sosial yang tercermin dalam Roman 813. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan moralitas tokoh utama dalam Roman 813, 2) mendeskripsikan kesadaran kolektif masyarakat terhadap tokoh utama dalam Roman 813, 3) mendeskripsikan representatif kolektif terhadap tokoh utama dalam Roman 813, dan 4) mendeskripsikan arus sosial masyarakat terhadaptokoh utama dalam Roman 813. Korpus data penelitian ini adalah roman 813 karya Maurice Leblanc. Metode pengumpulan data adalah metode penyimakan, dan teknik pengumpulan data adalah teknik catat. Metode analisis data adalah metode deskriptif analitik, dan teknik analisis data adalah teknik analisis isi. Simpulan penelitian ini adalah adanya fakta-fakta sosial yang tergambarmelalui tahapan 1) moralitas: perwujudan dari sosiologi fakta sosial yang terpresentasikan melalui tokoh utama dalam roman, 2) kesadaran kolektif: perwujudan sosiologi fakta sosial yang terpresentasikan melalui masyarakat dalam roman, 3) representatif kolektif: perwujudan sosiologi fakta sosial yang terpresentasikan melalui masyarakat dalam roman, dan 4) arus sosial:perwujudan sosiologi fakta sosial yang terpresentasikan melalui masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moralitas, kesadaran sosial, representatif kolektif, dan arus sosial merupakan masalah sosial yang menyertai kehidupan bermasyarakat sepanjang kehidupan manusia.

Page 1 of 1 | Total Record : 10