cover
Contact Name
Ahmad Ihwanul Muttaqin
Contact Email
ihwanmuttaqin@gmail.com
Phone
+6285258606162
Journal Mail Official
tarbiyatunaiais@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Jl. Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Kedungjajang
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
TARBIYATUNA
ISSN : 20856539     EISSN : 24424579     DOI : DOI: 10.36835/tarbiyatuna
Core Subject : Education,
Tarbiyatuna adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel tentang pendidikan Islam, pendidikan Agama Islam dan bahkan manajemen Pendidikan Islam. Dimaksudkan sebagai wahana pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan baik akademisi, agamawan, intelektual, mahasiswa dengan spesifikasi kajian dan penelitian di bidang Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2016): FEBRUARI" : 6 Documents clear
Pendidikan Orang Tua Terhadap Anak dalam Kitab Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an Karya Al-Qurtubi Moh. Muafi bin Thohir
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak dan Kewajiban orang tua terhadap anak dalam tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an karya al-Qurtubiy terdapat pada tiga surat, di antaranya pada surat Luqman ayat 14, surat al-Ahqaf ayat 15 dan surat al-'Ankabut ayat 8, yang di pilih mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain, seperti menginformasikan kepada para orang tua rentetan sikap yang harus dilakukan dalam mendidik anak-anaknya. Manfaatnya menambah wawasan dalam khazanah keilmuan dan pengembangan kemampuan diri, bagi para pembaca tentang pendidikan orang tua terhadap anak, khususnya dalam kajian kitab tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an karya al-Qurtubiy dan mengharapkan umat Islam nantinya mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga umat Islam menjadi umat yang mempunyai karakteristik yang baik berlandaskan al-Qur’an dan hadis. Tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an karya al-Qurtubiy menjelaskan tentang beberapa hak dan kewajiban orang tua terhadap anak yaitu: 1). Mendapatkan perlakuan yang baik dari anak-anaknya; 2). Seorang anak mentaati perintah orang tuanya; 3). Berbuat baik. Adapun Kewajiban orang tua terhadap anak. Di antaranya: 1). Memberikan pengetahuan akidah dan moral (akhlaq) yang baik agar senantiasa bersyukur, tidak menyekutukan Allah Swt. dan berbakti kepada orang tua. 2). Memberikan nafkah; 3). Bersabar dalam mendidik anak, menghargai pilihan anak dan mendoakan anak-anak serta keturunannya agar menjadi hamba-hamba-Nya yang baik.
Sex Education dalam Paradigma Pendidikan Islam Faizal Amin
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan seks yang Islami merupakan bagian dari kurikulum pendidikan Islam secara umum. Pendidikan seks Islami ini sangat perlu dan penting untuk diajarkan pada umat muslim sesuai dengan perkembangan usianya, karena pendidikan seks ini menekankan pada hukum-hukum ajaran Islam dan moralitas seksual, tidak seperti pendidikan seks barat yang lebih mementingkan pada gaya seks, seks bebas dan safe sex (seks aman)-nya saja, tidak peduli dengan siapa saja harus berhubungan seks, apa saja dampak buruknya melakukan seks bebas yang penting mereka puas dan aman dari penyakit hubungan seks. Fenomena demikian jelas sangat bertentangan dengan ideologi dan ajaran Islam yang sangat mulia. Islam telah mengajarkan pada umatnya untuk melampiaskan hasrat biologisnya (berhubungan seks) lewat jalan yang halal dan baik yakni pernikahan, jadi tidak sembarang melakukan hubungan seks. Setelah dianalisis, pendidikan seks islami sangat mutlak dan segera untuk di berikan pada umat muslim terutamanya pada kaum remaja. Pendidikan seks yang ditawarkan Islam ini merupakan bentuk perlindungan dari pendidikan seks barat yang tidak bermoral, umat muslim saat ini terutama remaja sudah penuh dengan ajaran seks barat sehingga mereka meniru dan melakukan pelanggaran-pelanggaran norma, pelecehan seksual, zina dan kekerasan ada dimana-mana semua itu karena pengaruh pendidikan seks barat yang tak bermoral tersebut.
Mengungkap Politik Kekuasaan dalam Modernisasi Pendidikan Islam di Indonesia Melalui Kajian Historis Ahmad Irfan Mufid; Suwidi Suwidi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernisasi merupakan gejala sosial yang tidak bisa dihindari oleh sistem sosial manapun, termasuk pendidikan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan asli Indonesia juga dituntut untuk melakukan modernisasi. Sebagian kalangan yang berpandangan modern menilai bahwa pesantren mengalami ketertinggalan dan tidak modern. Salah satu faktornya karena pesantren tidak menerapkan standarisasi baik secara kelembagaan maupun proses pembelajaran, termasuk kurikulum yang diterapkan. Namun demikian, temuan dalam tulisan ini menyatakan bahwa keharusan modernisasi pesantren dengan alasan untuk kemajuan pendidikan Islam ditengarai sarat dengan politik kekuasaan. Sementara pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Discourse Historical Approaches (pendekatan wacana sejarah) dan teori Poskolonial. Pendekatan ini menyertakan konteks sejarah bagaimana wacana diproduksi dan mengungkap kekuasaan dimainkan dalam proses pewacanaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Discourse Historical Approaches (pendekatan wacana sejarah) dan teori Poskolonial. Pendekatan ini menyertakan konteks sejarah bagaimana wacana diproduksi dan mengungkap kekuasan dimainkan dalam proses pewacanaan.
Potret Madrasah dalam Kebijakan Otonomi Daerah Syamsul Arifin
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang merupakan salah satu unsur dalam sistem pendidikan masyarakat, yang berhubungan secara timbal balik dan saling tergantug dengan unsur-unsur lainnya. Pendidikan Islam member kontribusi terhadap berbagai masalah dalam masyarakat, baik dalam bentuk gagasan konsepsional maupun dalam bentuk aksi kemasyarakatan. Adanya kemitraan antara pendidikan Islam dengan masyarakat, mempunyai kedudukan sejajar dan saling menghormati. Wawasan demikian dapat menimbulkan pandangan dan sikap egaliter serta terbuka dalam masyarakat. Pendidikan Islam peduli terhadap pemeliharaan dan pengembangan masyarakat daerah, yang dapat diwujudkan dengan menyebarluaskan dan memanfaatkan beberapa keunggulan yang dimiliki. Adapun pihak masyarakat dibantu mengenai pengembangan potensi yang telah ada dalam masyarakat dan menggali potensi yang belum ada. Pengkajian tentang hubungan antara pendidikan Islam dengan masyarakat telah lama dilakukan, namun pembicaraan itu tetap relevan, dalam rangka perkembangan potensi masyarakat di era otonomi daerah. Dengan adanya otonomi daerah sedikit banyak akan berpengaruh terhadap perkembangan madrasah.
Telaah Konsep Pengembangan Madrasah Terpadu Model Pesantren di Madrasah Aliyah Negeri Lumajang Yayok Wahyudi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua, dalam perkembangannya senantiasa mengalami perubahan sebagai dampak dari adanya perubahan dalam masyarakat. Perubahan ini terjadi dilatari penyesuaian lembaga pendidikan atas kebutuhan masyarakat dan keterakarannya dalam karakteristik masyarakat setempat. Oleh karena itu madrasah harus selalu menyesuaikan diri dengan segala pembaharuan dan inovasi yang diperlukan guna meningkatkan kualitas madrasah, salah satu inovasi tersebut adalah dengan digagasnya Madrasah Terpadu Model Pondok Pesantren. Di MAN Lumajang, pengembangan kultur pondok pesantren dengan konsep Madrasah Terpadu Model Pondok Pesantren dilakukan secara komprehensif. Kultur pondok pesantren di MAN Lumajang terealisasi pada pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Selain itu konsep keterpaduan diketahui dari 2 sudut, yaitu keterpaduan fisik dan non fisik. Keterpaduan fisik dapat diketahui dari keterpaduan fisik MAN Lumajang dengan MTsN Lumajang yang berada dalam satu lokasi gedung, yang didesain model pesantren seperti adanya Islamic Center. Sedangkan keterpaduan non fisik dapat diketahui dari pengembangan konsep yang menyatukan konsep knowing-being-doing-living together, dan konsep pengembangan kultur yang dilaksanakan secara komprehensif.
Analisis Sistem Sertifikasi Guru dalam Problematika Kekinian Imron Fauzi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pembaharuan sekolah sangat ditentukan oleh gurunya, karena guru adalah pemimpin pembelajaran, fasilitator dan sekaligus merupakan pusat inisiatif pembelajaran. Hal ini membuat guru layak mendapatkan reward. Salah satu reward yang diberikan oleh Negara terhadap guru adalah dengan sistem sertifikasi. Implikasi dari kepemilikan sertifikasi pendidikan, guru akan mendapatkan penghasilan di atas kebutuhan standar. Di sisi lain guru juga dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas output peserta didik. Di sinilah kesenjangan muncul. Dari berbagai riset menunjukkan sistem sertifikasi banyak menemui problematikanya. Karenanya tulisan ini membuat analisis problem serta pemecahan masalahnya sebagai bagian dari kegelisahan akademik. Solusinya antara lain dengan meningkat kualitas pendidikan tenaga pendidik, optimalisasi LPTK, pembuatan laporan kinerja guru, pelatihan pemanfaatan IT, validitas data pendidik dan membuat matrikulasi bagi tenaga pendidik yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6