cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2018)" : 7 Documents clear
Mengkaji Kesehatan Masyarakat Daerah “Urban” Jika Dilihat Dari Konteks Pemuda Robist Hidayat
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.476 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i4.300

Abstract

Abstrak - Kesehatan merupakan faktor penting  kehidupan, tak terkecuali  kaum urban di perkotaan besar di Indonesia, banyak permasalahan terjadi, prasarana idak memadai, kehidupan yang buruk menimbulkan masalah serius baik sekarang dan masa yang akan datang. Salah satu bagian kaum urban adalah pemuda, merupakan kaum di antara anak-anak dan juga dewasa. Sehingga di harapkan memiliki solusi untuk menghadapi permsaalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaiman peranan pemuda mengkaji permasalahan yang terjadi sehingga bisa mendapatkan solusi sederhana untuk mengatasi permasalahan kaum urban diperkotaan besar. Adapun metode yang digunakan penulis yakni metode deskriptif, mengkaji serta menganalisis literasi-literasi yang ada dan menyimpulkan menjadi sebuah solusi dari permasalahan yang penulis ungkapkan. Adapun hasil dari penelitian ini ,bahwa permasalahan kaum urban terletak pada tidak adanya program yang jelas serta terperinci secara baik, baik itu dari pemerintah daerah maupun pusat. Sehingga hal ini menjadi permasalahan bersama bukan salah satu pihak semata. Adapun yang bisa pemuda berikan solusi: yakni mencangkup program dan juga kebijakan, program yang di berikan yakni terdiri 3 tahap, yaitu: jangka pendek, menengah dan panjang. Adapun alasannya yaitu program tersebut di  terapkan sesuai dengan kebutuhan kaum urban serta kebijakan yang  merupakan wewenang dari pemerintah. Bisa disimpulkan, pemuda memiliki peranan penting dalam mengkaji ataupun memberikan solusi yang terbaik untuk kesehatan kaum urban.Abstract - Health is an important factor of life, including urban in large urban areas in Indonesia, many problems occur, infrastructure is inadequate, a bad life causes serious problems both now and in the future. One part of the urban community is youth, is a family among children and also adults. So that it is expected to have a solution to deal with these problems. This study aims to see how the role of youth examines the problems that occur so that they can get a simple solution to overcome urban problems in large cities. The method used by the author is descriptive method, reviewing and analyzing existing literacy and concluding to be a solution to the problems that the writer reveals. The results of this study, that the problem of urbanites lies in the absence of a clear and well-detailed program, both from the local and central government. So this matter becomes a common problem, not only one part. As for what the youth can provide a solution: namely covering the program and also the policy, the program provided is consisting of 3 stages, namely: short, medium and long term. The reason is that the program is implemented in accordance with the needs of the urbanites and policies that are the authority of the government. It can be concluded, youth have an important role in assessing or providing the best solution for urban health.Keywords – Role of Youth, Urban Community Health, Problems, Programs
Peran Kegiatan Fun cooking dalam Kemampuan Sosial Emosional dan Bahasa Anak Yosi Amaros; Rohita Rohita
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.866 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i4.303

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fun coooking dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional dan bahasa anak di TK Al Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan. Subjek penelitian ini anak usia 5-6 tahun yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler fun cooking berjumlah 8 orang anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data yang sudah terkumpul di triangulasi dengan jenis triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian anak, diperoleh informasi bahwa fun cooking memiliki peran dalam kemampuan sosio emosional dan bahasa anak. Kegiatan fun cooking memiliki peran dalam kemampuan bahasa anak terutama dalam memahami beberapa perintah secara bersamaan; menjawab pertanyaan yang lebih kompleks; memperkaya perbendaharaan kata; serta menuliskan nama sendiri. Sementara dalam kemampuan sosial emosional anak, fun cooking membuat anak mampu menaati aturan kelas; mengatur diri sendiri; berbagi dengan orang lain; menunjukkan sikap toleran; serta mengekspresikan emosi yang sesuai dengan kondisi yang ada.Abstract  - This study aims to determine the role of fun cooking in improving emotional social skills and language of children in kindergarten Al Izhar Pondok Labu, South Jakarta. These research subjects 5-6 years old children who take part in extracurricular fun cooking amounted to 8 children. The method used is descriptive qualitative approach with data collection technique using observation, interviews, and documentation. Then the data that have been collected in triangulation with the type of triangulation techniques. Based on the results of the study of children, there was information that the fun of cooking has a role in the socio-emotional and language abilities of children. Fun cooking activities have a role in the child's language ability, especially in understanding multiple commands simultaneously; answer more complex questions; enriching vocabulary; as well as write his own name. While the emotional social abilities of children, fun cooking to make children able to obey the rules of the classroom; self-regulating; share with others; show tolerance; and express the emotions that correspond to existing conditions.Keywords -  Fun cooking, Language skills, Social emotional skills
Middle Class Rebellion through the Main Characters in Chuck Palahniuk’s Fight Club Ali Muhammad; Andhika Pratiwi; Ria Herwandar
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.233 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i4.299

Abstract

Abstract - This research entitled “Middle Class Rebellion through the Main Characters in Chuck Palahniuk’s Fight Club” analyses the portrayal of the Middle Classes which is depicted through the main characters. These characters are undertaking a Rebellion towards the system of Capitalism that is depicted in the novel Fight Club. The theory used in this research is the theory of the intrinsic element of Characterization by M.H. Abrams and the theory Capitalism by Karl Marx which includes the theory of Alienation and the Struggle of Social Classes. This research focuses on the portrayal of how Middle Classes undertake their Rebellion which is depicted through the main characters in the novel Fight Club by Chuck Palahniuk. This research has found that the two main characters are a depiction of the Middle Class and the Working Class. They rebel against Capitalism by doing small acts of vandalism which escalates into blackmail. The findings are that the real characteristics of modern society of the middle class can be seen  such as consumerism, restless life towards insomnia and workers who identify themselves as not workers.Keywords - Middle Class, Rebellion, Social Class, Marxism, Capitalism
Hubungan Relijiusitas dengan Self Awareness Mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (Konseling) UAI M. Yudi Ali Akbar; Rizqi Maulida Amalia; Izzatul Fitriah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.503 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i4.304

Abstract

Abstrak - Penelitian ini hendak melihat hubungan antara relijiusitas dengan self awareness pada mahasiswa/i prodi BPI (konseling) UAI. Dimana self awareness merupakan kecerdasan pemahaman diri sesuai dengan situasi dan kondisi, yang memiliki faktor penunjang bagi penguatan self awareness. Keberagamaan seseorang menjadi faktor penentu bagi bagaimana bersikap, kepeduliaannya dan lainnya. Dalam ajaran agama mengajarkan untuk berperilaku terpuji baik bagi diri maupun sesama. Data pada penelitian ini dengan kuisioner skala relijiusitas dan self awarenes yang telah mengalami uji validitas dan reabilitas. Penelitian dengan sample 84 mahasiswa/i prodi BPI yang merupakan jumlah populasi aktif ini memberikan hasil bahwa adanya hubungan yang signifikan antara relijiusitas dengan self awareness dengan derajat yang lemah. Penelitian ini sebagai awalan dari penelitian berikutnya yang lebih mendalam baik dari sisi variabel maupun sample dan alat analisis.Abstract - This research aims to see the relation between religiosity with self awareness on student of  BPI (counseling) program. Where self awareness is the intelligence of self-understanding in accordance with the situation and conditions, which has a supporting factor for the strengthening of self awareness. One's religiousness becomes the decisive factor for how to behave, his or her care and others. In the teachings of religion teaches to behave well for both themselves and others. The quantitative ata in this study with religious scale  and self awareness  who have meet the validity and reliability test. The research with sample of 84 students of BPI study program which is the number of active population gives result that there is a significant relation between religiosity and self awareness with weak degree. This research is a prefix of subsequent research in more depth both in terms of variables and samples and analysis tools.Keywords - Religiosity, Self Awarenes, College Student
Pelatihan Program Terjemah Al-Qur’an Melalui Pendekatan Gramatika Dasar Bahasa Arab Afridesy Puji Pancarani; Fazlur Rachman
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.985 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i4.298

Abstract

Abstrak - Pengabdian kepada Masyrakat berbasis penelitian ini dilaksanakan di Masjid Bahrul Ulum sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat oleh isntruktur. Pelatihan ini berjudul, Program Terjemah Al-Qur’an Al-Huda yang dipelopori oleh Ustadz Ahmad Huseno, S.S. sejak tahun 2003. Kegiatan ini berlangsung dalam kurun waktu kurang lebih delapan bulan sejak bulan Desember 20016 hingga Juli 2017. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah diawali dengan tahapan observasi ke tempat atau lembaga yang dituju, setelah jelas dan sesuai harapan, dilanjutkan dengan studi lapangan, guna mengetahui segala hal terkait pelatihan Terjemah Al-Qur’an Metode Al-Huda, sehingga dapat ditelusuri kendala dan hambatan yang dihadapi. Setelah itu, barulah penulis melakukan wawancara dengan pelopor atau penemu program ini. Dari kegiatan ini penulis menyimpulkan beberapa hasil yang didapat, yaitu: (1) para peserta dapat memahami kaidah Bahasa Arab dasar; (2) peserta sedikit demi sedikit mulai dapat mempraktekkan terjemah dari beberapa ayat al-Qur’an. Adapun masukan untuk program pelatihan ini adalah harapan terkait pengadaan kamus Indonesia-Arab dan Arab-Indonesia dan penjelasan singkat tentang tema ayat-ayat yang akan dibahas. Abstract - The devotion to this research-based society is carried out in the Bahrul Ulum Mosque in accordance with the schedule that has been made by the instructor. This training is entitled translation program AL-Qur’an method AL-Huda pioneered by Ustadz Ahma Huseno, S.S. Since 2003. This Activity taks approximately 8 Months from December 2016 to July 2017.Technique of data collecting by writer is begins with observation to the place or institute referred, after clear and as expected, followed by field study to know all matter related to training of Al-Qur’an translation Al-Huda Method, so can be traced the obstacles Faced. After that, then the author conducted an interview with the pioeer or inventor of this method. After partipating in some activities, author get some inputs to improve this training program. Among them is to provide dictionary and brief explanation of the theme of verses that will be discussed. From this activity the author concludes some of the results obtained, namely: (1) participants can understand basic Arabic rules; (2) participants gradually began to practice the translation of several verses of the Qur'an. The input for this training program is the hope related to the procurement of Indonesian-Arabic and Arabic-Indonesian dictionaries and a brief explanation of the themes of the verses to be discussed. Keywords – Al- Qur’an, Translation, Arabic
Ragam Gaya Belajar Siswa SMA Menurut David Kolb dalam Pembelajaran Biologi Eka Putri Azrai; Ernawati Ernawati; Gita Sulistianingrum
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.845 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i4.302

Abstract

Abstrak - Gaya belajar merupakan cara yang digunakan siswa untuk memahami informasi pembelajaran. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, sehingga cara belajar mereka mungkin berbeda juga. Informasi tentang gaya belajar siswa adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan guru dalam merancang pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran akan berjalan efektif dan membantu siswa mencapai prestasi terbaiknya. Ada banyak teori dan model gaya belajar. Instrumen penentu  gaya belajar juga telah banyak dikembangkan, salah satunya adalah gaya belajar menurut David Kolb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam gaya belajar siswa SMA menurut David Kolb dalam pembelajaran Biologi. Penelitian ini telah dilakukan di SMAN 105 Jakarta pada bulan April - Agustus 2016. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui gaya belajar siswa adalah Kolb Learning Style Inventory (KLSI) Versi 3.1 tahun 2005. Hasil yang diperoleh dari  penelitian ini adalah gaya belajar siswa SMAN 105 Jakarta tersebar dalam 4 ragam gaya yaitu diverger, assimilator, akomodator, dan konverger. Kelompok siswa dengan gaya belajar terbesar adalah diverger diikuti gaya belajar assimilator, accomodator dan converger. Terdapat perbedaan sebaran gaya belajar pada masing-masing tingkatan kelas.Abstract - Learning style is the way which is using by the students to understand the learning information. Every student has different learning style which makes the way how they learn might be different as well. The information about the students’ learning style is something that teacher has to consider about in designing the learning so that the learning activity will run effectively and help the students to achieve their best achievement. There are many theories and model of learning style. The determinant instrument of learning style had been developed, one of it is learning style by David Kolb. This study aims to know various kinds of learning style of Senior High School students according to David Kolb in Biology learning. This study has been conducted at SMAN 105 Jakarta on April – Agustus 2016. This study was conducted by using survey method. The instrument using to determine students’ learning style is Kolb’s Learning Style Inventory (KLSI) Version 3.1 year 2005. The result found from this study is there are four students’ learning styles at SMAN 105 Jakarta, which are diverger, assimilator, accommodator, and converger. The largest amount of students’ learning style is diverger, then following by assimilator, acomodator and converger. Also, there are some differences learning style distribution on each grade levels.Keywords - Acomodator, Assimilator, Converger, Diverger, Learning Style
Pengabdian Kepada Masyarakat Pelayanan Konseling Individu dan Kelompok pada Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang Radhiya Bustan; Emmalia Sutiasasmitha
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.163 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i4.301

Abstract

Abstrak – Dewasa ini permasalahan pidana pada narapidana wanita terus meningkat jumlahnya. Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang merupakan salah satu usaha pembinaan bagi para wanita yang memiliki masalah hukum pidana. Namun, kehadiran lapas tidak serta merta dapat mereduksi masalah yang terjadi sebelumnya. Malah seringkali ditemukan masalah baru, seperti ketakutan tidak diterima masyarakat, stress karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan di dalam lapas, kerinduan terhadap keluarga, kekhawatiran akan karir dan pekerjaan setelah keluar dari lapas, demotivasi, trauma akan kasus yang menimpa, dan lain sebagainya. Untuk mengatasi berbagai masalah tersebut, maka diperlukan pelayanan konseling bagi warga binaan. Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan dan merupakan alat yang penting dari usaha pelayanan konseling bagi warga binaan, yang mana akan terjadi serangkaian hubungan langsung dengan warga binaan, yang bertujuan membantunya untuk mengubah sikap dan tingkah lakunya dalam kelangsungan kehidupan selanjutnya. Metode pelayanan konseling yang dilakukan di Lapas Wanita Tanggerang ini, dilakukan dengan dua cara. Pertama, Konseling Individual adalah pemberian proses bantuan perorangan, yang dilakukan melalui wawancara oleh seorang konselor kepada individu. Kegiatan konseling individu dilakukan melalui pendekatan konseling Eksistential Humanistik, Kognitif Behavior dan Transaksional. Kedua, konseling kelompok adalah layanan konseling yang diselenggarakan dalam suasana kelompok yang memanfaatkan dinamika kelompok, serta terdapat hubungan konseling yang hangat, terbuka, permisif dan penuh keakraban. Kegitan konseling di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang ini dapat membantu mengentaskan masalah yang dialami oleh sebagian warga binaan. Dengan demikian,  Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang perlu terus menjalin kerjasama dengan pihak-pihak penyedia layanan konseling dengan memfasilitasi sarana dan prasarana yang diperlukan, sehingga pelayanan dapat dilakukan secara berkesinambungan dan terarah. Diperlukan pula dukungan sarana dan prasarana agar pelayanan konseling dapat terlaksana secara optimal.Abstract - Nowadays, criminal matters in women prisoners keep increase in number. Tangerang Women Prison (Lembaga pemasyrakatan Wanita Tangerang) is one of the solution to nuture women in criminal law issues. However, the existence of this institution does not guarantee reduction to the problematic matters. Often found in prisons there are acts of abuse that ultimately lead to new problematic matters, thus harming not only for her but also for her surroundings. To overcome these problems, counseling services are necessary for the assisted citizens. Counseling is one of the techniques use in guidance services and is one of the important tool in counseling services for the assisted citizens, which will occur a series of direct relationships with the targeted citizens, with the intention to help them improve their attitude and behavior in the next life (after they got released). The counseling services in the Tangerang Women Prison use two methods. The first one, individual counseling is a personal guidance which is done through interviews by a counselor to the individual. Individual counseling activities are conducted through the Existential Humanistic, Behavior Cognitive and Transactional approach. The second one, group counseling is a form of counseling services organized in a group atmosphere utilizing group dynamics, as well as a warm, open, permissive and intimate counseling relationship. The activites in the Tangerang Woman Prison should be able to help annihilate the problems experienced by some of the assisted citizens. Therefore, this Institution must establish cooperation with the providers of counseling services by supporting them with the neccesary facilities and infrastructure, so the services can be optimally implemented.Keywords – Prison, Individual Counseling, Group Counseling

Page 1 of 1 | Total Record : 7