cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
E-JUPEKhu
ISSN : 11116789     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
JUPPEKhu: Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus is a peer-reviewed, publishes research manuscripts in the field of special education. The Focus and scope of the journals are to: 1) Early Intervention of Children with Special Needs 2) Identification and Assessment of Children with Special Needs 3) Modification of the Curriculum for Children with Special Needs in Inclusive Education Schools 4) Compensatory Education Services 5) Creative Learning 6) Assistive Technology for Children with Special Needs 7)Physical Adaptive for Children with Special Needs
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 39 Documents clear
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT TAS DARI LIMBAH PLASTIK MELALUI METODE DEMONSTRASI BAGI ANAK TUNARUNGU KELAS VII SMPLB. (Classroom Action Research di SLB YPAC Sumbar) Abu Nawar
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.784 KB) | DOI: 10.24036/jupe75830.64

Abstract

ABSTRAKPeneliti dilatar belakangi oleh masalah yang ada di lapangan, siswa tunarungu di kelas VII SMPLB di SLB YPAC Sumbar berjumlah tiga orang yang belum terampil dalam membuat tas dari plastik. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Peneliti melakukan kolaborasi dengan guru kelas, peneliti sebagai pelaksana dan guru kelas sebagai pengamat. Subjek penelitian tiga orang siswa tunarungu kelas VII SMPLB di SLB YPAC Sumbar, Padang. Data mengenai hasil keterampilan anak diperoleh melalui observasi dan tes.Proses penelitian dilaksanakan dengan dua siklus, siklus I dilakukan  lima kali pertemuan dan siklus II dilakukan lima kali pertemuan. Pelaksanaan siklus dimulai dari siklus pertama dengan menggunakan metode demonstrasi dalam pembuatan tas dari plastik. Setelah diberikan perlakuan siswa akan mencobakan keterampilan pembuatan tas dari plastik. Hasil dari siklus ini dikategorikan belum optimal melihat dari persentasi kerja siswa IN 30%, MT 20%, dan ZK 20%, sehingga dilanjutkan siklus kedua. Pada siklus kedua siswa membuat keterampilan tas dari plastik yang telah di demonstrasikan. Hasil dari siklus II proses pembuatan tas dari plastik mengalami peningkatan trlihat dari persentasi kerja siswa IN 80%, MT 80%, dan ZK 80%.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan membuat tas dari plastik melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan pelajaran keterampilan siswa tunarungu kelas VII SMPLB YPAC Sumbar. Disarankan kepada guru untuk menggunakan keterampilan membuat tas dari plastik melalui metode demonstrasi.Kata kunci: Keterampilan, Tas, Plastik, Demonstrasi, dan Tunarungu.
EFEKTIFITAS PROSEDUR AVERSI UNTUK MENGURANGI PERILAKU MENYIMPANG PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB AMAL BHAKTI SICINCIN Soni Anggara; Marlina Marlina
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.046 KB) | DOI: 10.24036/jupe76830.64

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan dilapangan pada anak tunagrahita yang berinisial X, yang memiliki perilaku menyimpang yaitu perilaku onani. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas prosedur aversi untuk mengurangi  perilaku menyimpang pada anak tunagrahita ringan di SLB Amal Bhakti Sicincin.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dalam bentuk Single Subject Research (SSR) desain A-B-A dengan subjek penelitian adalah anak tunagrahita. Pengukuran variabel menggunakan frekuensi.  Kondisi A1  yaitu kondisi baseline anak sebelum diberikan intervensi. Kondisi B yaitu intervensi dengan prosedur aversi.  Kondisi  A2    pada  kondisi  baseline  disaat  anak  tidak  lagi  diberikan intervensi.  Target  behavior  dalam  penelitian  ini  adalah  perilaku  menyimpang yaitu perilaku onani. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis visual grafik.Hasil penelitian dianalisis menggunakan dua komponen yaitu analisis dalam kondisi dan antar kondisi, yang estimasi kecenderungan arah, kecenderungan stabilitas, jejak data dan tingkat perubahan yang menurun secara positif, serta overlape data yang memiliki persentase rendah. Hasil penelitian yang dianalisis, mencakup jumlah  pengamatan pada  kondisi  baseline  (A1)  sebanyak  lima  kali dengan nilai stabil pada posisi 9, kondisi intervensi (B) sebanyak sembilan kali dengan  nilai  terendah  3,  dan  pada  kondisi  baseline  (A2)  sebanyak  lima  kali dengan nilai terendah 2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa prosedur aversi efektif dalam mengurangi perilaku menyimpang pada anak tunagrahita.Dari hasil penelitian ini, semoga bermanfaat bagi guru dan peneliti selajutnya jika ditemui masalah yang sama pada anak tunagrahita lainnya.  Kata kunci: perilaku menyimpang, prosedur aversi, anak tunagrahita ringan
Pelaksanaan Bimbingan Pengembangan Diri Pada Anak Down syndrome Berprestasi (Deskriptif Kualitatif di SLB YPPLB Padang)”Skripsi. Padang : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang RADHIA MARDHIAH
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.194 KB) | DOI: 10.24036/jupe76650.64

Abstract

Radhia Mardhiah (2015):“Pelaksanaan Bimbingan Pengembangan Diri Pada Anak Down syndrome Berprestasi (Deskriptif Kualitatif di SLB YPPLB Padang)”Skripsi. Padang : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.Penelitian ini dilatarbelakangi dari adanya temuan anak down syndromeberprestasi di SLB YPPLB Padang, berprestasi adalah asuhan dan didikan dari sekitar salah satunya adalah orang tua dan guru sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan pengembangan diri pada anak down syndrome berprestasi di SLB YPPLB Padang.Metode ini bersifat deskriptif kualitatif, yang difokuskan pada pelaksanaan atau persiapan yang diberikan sekolah, kendala yang dihadapi sekolah dan upaya untuk kendala yang dihadapi sekolah yang diberikan pada anak down syndrome. subjek penelitian ini adalah guru musik dan kepala sekolah di SLB YPPLB Padang. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi , wawancara dan dokumentasi.     Hasil penelitian ini yaitu sekolah memberi persiapan dengan memberi fasilitas yang disukai anak untuk mengembangkan potensi, serta diberi pelatih khusus dengan jadwal 2 kali dalam seminggu, guru memberikan peralatan yang cukupdengan cara melalui proses evaluasi serta menggunakan metode demonstrasi eksperimen dan memperhatikan kondisi anak. Guru melatih anak dengan cara selalu mendampingi anak setiap latihan dan memperhatikan kesalahan pada anak dan latihan yang dilakukan oleh guru di sekolah sangat santai dan menyenangkan.Kata Kunci : Pengembangan Diri ; Anak Down Syndrome ; BerprestasiA.  PendahuluanAnak yang mempunyai kemampuan intelektual jauh dibawah rata-rata dan ditandai oleh keterbatasan intelegensi dan ketidak cakapan terhadap komunikasi sosial, seperti halnya anak down syndrome memiliki kondisi keterbelakangan fisik dan mental yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom, dimana yang telah kita ketahui bahwa anak down syndrome mengalami gangguan pada IQ nya, Anak tunagrahita tidak biasanya berprestasi, namun peneliti ingin memberi tahu bahwa“Anak Tunagrahita Bisa Berprestasi dan Membanggakan”. Peneliti menemukan seorang anak down syndrome memiliki prestasi dan keterampilan dibidang non akademik. Berkaitan dengan permasalahan tersebut langsung penulis berminat untuk mengangkat tentang pelaksanaan bimbingan pengembangan diri yang diberikan sekolah kepada anak berkebutuhan khusus (down syndrome) berprestasi, usaha apa yang dilakukan guru dalam mengembangkan prestasi anak down syndrome x, bagaimana jadwal yang diberikan sekolah, metode apa yang dipakai, bagaimana persiapannya, program pelaksanaanya, medianya serta peralatannya. Prestasi yang didapat Jesrian yakni pada tahun 2010 sudah memiliki prestasi juara I tingkat propinsi dan juara III pada perlombaan SOINA, pada tahun 2012 Jesrian mendapatkan juara I tingkat kota dan juara II tingkat propinsi pada perlombaan memainkan alat musik.Pada tahun 2013 mendapatkan juara I tingkat kota, pada tingkat propinsi juga mendapatkan juara I di kota medan pada perlombaan memainkan alat musik (dram). Prestasi terakhir tahun 2014 pada bulan maret ini Jesrian di utus sekolahnya untuk mengikuti festival dan lomba seni siswa nasional (FLS2N) Lomba Memainkan Alat Musik Modrem tingkat SMPLB PK- LK DIKNAS  di kota Semarang Jesrian pun memdapatkan juara I tingkat kota dan juga mendapatkan juara I pada tingkat propinsi, dan Jesrian ini juga ingin memecahkan rekor muri dengan memainkan alat musik modren sekitar 29 lagu dalam satu setengah jam dengan spontan, Jesrian sering diundang di kantor gubernur pada acara pejabat - pejabat. Semua penonton yang menyaksikan penampilan Jesrian ini meneteskan air mata dan tak bisa mengeluarkan kata - kata saat melihatnya, apapun lagu yang ingin dinyanyikan, anak Jesrian bisa memainkan musiknya secara spontan, sungguh menakjubkan seorang down syndrom bisa memainkan alat musik yang menurut kita itu sulit dilakukan oleh anak - anak apalagi anak down syndrome. Ada juga anak down syndrome lainnya seperti widya yang mendapat kan juara 1 tingkat kota pada perlombaan bocce dan rere juara 2 tingkat kota pada perlombaan renang.Kepala sekolah sangat antusias untuk mengembangkan potensi anaknya, dwon syndrome  dan anak - anak lainnya. Semua peralatan yang mendukung potensi anak- anak disekolah di penuhi seperti alat musik (drum), angklung, rebana, gitar, piano, tambur, lapangan olahraga, peraltan olahraga dan lain - lain. Dengan latihan musik yang didalami Jesrian, saat diberikan bimbingan sekolah merasakan manfaat bagi anak - anak mereka yaitu mudah terkontrol, mudah diatur, mau bekerja sama dan mau memperhatikan perintah.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN HAFALAN SURAT PENDEK MELALUI VIDEO UNTUK ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS VI DI SLB MUHAMMADIYAH NANGGALO PADANG LASMITA FITRI FITRI
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.76 KB) | DOI: 10.24036/jupe76080.64

Abstract

ABSTRAK :Lasmita Fitri. 2015. “Meningkatkan Kemampuan Hafalan Surat Pendek Melalui Media Untuk Anak Tunagrahita Ringan (Single Subject Research Kelas VI di SLB Muhammadiyah Nanggalo Padang)” Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri PadangPenelitian ini di latar belakangi dengan ditemukannya anak tunagrahita ringan di SLB Muhammadiyah Nanggalo Padang yang kesulitan dalam hafalan surat pendek. Hal ini terlihat dalam proses pembelajaran, guru tidak menggunakan media yang menarik untuk mengajarkan hafalan surat pendek. Dan pada penelitian ini peneliti mengambil surat Al-Humazah untuk diteliti pada anak. Dari hasil tes, anak hanya mampu menghafalkan ayat pertama dari surat Al-Humazah dengan baik. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin membuktikan apakah media dapat meningkatkan hafalan surat pendek (Al-Humazah) untuk anak tunagrahita ringan.Jenis penelitian ini adalah single subject research (SSR), dengan desain penelitian A-B dan analisis data penelitian menggunakan analisis visual grafik. Data diolah dengan grafik, sehingga hasil penelitian tergambar dengan jelas.Analisis data menunjukkan bahwa baseline (A) dilakukan selama empat  kali pertemuan dengan frekuensi yang diperoleh anak yaitu1,2,2,2. Dan dilanjutkan dengan  intervensi (B) menggunakan video selama sembilan kali pertemuan dengan frekuensi yang diperoleh anak yaitu 3,4,5,5,4,6,8,8,8. Dengan demikian kesimpulan dari penelitian ini yaitu video dapat meningkatkan kemampuan hafalan surat pendek untuk anak tunagrahita ringan kelas VI di SLB Muhammadiyah Nanggalo Padang. Kata Kunci : Hafalan Surat Pendek; Video; Tunagrahita Ringan
Improving the Ability of the Students with Learning Difficulties to Use Space by Making Use of Bottle Cap Creation (A Single Subject Research Conducted in Grade III of SDN 15 Ulu Gadut) Fitri Handayani
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.447 KB) | DOI: 10.24036/jupe75920.64

Abstract

ABSTRACTFitri Handayani. 2016. Improving the Ability of the Students with Learning Difficulties to Use Space by Making Use of Bottle Cap Creation (A Single Subject Research Conducted in Grade III of SDN 15 Ulu Gadut). Thesis.Undergraduate Program of Special Study Program of the Faculty of Education of State University of Padang.            This research was conducted based on the problems found at SDN 15 Ulu Gadut Padang indicating that a student with learning difficulties had problem to use space in writing. This research, therefore, was intended to increase the ability of the student with learning difficulties to apply space in writing by making use of bottle cap creation.            This was a Single Subject Research which applied A-B-A design. The data gathered were analyzed by using visual analysis of graphic. The subject of the research was a student with learning difficulties in grade III. Through this research she was required to write several sentences with appropriate use of space. The number of the sentences written in each meeting was 10. The variable was measured by using percentage technique.            The result of the research showed that the use of bottle cap creation could increase the ability of the student with learning difficulties to use space in writing by making use of bottle cap creation. In the baseline condition (A1) that consisted of seven observations, the student’s ability was in the range of 12% and 18%. In the intervention condition (B) that consisted of ten observations and through which intervention of bottle cap creation was given, the student’s ability was 92%. In the Baseline condition (A2) that consisted of five observations, the student’s ability was in the range of 88% and 94%. Based on these results, it was concluded that the use of bottle cap creation could increase the ability of the student with learning difficulties to use space in writing. Therefore, it was recommended to the teachers to use bottle cap creation to increase the ability of the students with learning difficulties to use space in writing. Keyword: use space in writting, the student with learning Difficulties,media of bottle Cap Creation.
Efektivitas Media Cangkang Telur untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Tunagrahita Sedang (Single Subject Research di kelas V C.1 SLB Negeri 2 Padang) RIRI ANANDA PUTRI
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.748 KB) | DOI: 10.24036/jupe76720.64

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemukan di SLB Negeri 2 Padang, seorang anak tunagrahita sedang kelas V C.1 mengalami permasalahan pada motorik halusnya. Penelitian ini bertujuan membuktikan efektifitas media cangkang telur untuk meningkatkan kemampuan motorik halus bagi anak tunagrahita sedang.Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen dengan metode Single Subject Research (SSR). Disain A-B-A dan teknik analisis datanya menggunakan analisis visual grafik. Subjek penelitian adalah anak tunagrahita sedang kelas V C.1. teknik pengumpulan data peneliti mengukur kemampuan motorik halus anak (mengambil, meletakkan, dan menempel) dengan menggunakan persentase, yaitu membagi skor jawaban benar dengan skor total instrumen pengamatan, kemudian dikalikan 100%.,Hasil penelitian menunjukkan, kemampuan anak tunagrahita sedang yang diteliti dalam penggunaan media cangkang telur meningkat. Awal pengukuran kemampuan peneliti dengan mengukur pada kondisi baseline (A1) pengamatan dilakukan lima kali dengan mean level 41,2%, pada kondisi intervensi pengamatan dilakukan enam kali dengan mean level 65%, dan pada kondisi baseline (A2) pengamatan dilakukan enam kali dengan mean level diperoleh 75%. Hasil analisis data, diperoleh arah kecendrungan data menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus dalam menyelesaikan kegiatan menempel dengan cangkang telur. Perubahan level data pada kondisi baseline (A1) adalah 7%, pada kondisi intervensi (B) adalah 36%, dan pada kondisi baseline (A2) adalah 18%. Overlap data yang terjadi pada kondisi baseline (A1) dan intervensi adalah 16,67%, dan overlap data pada fase baseline (A2) dan intervensi adalah 16,67%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan media cangkang telur efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus bagi anak tunagrahita sedang kelas V C.1 di SLB Negeri 2 Padang. Kata kunci: Media cangkang telur, Meningkatkan kemampuan motorik halus anak tunagrahita
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MELALUI JOYFUL LEARNING STRATEGY (Classroom Action Research Kelas III di SLB Al-Azhar Bukittinggi) Nelfa Zulhas
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.382 KB) | DOI: 10.24036/jupe76610.64

Abstract

Abstract: This research is based on the problem that was found in SLB AL-Azhar Bukittinggi on the mild mental retardation kids grade III who had less interest and motivation to learn math. The students tend to be passive and only listening during the class, they were also looks less enjoy the lesson. It influenced the learning goal and the outcomes will not be maximum. The goal of this research is to know whether joyful learning strategy can increase the motivation to learn Math of the mild mental retardation kids grade III in SLB Al-Azhar Bukittinggi. The research method being used was classroom action research that consist of II cycles. Each consist of 5 meetings and carried out in several stages, that were action planning, implementation, observation, and reflection. The data collection techniques were observation, interview, and documentation. The observation result of the analysis of the students initial capability was with the average RA 28% and RZ 35%. After the cycle I was done, it became RA 65% and RZ 62%. And it increased again after the cycle II was done, the average increased to RA 81% and RZ 77%. The result shows that joyful learning strategy can increase the motivation to learn Math on mild mental retardation kids grade III in SLB Al-Azhar Bukittinggi.  Kata kunci: motivasi belajar matematika; joyful learning stategy; anak tunagrahita ringan
Meningkatkan Keterampilan Membuat Nasi Goreng Melalui Metode Demonstrasi Pada Anak Tunagrahita Ringan Kelas D VIII di SLB Work Shop Padang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP-UNP Nina Herliana
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.24 KB) | DOI: 10.24036/jupe76010.64

Abstract

Nina Herliana (2016) :   Meningkatkan Keterampilan Membuat Nasi Goreng Melalui Metode  Demonstrasi Pada Anak Tunagrahita Ringan Kelas D VIII  di SLB Work Shop Padang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP-UNPPenelitian ini dilatarbelakangi ketidakmampuan anak tunagrahita ringan kelas VIII dalam keterampilan membuat Nasi Goreng. Hal ini disebabkan  kurangnya anak mempraktekkan kegiatan membuat Nasi Goreng dengan baik dan benar. Penelitian ini menggunakan metode demonstrasi. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan proses pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan membuat nasi goreng melalui metode demonstrasi, dan 2) Membuktikan apakah metode demonstrasi dapat meningkatkan keterampilan membuat nasi goreng bagi anak tunagrahita ringan kelas D VIII di SLB Work Shop Padang.Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam bentuk kolaborasi dengan teman sejawat. Subjek penelitian yaitu tiga orang  anak tunagrahita ringan kelas D VIII dan satu orang guru. Data diperoleh melalui observasi dan tes. Kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proses pembelajaran membuat nasi goreng dengan menggunakan metode demonstrasi dilakukan dengan dua siklus. Siklus I dengan lima kali pertemuan dan siklus II dengan empat kali  pertemuan. 2) hasil dari pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi dalam membuat nasi goreng terlihat ada peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari data sebelum tindakan kemampuan anak dalam melakukan 19 langkah membuat Nasi Goreng yakni: FB adalah (29%), NIM adalah (50%), dan AP adalah (29%). Sedangkan pada akhir siklus I kemampuan FB meningkat (63,1%), NIM telah meningkat (84,2%), dan AP adalah (76,3%). Pada siklus II kemampuan FB meningkat (84,2%),  NIM meningkat (100%) dan AP meningkat (94,9%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa ketiga anak ini mengalami peningkatan kemampuan membuat Nasi Goreng setelah diberikan metode demonstrasi secara intensif kepada anak tunagrahita ringan kelas D VIII di SLB Work Shop Padang. Disarankan pada guru keterampilan agar dapat menggunakan metode demonstrasi dalam pembelajaran keterampilan lainnya
Konsep Diri Kelayan Gangguan Penglihatan Sejak Lahir (Neo-Natal) Dengan Setelah Lahir (Post-Natal) Budi Santoso
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.863 KB) | DOI: 10.24036/jupe75870.64

Abstract

Budi Santoso. 2016. “Konsep Diri Kelayan Gangguan Penglihatan Sejak Lahir (Neo-Natal) Dengan Setelah Lahir (Post-Natal)” Skripsi. Padang: Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Konsep diri merupakan penilaian, pemahaman, pandangan terhadap dirinya sendiri seperti kelayan tunanetra memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai dirinya baik yang mengalami kebutaan sejak lahir (neo-natal) maupun setelah lahir (post-natal). Beberapa dari kelayan tunanetra sejak lahir maupun setelah lahir ada yang memiliki persepsi tentang cara memandang dirinya secara positif dan negatif. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan tujuan untuk melihat perbandingan konsep diri penyandang tunanetra neo-natal dengan post-natal di Panti Sosial Bina Netra Tuah Sakato Padang. Menggunakan teknik pengumpulan data berupa skala psikologis, yang menjadi sumber data kelayan tunanetra.Hasil pengolahan data dan dianalisis antara kelayan tunanetra neo-natal dan post-natal bahwa data yang diperoleh peneliti berdisribusi normal dan memiliki varians yang homogen, kemudian dilakukan uji kesamaan rerata dengan uji t dan didapat hasil (2,029 > 1,6859 ) bahwa konsep diri kelayan tunanetra neo-natal lebih bagus dari konsep diri kelayan tunanetra post-natal dan itu membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara konsep diri kelayan tunanetra neo-natal dan post-natal.Kata kunci : konsep diri, tunanetra
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN MATA UANG MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS X SMALB AL-AZHAR BUKITTINGGI SRI ENDANG ASTUTI; Marlina Marlina
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.046 KB) | DOI: 10.24036/jupe76840.64

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the low ability of the students with medium mental retardation in class X to use money, especially to add to subtract.They seemed to have problem in understanding abstract consept. To deal with this problem, role play method was applied. The purpose of this research was to; (1) reveal the learning process by using currency Rp.100 – Rp.10.000, and (2) to prove whether the use of role play method could increase the ability of the students with medium retardastion to use currency Rp.100 – Rp.10.000 in class X of SMALB Al-Azhar Bukittinggi.This was a Classroom Action Research which was conducted collaboratively with the classroom tercher and three students with medium mental retardation (HN,DV,and AD) in class X of SMALB Al-Azhar Bukittinggi, The data were gathered through observation, test and documentasion. The data gotten were analyzed qualitatively and quantitatively.The result of the research indicated that; 1) the learning process by using money and role play method was conducted in two cycles. Cycle I consisted of five meetings while cycle II consisted of five meetings. The respective cycle was started from planning, acting (pre-activities, whilst-activities and post-activities), observing, analyzing and reflecting, 2) The result of the learning process showed that, in the assessment phase the ability of  HN and DV in adding was 20 and AD was 10, while the ability of HN and AD in subtracting was 10 and DV was 20. After role play method was applied in cycle I, the ability to use money of HN was 100, DV was 90 and AD was 80. In cycle II, the subtracting ability of  HN was 80, DV was 100 and AD was 70. Based on the result of the research it was suggested to the school fellows, the teacher and the upcoming researcher to use role play method to teach the students with medium mental retardation. Key Terms; Currency, Role Play Method, Students With Medium Mental Retardation

Page 3 of 4 | Total Record : 39