cover
Contact Name
Ahmad Ihwanul Muttaqin
Contact Email
ihwanmuttaqin@gmail.com
Phone
+6285258606162
Journal Mail Official
tarbiyatunaiais@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Jl. Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Kedungjajang
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
TARBIYATUNA
ISSN : 20856539     EISSN : 24424579     DOI : DOI: 10.36835/tarbiyatuna
Core Subject : Education,
Tarbiyatuna adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel tentang pendidikan Islam, pendidikan Agama Islam dan bahkan manajemen Pendidikan Islam. Dimaksudkan sebagai wahana pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan baik akademisi, agamawan, intelektual, mahasiswa dengan spesifikasi kajian dan penelitian di bidang Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2015): AGUSTUS" : 6 Documents clear
Transformasi dan Inovasi Manajemen Pendidikan Islam Eva Maghfiroh
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era reformasi di butuhkan sebuah transformasi dan inovasi ini sudah dapat dipastikan bahwa akan terjadi berbagai perubahan dalam masyarakat, baik dalam aspek pendidikan sosial maupun budaya masyarakat yang semakin berkembang. Perubahan tersebut sebagai efek dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin kompleks, yang pada akhirnya membentuk karakteristik masyarakat sebagai “mega kompetisi”. Sehingga tidak ada tempat dilapisan masyarakat tanpa adanya kompetisi. Kompetisi merupakan prinsip hidup baru, karena dunia terbuka dan bersainglah yang dapat membentuk sesuatu untuk lebih baik. sehingga di butuhkan sebuah perubahan dan pembaharuan dalam manajemen pendidikan islam.
Problem Solving Berbasis Pesantren Ali Wafa
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini membahas teknik problem solving di Lembaga Pendidikan Islam (Madrasah Tsanawiyah), yaitu bagaimana problema diselesaikan dan memiliki dampak positif terhadap secara kelembagaan dalam mencapai tujuannya. Teknik pemecahan masalah menggunakan teori SWOT dan Supervisi.1 Penelitian dilakukan di MTs Walisongo 1 Maron Probolinggo dan MTs Nurul Jadid Paiton Probolinggo dengan menggunakan wawancara. Organisasi identik dengan masalah. Masalah menjadi bagian integral organisasi. Meskipun paling dihindari, organisasi tidak bisa lepas dari masalah. Masalah harus dihadapi dan diselesaikan, sehingga mencapai tujuan yang ditetapkan. Upaya menyelesaikan masalah organisatoris disebut problem solving. Dalam kerangka ini, teknik problem solving menjadi penting. Adanya permasalahan menunjukkan organisasi masih hidup. Masalah memiliki dampak positif dan negatif,tergantung sejauh mana kemampuan organisasi mengelolanya. Organisasi yang dapat mengelolanya dengan baik, menjadi maju. Sebaliknya, organisasi yang gagal menghadapi masalah, jurang kehancuran menjadi kuburannya.
Strategi Mengajar Perspektif K.H. M. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’allim Muhammad Hasyim
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis membahas Strategi Guru Dalam Mengajar Persepektif K.H. M. Hasyim 'Asy'ari (kajian Kitab "Adabul Alim Wa Al-Muta'allim). Kajiannya dilatarbelakangi oleh pentingnya strategi sebagai pondasi pokok dalam mengajar. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: Bagaimana Strategi Guru Dalam Mengajar Persepektif K.H. M. Hasyim 'Asy'ari (kajian Kitab "Adabul Alim wa Al-muta'allim”)?. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pemikiran K.H. M. Hasyim Asy’ari tentang beberapa Strategi Proses Belajar mengajar, mengenai tetang; Karakter guru, Strategi guru dalam proses belajar mengajar, Strategi guru dalam hubungan komonikasi dengan murid, Strategi guru dalam mengembangkn media belajar. Yang tidak kalah penting adalah pembelajaran yang disusun oleh beliau adalah membentuk segala yang berkaitan murid dalam pembentukan nilai-nilai hidup (afektif). Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (kognitif), adapun melatih berarti mengembangkan ketrampilan para siswa (psikomotorik).
Relevansi Ayat-Ayat Qur'ani dengan Muatan Materi Pendidikan Kewarganegaraan SMP dalam Pendidikan Anti Korupsi Hermawan Hermawan
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayat-ayat yang terdapat di dalam Al-Qur`an berjumlah 6236, ribuan ayat tersebut membahas tentang berbagai macam persoalan kehidupan dunia dan akhirat. Salah satunya adalah adanya ayat-ayat Qur`ani yang membahas nilai-nilai pendidikan anti korupsi, memang ayat-ayat tersebut tidak secara langsung membahas anti korupsi, namun ayat tersebut menjelaskan melalui tatanan nilai sosial, hukum dan beragama. Di satu sisi, pendidikan anti korupsi dewasa ini memang sudah menjadi wabah penyakit, sehingga salah satu bentuk pencegahannya dilakukan melalui dunia pendidikan. Dalam hal ini Kemendikbud sudah menempuh cara, salah satunya dengan mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan anti korupsi ke dalam muatan materi Pendidikan Kewarganegaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada relevansi ayatayat Qur`ani dengan materi pendidikan kewarganegaraan dalam pendidikan anti korupsi? kemudian ayat dan nilai apa saja yang terintegrasi? serta bagaimana strategi untuk mengaplikasikan ayat dan nilai yang terintegrasi tersebut?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, Sedangkan metode penentuan subyek menggunakan teknik purposive sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul maka dilakukan analisis data, dengan mereduksi data, kategorisasi data, sintesisasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah adanya relevansi atau relasi antara ayat-ayat Qur`ani dengan muatan materi pendidikan kewarganegaraan dalam pendidikan anti korupsi seperti : Kejujuran dengan Q.S At-Taubah ayat 119. Kepedulian dengan Q.S. An-Nisa’ ayat 36 dan Q.S al-Maidah ayat 2. Kemandirian dengan Q.S. Hud ayat 123. Kedisiplinan dengan Q.S An-Nisa ayat 59. Tanggung Jawab dengan Q.S. An-Nisa’ ayat 58. Kerja keras dengan Q.S al-Ankabut ayat 69. Kesederhanaan dengan Q.S Al-Furqan ayat 67. Keberanian dengan Q.S. Ali-Imran ayat 104. Keadilan dengan Q.S. An-Nisa’ ayat 135. Strategi untuk internalisasi ayat dan nilai tersebut dengan pembelajaran dan pemahaman di kelas, program pembiasaan dan kegiatan ekstrakurikuler.
Transformasi Sistem Manajemen di Pesantren Abdul Aziz
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren (Islamic boarding schools) as an educational institution has a clear social base, because its presence together with the community. In essence, the boarding scholl is life of, by, and for the community. This vision needs the role and function of the boarding school which is in line with the condition of the community, nation and the development state. The management leadership in the term of masyayikh council prone to democratic leadership-paternalistic behavior. It is caused by the dominance of power as the part of the masyayikh committee authority given to the board, so that the daily creativity constrained by tradition and culture of pesantren. This study aims to describe the management of leadership behaviour in the Islamic School and identify the organization's management systems and also the management of decision-making in the Islamic School of An-Nuqayah Guluk Guluk at Sumenep Madura. This research is a field study with a qualitative approach of case studies type in boarding school of An-Nuqayah Guluk-Guluk Sumenep Madura. The data collection is done by indepth interviews, as well as through observation and documentation. The data are analyzed in an interactive and comparative konsan. The results of this study are: first, the management of leadership behavior at the school of An-Nuqayah at Guluk Guluk-guluk Sumenep Madura from the first generation, the second, up to this recent generation, has the transformation (change) of leadership style, that is, from the individualism- charismatic to the collective-charismatic , and also from the charismatic-autocratic to the charismaticdemocratic; second, the organization's management systems in schools of An- Nuqayah at Guluk Guluk-guluk changes from the unstructured into the structured one. It changes into the models of the circle spider webs (webbed), that the goal is to tie the whole togetherness and cooperation in running the organization; and third, management decision-making in the school of An- Nuqayah at Guluk Guluk Sumenep Madura has changed from the unprogrammed decision into the Bahtsul Masa'il al- 'amma wa Al-tabayyun.
Transformasi Pendidikan Pesantren dalam Pembentukan Kepribadian Santri Nur Jamal
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2015): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Pesantren pada hakikatnya tumbuh dan berkembang berdasarkan motivasi agama. Tujuan pendidikan pesantren dalam rangka mengefektifkan usaha penyiaran (dakwah) dan pengamalan ajaran agama Islam. Dalam pelaksanaannya, pendidikan Pesantren melakukan proses pembinaan pengetahuan, sikap dan kecakapan yang menyangkut segi keagamaan. Sehingga terbentuknya manusia berbudi luhur (al akhlaqul karimah) dengan amalan agama yang konsisten atau istiqomah. Dengan demikian Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam secara efektif bertujuan menjadikan santri sebagai manusia yang mempunyai kepribadian khusus, mandiri dan diharapkan menjadi panutan atau suri tauladan umat sekitarnya menuju keridho’an Allah SWT. Oleh karena itu, Pondok Pesantren bertugas untuk mencetak manusia yang benar ahli dalam bidang agama (tafaqquh fiddin), ilmu pengetahuan ke masyarakatan dan berakhlak mulia. Dari sana tertanam pembentukan akhlak yang baik merupakan kekuatan jiwa dari dalam yang mendorong manusia untuk melakukan yang baik dan mencegah perbuatan yang buruk, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Dari sini tindak perilaku baik (akhlaq al-karimah) yang akan menjadi watak dan karakter kepribadiannya. Terkait dengan pembentukan kepribadian, terdapat problem santri yang menjadi talok ukur berhasil atau tidaknya pembinaan kepribadian santri. Adapun yang menjadi keberhasilan pembinaan kepribadian santri adalah pola sikap yang ada di pesantren tergurus oleh kondisi dan situasi, perubahan pada sikap terjadi karena pola pikir santri yang berubah semula salafiyah menjadi modern sebagai akibat dari kebedaraan pendidikan formal, meskipun sebenarnya manfaat dari pendidikan formal sangat besar terhadap kemajuan manusia. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa pendidikan formal membawa dampak terhadap kepribadian santri yang tidak selamanya dampak tersebut positif, ada beberapa fakta di lapangan bahwa kepribadian santri salaf dengan kepribadian santri modern berbeda.

Page 1 of 1 | Total Record : 6