cover
Contact Name
Indonesian Physical Review
Contact Email
ipr.journal@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lilyangraini@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Indonesian Physical Review
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26151278     EISSN : 26147904     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Indonesian Physical Review is a peer review journal which is managed and published by Physics Departement, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Mataram. This journal is published periodically three times a year, in January, May and September. IPR is Open Accsess for all readers and includes research developments in physics both experimentally and analytically. Focus and scope include Theoritical Physics, Computation, Material sciences, Instrumentation, Biophysics, Geophysics, and Optics.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2019)" : 5 Documents clear
EFEK TRANSFLUTHRIN DAN PEMBERIAN CAMPURAN EKSTRAK BISAKON TERHADAP KERUSAKAN SEL GINJAL MENCIT Septiana Kurnia Sari; Fahimatul Khoiroh; Unggul Pundjung Juswono; Gancang Saroja
Indonesian Physical Review Vol. 2 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.26 KB) | DOI: 10.29303/ipr.v2i3.29

Abstract

Obat nyamuk  yang banyak beredar di masyarakat adalah jenis one push aerosol. Salah satu kandungannya berupa transfluthrin yang dapat menimbulkan polutan sehingga dapat mengganggu kerja dan fungsi organ ginjal. Kerusakan pada organ ginjal dapat diatasi dengan mengkonsumsi bahan-bahan dengan kandungan antioksidan serta antibiotik yang tinggi. Salah satunya dapat diperoleh dari ekstrak bisakon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek transfluthrin dan pemberian campuran ekstrak bisakon terhadap kerusakan sel ginjal mencit. Penelitian ini menggunakan 90 ekor mencit jantan dan dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), semprot negatif (S-) dan semprot positif (S+). Pemberian ekstrak bisakon diberikan secara oral dengan dosis 25,55 mg/20 g BB; 28,05 mg/20 g BB; 30,55 mg/20 g BB; 33,55 mg/20 g BB dan 35,55 mg/20 g BB, sedangkan semprotan obat nyamuk one push aerosol dengan kandungan transfluthrin diberikan sebanyak 21,3% dan 25%. Kerusakan sel ginajl mencit dilakukan dengan pengamatan terhadap gambaran mikroskopisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis antioksidan bisakon dapat menurunkan persentase kerusakan pada sel ginjal mencit.
ANALISIS PENGARUH LAMA PENGGERUSAN TERHADAP RESISTIVITAS DAN KONSTANTA DIELEKTRIK PADA PASIR BESI YANG DISINTESIS DARI KABUPATEN BIMA Fitrah Ningsih; Fitrianingsih Fitrianingsih; Lalu A. Didik
Indonesian Physical Review Vol. 2 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.218 KB) | DOI: 10.29303/ipr.v2i3.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengaruh lama pengerusan terhadap resistivitas dan konstanta dielektrik pada pasir besi yang disintesisi di Kabupaten Bima. Material magnetik dipisahkan dari pasir besi dengan menggunakan magnet permanen. Sampel pasir besi dicuci menggunakan aquades dan dikeringkan pada temperatur 200oC. Karakterisasi material pasir besi dilakukan dengan Atomic Absorption Spectrophometry (AAS), Electrical Konductivity Meter (EC),  LC Meter dengan menggunakan konstanta dielektrik dan metode analisis regresi. Hasil karakterisasi menunjukaan bahwa pasir besi di Kabupaten Bima, pada nilai konstanta dielektrik diperoleh rata-rata kapasitansi pada sampel 1 jam nilai konstata dielektrik sebesar 0.862 x 105, 2 jam 0.911 x 105, 3 jam 1.088 x 105, 4 jam 1.185 x 105 dan 5 jam 1.432 x 105. Sedangkan Sampel pasir besi ini memiliki nilai resistivitas rata-rata sebesar 10,674 x 10-4. Dari hasil pengukuran tersebut dapat disimpulkan bahwa sampel yang digers selama 5 jam mengalami peningkatan dan pemberian medan magnet yang semakin besar dapat meningkatkan nilai kapasitansi disebabkan karena pada ukuran material yang digerus selama 5 jam menjadikan ukuran material semakin kecil sehingga kandungan air didalam semakin berkurang sehingga menjadikan material tersebut banyak menyimpan muatan listrik dan Hasil perhitungan nilai resisitivitas pada penggerusan 1, 2, 3, 4 & 5 jam mengalami peningkatan hal ini disebabkan semakin lama penggerusan semakin kecil ukuran bulir pasir sehingga semakin banyak batas bulir yang dimiliki. Banyaknya batas bulir mengurangi jalan bebas rata-rata pembawa muatan sehingga akan memiliki resisitivitas yang semakin besar.
ENHANCED PERFORMANCE OF DYE-SENSITIZED SOLAR CELLS USING MELINJO PEEL (GNETUM GNEMON) DYE AS SENSITIZER Hardani Hardani; Lily Maysari Angraini
Indonesian Physical Review Vol. 2 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.917 KB) | DOI: 10.29303/ipr.v2i3.28

Abstract

It has been successfully identified and characterized by dye Melinjo peel (Gnetum gnemon) as an active material for Dye Sensitized Solar Cells (DSSC). The sample is formed in the structure of a working pair of electrode sandwiches and opposing electrodes. The dye extraction process (Dye) of the melinjo was stirred for 1 hour and then left to stand for 24 hours but there were only differences in how to doping dye into TiO2.Dye-sensitized solar cell (DSSC) is one of the photochemical electrical cells consisting of a photoelectrode, dye, electrolyte, and counter electrode. The purpose of using dyes in the DSSC is to extend the absorption spectrum to visible light because visible light has about 96% energy from sunlight. This article presents some experimental data on the nature of absorbance and the conductivity of natural dyes extracted from the plant as an application in the DSSC. Absorbance test using Spectrophotometer UV Visible 1601 PC and electrical properties test using Elkahfi 100 / Meter I-V. DSSC fabrication has been done using dye extract of melinjo (Gnetum gnemon) with a variety of immersion technique of drops and soak. The results show that natural dyes from natural material extraction have an absorbance spectrum of 380-520 nm range and the greatest conductivity is owned by melinjo (Gnetum gnemon). From the results of the test using AM Simulator 1.5G (100 mW / cm2) diesel simulator, it was found that the volume of TiO2 precursors affected the performance of DSSC solar cells and the overall conversion efficiency was 0.03% for the melinjo (Gnetum gnemon) dye by drops technique and 0.009% for the melinjo (Gnetum gnemon) dye by soak technique.
STUDI FABRIKSI DYE SENSITIZED SOLAR CELLS (DSSC) MENGUNAKAN DYE CELLOSIA ARGENTUM Muh Iman Darmawan
Indonesian Physical Review Vol. 2 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.388 KB) | DOI: 10.29303/ipr.v2i3.33

Abstract

Energi yang berasal dari fosil semakin berkurang dan tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu banyak para ahli mencari alternatif lain untuk menciptakan energi baru yang bersifat renewable, dan Dye-sensitized solar cell (DSSC) merupakan salah satunya. Pada penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui karakterisasi sifat kelistrikan material Dye Cellosia Argentum .Penelitian dilakukan di Laboratorium Material FMIPA UNS. Uji absorbansi menggunakan Spectrophotometer UV Visible 1601 PC dan Uji arus dan tegangan (I-V) menggunakan kethlay. Hasil ini menunjukkan bahwa beberapa bahan pewarna alami dari ekstraksi bahan organik alam memiliki spektrum absorbansi kisaran 300-800 nm, yang mempunyai potensi sebagai DSSC.Kata kunci : DSSC, Organik Alam, Elektroda Lawan.
THE THICKNESS OF A THIN FILM SYNTHESIZED FROM LIDAH MERTUA PLANT (SANSEVIERIA TRIFASCIATA) USING A DIP COATING METHOD Ervina Sandra Dewi; Siti Alaa; Dian Wijaya Kurniawidi; Susi Rahayu
Indonesian Physical Review Vol. 2 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.668 KB) | DOI: 10.29303/ipr.v2i3.34

Abstract

A study has been conducted on the characterization of optical properties of thin films from lidah mertua (Sansevieria trifasciata) with dip coating method. The dip coating method was applied with different temperature and different time immersion treatments. The measuring variables in the manufacture of this thin film were tested based on the optical properties of their absorbance value of the extract and the thicknessof thin film. The absorbance spectral of extraction pigments were measured using UV-Vis in the wavelength range 350 nm to 700 nm. The results of the measurements showed that the extract of the S. trifasciata has high absorbance. Beside that, the minimum coating thickness is produced by a concentration of 12.5% with a 5 minute immersion time of 520 nm.

Page 1 of 1 | Total Record : 5