cover
Contact Name
Doni Septian
Contact Email
doni.septian@stainkepri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
doni.septian@stainkepri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu
ISSN : 26567202     EISSN : 26556626     DOI : -
Jurnal Perada fokus pada kajian keislaman di kawasan Melayu. Kajian utama jurnal Perada meliputi: Studi Islam di Melayu: meliputi kajian Alquran dan tafsir, hadis, syariah, tarbiyah, dakwah, sosiologi agama, sejarah serta disiplin ilmu lain yang terkait kajian kawasan Melayu. Pemikiran Islam: meliputi kajian tentang pemikiran tokoh-tokoh Islam di Melayu. Kajian Kemelayuan: meliputi adat istiadat, sejarah, khazanah dan lainnya yang berkembang di Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2019)" : 8 Documents clear
PENGARUH INTERNET TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS SISWA MADRASAH TSANAWIYAH DI TANJUNGPINANG Ediyansyah M.Pd.I
PERADA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.998 KB) | DOI: 10.35961/perada.v2i1.2

Abstract

Media internet membuat hubungan yang jauh menjadi dekat, cepat dan mudah. Ini memberikan banyak manfaat, beberapa dapat memberikan manfaat baik dan buruk, manfaat kebaikan jika digunakan untuk mencari informasi tentang pembelajaran dan kejahatan jika digunakan untuk pornografi, informasi tentang kekerasan, dan lainnya yang negatif termasuk bahaya psikologis karena kecanduan internet. Sumber daya manusia dalam penelitian ini adalah siswa MTS di Tanjung Pinang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media internet terhadap perkembangan psikologis siswa MTS di Tanjung Pinang. Ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner skala likert. Analisis menggunakan teknik analisis korelasi dan analisis regresi berganda dengan uji prasyarat, analisis korelasi momen produk dan regresi berganda. Besarnya koefisien korelasi antara variabel X dan Y adalah sama dengan 0,201> 0,1654. Kesimpulan dalam penelitian ini didasarkan pada hasil yang diperoleh bahwa ada pengaruh antara media internet terhadap perkembangan psikologis siswa MTS di Tanjung Pinang. Abstract: The internet media makes a distant relationships be close, fast and easy. This provides many benefits, some can provide good and bad benefits, goodness benefits if used to find information about learning and badness if used for pornography, information about violence, and others that are negative including psychological endanger due to the internet addiction.The human resources in this research are MTS students in Tanjung Pinang. The purpose of these research was to determine the influence of internet media on the psychological development of MTS students in Tanjung Pinang. This is qualitative research. The technique of collecting data using the Likert scale questionnaire. Analysis using correlation analysis techniques and multiple regression analysis with prerequisite tests, product moment correlation analysis and multiple regression.The magnitude of the coefficient correlation between variable X and Y is equal to 0.201 > 0.1654. The conclusions in this reaserch are based on the results obtained that there is an influence between internet media on the development psychological of MTS students in Tanjung Pinang.
BUGIS DI KERAJAAN MELAYU: EKSISTENSI ORANG BUGIS DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN JOHOR-RIAU-LINGGA-PAHANG SYAHRUL RAHMAT
PERADA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.213 KB) | DOI: 10.35961/perada.v2i1.25

Abstract

The geographical conditions of the Malay Peninsula as the trade traffic in the Southeast Asian region make this area a destination for shipping from various ethnic groups in the archipelago as well as from other parts of the world, including the Bugis people from the southern Sulawesi mainland. In its development, in addition to make a living, they gradually begin to join the government structure of the Johor-Riau-Lingga-Pahang Kingdom. Bugis existence in the government structure experiences its own dynamics towards the kingdom which later changes its name to the Kingdom of Riau Lingga. This research is a historical study with a focus on the political dynamics and the existence of Bugis in the Malay Kingdom in the 17th to 18th century. Besides changing the structure of government, the position as Yang Dipertuan Muda, which was held by descendants also gives changes to the development of the kingdom. Even so, Yang Dipertuan Muda must face internal conflicts in the kingdom due to their dominance in the government administration.
KESAN HADIS MAUDHU’ DALAM AMALAN UMAT ISLAM Siti Marpuah; Farah Darwisyah binti Ahmad Zamree
PERADA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.82 KB) | DOI: 10.35961/perada.v2i1.27

Abstract

Hadis Maudhu’ adalah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad s.a.w samaada perbuatannya, perkataannya, taqrirnya, sifat akhlaqnya atau sifat semulajadinya, secara rekaan atau dusta semata-mata. Di dalam penggunaan masyarakat Islam di negara kita, hadis maudhu’ disebut juga dengan nama hadis palsu. Kajian ini bertujuan untuk melihat apakah faktor kemunculan hadis maudhu’ serta kesannya terhadap amalan beribadah umat Islam sekarang ini. Kajian ini merupakan kajian kualitatif melalui temu bual serta pengumpulan dokumen berupa kitab-kitab hadis. Hasil kajian menunjukkan bahawa faktor kemunculan hadis maudu’ adalah adanya musuh Islam yang ingin merosakkan hadis yang betul, sikap fanatik terhadap kumpulan, sikap ambil mudah dalam meriwayatkan hadith, sikap kepentingan diri dan mencari kemasyhuran orang ramai, Kejahilan tentang ajaran Islam yang sebenar. Kesan hadis maudhu’ merosakkan akidah umat Islam, Merosakkan amalan syariah umat Islam, Merosakkan akhlak umat Islam, Merosakkan pendirian umat Islam, Mengabaikan hadith sahih. Untuk itu pengkaji mencadangkan supaya umat Islam lebih berhati-hati dalam memahami sesuatu hadis serta mengamalkannya, kerana ditakutkan ianya merupakan hadis maudu’ atau hadis palsu. Hadith Maudhu' 'is something that is attributed to Prophet Muhammad s.a.w whether it is his actions, his words, his taqrir, his morality or his natural state, falsely or simply. In the use of the Muslim community in our country, the hadith maudhu 'is also called a false hadith. The purpose of this study is to see what is the origin of the hadith of maudhu 'and its effect on the worship practices of Muslims today. This study is a qualitative study through interviews and document collection in the form of hadith books. The results show that the factor of the emergence of the maudu hadith 'is the presence of the Muslim enemy who wants to destroy the hadith, the fanatical attitude towards the group, the easy attitude towards narrating the hadith, the attitude of the self and seeking public fame, ignorance of the true teachings of Islam. The effect of hadith maudhu 'is damaging to the faith of Muslims, it is damaging to the shariah practice of Muslims, it is damaging to the morals of Muslims, it is damaging to Muslims, it is disregarding authentic hadiths. Therefore, researchers suggest that Muslims should be more careful in understanding a hadith and practicing it, because it is feared that it is a maudu 'or false hadith.
JALAN DAMAI DAKWAH ISLAM DI NUSANTARA Fuad Masykur
PERADA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.688 KB) | DOI: 10.35961/perada.v2i1.28

Abstract

Sejarah dakwah Islam yang berkembang selama ini kental dengan nuansa politik, merekontruksi kehidupan elite politik dan pola-pola perebutan kekuasaan-peperangan dan pertumpahan darah, akhirnya menegaskan citra Islam sebagai “Agama Perang”, bukan sebagai Agama Rahmah. Sejarah dakwah yang demikian berpotensi mereduksi pengetahuan kita dari perkembangan sejarah Islam dibelahan dunia Muslim lainnya, seolah-olah ia menjadi satu-satunya model sejarah Islam yang tunggal, yang akhirnya menegaskan bingkai sejarah dakwah Islam yang sempit, yang tidak mengenal keragaman. Keungulan Ummat Islam dalam biadang-bidang peradaban, seperti keunggulan dalam bidang politik (kepemimpinan), sosial ekonomi, Ilmu pengetahuan, budaya, dan etika sosial atau keungulan spiritual yang manifestasinya dirasakan bagi kemanfaatan kehidupan dunawi, adalah foktor-faktor yang sangat menentukan keberhasilan dakwah Islam dan terjadinya konfersi massal itu. Dengan merekonstruksi sejarah Dakwah Islam melalui pendekatan pada aspek sosial dan budaya, diharapkan bingkai sejarah dakwah Islam semakin luas.
HALAL BIHALAL DALAM PERSPEKTIF ADAT DAN SYARIAT Maisarotil Husna
PERADA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.775 KB) | DOI: 10.35961/perada.v2i1.29

Abstract

Dalam kajian ini penulis akan membahas tiga topik yaitu silaturrahim, idul fitri dan tradisi halal bi halal. berdasarkan beberapa gagasan tradisi halal bi halal setelah idul fitri merupakan tradisi besar yang menyenangkan, ceria dan mengembirakan. merayakan hari raya idul fitri bersama keluarga besar merupakan sebuah tradisi yang turun temurun di Indonesia dan setelah hari raya tradisi halal bi halal merupakan moment yang tepat untuk silaturrahim dan saling meminta maaf terhadap berbagai agama sesama.Terkadang halal bi halal tidak hanya dilakukan agama Islam saja, misalnya dari sebuah perusahan yang karyawanya berasal dari berbagai agama, maka ketika acara halal bi halal setelah idul fitri seluruh karyawan yang berbeda agama turut menghadiri. dari sini terlihat bahwa halal bi halal memiliki dampak positif terhadap masyarakat.
ETIKA RELIGIUS MASYARAKAT MELAYU: KAJIAN TERHADAP PEMIKIRAN RAJA ALI HAJI Muhammad Faisal
PERADA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.887 KB) | DOI: 10.35961/perada.v2i1.30

Abstract

This paper aims to describe the religious ethics of Malay society in Raja Ali Haji’s thoughts. In the perspective of Malay society, ethical issues related to the validity of an act inspired the spectrum of Malay thoughts. Since the death of Sultan Mahmud Syah in 1699 from the last dynasty of the Melaka Sultanate, it was marked as the beginning of a radical change in the ethics of Malay society. In this context, the development of Malay ethical thoughts began to critically look for its form. One of Malay thinkers who very concerned about this issue was Raja Ali Haji. He argued that the problem of good and bad of an action was no longer sought in a single frame of feudal leadership, but rather non-structural factors like the existence of syara', religious thoughts or even elements of ethnicity enriching the ethical view in tradition Malay. The approach used in this study was a qualitative approach with Raja Ali Haji's works as primary sources. They included Tuhfatun Nafis, Silsilah Melayu Bugis, Gurindam XII, Muqaddimah fi Intizham, Tsamarat al-Muhimmah, Kitab Pengetahuan Bahasa, Bustanul Katibin. While the secondary sources were the related writing and manuscripts using content analysis. According to Raja Ali Haji, there are four important things in Malay society ethics which must be considered. They are included in the leaders' morality consisting of the principles of justice, deliberation and equality, obedience to Islamic law, language and the establishment of a moral environment.
KONTRIBUSI BAHTSUL MASAIL PESANTREN DI MADURA DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM KONTEMPORER Kudrat Abdillah; Maylissabet Maylissabet; M. TAUFIQ
PERADA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.599 KB) | DOI: 10.35961/perada.v2i1.31

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan kontribusi bahtsul masail pesantren di Madura dalam menghadapi perkembangan hukum islam kontemporer. Kajian ini sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah sosial, yaitu sejarah yang menggunakan ilmu-ilmu sosial untuk mengkaji tentang struktur (bagian-bagian) dan proses interaksi (hubungan timbal balik) antar manusia sebagai pelaku sejarah. Data yang didapatkan menunjukkan bahwa tradisi Bahtsul Masail pesantren di Madura sudah berlangsung sejak lama (kisaran tahun 1989, meskipun dengan nama yang berbeda. Nama-nama tersebut seperti musyawarah, diskusi rutin, majelis musyawarah kutubud diniyah, dan juga bahtsul masail sendiri. Metode yang digunakan secara umum mengacu pada metode Bahtsul Masail yang digunakan Nahdlatul Ulama. Hanya di beberapa teknis sedikit berbeda sesuai dengan ciri dan kekhasan masing-masing pesantren. Hasil dari diskusi bahtsul masail tersebut, sebagian besar tidak disosialisasikan kepada masyarakat secara kangsung. Mereka hanya menjawab ketika ada pertanyaan dari masyarakat. Tetapi di sebagian yang lain, hasil diskusi bahtsul masail ini sudah dibukukan secara sistematis bahkan dipublish di web resmi pesantren. Penulis melihat tradisi bahtsul masail yang sudah berlangsung lama di Pesantren Madura ini menjadi kontribusi dalam menghadapi perubahan dan perkembangan hukum kontemporer. Bukan melihat dari sisi hasil atau produk yang dihasilkan, tetapi lebih menarik pada proses bagaimana kemudian tradisi diskusi ini memecahkan suatu masalah baru. Itu yang menunjukkan wujud nyata bahwa ijtihad harus terus dilakukan. This paper aims to describe the contribution of bahtsul masail of Islamic boarding schools in Madura in facing the development of contemporary Islamic law. This study is a qualitative research with a social history approach, namely history that uses social sciences to examine the structure (parts) and the process of interaction (reciprocity) between humans as actors of history. The data obtained shows that the Bahtsul Masail tradition of Islamic boarding schools in Madura has been going on for a long time (in 1989, although with different names. The names are such as deliberations, regular discussions, assemblies of kutubud diniyah deliberations, and also bahtsul masail. The method used in general, it refers to the Bahtsul Masail method used by Nahdlatul Ulama, only in some technicalities it differs slightly according to the characteristics and peculiarities of each pesantren.The results of the discussion on bahtsul masail are mostly not communicated to the public directly. from the community, but in others, the results of the discussion of bahtsul masail have been systematically posted and even published on the official boarding school website, and the author sees the long-standing tradition of the bahtsul masail in Madura Islamic Boarding School as a contribution in facing contemporary legal changes and developments. from sis the results or products produced, but more interesting in the process of how then this tradition of discussion solves a new problem. That shows the real manifestation that ijtihad must continue.
PENTINGNYA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM UPAYA MEMANGKAS BUDAYA DAN PRILAKU KORUPSI Al Mahfuz
PERADA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.67 KB) | DOI: 10.35961/perada.v2i1.32

Abstract

Penulisan ini menyajikan kepada para pembaca tentang glamournya tindak pidana korupsi di tanah air tercinta ini, dan akibat yang ditimbulkannya serta upaya pencegahannya sejak dini. Upaya pencegahan ini dapat dilakukan melalui penerapan pendidikan anti korupsi oleh para pendidik kepada peserta didiknya melalui proses belajar mengajar pada lembaga pendidikan diberbagai tingkatan mulai dari tingkatan dasar, menengah sampai ke Perguruan Tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8