cover
Contact Name
Yulius Kurnia Susanto
Contact Email
yulius@tsm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yulius@tsm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bisnis dan Akuntansi
ISSN : 14109875     EISSN : 26569124     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Bisnis dan Akuntansi is biannual publication issued in the month of June and December. Jurnal Bisnis dan Akuntansi is a scientific journal which prioritizes the publication of articles (research and non-research based) regarding to business and accounting issues that deal with social issues such as management, accounting, economic and others. This is an opened-journal where everyone can submit their articles, as long as they are original, unpublished and not under review for possible publication in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 673 Documents
DAMPAK OTONOMI DAERAH TERHADAP SEKTOR PERBANKAN MARDIASMO
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 1 (2001): Jurnal Akuntansi dan Bisnis
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.469 KB) | DOI: 10.34208/jba.v3i1.513

Abstract

Salah satu tujuan pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal adalah untuk memajukan perekonomian daerah agar tercipta kesejahteraan masyarakat. Tujuan otonomi daerah tersebut sejalan dengan peran dan fungsi perbankan sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan demikian terdapat hubungan yang sinergis antara pelaksanaan otonomi daerah dengan perbankan di daerah. Dengan dilaksanakannya otonomi daerah, maka transaksi keuangan di daerah akan meningkat. Keadaan tersebut harus didukung oleh institusi keuangan di daerah yang semakin baik. Disisi lain, pelaksanaan otonomi daerah juga menyebabkan munculnya key players di daerah. Pemain baru yang menjadi pemain kunci nantinya adalah DPRD. Perbankan di daerah perlu melakukan kerja sama dengan pemain daerah, terutama adalah DPRF, masyarakat, pemerintah daerah, dan pengusaha di daerah. Perbankan di daerah juga dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja manajemennya, karena mereka dihadapkan pada persaingan di tingkat daerah.
DAYA BANDING KINERJA KEUANGAN INTERNASIONAL INDRA WIJAYA KUSUMA
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 1 (2001): Jurnal Akuntansi dan Bisnis
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.278 KB) | DOI: 10.34208/jba.v3i1.514

Abstract

Standar dan praktik akuntansi yang berbeda antar negara menyulitkan investor untuk menganalis dan membandingkan kinerja keuangan internasional. Laba dan kinerja keuangan lainnya menjadi tidak komparabel antar perusahaan yang ada di berbagai negara. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan daya banding kinerja keuangan internasional. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap permasalahan yang timbul dalam membandingkan dua buah kinerja keuangan perusahaan dari dua negara yang berbeda khususnya dlam hal praktik akuntansi yang berlaku dan memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini. Untuk keperluan tersebut, maka berturut-turut dibahas mengenai perbedaan GAAP, harmonisasi versus standardisasi, proses rekonsiliasi, dan beberapa penelitian empiris di bidang ini.
MANAJEMEN LABA (EARNINGS MANAGEMENT): SEBUAH TINJAUAN ETIKA AKUNTANSI MAHMUDI
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 2 (2001): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.963 KB) | DOI: 10.34208/jba.v3i2.516

Abstract

Dilihat dari perspektif etika, manajemen laba merupakan masalah yang kontroversial. Kebanyakan praktik manajemen laba bersifat legal tidak melanggar prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum dan tindakan tersebut merupakan kewenangan manajer. Manajer melakukan manajemen laba dengan menggunakan dua cara, yaitu melalui variabel artifisial dan variabel riil. Variabel artifisial merupakan teknik manajemen laba yang dilakukan melalui pemilihan metode akuntansi. Manajemen laba dengan menggunakan variabel artifisial misalnya dengan pemilihan teknik akuntansi yang bisa menaikan atau menurunkan laba tahun berjalan, misalnya: pemilihan metode depresiasi, tahun amortisasi, metode pencatatan persediaan, pengakuan gain dan losses, dan sebagainya. Manajemen laba dengan menggunakan variabel riil biayabiaya, misalnya: dengan mempercepat atau menunda penjualan akhir tahun dan menunda atau mempercepat pencatatan biaya.
PERAN AKUNTANSI ISLAM DALAM MENDORONG IMPLEMENTASI EKONOMI SYARIAH SOFYAN SYAFRI HARAHAP
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 2 (2001): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.405 KB) | DOI: 10.34208/jba.v3i2.517

Abstract

Karl Marx adalah salah satu figur yang sangat banyak menyoroti bahaya kapitalisme, dia juga tidak luput menyoroti Akuntansi Kapitalisme. Yang terakhir ini dianggapnya sebagai bagian atau pilar dari sistem ekonomi kapitalis yang mengutamakan kepentingan kapitalis yaitu pemilik modal atau mereka yang kaya. Tulisan ini mencoba menganalisis peran akuntansi ini dalam suatu sistem ekonomi dan khususnya peran akuntansi islam dalam mendorong implementasi ekonomi syariah. Tulisan ini akan memulai pembahasan terhadap fenomena resistensi terhadap sistem ekonomi kapitalis, kemudian peluang dan ciri sistem ekonomi islam dan pada bagian akhir akan membahas fungsi dan peran akuntansi islam dalam mendorong maupun menjamin berjalannya sistem ekonomi syariah itu sendiri.
TEORI STEWARDSHIP: TINJAUAN KONSEP DAN IMPLIKASINYA PADA AKUNTABILITAS ORGANISASI SEKTOR PUBLIK OKTAVIANUS PASOLORAN; FIRDAUS ABDUL RAHMAN
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 2 (2001): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.384 KB) | DOI: 10.34208/jba.v3i2.518

Abstract

Dalam menghadapi permasalahan pemulihan perekonomian dan ancaman kelangsungan hidup perusahaan-perusahaan dalam masa krisis ekonomi yang dialami oleh Indonesia, maka untuk segera bangkit dari krisis, para pelaku bisnis harus mengubah cara mereka dalam mengelola bisnis. Disamping itu meunculnya era globalisasi dimana pasar akan semakin kompetitif, maka perubahan yang fundamental dalam penerapan corporate governance mutlak dilakukan. Seperti yang sudah dikemukakan di muka bahwa salah satu elemen dari corporate governance adalah meliputi struktur dan proses yang digunakan untuk mengarahkan dan mengelola bisnis dan kegiatan perusahaan ke arah peningkatan pertimbuhan bisnis dan akuntabilitas perusahaan. Adanya perbedaan kepentingan antara prinsipal dan agen, yang masing-masing ingin memaksimalkan utilitas menjadi pemicu timbulnya pendekatan baru yang mampu mengurangi kerugian-keugian yang diakibatkan oleh perbedaan kepentingan tersebut. Teori stewardship merupakan salah satu pandangan baru tentang cara mengelola organisasi dan personel-personel yang terkait didalamnya. Konsep kebersamaan (collectivity), kemitraan, pemberdayaan (empowerment), dan saling percaya dan pelayanan adalah konsep-konsep yang dikembangkan dalam pendekatan ini. Membentuk sikap yang mengarahkan pada teori stewardship sebagai salah satu pendekatan dalam pengelolaan organisasi diharapkan dapat mengatasi isu-isu yang berhubungan dengan corporate governance dan good corporate governance.
ALIANSI STRATEJIK SUATU TINJAUAN TEORITIS KOMPREHENSIF DENI DARMAWATI
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 2 (2001): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1662.988 KB) | DOI: 10.34208/jba.v3i2.520

Abstract

Perkembangan aliansi stratejik mendorong perkembangan riset tentang aliansi stratejik. Penelitian-penelitian tersebut menguji tentang faktor-faktor yang mendorong dibentuknya aliansi stratejik serta konsekuensi yang terjadi akibat pembentukan aliansi stratejik. Makalah ini bertujuan untuk memberikan kerangka teoritis secara komprehensif yang merupakan hasil dari telaah literatur. Dengan demikian, makalah ini merupakan sintesis dari beberapa penelitian yang berhubungan dengan aliansi stratejik. Kerangka teoritis ini diharapkan dapat memberikan landasan teori secara lebih komprehensif, sehingga bisa digunakan untuk mengembangkan penelitian yang berkenaan dengan aliansi stratejik.
PENGAWASAN, PENGENDALIAN, DAN PEMERIKSAAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH MARDIASMO
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 2 (2001): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1375.869 KB) | DOI: 10.34208/jba.v3i2.522

Abstract

Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai aspek pengawasan, pengendalian, dan pemeriksaan kinerja pemerintah daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi dawrah. Penulis membedakan istilah "pengawasan, pengendalian, dan pemeriksaan" untuk menghindari kerancuan yang mungkin muncul atas pengertian ketiga istilah tersebut. Pengawasan mengacu pada suatu bentuk monitoring yang dilakukan oleh pihak di luar eksekutif (dalam hal ini DPRD dan masyarakat); pengendalian merupakan internal control yang berada di bawah kendali eksekutif (pemerintah daerah) untuk menjamin bahwa strategi dijalankan secara baik, sehingga tujuan organisasi dapat dicapai; sedangkan pemeriksaan dilakukan oleh badan yang memiliki kompetensi dan independesi untuk mengukur apakah kinerja yang telah dicapai eksekutif sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
ANALISIS HUBUNGAN HARGA SAHAM DENGAN KOMPONEN_KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI KERUGIAN YANG DIURAIKAN DENGAN RASIO "EARLY WARNING SYSTEM" JENNY DJAIE; MURTANTO
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 2 (2001): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1651.148 KB) | DOI: 10.34208/jba.v3i2.523

Abstract

Tujuan penelitian ini terutama memperkenalkan penggunaan rasio early warning system untuk menganalisis dan menialai keadaan keuangan perusahaan asuransi kerugian, menentukan rasio yang paling mempengaruhi naik-turunnya harga saham yang berguna dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Metode analisis data yang digunakan adalah perhitungan 14 rasio early warning system dengan data-data dan laporan nerada dan laporan laba, rugi masing-masing perusahaan sampel yang berakhir 31 Desember 1995, 1996,1997,1998, kemudian mengkorelaksikannya dengan rata-rata harga saham masiing-masing perusahaan bulan April, Mei, Juni tahun 1996, 1997, 1998, 1999 menggunakan rumus koefisien korelasi Pearson, membuat pengujian hipotesis t untuk korelasi sebagai pendukung hasil korelasi, menentukan koefisien penentu, serta membuat satu persamaan linear sederhana (Y'= a + bX) untuk setiap perusahaan sampel dan rasio yang korelasinya terkuat dengan harga saham. Hasil dari penelitian ini adalah persamaan linear sederhana untuk ketujuh perusahaan sampel dengan variabel independen rasio yang mempunyai korelasi terkuat dengan harga saham masing-masing perusahaan. Dilihat dari hasil uji hipotesis Ho ditolak pada ketujuh perusahaan sampel, rasio piutang premi terhadap surplus, rasio biaya manajemen, dan rasio perubahan surplus merupakan 3 rasio yang paling mempengaruhi harga saham.
KORUPSI SEBAGAI KOMPENSASI UNDERPAYMENT: SUATU TINJAUAN TEORI EQUITY DARSONO
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 2 (2001): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1584.987 KB) | DOI: 10.34208/jba.v3i2.524

Abstract

Korupsi di Indonesia bagaikan penyakit yang mengerikan. Keberadaannya telah merusak seluruh sendi kehidupan, hingga menimbulkan krisis berkepanjangan. Namun kekuatan untuk menghentikannya tidaklah lebih besar dari daya pendorong timbulnya korupsi, karena korupsi telah merasuk dalam kehidupan sebagian besar masyarakat dari tingkatan yang paling bawah samapai elit politik. Oleh karena itu pada tataran makro, korupsi telah menjadi budaya masyarakat. Berangkat dari sinilah kajian korupsi banyak mengambil sisi etika, budaya dan moral. Sementar itu kurang memperhatikan kajian dari fenomena ekonomi. Kajian dari sisi ekonomi bukan untuk mengganti berbagai kajian seperti disebutkan di atas, namun bersifat melengkapi. Menurut penulis, adanya upah di bawah standar atau tidak comparable menimbulkan perasaan underpayment. Inilah salah satu landasan untuk melakukan korupsi. Korupsi menimbulkan biaya keagenan (agency cost) yang tidak dapat diperhitungkan besarnya. Dimana korupsi merupakan upaya mebcari keuntungan pribadi para pemegang kendali manajemen dengan beban ditanggung organisasi. Dalam kajian mikro, motif ekonomi dari individu lebih menonjol. Korupsi bukan budaya, melainkan kasus yang dilatarbelakangi ketidakadilan (inequity) yang tidak segera diselesaikan sampai sumbernya. Korupsi merupakan sebuah reaksi kompromistis dari adanya rasa inequity, karena tidak sanggup menolak ketidakadilan tersebut. Teori equity tampaknya dapat menjelaskan timbulnya korupsi tersebut. Sementara itu teori keagenan mampu menjelaskan konflik antara prinsipal dan agennya serta struktur pengendalian manajemen yang diperlukan. Korupsi timbul karena tidak adanya monitor dan pengendalian yang memadai dalam menjalankan kewenangan yang diberikan oleh prinsipal. Adanya usulan untuk membangun good corporate governance meruapakan bukti lain bahwa korupsi menjadi praktik yang meluas dalam organisasi.
PENGINTEGRASIAN GROUP DECISION SUPPORT SYSTEMS (GDSS) DAN ORGANISASI PEMBELAJARAN DALAM STRUKTUR ORGANISASIONAL SUTRISNO
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 3 (2001): Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.828 KB) | DOI: 10.34208/jba.v3i3.525

Abstract

Dalam menghadapi lingkungan yang selalu berubah, kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi atau yang secara potensial akan terjadi, menjadi faktor penentu kelangsungan hidup organisasi. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis ini, hanya dimiliki oleh learning organization, yaitu suatu organisasi yang seluruh personalianya memiliki kemampuan untuk mempelajari trend perubahan, dan mampu menyesuaikan kompetensinya dalam memenuhi tuntutan perubahan. Model dasar dimensi 7-S (McKinsey 7-S framework) pada umumnya digunakan untuk menunjukkan keberhasilan terhadap inti kegiatan manajerial dalam organisasi bisnis. Tiga unsur pertama terdiri dari strategy, structure, dan systems disebut sebagai perangkat keras (hardware). Selanjutnya empat unsur lainnya, yaitu style, staff, skills, dan share values, disebut sebagai perangkat lunak (software). Ketujuh dimensi S tersebut merupakan tongkat pengungkit (levers) yang digunakan oleh para eksekutif untuk meningkatkan power komunikasi dari model dalam mempengaruhi organisasi bisnis yang besar dan kompleks. Dengan semakin meningkatnya kompleksitas dalam pembuatan keputusan organisasional, akan semakin banyak diperlukan pertemuan-pertemuan (meetings), dan bentuk kerja dalam kelompok juga akan semakin meningkat, sehingga menjadi suatu proses yang kompleks. Sistem informasi berbasis komputer yang sesuai sangat diperlukan untuk mengatasi kompleksitas masalah tersebut. Kehadiran group decision support systems (GDSS) perlu dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas para eksekutif, dengan memberikan pencatatan, dan pengoperasian ide atau gagasan para anggota kelompok eksekutif selama berlangsungnya pertemuan (meeting). Penelitian empiris dalam bidang computer support of groups menunjukkan hasil yang tidak konsisten, namun beberapa hasil studi lainnya sangat menarik untuk diikuti perkembangannya. Beberapa hasil eksperimen laboratorium yang menggunakan software dan pengukuran yang software dan pengukuran yang sophistication, telah menemukan bahwa GDSS memang benar dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas dalam pembuatan keputusan kelompok.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 1 (2025): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 24 No 1 (2022): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 23 No 2 (2021): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 23 No. 1 (2021): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 21 No 1a-2 (2019): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 21 No 1a-1 (2019): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 21 No 2 (2019): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 19 No 1a-5 (2017): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 19 No 1a-4 (2017): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 19 No 1a-3 (2017): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 19 No 1a-2 (2017): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 19 No 1a-1 (2017): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 19 No 2 (2017): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 19 No 1 (2017): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 18 No 2 (2016): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 18 No 1 (2016): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 17 No 2 (2015): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 16 No 1a (2014): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 15 No 2 (2013): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 15 No 1a (2013): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 15 No 1 (2013): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 14 No 3 (2012): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 14 No 2 (2012): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 14 No 2a (2012): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 14 No 1 (2012): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 13 No 3 (2011): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 13 No 2 (2011): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 13 No 1 (2011): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 12 No 3 (2010): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 12 No 2 (2010): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 12 No 1 (2010): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 11 No 3 (2009): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 11 No 2 (2009): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 11 No 1 (2009): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 10 No 3 (2008): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 10 No 2 (2008): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 9 No 3 (2007): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 9 No 2 (2007): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 9 No 1 (2007): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 8 No 3 (2006): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 8 No 2 (2006): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 8 No 1 (2006): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 7 No 3 (2005): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 7 No 2 (2005): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 7 No 1 (2005): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 6 No 3 (2004): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 6 No 2 (2004): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 6 No 1 (2004): Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 5 No 3 (2003): Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 5 No 2 (2003): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 5 No 1 (2003): Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 4 No 3 (2002): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 4 No 2 (2002): Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 4 No 1 (2002): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 3 (2001): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 2 (2001): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 1 (2001): Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 2 No 3 (2000): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 2 No 2 (2000): Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 2 No 1 (2000): Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol 1 No 3 (1999): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 1 No 2 (1999): Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 1 No 1 (1999): Jurnal Bisnis dan Akuntansi More Issue