Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

pengaruh radiasi gelombang radio Wi-Fi pada kandungan protein telur ayam ras fajariyah, aviana; juswono, unggul pundjung; widodo, chomsin sulistya
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian tentang pengaruh radiasi gelombang radio Wi-Fi pada kandungan protein telur ayam ras.pendugaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama paparan dan jarak paparan radiasi gelombang radio Wi-Fi terhadap kandungan protein telur ayam ras. Pengambilan data dilakukan dengan mendekatkan telur ayam ras pada sumber gelombang radio Wi-Fi  dalam variasi jarak dan waktu paparan. Telur-telur tersebut kemudian diuji dengan menggunakan spektrofotometer untuk menganalisa kandungan proteinnya Hasil penelitian menunjukkan lama paparan dan jarak paparan berpengaruh terhadap penurunan nilai kandungan protein telur ayam ras. Penurunan kandungan protein dipengaruhi oleh vibrasi (getaran) yang dihasilkan gelombang radio tersebut. Semakin lama waktu pemaparan maka radiasi yang diterima telur akan semakin banyak dan semakin dekat jaraknya maka radiasi yang diterima telur juga akan semakin banyak. Kata Kunci: Wi-Fi, gelombang radio, radiasi, telur ayam dan protein.
PENGUKURAN EFEKTIVITAS TANAMAN BAYAM (Amaranthus sp.) DALAM PENYERAPAN LOGAM TIMBAL (Pb) PADA LAHAN TPA SUPIT URANG, MALANG Sari, Septiana Kurnia; juswono, unggul pundjung; widodo, chomsin sulistya
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk mengukur efektivitas tanaman bayam (Amaranthus sp.) dalam menyerap logam timbal (Pb) pada lahan TPA Supit Urang, Malang. Penelitian dilakukan terhadap tanaman bayam yang ditumbuhkan dalam media tanah yang terkontaminasi logam berat Pb dengan konsentrasi awal 3,33 ppm. Pengamatan dilakukan dalam waktu 7, 11, 15, 19, 23 dan 27 hari setelah masa penanaman. Sampel tanaman dipisahkan antara bagian akar, batang dan daun. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi Pb dalam tanah berkurang dan pada tanaman meningkat. Selama 27 hari, konsentrasi Pb dalam tanah yang ditanami bayam berkurang hingga 0,91 ppm. Pada awal pengamatan, konsentrasi Pb pada akar, batang dan daun tanaman bayam berturut-turut sebesar 1 ppm, 0,91 ppm dan 0,75 ppm. Pada akhir pengamatan, konsentrasi Pb pada akar, batang dan daun tanaman bayam berturut-turut sebesar 1,31 ppm, 1,15 ppm dan 1,09 ppm. Kata kunci : fitoremediasi, timbal (Pb), tanah, tanaman bayam
IDENTIFIKASI AREA GTV TUMOR ASTROSITOMA DAN KANKER SERVIKS MELALUI NILAI BILANGAN CT (BCT) Wijayanti, Lovina; Juswono, Unggul Pundjung; Martono, Sri; Fadhil, Ubaidillah
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu prosedur penting dalam perencanaan radioterapi eksternal (Treatment Planning System) adalah penentuan area kanker primer (Gross Tumor Volume / GTV) dan penyebarannya. Penentuan kanker dilakukan secara teliti melalui prosedur Treatment Planning System. Penelitian ini melakukan segmentasi area kanker primer berdasarkan nilai bilangan CT (BCT) yang diidentifikasi dari hasil citra CT–Scan pasien. Rentang nilai BCT kanker ditentukan dengan teknik analisa statistik deskriptif dari data numerik yang diperoleh dari file DICOM (Digital Imaging and Communications in Medicine) CT–Scan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BCT = +31 HU sampai dengan +38 HU mengindikasikan lokasi tumor astrositoma di bagian kiri otak pasien PX–1. Nilai BCT = +7 HU sampai dengan +45 HU pada pasien PY–1  menunjukkan area hipodensitas pada GTV kanker serviks. Sedangkan nilai BCT = +6 HU sampai dengan +49 HU pada pasien PX–2 menunjukkan densitas yang relatif homogen pada area CTV (Clinical Target Volume) kanker serviks. Kata Kunci : Bilangan CT, DICOM, CT–Scan, astrositoma, kanker serviks, radioterapi eksternal
EFEKTIVITAS PENYERAPAN LOGAM BERAT Cu DAN Cr OLEH KARBON AKTIF BONGGOL JAGUNG DAN KARBON AKTIF SEKAM PADI PADA AIR LINDI TPA (TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR) SAMPAH Budi Ratna Sari, Nidya Alverina; Juswono, Unggul Pundjung; Nuriyah, Lailatin
Physics Student Journal Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics - Faculty of Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang efektivitas penyerapan logam berat Cu dan Cr oleh karbon aktif bonggol jagung dan karbon katif sekam padi pada air lindi TPA sampah. Diketahui bahwa karbon aktif merupakan salah satu jenis bahan penyerap dan dapat dibuat dari bahan yang mememiki kandungan karbon, diantaranya yaitu bonggol jagung dan sekam padi. Penelitian ini ingin memanfaatkan karbon aktif yang dibuat dari bahan bonggol jagung dan sekam padi untuk digunakan sebagai bahan penyerap (adsorben) pada air lindi di TPA Supit Urang Malang yaitu kandungan logam berat Cu dan Cr.Pada penelitian ini menggunakan variasi waktu yaitu 15, 30, 45, 60 dan 75 menit. Dari hasil percobaan diperoleh nilai kapasitas adsorpsi (q)  maksimumpada waktu optimum yang mampu dicapai oleh masing-masing karbon aktif dalam range waktu 15-75 menit. Pada karbon aktif bonggol jagung diperoleh q=0,4631 mg/g pada 75 menit (Cu) dan q=0,2933 mg/g pada 60menit (Cr). Sedangkan pada karbon aktif sekam padi diperoleh q=0,4303 mg/g  pada 35 menit (Cu) dan q=0,1385 mg/g pada  75 menit (Cr).Dari hasil data tersebut menunjukkan bahwa efektivitas adsorpsi karbon aktif bonggol jagung lebih baik dibandingan dengan adsorpsi karbon aktif sekam padi.Hasil ini diperoleh dari percobaan menggunakan limbah buatan maupun limbah air lindi TPA.
ISOLASI MINYAK ATSIRI KENANGA (Cananga odorata) MENGGUNAKAN METODE DISTILASI UAP TERMODIFIKASI Rachmawati, Ranny Cahya; Retnowati, Rurini; Juswono, Unggul Pundjung
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.07 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi minyak kenanga dari bunga kenanga (Cananga odorata) dengan menggunakan distilasi uap termodifikasi selama 8 jam, mengkarakterisasi sifat fisik dan menganalisa komponen penyusun minyak kenanga menggunakan kromatografi gas spektroskopi massa (KG-SM). Analisa komponen penyusun minyak kenanga hasil distilasi uap dibandingkan dengan metode distilasi uap dan air, distilasi air dan ekstraksi superkritis fluida. Minyak kenanga yang dihasilkan berwarna kuning muda dengan sebesar 1,066 %, indeks bias 1,4943 (25 oC) dan berat jenis 0,9154 g/mL (20 oC). Hasil analisa komponen penyusun minyak kenanga menggunakan KG-SM menunjukkan bahwa terdapat 24 komponen teridentifikasi dan komponen utama dalam minyak kenanga yaitu β-kariofilen (19,39 %), germakren-D (13,36 %), linalool (11,28 %) dan α-humulen (9,46 %). Senyawa linalool, sebagai penentu kualitas minyak kenanga, pada penelitian ini memiliki persentase yang relatif lebih besar dibandingkan dengan metode isolasi lain. Kata kunci: distilasi uap, minyak kenanga, Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa, linalool
PENGARUH VOLUME MINYAK KENANGA (Cananga odorata) TERHADAP AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIRADIKAL BEBAS Utomo, Amalia; Retnowati, Rurini; Juswono, Unggul Pundjung
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.65 KB)

Abstract

Aktivitas antiradikal minyak kenanga telah diteliti pada penelitian ini. Minyak kenanga diperoleh dari isolasi bunga kenanga (Cananga odorata) dengan distilasi uap pada tekanan 1,39 atm, selama 8 jam dan dilakukan analisis komponennya menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (KG-SM). Aktivitas antiradikal dilakukan terhadap radikal bebas dalam minyak jagung yang diradiasi sinar UV panjang gelombang (λ) = 254 nm, selama 40 menit. Aktivitas antiradikal ditentukan dengan Electron Spin Resonance (ESR) pada penambahan volume minyak kenanga sebanyak 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 μL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume minyak kenanga mempengaruhi aktivitasnya sebagai antiradikal dalam minyak jagung. Aktivitas optimal antiradikal minyak kenanga terhadap radikal hidroksil (80,5%), alkil (50%), dan peroksil (42,8%) diperoleh pada penambahan 7 μL minyak kenanga. Senyawa yang diduga berkontribusi pada aktivitas antiradikal adalah benzil benzoat dan p-metilanisol. Kata kunci: antiradikal, Electron Spin Resonance, minyak kenanga. 
ISOLASI DAN KARAKTERISASI DARI MINYAK BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum) KERING HASIL DISTILASI UAP Prianto, Henny; Retnowati, Rurini; Juswono, Unggul Pundjung
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.577 KB)

Abstract

Minyak cengkeh diisolasi dari bunga cengkeh (Syzigium aromaticum) kering dan dikarakterisasi berdasarkan sifat fisik dan Kromatografi Gas – Spektroskopi Massa (KG-SM). Isolasi dilakukan dengan metode distilasi uap selama 8 jam. Karakterisasi minyak cengkeh berdasar sifat fisik yang meliputi warna, bau, indeks bias, dan berat jenis. Analisis komponen minyak cengkeh menggunakan KG-SM.  Hasil isolasi diperoleh minyak cengkeh dengan rendemen 8,6 %. Minyak cengkeh yang diperoleh berwarna kuning muda, berbau khas cengkeh, indeks bias (20 oC) 1,5356 dan bobot jenis (15 oC) 1,0663 g/mL. Hasil analisis menggunakan KG-SM menunjukkan bahwa minyak cengkeh mengandung 6 komponen yaitu, eugenol 81,2 %, trans-karyofilen 3,92 %, alfa-humulen 0,45 %, eugenil asetat 12,43 %, karyofilen oksida 0,25 % dan trimetoksiasetofenon 0,53 %. Fakta lain menunjukkan bahwa pengeringan bunga cengkeh menyebabkan hilangnya beberapa komponen yang mudah menguap dalam minyak cengkeh. Kata kunci: distilasi uap, Kromatografi Gas – Spektroskopi Massa, minyak bunga cengkeh, Syzygium aromaticum
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI MINYAK BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum) KERING BERDASARKAN AKTIVITAS ANTIRADIKAL YANG DITENTUKAN MENGGUNAKAN Electron Spin Resonance Nurjannah, Dian Ayu; Retnowati, Rurini; Juswono, Unggul Pundjung
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.192 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada penelitian ini, dilakukan uji aktivitas antiradikal terhadap minyak cengkeh. Minyak cengkeh yang digunakan diperoleh dari hasil isolasi bunga cengkeh menggunakan distilasi uap selama 8 jam dan dilakukan karakterisasi menggunakan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (KG-SM). Uji aktivitas antiradikal menggunakan Electron Spin Resonance (ESR) dilakukan terhadap radikal bebas dalam minyak jagung yang telah diradiasi dengan sinar UV pada λ= 254 nm selama 40 menit dengan variasi penambahan volume minyak cengkeh sebanyak 45, 50, 55, 60, 65 µL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume minyak cengkeh mempengaruhi aktivitasnya sebagai antiradikal. Aktivitas optimal antiradikal minyak cengkeh terhadap radikal alkil (60%), hidroksil (48,57%), dan peroksil (35,71%) diperoleh pada penambahan 55 µL minyak cengkeh. Penurunan luas kurva resonansi minyak cengkeh dan eugenol hampir sama, sehingga senyawa yang diduga berkontribusi pada aktivitasnya sebagai antiradikal adalah eugenol. Kata kunci: antiradikal, Electron Spin Resonance, minyak cengkeh
EFEK TRANSFLUTHRIN DAN PEMBERIAN CAMPURAN EKSTRAK BISAKON TERHADAP KERUSAKAN SEL GINJAL MENCIT Septiana Kurnia Sari; Fahimatul Khoiroh; Unggul Pundjung Juswono; Gancang Saroja
Indonesian Physical Review Vol. 2 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.26 KB) | DOI: 10.29303/ipr.v2i3.29

Abstract

Obat nyamuk  yang banyak beredar di masyarakat adalah jenis one push aerosol. Salah satu kandungannya berupa transfluthrin yang dapat menimbulkan polutan sehingga dapat mengganggu kerja dan fungsi organ ginjal. Kerusakan pada organ ginjal dapat diatasi dengan mengkonsumsi bahan-bahan dengan kandungan antioksidan serta antibiotik yang tinggi. Salah satunya dapat diperoleh dari ekstrak bisakon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek transfluthrin dan pemberian campuran ekstrak bisakon terhadap kerusakan sel ginjal mencit. Penelitian ini menggunakan 90 ekor mencit jantan dan dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), semprot negatif (S-) dan semprot positif (S+). Pemberian ekstrak bisakon diberikan secara oral dengan dosis 25,55 mg/20 g BB; 28,05 mg/20 g BB; 30,55 mg/20 g BB; 33,55 mg/20 g BB dan 35,55 mg/20 g BB, sedangkan semprotan obat nyamuk one push aerosol dengan kandungan transfluthrin diberikan sebanyak 21,3% dan 25%. Kerusakan sel ginajl mencit dilakukan dengan pengamatan terhadap gambaran mikroskopisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis antioksidan bisakon dapat menurunkan persentase kerusakan pada sel ginjal mencit.
Analysis of Potential Differential Characteristics of Albumin Membranes and Vitelin Membranes Quail Eggs (Cortunix cortunix) Due to Hydrogen Peroxide Fluid Ummu Hidayati Mardiyah; Didik Rahadi Santoso; Unggul Pundjung Juswono
Natural B, Journal of Health and Environmental Sciences Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Natural B, Journal of Health and Environmental Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.934 KB) | DOI: 10.21776/ub.natural-b.2017.004.01.10

Abstract

The research of analysis the potential difference characteristic of albumin and vitelline membranes quail egg (Coturnix Coturnix) due to contaminated by hydrogen peroxide (H 2 O 2 ) was conducted to determine the effect of hydrogen peroxide (toxic) against the resistance of a cell. Hydrogen peroxide (H 2 O 2 ) is one group of reactive oxygen species (ROS) that can damage lipids, proteins and nucleic acids because they can diffuseion freely passed by bilayer membrane, so that the hydrogen peroxide concentration needs to be controlled. The resistance of a cell can be determined from changes in the value of the measured membrane potential. The method used in the research applied a microelectrode connected with unity gain differential amplifier and PicoScope. The measurement results show that there is a change the potential difference at the albumin membrane and vitellin membrane of quail egg due to contaminated hydrogen peroxide (H 2 O 2 ). The highest value of the membrane potential difference in the concentration 0 ppm at the albumin membrane is (-144 ± 2 mV) and the vitelline membrane is (-172 ± 3 mV), while the lowest value of the potential difference in the concentration 4000 ppm is (-8 ± 2 mV) at the albumin membrane and (-18 ± 1 mV) at the vitellin membrane.