cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
henni.kusuma85@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah
ISSN : 23382058     EISSN : 26212986     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah (JIKMB) (p-ISSN 2338-2058 | e-ISSN 2621-2986 ) is an open access journal which publishes the scientific works for nurse practitioners and researchers. The articles of this journal are published every six months, that is on June and December (2 issues per year), and developed by the Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah. The focus and scopes of the journal include adult nursing or medical surgical nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019" : 5 Documents clear
Perkembangan Konsep dan Alat Ukur Harapan dalam Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA): Analytic Review Nining Puji Astuti; Untung Sujianto; Henni Kusuma
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.814 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i2.271

Abstract

Pemaparan konsep harapan sebagai ilmu pengetahuan telah dikembangkan sejak dahulu, namun pelaksanaan pengkajian dan intervensi peningkatan harapan pada praktik klinik keperawatan masih sangat minim dilakukan. Perlu pemahaman mengenai konsep dan pengembangan alat ukur harapan pada pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) demi meningkatkan kualitas hidup PGTA. Tujuan analytic review ini untuk mengidentifikasi konsep harapan berdasarkan definisi dan instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur harapan PGTA, serta mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi harapan PGTA. Metode pencarian melalui database Pubmed, Biomedical Journal, dan Google Scholar dengan kata kunci hope, end stage renal disease, chronic kidney diseases, dan quality of life. Kriteria inklusi pencarian dalam pembuatan analytic review ini yaitu artikel dalam Bahasa Inggris, full text, dipublikasikan tahun 2000-2019 dan menggunakan harapan sebagai tema utama dalam pembahasan. Sejumlah 9 artikel jurnal digunakan dalam pembahasan studi ini. Harapan didefinisikan sebagai kekuatan dalam diri individu yang membantu pasien keluar dari zona sakitnya dan meningkatkan derajat kesehatannya. Alat ukur yang dapat dipakai antara lain Herth Hope Index, The Trait Hope Scale, Adult Hope Scale, Miller Hope Scale, Basic Hope Inventory. Level harapan PGTA dipengaruhi oleh banyak faktor baik dari internal ataupun eksternal yang muncul dari lingkungan. Harapan dapat dilihat dari banyak perspektif namun fokus utama harapan adalah tujuan akan masa depan. Konsep harapan merupakan konsep ilmiah yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan dapat diukur.
Perspektif Perawat Onkologi tentang Ekspresi Pasien Kanker Payudara Selama Menjalani Kemoterapi: Preliminary Study Andi Nurhikma Mahdi; Suhartini Ismail; Muchlis Achsan Udji Sofro
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.601 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i2.283

Abstract

Pada umumnya ekspresi emosional pasien kanker payudara jarang terdeteksi oleh perawat onkologi, karena pasien kanker payudara tidak selalu dan mau mengungkapkan kekhawatiran dan emosional mereka. Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan psikologis  pasien kanker payudara. Perawat perlu mengeksplor emosional pasien secara aktif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perspektif perawat onkologi tentang ekspresi pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah 5 orang. Pengumpulan data menggunakan metode in-depth interview dengan panduan wawancara semi terstruktur. Analisa data dilakukan dengan teknik thematic analysis. Hasil penelitian menghasilkan 2 tema: (1) makna ekspresi pasien kanker payudara; dan (2) upaya perawat dalam menangani ekspresi pasien kanker payudara. Kesimpulan: sebagian perawat memahami ekspesi pasien kanker payudara sebagai suatu keluhan yang ditunjukkan ataupun disampaikan pasien selama menjalani kemoterapi. Perawat menyebutkan beberapa penanganan atau penatalaksanaan yang dilakukan untuk mengatasi ekspresi emosi negatif pasien kanker payudara.
Pengetahuan tentang Stroke, Faktor Risiko, Tanda Peringatan Stroke, dan Respon Mencari Bantuan pada Pasien Stroke Iskemik Fitria Handayani
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.679 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i2.406

Abstract

Among stroke ischemic survivor, disability was contributed the stroke prevention and respon in medical treatment engagement when onset. Prevention stroke also was influenced the stroke knowledge. Stroke konowledge invarious population have studied. Meanwhile the the knowledge of stroke, risk factor,  symtom warning stroke, and respon to medical treatment engagement was not established in Indonesia. The aim of the study was to investigate the stroke knowledge among stroke ischemic survivor. Method was descriptive study. The sample were 78 samples. Quetionaire was Stroke Knowledge Test (SKT). Ethic was conducted by Ethic Committe of Medical Faculty Diponegoro University. The Result Showed that the knowledge of stroke, risk factor,  symtom warning stroke, and respon to medical treatment engagement were poor. This result gain the good insight in developing nursing intervention.
Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Hemodialisa di RSUD Wonosari Cahyo Pramono; Sri Sat Titi Hamranani; Muhammad Yudha Sanjaya
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.901 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i2.248

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis atau sering disebut dengan Gagal Ginjal Kronis merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan memerlukan terapi pengganti ginjal yang berlangsung seumur hidup. Hemodialisa merupakan salah satu terapi pengganti ginjal yang sering diterapkan kepada pasien gagal ginjal kronis. Dalam menghadapi tahap – tahap dialisis, seringkali pasien hemodialisis merasakan kecemasan baik dari rentang paling ringan sampai dengan panik. Upaya yang dapat dilakukan perawat dalam mengatasi kecemasan pasien, adalah dengan melakukan teknik relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh teapi relaksasi progresif terhadap tingkat kecemasan pasien hemodialisa di RSUD Wonosari. Metodologi Penelitian ini menggunakan pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest and posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan antara nilain pre test dan post test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi relaksasi otot progresif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa di RSUD Wonosari dengan nilai p value : 0,0001 (α < 0,05). Rekomendasi terapi relaksasi dapat dijadikan salah satu intervensi dalam mengatasi kecemasan pasien hemodialisa.
Deteksi Dini Afasia Pasien Stroke Akut : Analytic Review Dwi Febryanto; Retnaningsih Retnaningsih; Fitria Handayani
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.621 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v2i2.269

Abstract

Pasien stroke akut sebagian tidak terdeteksi afasia, hal ini dilihat dari angka kejadian afasia yang dilaporkan. Mereka yang ditemukan sudah menggunakan gaya berbicara telegrafis karena keterlambatan mengenali tanda dan gejala afasia. Tentu hal ini meningkatan hari rawat, biaya perawatan, pasien mudah depresi dan menurunkan derajat hidup. Alat ukur untuk menilai afasia menjadi salah satu faktor keberhasilan deteksi dini. Namun, dari yang ada tergolong lama dan tidak melaporkan sensitivitas dan spesifitas sehingga dapat diragukan kesahihannya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menemukan sensitifitas dan spesifitas alat ukur serta cepat dalam mendeteksi afasia pasien stroke akut. Metode yang digunakan literature review dari penelitian sebelumnya dengan mengekstrak 3 artikel Tahun 2010-2019 dalam bahasa Inggris yang membahas tentang identifikasi skrining tes afasia yang dipilih dari beberapa database. Language Screening Test sangat kuat dalam mendeteksi afasia stroke dilihat dari nilai sensitivitas dan spesifitas serta cepat dalam penilaiannya dengan waktu hanya 2 menit, namun instrumen ini tidak melaporkan onset stroke.

Page 1 of 1 | Total Record : 5