cover
Contact Name
Sylvia Yazid
Contact Email
sylvia_yazid@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
aihiiijir@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.S. Fatmawati No. 1, Pondok Labu, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of International Relations
ISSN : 2657165X     EISSN : 25484109     DOI : -
Core Subject : Social,
IJIR is a scientific journal focuses on the issues of states relations both in the regional and international scope. Mostly on, but not limited to, Indonesia and the Southeast Asian region. IJIR is published by and served as the official journal of the International Relations National Association in Indonesia. It aims to publish high-quality articles as an academic contribution and foreign policy considerations through the dissemination of highly stimulated theoretical and empirical research with a clear methodology for international readers.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2018): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS" : 6 Documents clear
Peran ASEAN Security Community dalam Persengketaan Laut China Selatan (Studi dari tahun 1930 hingga 2016) Sukma Ayu Putri
Indonesian Journal of International Relations Vol 2 No 2 (2018): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.742 KB) | DOI: 10.32787/ijir.v2i2.35

Abstract

Keterlibatan ASEAN dan AS untuk ikut serta dalam upaya penyelesaian sengketa  mewarnai dinamika sengketa LCS dalam menemui jalan penyelesaian sepenuhnya maupun mencegah konflik dan konfrontasi militer. Keenam negara (China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, Taiwan) saling adu klaim kedaulatan atas wilayah LCS dan mengerahkan segala upaya demi pengakuan atas wilayah LCS. Tulisan ini membahas bagaimana dinamika sengketa LCS dan peran ASEAN security community dalam mengelola sengketa yang terjadi untuk mencegah timbulnya konflik besar, termasuk didalamnya bagaimana pembentukan dokumen DOC dan COC yang dimaksudkan untuk mencapai kesepakatan antar negara-negara yang bersengketa. 
FAKTOR PENGHAMBAT DIPLOMASI CPO INDONESIA DI PASAR EROPA Denada Faraswacyen Gaol
Indonesian Journal of International Relations Vol 2 No 2 (2018): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.971 KB) | DOI: 10.32787/ijir.v2i2.47

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Selama puluhan tahun Indonesia memasok CPO ke pasar internasional termasuk Uni Eropa sebagai bahan baku industry pangan, kosmetik, obat-obatan, dan lain-lain. Namun sejak 2015 ekspor CPO Indonesia mengalami hambatan nontariff yaitu isu deforestasi, kebijakan labelling “palm oil free”, isu kesehatan, dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode deskriptif, dan data sekunder dari sumber ilmiah berupa jurnal, dokumen, laporan, publikasi media massa beberapa tahun terakhir, dan rilis website resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat diplomasi CPO Indonesia ke pasar Eropa dibagi dalam dua penyebab yaitu faktor internal berupa sertifikasi lahan sawit (ISPO) yang tidak diakui oleh Eropa, kegagalan pemerintah me-lobby APEC untuk memasukkan perkebunan sawit dalam kategori hutan, dan kurangnya sinergi lintas instansi untuk satu suara menghasilkan strategi nasional. Sedangkan hambatan eksternal berupa kebijakan proteksionisme terhadap infant industry, label non environmental goods yang mengandung CPO pada produk makanan yang beredar di Eropa, promosi Renewable Energy Directive (RED) kepada semua negara Uni Eropa untuk segera memberlakukan kebijakan tersebut, paradoks Kebijakan UE yang mengangkat isu lingkungan tetapi upayanya memperluas perkebunan minyak nabati local dengan menggusur lahan pertanian lainnya dan tidak mampu menyerap gas emisi karbon karena hanya jenis tanaman pendek yang penyerapan tidak lebih maksimal dari tanaman kelapa sawit, dan terakhir adalah joint campaign negara produsen CPO.  Kata kunci: CPO, diplomasi, hambatan nontarif, Uni Eropa 
Krisis Rohingya Di United Nations Security Council : Analisis Politik Biroktatik Nur Azizah
Indonesian Journal of International Relations Vol 2 No 2 (2018): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.259 KB) | DOI: 10.32787/ijir.v2i2.48

Abstract

Abstrak Serangan 27 Agustus 2017 yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar melalui militer yang dibantu oleh umat Buddha pribumi telah menjadi salah satu gelombang terburuk dari ledakan krisis, dengan bukti bahwa militer telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Militer melakukan kekerasan, massa pembunuhan, pemerkosaan disertai dengan kekerasan seksual, serta pembakaran massal properti yang dimiliki oleh Rohingya. Sebagai lembaga yang berfungsi sebagai garda depan dalam memberikan aksi terhadap pemeliharaan keamanan dan perdamaian dunia, UNSC diharapkan untuk menyelidiki kasus ini dan memberikan kebijakan yang tegas, baik dalam bentuk sanksi atau merekomendasikan agenda ini di ICC. Sayangnya, kebijakan perusahaan yang diharapkan tidak terjadi dengan stagnasi diskusi tentang krisis di UNSC. Dalam studi ini, penulis mencoba untuk menjelaskan apa alasan di balik perjuangan UNSC untuk menghasilkan kebijakan perusahaan di forum. Kata kunci: Rohingya, Krisis Myanmar, Proses Pengambilan Keputusan, UNSC
Penumbangan Rezim melalui Gerakan Masyarakat Dunia Maya (Media Sosial) di Timur Tengah Taufik Taufik
Indonesian Journal of International Relations Vol 2 No 2 (2018): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.736 KB) | DOI: 10.32787/ijir.v2i2.55

Abstract

Social media has become a new alternative in the field of communication in the circle of people's lives in the Middle East which offers freedom especially in terms of self-expression, something that has been hindered by the censorship of anti-critic dictatorial regimes. Unpredictably, the expression of disappointment expressed by Middle Eastern society towards the government through social media can be a lighter revolution that hit the Middle East countries in 2011. The purpose of this research is to know, explore, and describe some of the links between the revolution, the public sphere, and the movement of society through social media in the Middle East. A revolution in Tunisia in 2011 has been a generator of community movements in overthrowing the muscle rigid regimes in some Middle Eastern countries such as Egypt and Libya.
Pengaruh Prinsip Konfusianisme terhadap Politik Luar Negeri Tiongkok dalam Menghadapi Gagasan Universalitas HAM Barat Indah Gitaningrum
Indonesian Journal of International Relations Vol 2 No 2 (2018): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.917 KB) | DOI: 10.32787/ijir.v2i2.60

Abstract

This paper aims to describe the influence of Confucianism in China’s foreign policy concerned in the human rights issue as a counter of Western universality discourse. Since The Universal Declaration of Human Rights was ratified in 1948, all nations have committed to agree in uniformity and implement it into action in the name of human rights based on the universality. The idea of Western universality always demands individual freedom and equality as a basic of human rights. This is different from the view of Confucianism which does not recognize the rights but only the obligations. Instead of individual rights, security of the community and shared prosperity are more important and must be prioritized rather than individual interests. This research uses Hobbes perspective about power relation and governance and shows that culture, ideology, and beliefs system have an important role in determining states’ foreign policies.
DNA dalam Politik Luar Negeri Sylvia Yazid
Indonesian Journal of International Relations Vol 2 No 2 (2018): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.244 KB) | DOI: 10.32787/ijir.v2i2.61

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 6