cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2020)" : 7 Documents clear
Pengoptimalan Sobat Mengajar sebagai Gerakan Sosial Pendidikan dalam Membangun Pendidikan di Daerah Tertinggal Sihabussalam Sihabussalam
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.97 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.386

Abstract

Abstrak-Pendidikan adalah sebuah proses manusia baik individu atau masyarakat untuk menuju kehidupan yang ideal dan lebih baik. Pendidikan yang akan mengubah menuju ke arah yang lebih baik adalah pendidikan yang kualitasnya baik pula. Tetapi melihat realitas sekarang, kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah apalagi dalam hal pemerataan pendidikan,di antaranya: fasilitas, akses, dan tenaga pengajar yang akan berimplikasi pada proses belajar dan hasil belajar, keadaan tersebut salah satunya gambaran pendidikan yang ada di daerah terpencil. Dengan demikian, penelitian ini akan berfokus pada masalah pemerataan pendidikan di daerah terpencil dengan cara mengoptimalkan komunitas sobat mengajar sebagai gerakan sosial pendidikan. Komunitas ini bergerak di daerah-daerah terpencil khususnya di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kajian awal mencari data keadaan pendidikan di daerah tersebut dengan cara membaca literature dan wawancara langsung kepada relawan sobat mengajar kemudian hasilnya dideskripsikan, dengan demikian penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mengatasi tidak meratanya pendidikan di Indonesia ada beberapa langkah yang harus dilakukan: pertama, mengoptimalkan gerakan sosial pendidikan. Kedua, melakukan program yang mengedukasi masyarakat. Ketiga, harus melibatkan masyarakat dalam semua program.Abstract-Education is a human process, either an individual or a society towards an ideal and better life. Education that will change for the better is education that is of good quality too. But look at the current reality, the quality of education in Indonesia is still low especially in terms of equitable education for example lack of facilities, access, and teaching staff that will have implications for the learning process and learning outcomes, they are one picture of the conditions that exist in remote areas. Therefore, this research will focus on the problem of equitable education in remote areas by optimizing the community of sobat mengajar as a social education movement. This community is moving in remote areas especially in lebak regency, the province of banten, early studies looking into educational conditions in the region, the initial study looked for data on the state of education in the area by reading literature and direct interviews with volunteers of sobat mengajar then the results were described, thus this study using a descriptive qualitative methods. To overcome the unequal education in Indonesia, several steps must be taken: the first, optimize the social education movement. The secondis tocarry out programs that educate the public. The third is must involve the society in all programs.Keywords- Sobat mengajar, Educational social movements, Building education, Disadvantaged areas.
Representasi Konsep Retorika Persuasif Aristoteles dalam Pidato Ismail Haniyah untuk Umat Islam Indonesia Ali Fikry
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.934 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.387

Abstract

Abstrak – Penelitian ini membahas tentang tentang retorika persuasif dalam pidato Ismail Haniyah untuk umat Islam Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan menjelaskan konsep retorika persuasif yang ada pada pidato tersebut. Analisis yang digunakan adalah teori retorika persuasif perspektif Aristoteles. Dalam teori ini terdapat penjelasan terkait retorika yang memiliki tiga jenis, yakni retorika forensik, demonstratif, dan Deliberatif. Prinsip teori ini tercermin dalam konsep The Five Canon of Rhetoric, panduan sekaligus ketentuan yang harus ada dalam pidato persuasif. Kelima ketentuan tersebut berkaitan dengan Inventio/Discovery yang berarti penemuan, Dispositio/Arrangement yang berarti penyusunan, Elocutio/Style yang berarti gaya, Pronuntiatio/Delivery yang berarti penyampaian, dan Memoria/Memory yang berarti mengingat. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori kualitatif-deskriptif dengan menggunakan paradigma interpretatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tonton, simak, dan catat. Seluruh data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan model Miles Huberman, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini mendapatkan hasil berupa 19 temuan data yang berkaitan dengan retorika persuasif dalam pidato Ismail Haniyah untuk umat Islam Idonesia. Dari seluruh data, 6 di antaranya berkaitan dengan jenis reotika persuasif yang mencakup keseluruhan jenis. Sedangkan 13 sisanya berkaitan dengan konsep Five Canon of Rhetoric berdasarkan perspektif Aristoteles.Abstract – This study discusses persuasive rhetoric in Ismail Haniyah's speech to Indonesian Muslims. The purpose of this study is to find and explain the concept of persuasive rhetoric in the speech. The analysis used is the theory of persuasive rhetoric from Aristotle's perspective. In this theory, there are explanations related to the rhetoric that have three types, namely forensic, demonstrative, and Deliberative rhetoric. The principle of this theory is reflected in the concept of The Five Canon of Rhetoric, a guide as well as a provision that must be present in a persuasive speech. The five provisions are related to Inventio (Discovery), Dispositio (Arrangement), Elocutio (Style), Pronuntiatio (Delivery), and Memoria (Memory). This type of research is included in the qualitative-descriptive category using interpretive paradigms. The techniques used in data collection are watching, listening, and taking notes. All data obtained were then analyzed using the Miles Huberman model, namely data collection, data reduction, data presentation, and concluding. This study obtained results in the form of 19 data findings related to persuasive rhetoric in Ismail Haniyah's speech to Indonesian Muslims. Of all the data, 6 of them relate to the type of persuasive rationale which includes all types. While the remaining 13 are related to the concept of the Five Canon of Rhetoric based on Aristotle's perspective.Keywords -Five Canon of Rhetoric, Palestine, persuasive rhetoric, speech
Maqamat Tokoh Midah Dalam Novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW Karya Aguk Irawan Siswoyo Aris Munandar; Farida Nurus Sofa
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.993 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.388

Abstract

Abstrak - Aguk Irawan adalah salah satu sastrawan yang menggunakan sastra novel sebagai media dakwahnya. Penanaman pesan-pesan moral-spiritual penulis kepada pembaca melalui tokoh yang dihidupkan di dalamnya. Peneliti tertarik dengan salah satu karya beliau untuk diteliti yang kemudian terangkum dengan judul, “Maqamat Tokoh Midah dalam Novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW Karya Aguk Irawan”. Novel yang terinspirasi dari kisah nyata ini menggambarkan tentang pengembaraan jiwa seorang perempuan dalam menemukan Tuhannya. Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Adapun sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW, sedangkan sumber data sekundernya adalah beberapa karya Aguk Irawan yang lain dan juga sumber referensi yang terkait dengan penelitian. Berdasarkan hasil analisa yang telah peneliti lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW merupakan novel yang mengandung ajaran tasawuf. Aguk Irawan menyampaikan ajaran tasawufnya melalui tokoh Midah Hamidah yang terangkum dalam laku kehidupannya sehari - hari. Peneliti menemukan beberapa maqamat yang tergambar dari tokoh Midah Hamidah, diantaranya adalah: taubat, zuhud, sabar, syukur, dan ridha. Novel karya Aguk Irawan ini sangat berguna untuk digunakan sebagai media dakwah di kalangan remaja maupun masyarakat pada umumnya.Abstract - Aguk Irawan is one of the writers who used novel literature as his propaganda media. Planting the writer's moral-spiritual messages to the reader through the characters who are turned on in them. Researchers are interested in one of his works for research which is then summarized with the title, "Maqamat Tokoh Midah dalam Novel Mekkah: Memoar Luka Seorang TKW Karya Aguk Irawan”. This novel, inspired by a true story, depicts the wandering of a woman's soul in finding her God. This research uses library research or library research. The source of the data used is the primary data source, namely the Mecca novel: Memoirs of Luka of a TKW, while the secondary data source is some of Aguk Irawan's other works and also a reference source related to research. Based on the results of the analysis that researchers have done, it can be concluded that the novel Mecca: Memoirs of Luka of a TKW is a novel that contains the teachings of Sufism. Aguk Irawan conveyed his Sufism teachings through the figure of Midah Hamidah summarized in his daily life. Researchers found several maqamat drawn from the Midah Hamidah figures, including repentance, zuhud, patience, gratitude, and pleasure. This novel by Aguk Irawan is very useful to be used as a media for da'wah among teenagers and the general public.Keywords - Literary works, Novels, Maqamat, Spirituality, Hermeneutics 
Mengembangkan Kreativitas Aptitude Anak dengan Strategi Habituasi dalam Keluarga Dwi Okti Sudarti
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.496 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.385

Abstract

Abstrak - Kreativitas merupakan salah satu soft skill penting yang harus dimiliki setiap insan. Kreativitas ialah interaksi antara kekuatan intelektif, emotif, dan motivasional. Oleh karenanya, mengembangkan kreativitas anak sangat penting untuk membantu perkembangan kreativitasnya mencakup aspek kognitif, sosial, emosional, dan afektif. Artikel ini akan membahas kreativitas aptitude anak usia dini 4-6 tahun. Anak usia dini sering disebut “golden age” atau masa emas. Pada masa ini hampir semua potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh berkembang. Dalam menumbuh kembangkan kreativitas dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga. Lingkungan keluarga merupakan salah satu dari tri pusat pendidikan yang bersinergi memberikan pendidikan bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengembangkan kreativitas aptitude anak dengan strategi habituasi dalam lingkungan keluarga, serta bagaimana peran orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian ini memanfaatkan berbagai referensi berupa buku-buku dan jurnal-jurnal yang memiliki kaitan dengan tema yang dibahas untuk mengolah dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas aptitude anak dapat dikembangkan melalui strategi habituasi. Pembiasaan dan pembudayaan adalah sifat dalam pikiran. Jika strategi habituasi terus diulang dan dibudayakan dalam keluarga untuk mengembangkan kreativitas aptitude anak. Maka, akan menjadi karakter yang dapat melekat dalam jiwa anak.Abstract - Creativity is one of the important soft skills that every human being must possess. Creativity is the interaction between intellectual, emotive, and motivational forces. Therefore, developing children's creativity is very important to assist the development of creativity including cognitive, social, emotional, and affective aspects. This article will discuss the aptitude of 4-6 years of early childhood aptitude creativity. Early childhood is often called the "golden age" or golden age. At this time almost all the potential of children experiencing sensitive periods to grow and develop. In developing creativity starts from the smallest scope, namely the family. The family environment is one of the tri education centers that work together to provide education for children. This study aims to find out how to develop children's aptitude creativity with habituation strategies in the family environment, as well as how the role of parents in developing children's creativity. The method used in this research is a descriptive qualitative approach to literature study. This research utilizes various references in the form of books and journals related to the themes discussed to process and analyze data. The results showed that children's aptitude creativity can be developed through habituation strategies. Habituation and civilizing are traits in mind If the habituation strategy continues to be repeated and cultivated in the family to develop children's aptitude creativity. Then, it will become a character that can be inherent in a child's soul.Keywords - Aptitude Creativity, Habituation Strategy, Family Environment
Kontribusi Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kesadaran Beragama Pada Remaja di Abad 21 Edisa Oktonika
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.196 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.389

Abstract

Abstrak - Pada abad ke 21, kenakalan remaja semakin mengkhawatirkan. Saat ini, banyak ditemukan kenakalan remaja yang bukan lagi disebut kenakalan remaja biasa, namun perilaku penyimpangan kenakalan yang dilakukan remaja telah melanggar hukum dan norma yang berlaku di masyarakat. Terjadinya fenomena kenakalan remaja tersebut menjadi bukti dari remaja sekarang telah jauh dari nilai-nilai moral dan kurangnya kesadaran hidup beragama. Kesadaran beragama pada diri remaja merupakan peran yang sangat penting dalam pengembangan moral mereka, karena nilai-nilai moral yang datang dari agama itu stabil dan konstan, kesadaran beragama juga tidak hanya mendasari perilaku yang terlihat, tetapi juga mewarnai sikap, pikiran dan keinginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kesadaran padada remaja di abad 21. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, Studi pustakaan merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 12 Bandung. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII tahun ajaran 2019/2020. Pengambilan sampel penelitian ini dengan cara purposive sampling yang bertujuan agar sampel yang diambil dapat mewakili populasi sehingga diperoleh informasi yang cukup untuk mengestimasi populasinya. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui dokumentasi, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, buku, makalah atau artikel. Analisis data adalah metode analisis isi (Content Analysis). Strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi keberagamaan remaja yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan, metode menasehati, metode pengamat dan pengawasan. dengan strategi tersebut diharapkan remaja berkembang kesadaran beragama sesuai fitrah-Nya.Abstract – In the 21st century, juvenile delinquency is increasingly worrying. Nowadays, there are many juvenile delinquents who are no longer called juvenile delinquents, but the behavior of juvenile delinquency has violated the laws and norms prevailing in the society. The phenomenon of juvenile delinquency is evidence that adolescents are now far from moral values and lack of awareness of religious life. Religious awareness in adolescents is a very important role in their moral development because moral values that come from religion are stable and constant, religious awareness also not only underlies visible behavior but also colors attitudes, thoughts, and desires. This study aims to develop awareness in adolescents in the 21st century. The method used in this research is the study of literature, the study of literature is a series of activities relating to the method of data collection. The study was conducted at 12th Junior High School Bandung. The population in this study were students of class VIII in the 2019/2020 school year. A Sampling of this study by means of purposive sampling that aims so that the samples taken can represent the population so that enough information is obtained to estimate the population. The data collection technique in this research is through documentation, which is looking for data about things or variables in the form of notes, books, papers or articles. Data analysis is a content analysis method. Strategies that can be used to develop the potential for adolescent religious diversity are exemplary, habituation, counseling, observer and supervisory methods. With this strategy, it is expected that adolescents develop religious awareness according to nature.Keywords - Guidance and counseling, Religious Consciousness, Adolescent
Coping Kecemasan Siswa SMA dalam Menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Tahun 2019 Mulia Mukminina; Zaenal Abidin
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.625 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.384

Abstract

Abstrak - Tahun 2019 Kemenristekdikti memberlakukan kebijakan baru dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru, yakni Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Pada tahun ini peserta akan mengikuti UTBK terlebih dahulu kemudian nilai yang didapatkan akan dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi. Jika dilihat dari peminatnya dari tahun ke tahunserta keterbatasan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam menerima mahasiswa baru,  terdapat persentase cukup tinggi terkait peserta yang gagal diterima di PTN.Fakta ini dapat memunculkan kecemasan pada siswa SMA yang disebabkan oleh beberapa hal, yakni rasa tidak percaya diri dalam menghadapi tes, khawatir terhadap saingan, dan tidak yakin dengan kemampuan diri.Meskipun begitu, siswa yang memiliki kecemasan dalam menghadapi UTBK tentu memiliki strategi coping masing-masing. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk melihatgambaran coping kecemasan pada siswa SMA yang mengadapi UTBK tahun 2019. Metode yang digunkan adalahmetode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui screening dan interview, kemudian hasilnya akan diolah menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan pada siswa SMA yang memiliki tingkat kecemasan mild dalam menghadapi UTBK tahun 2019 cenderung memiliki teknik coping kecemasan yang tergolong adaptif. Coping tersebut dominan melibatkan kognitif, seperti problem solving, managing avoidance, challenging anxious thoughts. Sedangkan pada siswa perempuan, coping juga melibatkan emosi, yakni berdoa.Abstract - In 2019, Kemenristekdikti will legitimate a new policy about the admission of new state university students, which is a computerized based test called UTBK. The students will attend the UTBK first and the score will be used to be their tickets to apply to the state university. Based on the data, it seems that the universities themselves have a limitation on accepting new students, therefore it might cause a huge percentage of students who fail attending university. This fact might be caused anxiety towards students who will face UTBK this year. According to that possibility, the assumption is every student who has anxiety will have different types of coping strategies with their anxiety. Thus, this research aims to describe how the students cope with their anxiety within this circumstance. The method that is used in this research is the qualitative method with a descriptive approach. The data was collected using screening and interview, then it was being analyzed using thematic analysis. The result has shown that most of the students who have a mild level of anxiety have an adaptive coping strategy. Most of them involve their cognitive, such as problem-solving, managing avoidance, and challenging anxious thoughts, while on girl students the finding showed the technique also involved physics and emotion, which is praying.Keyword - Anxiety, Coping anxiety, High school students
Membuat Siswa Lebih Produktif Dalam Berbahasa “Accountable Talk” Herlambang Andi Prasetyo Aji
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.894 KB) | DOI: 10.36722/sh.v5i3.390

Abstract

Abstrak - Fokus penelitian ini adalah tentang istilah accountable talk dalam berbahasa dan penerapannya dalam kelas. Istilah ini sering muncul dalam disiplin ilmu inovasi psikologi pendidikan. Accountable talk adalah tentang bagaimana membuat bahasa percakapan peserta didik lebih produktif dalam ranah akademik dan sosial. Signifikansi penelitian ini adalah seringkali ketidak mampuan bernalar dengan baik menghalangi proses pembelajaran melalui pembicaraan.Beberapa pertanyaan paling mendasar dari penelitian ini adalah tentang bagaimana cara membuat siswa dapat berbicara untuk pengambilan keputusan sosial dan untuk mempelajari disiplin akademik yang kompleks. Untuk mengembangkan keduanya dalam kapasitas individu dan masyarakat sehingga dapat menggunakan bahasa secara produktif. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yakni suatu penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan dengan menghimpun data dari berbagai literatur. Pendekatan yang digunakan adalah interdisciplinary approach yaitu pendekatan yang menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang ilmu yang serumpun. Berbicara menggunakan bahasa yang dapat membangun sebuah pikiran sangatlah penting dalam pengambilan keputusan sosial dan dalam mempelajari disiplin akademik yang komplek. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang membuat percakapan yang rasional sehingga mudah untuk dipelajari oleh semua orang. Para siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai tubuh pengetahuan otoritatif saja (teori), tetapi juga harus bisa menggunakan bahasa yang baik, sehingga membuat mereka lebih produktif lagi dalam disiplin ilmu.Abstract - The focus of this research is about the term accountable talk in the language and its application in the classroom. This term often appears in the disciplines of educational psychology innovation. Accountable talk is about how to make the language of conversation of students more productive in the academic and social realms. The significance of this research is that often the inability to reason properly prevents the learning process through conversation. Some of the most fundamental questions from this research are about how to make students able to speak for social decision making and to study complex academic disciplines. To develop both in the capacity of individuals and communities so that they can use the language productively. This research is library research (library research), which is a study in which data collection is done by collecting data from various literatures. The approach used is an interdisciplinary approach which is an approach that uses a review of various perspectives of allied science. Speaking using language that can build a mind is very important in social decision making and in learning complex academic disciplines. The important thing is how someone makes a rational conversation so it's easy for everyone to learn. Students are not only required to master the body of authoritative knowledge (theory), but also must be able to use good language, thus making them more productive in scientific disciplines.Keywords - Accountable, Language, Student

Page 1 of 1 | Total Record : 7