cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 16 No 2 (2016)" : 10 Documents clear
Analisis Pola Pergerakan Penduduk dalam Mengkonsumsi Fasilitas Sosial di Kawasan Pinggiran Kota (Studi Kasus: Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar) Putra, Welky Afriza; Masrizal, Masrizal; Astuti, Puji
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Lahan terbangun di kota semakin melebar melampaui batas administrasi kota karena semakin pesatnya pertumbuhan penduduk. Kota Pekanbaru juga  mengalami hal yang sama sehingga daerah-daerah yang bukan termasuk wilayah administrasi Kota Pekanbaru pun ikut terkena imbasnya. Sebagian besar kawasan tersebut dijadikan tempat bergerak permukiman termasuk di daerah kecamatan Siak Hulu, sehingga kebutuhan akan aktifitas sosial masyarakat diduga tidak dapat terpenuhi secara optimal. Untuk mengidentifikasi pola pergerakan dalam mengkonsumsi fasilitas sosial di kawasan pinggiran Kota Pekanbaru diadakan penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk menggali informasi dan pendapat dari responden di lokasi penelitian tentang alasan-alasan responden di suatu daerah permukiman yang terdapat di perbatasan dan pinggiran.Untuk analisis faktor pemilihan lokasi pemukiman digunakan metode pendekatan deduktif. Pendapat dominan dari responden merupakan cerminan lokasi yang paling ideal dan mengindikasikan bagaimana pola pergerakan mengkonsumsi yang dilakukan oleh masyarakat di permukiman pinggiran untuk kegiatan yang menggunakan fasilitas sosial. Sampel penduduk diperoleh dari rumah tangga yang ada di wilayah penelitian yaitu rumah tangga Desa Tanah Merah, Desa Pandau Jaya dan Desa Kubang Jaya. Desa-desa tersebut akan diobservasi dengan penyebaran kuesioner dengan teknik purposive random sampling yang artinya sample diambil secara acak untuk suatu tujuan. Tingkat keterkaitan (ketergantungan) antara kawasan pinggiran dengan kawasan pusat Kota Pekanbaru dalam mengkonsumsi fasilitas sosial yang berskala lebih kecil atau dalam lingkup desa, secara umum menunjukan proporsi yang relatif tinggi, hal ini ditunjukan dari besarnya persentase penduduk yang mengkonsumsi fasilitas pendidikan SMU, Perguruan Tinggi (PT)/ Akademi, fasilitas tersier dan sekunder, fasilitas rekreasi/liburan, yang persentasenya rata-rata lebih dari 30 %. Terdapat gejala bahwa penduduk kawasan pinggiran tidak selalu mengkonsumsi fasilitas sosial terdekat. [EN] With existence of farm the need for, make farm is woke up in city growing intemperate melebar city administration, with growing fast its townee growth Pekanbaru then area that is not entered Administrasi region Pekanbaru city even also follows hit its glimpse because can be a large part of areas are referred made setlement place and aktivity social for society, entered in area district Siak Hulu. His Research is research qualitative descriptive that is bent on to dig information and opinion from responder in research location about responder reasons in a setlement area that existed in border and Suburban. factor analysis of settlement location choice are used deductive approach method, that is research that base theories that already exist and conducted verification. Dominant Opinion from responder is location reflection the most ideal and indication how pattern of consumption movement that conducted by society in setlement suburban in area of social. Intake sampel is conducted unutuk getting the picture of population situation that actually. Sampel resident is obtained/got from home doorstep that exist in research region that is household countryside Raddle, countryside Pandau Jaya and countryside Kubang Jaya. Referred will diobservasi with spreading quesioner with technique random purposive sampling with the meaning reading copy taken at random for a target. Where reading copy are disseminated at three countrysides referred with household amount entire as high as 15. 199 family heads with the average of 4 soul of doorstep per-houses. Dependability level (dependable) between boundary area and downtown area Pekanbaru in consumption of social facility that have the scale of smaller or in scope countryside, in general show proportion that relative high, this condition are pinpointed from level of resident percentage that consumption of education facility SMU, College)/Academy, tertiary facility and sekunder, recreation facilities/vacation, that its percentage average more than 30 %. There is symptom that resident of boundary area not always consume social facility closest.
Kajian Progress Fisik pada Proyek Pembangunan Spillway Dalam Kondisi Force Majeure Sapitri, sapitri
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Terjadinya cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi (mencapai 432 mm/hari), mengakibatkan bangunan Spillway yang dalam proses pekerjaan runtuh dan hanyut terbawa oleh derasnya aliran air. Tujuan dari kajian ini adalah menghitung nilai yang wajar untuk dibayarkan terhadap pekerjaan bangunan spillway yang telah hanyut terbawa bencana banjir tersebut. Metode yang digunakan yaitu review terhadap dokumen BOQ, harga satuan dan dokumentasi proyek.Wawancara juga dilakukan sebagai cross check volume hasil realisasi pekerjaan. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, dapat direkomendasikan sejumlah biaya yang wajar untuk dibayarkan kepada kontraktor (meskipun hasil fisik pekerjaan spillway tidak terlihat karena hanyut terbawa banjir). Rekomendasi ini terdiri dari dua skenario biaya yaitu : (i) estimasi biaya tanpa material on site, dan (ii) estimasi biaya dengan material on site (material sisa yang hilang/hanyut). Hasil kajian menunujukkan bahwa biaya yang dapat diklaim dan wajar untuk dibayarkan kepada penyedia jasa yaitu sebesar Rp. 49,957,224,000.00 dengan bobot progress pekerjaan keseluruhan 73.14% (dari negosiasi). Sedangkan hasil perhitungan untuk jumlah material on site yang dapat dibayarkan oleh pihak owner secara keseluruhan yaitu sebesar Rp. 1,033,394,144.00.Jika material on site dapat dibayarkan maka total perkiraan/estimasi pekerjaan spillway yaitu sebesar Rp. 50,990,618,140.00. Harga ini lebih rendah Rp. 615,381,860.00 dari biaya yang ada pada laporan kontraktor. [EN] Extreme weather with high rainfall (reaches 432 mm / day) lead the spill way which wasunder construction proseshascollapsed and washed away by the swift flow of water. The purpose of this study is to calculate the reasonablecost that could be paid for that spillway building that has been losted. The method used is by review the documents of BOQ and unit price as well as the project’s documentation. The interviews were also conducted as a cross check for the realizationvolume. Based on the research result, a number of reasonable coststhat could be paid to the contractor was recommended (although the physic of spill way has washed away).The recommendation consists of two scenarios, they are: (a) the estimated costs without material on site, and (b) the estimated costs with material on site (costs of the leftover material). The result of this study shows that the reasonable costs that could be paid to the contractor is Rp. 49,957,224,000.00 with the weight of overall work progress is 73.14%.While the result of calculation for the material on site which could be paid by the owner to the contractor is Rp. 1,033,394,144.00. If the material on site could be paid, the total cost estimation for the spill way project is Rp. 50,990,618,140.00. It is lower Rp. 615,381,860.00 than the cost report of contractor.
Analisis Efektifitas Penggunan Excavator Long Arm dan Excavator Standart Arm Pada Kegiatan Normalisasi Sungai Muara Kelantan Kabupaten Siak Sri Indrapura Saputra, Rakhamat Danney; Mildawati, Roza
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Perkembangan pembangunan di Provinsi Riau pada umumnya dan pada Kabupaten Siak Sri Indrapura khususnya sudah menunjukkan peningkatan yang cukup pesat dan menjanjikan. Selain gedung dan infrastruktur pendukung lainnya, Pemerintah Kabupaten Siak Sri Indrapura juga membangun saluran irigasi sekunder dan primer sebagai aliran untuk pertanian dan untuk pencegah banjir. Mengingat luas area galian di dua titik, sehingga tidak mungkin dikerjakan dengan menggunakan tenaga konvensional biasa, karena memerlukan waktu dan biaya yang sangat besar, maka di lakukan pemindahan tanah secara mekanis. Alat berat yang di gunakan yaitu excavator long arm dan excavator standart arm. Berdasarkan hasil penelitian pada pekerjaan normalisasi Sungai Muara Kelantan Kabupaten Siak dapat diketahui efektifitas dan hasil produktivitas,waktu, dan biaya. Dengan menggunakan alat excavator long arm untuk pekerjaan galian saluran sekunder diketahui total quantitas volume galian 130.290 M3. Besar biaya per jam yaitu Rp 514.360,- , maka total biaya yang diperlukan yaitu Rp Rp 579.683.720,- dan menggunakan excavator standart arm diketahui total quantitas volume galian 130.290m3, dengan besar biaya sewa per jam yaitu Rp 467.286 maka total biaya yang diperlukan Rp 549.528.336. Penggunaan alat excavator standart arm lebih efisien dari pada penggunaan  alat excavator standart arm. [EN] Development in Riau Province in general and on the Siak Sri Indrapura in particular has shown a considerable increase rapidly and promising. In addition to building and supporting infrastructure, the Government of Siak Sri Indrapura also build irrigation canals as a secondary and primary school for agriculture and for flood prevention. Given the area excavated at two points, so it can not be done with the use of conventional, because it takes time and a very large cost, then do earthmoving mechanically. Heavy equipment in use that long arm excavators and excavator standard arm. Based on the results of research on the work of the normalization of Muara Sungai Kelantan Siak knowable effectiveness and productivity gains, time, and cost. By using a long arm excavator for excavation work secondary channel known total volume quantities of excavation 130 290 M3. The cost per hour of USD 514 360, -, then the total cost needed is Rp Rp 579 683 720, - and using standard arm excavator known total 130.290m3 excavation volume quantities, with large hourly rental fee of USD 467 286, the total cost required USD 549 528 336. The use of standard arm excavator more efficient than the use of a standard excavator arm.
Indikasi Struktur Patahan Berdasarkan Data Citra Satelit dan Digital Elevation Model (DEM) Sungai Siak, Tualang dan Sekitarnya Sebagai Pertimbangan Pengembangan Pembangunan Wilayah Choanji, Tiggi
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Struktur patahan dapat ditunjukkan dengan adanya indikasi yang berupa  pola kelurusan sungai, adanya offset litologi, dan lainnya. Berdasarkan data citra satelit dan digital elevation model terdapat kemunculan indikasi adanya struktur patahan pada daerah tualang dan sekitarnya. Hal ini terlihat dari kelurusan Sungai Siak. Anomali ini sangat terlihat jelas pada pola aliran sungai yang menujukkan perubahan signifikan pada daerah hulu yang berbentuk meander / berkelok kemudian berubah seketika menjadi bentuk straight/ lurus. Hal ini menunjukkan adanya indikasi struktur patahan. Berdasarkan  kenampakan citra satelit terlihat adanya offset perbukitan yang bergeser dengan pergerakan patahan. Hal ini juga didukung dengan data pendukung kerangka tektonik cekungan sumatera tengah yang menandakan adanya fase kompresi selama Oligosen Tengah sampai Miosen Tengah dengan arah tegasan Utara – Selatan dan mengalami reaktivasi pada pliosen – pleistosen. Hal ini diharapkan menjadi perhatian bagi daerah – daerah yang akan dilalui patahan tersebut berkaitan dengan pengembangan pembangunan, karena setiap pergerakan lempeng terjadi bisa mereaktifasi patahan tersebut dan mempengaruhi daerah – daerah disekitarnya. [EN] The fault structure can be shown by several indication such as pattern of alignment of the river, the offset lithology, and others. Based on data from satellite imagery and digital elevation models there are emergence of indications of faults structure in the Tualang Area and its surroundings, It is seen from the lineament of the Siak river, these anomalies are very clearly shown in the flow pattern of the river that showed significant changes in upstream areas which start from meanders type of channel and then changed instantly into straight shape as an indication of fault structure. Based on feature on satellite image, there are shifting hills by fault movement. This is also supported by a tectonic framework of  Central Sumatran Basin, which indicates the compression phase during Middle Oligocene to Middle Miocene with trend towards North - South direction and reactivated in the Pliocene - Pleistocene. It has to be considered for the regional development in the area which will be affected by the fault structure, because every movement of the plates can reactivate the fault and affects the surrounding areas.  
Evaluasi Desain Struktur Gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru Terhadap Gempa Berdasarkan SNI 03-1726-2012 Anggraini, Diandri; Dewi, Sri Hartati
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Di Indonesia sering terjadi bencana alam, gempa bumi yang mengakibatkan banyak bangunan yang mengalami kerusakan bahkan keruntuhan. Untuk memitigasi kerusakan bangunan gedung akibat gempa bumi di Indonesia, maka telah dikeluarkan strandar peraturan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan yang dijadikan Standar Nasional Indonesia SNI 1726 : 2012. Pada penelitian ini peneliti tertarik untuk melakukan evaluasi desain struktur berupa evaluasi detailing komponen struktur dan Strong Column Weak Beam( SCWB ) gedung Office Pemuda City Walk yang meliputi persyaratan geometri, tulangan lentur, dan tulangan transversal pada kolom apakah sudah memenuhi persyaratan agar mampu menerima gaya dalam yang mengakibatkan oleh beban gempa berdasarkan standar peraturan terbaru SNI 1726 : 2012 dan SNI 03-2847-2002. Penelitian dilakukan pada gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Pemuda, Pekanbaru, Riau. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian studi literatur yang menggunakan data – data sekunder berupa gambar perencana, terutama gambar detail struktur gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk, dan lain – lainnya. Dari hasil analisa perhitungan, didapatkan gaya geser dasar gempa (V) yang dipikul oleh struktur gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru sebesar 120,176 ton. Berdasarkan hasil analisa menggunakan SNI 03-2847-2002, detailing komponen struktur kolom pada setiap portal yang ditinjau yang meliputi geometri, tulangan lentur, dan tulangan geser telah memenuhi persyaratan di mana gaya – gaya yang bekerja pada struktur lebih kecil dari gaya – gaya yang direncanakan. Selain itu juga diperoleh nilai – nilai momen nominal maksimal kolom (Me) lebih besar dari 6/5 momen nominal balok (6/5Mg) pada setiap kolom dan balok yang saling bertemu disetiap portal yang ditinjau, sehingga telah memenuhi persyaratan Strong Column Weak Beam (SCWB). Dapat disimpulkan bahwa desain struktur gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru yang meliputi komponen struktur balok dan kolom telah memenuhi persyaratan dan aman dalam menerima beban gempa yang terjadi berdasarkan SNI 03-1726-2012 dan SNI 03-2847-2002. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan untuk perencanaan selanjutnya agar lebih memperhatikan kapasitas penampang kolom untuk memenuhi persyaratan Strong Column Weak Beam (SCWB). [EN] In Indonesia happen natural disasters, earthquake that resulted in building damage and collapse. For mitigation of damage to buildings effect earthquake in Indonesia, that released regulatory standard planning prosedures for earthquake resistance building used as National Standard Indonesia SNI 1726 : 2012. In the study, researchers interested evaluation include evaluation of structural design detailing of structural components and Strong Column Weak Beam (SCWB) Office Pemuda City Walk building form geometry requirements, flexural and transverse reinforcement in column. What have met the requircement to be able to accept the force caused by the eartgquake load based on the test regulatory standard SNI 1726 : 2012 and SNI 03-2847-2002. Research conducted at the building Office 5 floors and basement Pemuda City Walk Pekanbaru located Pemuda street, Pekanbaru, Riau. Research was conducted by the research literature that uses sekunder data planner image, especially the image detail building structure Office 5 floors and basement Pemuda City Walk and others. Analysis of the result of research, obtained seismic shear force base (V) carried by the building structure Office 5 floors and basement Permuda City Walk Pekanbaru of 120,176 ton. Based on the results of the analysis using SNI 03-2847-2002, detailing component column structure is reinforcement has met the requirements where the forces works on the structure is smaller than the force planned. It also obtained the maximum nominal moment value column (Me)  greater that 6/5 nominal moment beam (6/5Mg) each column and beams that converge on each portal are reviewed, so it has to meet the requirement of Strong Column Weak Beam (SCWB). It can be concluded that the design of the building structure Office 5th Floor and Basement Youth City Walk Pekanbaru, which includes structural beams and columns have been compliant and secure in accepting the burden of earthquake based on SNI 03-1726-2012 and SNI 03-2847-2002. Based on these results it is suggested for further planning for more attention to the column capacity to meet the requirements of Strong Column Weak Beam (SCWB).
Studi kasus Pengaruh Vortex Induce Vibration (VIV) pada Freestanding Drilling Conductor SAKA Energi Sesulu Adha, Augusta
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Salah satu fase terpenting dalam proses eksplorasi minyak dan gas bumi adalah pengeboran sumur uji coba untuk mengetahui kandungan hidrokarbon pada sebuah reservoir minyak bumi dan gas. Arus laut dapat menyebabkan terjadinya VIV pada drilling conductor yang berujung pada terhambatnya operasi pengeboran atau kegagalan struktur akibat fatigue pada pipa conductor. Pada kondisi drilling test well, pipa conductor untuk test well harus diperlakukan sebagai struktur freestanding yang hanya mendapatkan kekangan arah lateral dari Texas Deck pada Drilling Rig pada bagian atas conductor.  Paper ini akan menjelaskan metode yang dapat dipakai untuk melakukan analisa terhadap kemungkinan terjadinya VIV pada freestanding conductor. Studi kasus dilakukan pada struktur drilling conductor milik SAKA Energi Sesulu berdiameter 762 mm dengan tinggi 67.4 m. Analisa dilakukan dengan mempertimbangkan beban lingkungan pada kondisi servis dengan periode ulang beban gelombang 1 tahun  dan kondisi storm dengan periode ulang beban gelombang 100 tahun. Berdasarkan analisa dinamik, dapat disimpulkan periode getar alami struktur untuk Mode 1 adalah 2.00 sec dan Mode 2 adalah 0.594. Dengan menggunakan hasil analisa dinamik tersebut pada analisa VIV berdasarkan kriteria yang disyaratkan pada peraturan DNV RP-C205 dapat disimpulkan bahwa in-line vortex vibration terjadi untuk mode 1 dan mode 2. Oleh karena itu, perlu diambil tindakan preventif untuk mencegah terjadinya kegagalan fatigue pada struktur conductor tersebut. [EN] One of the most important phases in the of oil and gas exploration process is drilling the test wells to determine the hydrocarbon content in an oil and gas reservoir. Ocean currents can cause VIV on drilling conductors which resulted in delays or structural failure in drilling operations due to fatigue in the conductor. During drilling a test well, test well conductor should be treated as a freestanding structure which is only laterally restraint from the Texas Deck on Drilling Rig at the top of the conductor. This paper will describe a method that can be used to analyze the possibility of VIV on freestanding conductor. The case studies carried out on the structure of conductor-owned drilling SAKA Energy Sesulu 762 mm in diameter with a height of 67.4 m. The analysis was performed by considering the environmental load on the service conditions with a return period of 1 year and wave loads storm conditions with a return period of 100 years wave loads. Based on dynamic analysis, we can conclude the natural period for the structure is 2.00 sec and  0.594 for Mode 1 and Mode 2 respectively. Using the results of the dynamic analysis on VIV based on the criteria from DNV RP-C205, it can be concluded that the in-line vortex vibration occurs for mode 1 and mode 2. Therefore, it is necessary to take preventive measures to prevent the occurrence of fatigue failure in the conductor.
Preferensi Pengguna Ruko Dalam Melakukan Pemilihan Terhadap Lokasi Ruko Di Kota Pekanbaru Gustian, Gustian; Wiyono, Sugeng; Asteriani, Febby
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Pembangunan ruko di Kota Pekanbaru berkembang dengan sangat pesat. Pengguna dan  pengembang ruko merupakan pihak yang terlibat langsung dengan fenomena ini. Pihak pengguna dan pengembang ruko mempunyai pertimbangan dalam melakukan pemilihan terhadap lokasi ruko. Pertimbangan tersebut merupakan faktor-faktor penting yang dianggap sangat menentukan dalam memilih lokasi ruko. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi preferensi bagi pengguna ruko. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deduktif dengan metode analisis kuantitatif . Penelitian ini dimulai dari teori-teori yang sudah ada kemudian meneliti kondisi di lokasi studi. Untuk pengguna ruko, sampel  ditetapkan terlebih dahulu dan dipilih secara random. Penelitian dilakukan terhadap pengguna ruko di tujuh (7) kecamatan yang mempunyai jumlah ruko paling dominan dikota Pekanbaru selama lima tahun. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa semua faktor yang terkandung dalam teori, memang merupakan faktor-faktor yang dianggap menentukan oleh pengguna dalam melakukan pemilihan terhadap lokasi ruko. namun tidak semua sub faktor tersebut merupakan  faktor-faktor yang dianggap menentukan oleh pengguna ruko. Dalam menilai faktor-faktor pemilihan lokasi ruko tersebut,secara garis besar terjadi persamaan preferensi diantara pengguna ruko. Faktor yang sangat menentukan yaitu tersediannya jaringan listrik, sangatlah penting karena merupakan salah satu pemenuhan kebutuhan hidup yang dimanfaatkan untuk sumber energi dalam menunjang berbagai macam aktivitas manusia. [EN] The development of ruko (house and shop in the same building) has been very rapid in all cities in Indonesia. The users and investors of ruko were the parties involved directly in the phenomena. In deciding the location of ruko to be built, the users and investors had important factors they took into their consideration including very determinant factors. The researcher wish to discover the preference of the factors to the users. In this research, deductive method was employed using quantitavive analysis. The research reviewed the existing theories and then compared them with the reality. For ruko users, samples were determinded and chosen randomly. The research was also conducted to the ruko users in 7 district that had the highest number of ruko ini Pekanbaru for five years .The result of researc h showed that all factors determining the location of ruko which  were proposed in the theories were considered the determinant factors by users, but not all sub factors were considered.  In assesing factors, users have the similar preference. Very determinant factor according to users is the availability of the power grid, it is important because it is one of subsistence which is used for energy resources in supporting a wide range of human activities.
Analisa Peningkatan Mutu Beton dan Rasio Prategang pada Kolom Langsing Prategang Berdasarkan Pola Diagram Interaksi M-N Aripin, Basyaruddin; Ibnu, Irma Rezkianti
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Struktur beton prategang adalah salah satu struktur beton yang diyakini dapat menahan gaya bending momen yang besar dan banyak diaplikasikan untuk desain balok dengan bentang panjang (elemen lentur). Namun, dengan berkembangnya zaman, desain beton prategang dapat saja diaplikasikan terhadap elemen tekan seperti kolom. Pada umumnya kolom merupakan elemen struktur yang lebih dominan menerima beban aksial, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kolom, terutama pada kolom langsing, dapat menerima beban tarik yang besar ketika gaya bending moment akibat beban angin dan gempa yang terjadi. Oleh karena itu, untuk lebih memahami kinerja kolom dalam menahan beban, analisis diagram interaksi penampang kolom prategang square 1,5 x 1,5 m dilakukan dengan menggunakan program bantu excel dan mengacu pada SNI Beton 2847-2013. Analisa diagram interaksi pada kolom tersebut dilakukan dengan menggunakan dua variable yaitu rasio prategang, dan mutu beton. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rasio prategang hingga rasio maksimum hanya akan meningkatkan kapasitas momen sebesar 9% dan menurunkan kapasitas aksial sebesar 61%. Sedangkan peningkatan mutu beton pada kolom prategang (ρps = 0,135)dapat meningkatkan kapasitas momen pada kondisi tension controls sebesar 30,47% dan aksial sebesar 48,11%. [EN] Prestressed concrete structure is one of concrete structure design that can resist large bending moment and apllied to long span concrete beam. However, nowdays, design prestressed concrete also can be apllied to column. Columns are generally considered as members under compression. But columns, espesiaclly slender columns, in a framed structure are often required to resist bending moments as well as axial forces. The bending moment may be induced by wind and earthquake forces, eccentric loads, or frame action. Therefore, for understanding specifically about the behavior and the performance of prestressed columns, square columns 1.5 x 1.5 m are analyzed using excel program and SNI code 2847-2013. Interaction curves of prestressed concrete column were analyzed using two variables (prestressed ratio and concrete strength). Analysis results show that Maximum ratio 0.260 according to ASSHTO code on prestressed concrete columns will increase tension controlled’s moment capacity by 9% but decrease axial capacity by 61%. Meanwhile, increasing the concrete strength (ρps = 0,135) will improve tension controlled’s moment capacity by 30,47% and axial capacity by 48,11%.
Penataan Ruang Parkir Badan Jalan Untuk Meningkatkan Kinerja Ruas Jalan Sudirman-Simpang Jalan Teuku Umar Makmur, Rangga Putra; Boer, Astuti
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat pembangunan yang semakin meningkat secara tidak langsung  menimbulkan adanya pergerakan lalulintas yang cukup padat sehingga menyebabkan kemacetan yang terlihat di beberapa ruas jalan besar dan persimpangan di Kota Pekanbaru.Pergerakan lalulintas yang padat tersebut menyebabkan berbagai permasalahan seperti parkir badan jalan (on street parking), tundaan, hambatan samping dan lain sebagainya. Parkir di tepi jalan merupakan fenomena yang menarik untuk dipelajari karena disatu sisi merupakan pilihan yang paling umum dilakukan oleh pengemudi dan di pihak lain merupakan hambatan samping yang dapat mempengaruhi kinerja jalan Ruas jalan yang cukup tinggi aktivitas lalulintasnya diantaranya adalah kawasan ruas Jalan Jendral Sudirman dan JalanTeuku Umar Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode yang berpedoman pada buku manual kapasitas jalan indonesia (MKJI, 1997) dan Direktorat Jendral Perhubungan Darat, penataan ruang parkir pada badan jalan ini dilakukan dengan melakukan metode survei untuk mengetahui karakteristik parkir, volume lalulintas yang terjadi dan mengukur geometri jalan guna melakukan perhitungan kapasitas, derajat kejenuhan, kecepatan arus bebas dan akumulasi parker serta kebutuhan ruang parkir.  Kemudian untuk mengatasi permasalahan yang ada, dicobauntuk membuat penataan parker dengan berbagai sudut. Dalam perhitungan arus lalulintas untuk Jalan arteri primer Sudirman pada hari libur pukul 17.00 – 18.00 WIB yaitu 3127 kend/jam dan perhitungan arus lalulintas untuk Jalan Teuku Umar di dapat data arus terbesar pada hari jum’at pukul 17.00 - 18.00 WIB yaitu 463,4 kend/jam. Kemudian dihitung kejenuhannya dengan cara membagi arus dengan kapasitas dari masing – masing lokasi jalan. Dari perhitungan didapat derajat kejenuhan untuk Jalan arteri primer Sudirman dengan jumlah rata-rata perhari sebesar 0,49 dan untuk Jalan Teuku Umar sebesar 0,17 dihitung berdasarkan rata – rata perhari. Hasil perhitungan ini dapat di ketahui bahwa Jalan arteri primer Sudirman dan Jalan Teuku Umar pada tahun 2015 belum di katakan jenuh. Hal ini dapat di lihat derajat kejenuhan yang <0,75 dan apabila derajat kejenuhan >0,75 maka jalan tersebut harus ditingkatkan. Hasil dari perhitungan derajat kejenuhan (DS) yang telah dihitung mempunyai nilai < 0,75, jadi arus masih stabil dan belum mencapai titik jenuh
Studi Kelayakan Finansial dan Analisa Kebutuhan Ruang Parkir Proyek Pembangunan Hotel Tangram Pekanbaru Taufik, Hendra; Febita, Shesilya
JURNAL SAINTIS Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Pembangunan hotel di Pekanbaru sangat pesat sekali dengan menjamurnya bangunan hotel baru yang cukup banyak. Pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan sehingga mendorong investor baik multi nasional maupun mancanegara yang menjadikan kota Pekanbaru sebagai tempat untuk berbisnis, sehingga membuat tingkat hunian hotel bertambah oleh pebisnis dari luar kota. Investasi di bidang perhotelan merupakan sesuatu hal sangat beresiko untuk diambil karena memerlukan modal yang sangat besar, untuk itu sangat penting kiranya menganalisis kelayakan pembangunan secara teknis dan finansial. Aspek teknis yang dilakukan yakni dengan menganalisa mengenai kebutuhan ruang parkir, sedangkan aspek finansial dengan menganalisis perhitungan Net present value, benefit cost ratio, internal rate of return, break even point dan juga analisa sensitivitas. Hasil yang didapatkan yakni perencanaan kebutuhan parkir 188 SRP lebih besar dari ketentuan Dirjen Perhubungan Darat 182 SRP. Investasi total hotel Rp. 417.683.772.577,85 dengan NPV sebesar Rp. 88.103.274.142,88, BCR sebesar 1,11, IRR sebesar 19,82% lebih besar dari arus pengembalian 13,50% dan BEP selama 10 tahun 7 bulan lebih kecil dari umur bangunan. Secara keseluruhan proyek investasi Pembangunan Hotel Tangram layak untuk dibangun dengan catatan minimum tingkat hunian hotel 46,90%. [EN] Rapid development of hotel constructions in Pekanbaru due to economic growth make national and international investors eager to transform Pekanbaru City into business place. Investation in lodging sector is very risky because the funds needed as initial investment is enormous. Therefore, appropriate technical and financial feasibility studies are necessary. The technical feasibility study includes the analysis of spaced required for parking slots, whereas the financial feasibility study includes the analysis of net present value, benefit cost ratio, internal rate of return, payback period, and sensitivity analysis. The analysis result shows that the available parking slot is 188 SRP, which is smaller than the standard required parking slot stated by Dirjen Perhubungan Darat (279 SRP). This indicates that the available parking slots full fill about 67% of the standard parking requirement. Hotel investation Rp 265.276.637.520,55 with NPV Rp 55.955.191.071,46, BCR is 1,11, IRR 19,82% is bigger than return flow of 13,50% and PBP for 10 years and 7 months (project plan life is 50 years). In summary, the investation project of Tangram Hotel construction is financially feasible if  the minimum hotel occupancy of 46,90%. However, the investation project is not feasible for the technical aspect.

Page 1 of 1 | Total Record : 10