cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
GLOBAL INSIGHT JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 2541318X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal GIJ (Global Insight Journal) merupakan jurnal yang dipublikasi oleh Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang isinya difokuskan pada penyajian hasil telaah ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional sebagai salah satu kajian dalam ilmu social dan ilmu politik. Secara komprehensif, rincian substansi jurnal mencakup: Hasil penelitian ilmiah terhadap fenomena hubungan internasional, serta berbagai bentuk kajian ilmiah hasil penelitian yang relevan dan orisinil.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
Kerjasama Asean Menangani Kejahatan Lintas Negara : Terorisme restilia polii
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.441 KB) | DOI: 10.52447/gij.v3i1.1616

Abstract

Tulisan ini akan membahas mengenai Kerjasama ASEAN dalam menangani kejahatan  lintas Negara, khususnya dalam menangani masalah Terorisme di Asia Tenggara. Melalui literature review ini, penulis menggunakan tiga buku utama sebagai referensi, yang didalamnya terdapat penjelasan mengenai terorisme sebagai bagian dalam kejahatan lintas negara di Asia Tenggara, dan bagaimana kerjasama negara-negara anggota ASEAN menangani isu terorisme ini. Tiga buku tersebut adalah “Hubungan Internasional di Asia Tenggara (Teropong terhadap dinamika, Kondisis riil dan Masa depan)” tulisan Bambang Cipto, “Southeast Asia in Search of an ASEAN Community” tulisan Rudolfo C. Severino, dan “ASEAN dan Tantangan Satu Asia Tenggara” yang disunting Bantarto Bandoro dan Ananta Gondomono. Masing-masing buku terbit pada tahun yang berbeda, dengan penulis yang memiliki pemikiran dan latarbelakang yang berbeda pula.Tulisan ini dimulai dengan bagian pendahuluan yang menjelaskan secara umum mengenai kerjasama ASEAN dalam menangani kejahatan lintas negara dan terorisme termasuk didalamnya, serta sedikit menyinggung mengenai istilah kejahatan lintas negara (Transnational Crime) dilanjutkan dengan perbandingan dan analisis ketiga buku diatas, dan kemudian kesimpulan. Pada akhirnya tulisan ini bertujuan untuk memahami, membandingkan, dan menganalisis perkembangan kerjasama ASEAN dalam menangani masalah terorisme dari ketiga penulis diatas, dan mencoba melihat kelebihan dan kekurangannya.katakunci: ASEAN, Transnasional, Kejahatan
STRATEGI PEMERINTAH INDONESIA DALAM PENYELESAIAN KASUS AMBALAT Rizky Kesuma
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.196 KB) | DOI: 10.52447/gij.v3i1.1615

Abstract

Sengketa Perbatasan antara Indonesia dan Malaysia sering kali terjadi, terutama di kawasan perbatasan maritim. Sengketa Ambalat di laut Sulawesi merupakan salah satu contoh sengketa perbatasan maritim yang belum selesai hingga saat ini. Sengketa Ambalat mencuat sedikit banyak adalah pengaruh atas kemenangan Malaysia atas Sipadan dan Ligitan, dimana hakim Mahkamah Internasional memberikan kemenangan atas Sipadan dan Ligitan dengan alasan penguasaan efektif (effective occupancy) di wilayah tersebut. Kemenangan Malaysia atas Sipadan dan Ligitan, membuat Malaysia semakin berani mengklaim kawasan maritim lain di Indonesia,dengan peta unilateral 1979 yang dibuat oleh Malaysia, mereka kembali mengklaim kawasan lain di Indonesia, salah satunya yaitu Ambalat.Ambalat yang ditenggarai memiliki kandungan minyak dan gas bumi yang berlimpah merupakan salah satu tujuan Malaysia untuk menguasai Ambalat. Pemerintah Indonesia tentu tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah-langkah untuk menyelesaiakan permasalahan ini,pemerintah Indonesia melakukan beberpa pendekatan seperti pendekatan secara hukum,politik,dan kedekatan wilayah untuk mengklaim Ambalat sebagai bagian dari wilayah Indonesia, dalam penelitian ini penulis menggunakan metodologi penelitian kualitatif dimana menurut Bodgan dan Taylor dalam Lexy J. Moleong merupakan prosedur  penelitian yang menghasilkan data secara deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dalam penelitian ini digunakan data-data kualitataif yang diambil dari buku-buku, maupun laporan dari kedutaan besar Indonesia serta didukung oleh beberapa data yang didapat seperti jurnal ilmiah dari lembaga penelitian Indonesia (LIPI) dan beberapa sumber dari internet untuk melengkapai penelitian ini.  Kata kunci : Ambalat, Indonesia, Malaysia, Sengketa, Strategi.  ABSTRACT Border dispute between Indonesia and Malaysia is often occurs, especially in the area of maritim border. Ambalat in Sulawesi Sea is one example of the maritime border dispute which has not been finished until now. Ambalat is sticking out a little more influence on Malaysian victory over Sipadan and Ligitan, which the International Court Jjustices gave victory to Malaysia over Sipadan and Ligitan with effective control reasons (effective occupancy) in the region. Malaysia won over Sipadan and Ligitan causing Malaysia gets more courage to claim another Indonesia's maritime area. They reclaimed areas in Indonesia with their unilateral map made by Malaysia in 1979 and one of the claimed area is Ambalat. Ambalat which is allegedly contains oil and gas abundance is one of Malaysia's goal to own Ambalat. Indonesian government would not remain silent and take immediate steps to solve this problem, Indonesian government made an approach such as legally approach, politically, and the proximity of the area to claim Ambalat as part of Indonesian territory. In this research, the authors is using a qualitative research methodology by Bodgan and Taylor in Lexy J. Moleong with a research procedure that produces descriptive data in the form of written words or spoken words of the people and behaviors that can be observed. This research is using qulitative data taken from the books, as well as reports from the Indonesian Embassies and supported by some datas that obtained from scientific journals such as from Research Institutes of Indonesia (LIPI) and some internet resources for completed the research.  Keywords : Ambalat, Dispute, Indonesia, Malaysia, Strategic.
KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP MEMBANJIRNYA PRODUK CHINA DI INDONESIA PERIODE SBY-JK Elisabeth Ria Jawa; Ani Khoirunissa
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.387 KB) | DOI: 10.52447/gij.v3i1.1671

Abstract

ABSTRAKDalam beberapa tahun terakhir ini, persaingan perekonomian antar negara-negara kawasan Asia semakin meningkat. Persaingan perekonomian ini ditandai dengan perkembangan dan laju pertumbuhan perekonomian serta permintaan pasar dan para konsumen yang meningkat. Hal ini di tandai dengan semakin banyaknya produk China yang masuk ke Indonesia. Langkah-langkah pemerintah Indonesia dalam menanggulangi membajirnya produk dari China melalui penerapan kebijakan standar nasional karena di sadari bahwa kualitas sangat penting untuk bisa unggul di pasar dunia. Kebijakan standar oleh pemerintah terhadap produk asing adalah: penerapan SM, pengawasan mutu produk, identifikasi ketersediaan SNI pada sector prioritas dan lainya. Disamping itu pula kinerja industri kecil dan menengah semakin ditingkatkan karena kekuatan ekonomi kerakyatan mempunyai peran yang penting dalam perekonomian Indonesia serta mengembangkan infrastruktur dan logistik 5ehingga pengiriman barang lebih muda dilakukan. Terdapat banyak kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk menangani fenomena ini namun hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat banyak kebijakan hanya menguntungkan beberapa kalangan ataupun golongan tertentu saja.Kata Kunci : negara-negara kawasan Asia, Persaingan ekonomi, China, Indonesia
KEMBALINYA DOKTRIN FUKUDA PADA ERA PEMERINTAHAN YUKIO HATOYAMA: STUDI PERAN JEPANG DI ASIA TENGGARA Kurnia Alamsyah
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.697 KB) | DOI: 10.52447/gij.v3i1.1658

Abstract

Abstract This study aims to determine how the Fukuda doctrine underlying Japan's foreign policy in Southeast Asia and the Fukuda doctrine underlying the implementation of foreign policy in Southeast Asia during Yukio Hatoyama . The method used is library research . By examining the form of instrument - an instrument of foreign policy cooperation da Japan in Southeast Asia . Based on the results of the study showed FukudaDoctrine which is the rationale for Japanese foreign policy in Asia and the policies underlying the cooperation between Japan and Southeast Asia . With the amount of ODA in Southeast Asia which reaches 40 % in Indonesia , 11 % in Vietnam and 12 % in the Philippines with ntotal reach 85 % of total Japanese ODA in Southeast Asia . And the magnitude of the needs of Japan's energy resources which are largely sourced dar developing countries in Southeast Asia such as Indonesia . And the importance of the Straits of Malacca which is the Japanese energy traffic until today . It can be concluded that the Fukuda doctrine underlying Japan's foreign policy in Southeast Asia .Keyword : Docktrin Fukuda, Yukio HatoyamaABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui bagaimana doktrin fukuda mendasari kebijakan luar negeri Jepang di Asia Tenggara dan implementasi doktrin fukuda tersebut mendasari kebijakan luar negeri Jepang di Asia Tenggara pada masa Yukio Hatoyama. Metode penelitian yang digunakan adalah library research. Dengan meneliti instrument- instrument yang berupa kebijakan da kerjasama luar negeri Jepang di Asia Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Doktrin fukuda yang merupakan dasar pemikiran politik luar negeri Jepang di Asia mendasari kebijakan dan kerjasama yang besar antara Jepang dan Asia Tenggara. Dengan besarnya ODA di Asia Tenggara yang mencapai 40% di Indonesia, 11% di Vietnam dan 12% di Filipina dengan ntotal mencapai 85% total ODA Jepang di Asia Tenggara. Dan besarnya kebutuhan Jepang terhadap sumber daya energy yang sebagian besar bersumber dar Negara-negara berkembang di kawasan Asia Tenggara seperti halnya Indonesia. Dan betapa pentingnya selat Malaka yang merupakan jalur lalu lintas energy Jepang hingga saat ini. Maka dapat disimpulkan bahwa doktrin fukuda mendasari kebijakan luar negeri Jepang di Asia Tenggara. Kata kunci : Docktrin Fukuda, Yukio Hatoyama
PENGARUH IMF TERHADAP KEBANGKITAN EKONOMI RUSIA PADA KEPEMIMPINAN VLADIMIR V. PUTIN TAHUN (2000-2008) Theresia Devina
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.098 KB) | DOI: 10.52447/gij.v3i1.1674

Abstract

Abstrak Penulis menggunakan teori Ekonomi Politik untuk menganalisa hubungan IMF dan kebangkitan ekonomi Rusia. Teori ini dapat menjelaskan masalah kehidupan ekonomi yang diliputi oleh kontroversi dan ketidakpastian, dimana saat itu isu-isu dasar ekonomi-politik bermunculan , yaitu bagaimana hubungan antara negara dengan ekonomi dan antara ekonomi dan politik. Konsep ekonomi politik juga dapat terlihat dari hubungan IMF yang merupakan organisasi moneter internasional dengan negara Rusia dimana masalah ekonomi yang menjadi dasar dari kerjasama mereka, namun ada kepentingan politik yang diperjuangkan oleh kedua pihak. Kepemimpinan Vladimir V. Putin menjadi pertimbangan lain bahwa konsep ekonomi politik tidak dapat dipisahkan dalam proses kebangkitan ekonomi Rusia, karena kebangkitan ekonomi Rusia dapat berjalan karena kebijakan-kebijakan politik presiden Vladimir V. Putin.  Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran proses kebangkitan ekonomi Rusia yang terjadi dalam waktu delapan tahun. Pembaca dapat mempelajari bahwa kebijakan pemerintah dan pelaku birokrasi yang nasionalis dapat membawa suatu negara keluar dari krisis besar. Pelunasan hutang Rusia terhadap IMF menjadi bukti nyata. Kata Kunci : Ekonomi Politik, IMF, Rusia, Vladimir V. Putin

Page 1 of 1 | Total Record : 5