cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 02 (2021)" : 6 Documents clear
Rasionalisasi Kerapatan Stasiun Hujan Wilayah Sungai Rokan Berdasarkan Data Hujan Harian dan Variasi Tingkat Kesalahan: Rationalization of Rain Station Density in the Rokan River Basin Territory Based on Daily Rain Data and Variation of Error Levels Dehas Abdaa; Manyuk Fauzi; Ari Sandhyavitri
JURNAL SAINTIS Vol. 21 No. 02 (2021)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2021.vol21(02).6839

Abstract

[ID] Sebaran lokasi dan jumlah stasiun hujan ideal akan merepresentasikan kejadian hujan untuk menunjang akurasi informasi analisis di suatu wilayah. Kerapatan stasiun hujan eksisting dikaji berdasarkan metode standar World Meteorogical Organization sedangkan analisis rasionalisasi jumlah dan sebaran stasiun hujan berdasarkan data hujan harian dan variasi tingkat kesalahan menggunakan Metode Kagan-Rodda. Metode Kagan-Rodda telah digunakan di beberapa wilayah penelitian dengan beragam kategori fisiografi dan lingkup terbatas pada daerah aliran sungai. Sehingga dirasa perlu melakukan pengembangan cakupan penelitian untuk wilayah yang lebih luas yaitu Wilayah Sungai. Lokasi penelitian adalah Wilayah Sungai Rokan dengan fisiografi dataran tropis mediteran dan sedang seluas 22.455,28 km². Stasiun hujan eksisting berjumlah 13 stasiun hujan dan 1 stasiun tidak lolos Uji F, koefisien luasan Thiessen eksisting tidak merata sebesar 165,03 km2-3.758,12 km2 (0,007-0,17), dan korelasi hujan harian sebesar 0,03-0,37. Evaluasi analisis WMO menghasilkan 7 stasiun hujan yang memenuhi standar untuk luas daerah pengaruh sebesar 1.000–2.500 km2/stasiun. Perhitungan metode Kagan-Rodda dilakukan 2 skenario kesalahan perataan, skenario I dengan kesalahan perataan (Z1) sebesar 4,93% menghasilkan 37 stasiun hujan, luasan pengaruh Thiessen 273,89 km2–1197,80 km2 (0,01-0,05), nilai r(0) sebesar 0,20, jarak antar stasiun hujan sejauh 26,36 km, dan 2 stasiun memenuhi standar WMO. Sedangkan skenario II dengan Z1 sebesar 9,72% menghasilkan 10 stasiun hujan, dimana mempertahankan 2 stasiun, memindahkan 8 stasiun dan menutup 3 stasiun diperoleh luasan pengaruh Thiessen 1.691,71 km2–2.488,21 km2 (0,08-0,11), jarak antar stasiun hujan sejauh 50,70 km, dan seluruh stasiun memenuhi standar WMO. Rasionalisasi metode Kagan-Rodda skenario II relatif mewakili luas pengaruh wilayah dibandingkan skenario I. [EN] The distribution of locations and the number of ideal rain stations will represent rain events to support the accuracy of analytical information in an area. The density of existing rain stations was assessed based on the standard method of the World Meteorological Organization, while the rationalization analysis of the number and distribution of rain stations based on daily rainfall data and variations in error rates used the Kagan-Rodda method. The Kagan-Rodda method has been used in several research areas with various physiographic categories and limited scope in watersheds. So it is necessary to develop the scope of research for a wider area, namely the River Basin. The research location is the Rokan River Basin with physiography of the Mediterranean and medium tropical plains covering an area of ​​22,455.28 km². The existing rain stations are 13 rain stations and 1 station does not pass the F test, the coefficient of the existing Thiessen area is uneven at 165.03 km2-3,758.12 km2 (0.007-0.17), and the daily rainfall correlation is 0.03-0, 37. WMO analysis evaluation resulted in 7 rain stations that met the standard for the area of ​​influence of 1,000–2,500 km2/station. The calculation of the Kagan-Rodda method is carried out in 2 scenarios of smoothing error, scenario I with an alignment error (Z1) of 4.93% resulting in 37 rain stations, the area of ​​influence of Thiessen is 273.89 km2–1197.80 km2 (0.01-0.05) , the value of r(0) is 0.20, the distance between rain stations is 26.36 km, and 2 stations meet the WMO standard. While scenario II with Z1 of 9.72% produces 10 rain stations, which maintains 2 stations, moves 8 stations and closes 3 stations, the Thiessen influence area is 1,691.71 km2–2,488.21 km2 (0.08-0.11), the distance between rain stations is 50.70 km, and all stations meet WMO standards. The rationalization of the Kagan-Rodda method in scenario II is relatively representative of the area of ​​influence compared to scenario I.
Pengaruh Tiang Terhadap Kapasitas Dukung Pelat dan Modulus Reaksi Tanah-Dasar pada Tanah Gambut: The Effect of Pile on the Bearing Capacity of the Plate and the Modulus of Subgrade Reaction on Peat Soil Aazokhi Waruwu; Santo Yanri Pardosi
JURNAL SAINTIS Vol. 21 No. 02 (2021)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2021.vol21(02).7546

Abstract

[ID] Lahan gambut yang tersebar luas dapat menghambat pengembangan infrastruktur, karena tanah ini termasuk jenis tanah bermasalah sebagai tanah dasar. Tanah gambut memiliki penurunan yang tinggi dan kapasitas dukung rendah. Tiang perkuatan memiliki potensi dalam mengurangi penurunan, meningkatkan kapasitas dukung dan modulus reaksi tanah-dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas dukung dan modulus reaksi tanah-dasar pada pelat yang diperkuat tiang tunggal. Penelitian dilakukan pada bak uji yang diisi dengan tanah gambut sedalam 50 cm. Tiang dari bahan bambu, kayu, dan beton dipancang dalam tanah gambut. Panjang tiang yang digunakan adalah 10-40 cm dan diameter pelat beton sebesar 10 cm. Uji beban pelat dilakukan pada pelat tanpa dan dengan perkuatan tiang untuk mendapatkan nilai kapasitas dukung dan modulus reaksi tanah-dasar. Hasil penelitian didapatkan bahwa jenis dan panjang tiang berpengaruh pada nilai kapasitas dukung, deleksi, dan modulus reaksi tanah-dasar. Tiang yang lebih panjang menghasilkan kapasitas dukung dan modulus reaksi tanah-dasar yang tinggi dan defleksi yang semakin rendah. Kapasitas dukung meningkat 20% untuk tiang bambu, 22% untuk tiang kayu, dan 25% untuk tiang beton. Peningkatan modulus reaksi tanah-dasar didapatkan pada defleksi pelat maksimum 20% dari diameter pelat. Peningkatan tertinggi untuk tiang bambu sebesar 103%, tiang kayu 128%, dan tiang beton sebesar 160%. Panjang tiang yang memberikan hasil maksimal dalam mereduksi penurunan, meningkatkan kapasitas dukung, dan meningkatkan modulus reaksi tanah-dasar adalah 80% dari tebal lapisan tanah gambut. Nilai modulus reaksi tanah-dasar semakin tinggi seiring dengan peningkatan kapasitas dukung dan pengurangan defleksi. [EN] Widespread peatlands can prevent infrastructure development, because this soil is classified as problematic soil types as subgrade. Peat soil has high settlement and low bearing capacity. Reinforcement pile has the potential to reduce settlement, increase bearing capacity and modulus of subgrade reaction. This study aims to determine the bearing capacity and modulus of subgrade reaction on a single pile reinforced slab. The study was conducted in a test box filled with peat soil as deep as 50 cm. Pile made of bamboo, wood, and concrete are driven in peat soil. The length of the pile used is 10-40 cm and the diameter of the concrete slab is 10 cm. The plate load test was conducted on slabs without and with reinforced piles to obtain the value of the bearing capacity and modulus of subgrade reaction. The results showed that the type and length of the pile affect the value of the bearing capacity, deflection, and modulus of subgrade reaction. Longer piles result in higher bearing capacity and modulus of subgrade reaction and lower deflection. The bearing capacity increased by 20% for bamboo pile, 22% for wooden pile, and 25% for concrete pile. An increase in the modulus of subgrade reaction is obtained at a maximum slab deflection of 20% of the slab diameter. The highest increase for bamboo pile is 103%, wooden pile is 128%, and concrete pile is 160%. The length of the pile that gives maximum results in reducing settlement, increasing bearing capacity, and increasing the modulus of subgrade reaction is 80% of the thickness of the peat soil layer. The value of the modulus of subgrade reaction is higher as the bearing capacity increases and the deflection decreases.
Analisis Kelayakan Finansial Pembangunan Koneksi Pelabuhan Kapal Ro-Ro Dumai – Malaka Metode Deterministik: Financial Feasibility Analysis Development of Ro-Ro Ship Port Connections Dumai – Malacca Deterministic Method Yoga Budi
JURNAL SAINTIS Vol. 21 No. 02 (2021)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2021.vol21(02).7584

Abstract

[ID] Dalam rangka mendorong pengembangan kawasan implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Pelabuhan Penyeberangan Ro-Ro Dumai – Melaka menjadi salah satu dari tiga Pelabuhan Penyeberangan Ro-Ro yang akan diprioritaskan pengembangannya. Dalam rangka merealisasikan program tersebut, perlu dilakukan persiapan berupa penyediaan fasilitas pokok dan fasilitas yang akan menggunakan pendanaan/investasi yang besar. Dengan nilai investasi yang besar, maka diperlukan analisa kelayakan finansial pada rencana pembangunan koneksi kapal Ro-Ro Dumai – Malaka. Besar total investasi adalah Rp. 56.702.000.000,00 dengan umur rencana proyek selama 30 tahun. Metode analisa kelayakan finansial yang dipakai melalui pendakatan deterministik. Berdasarkan hasil Net Present Value/NPV bernilai negatif dengan nilai NPV adalah Rp.-11.520.600.000 pada akhir umur rencana. Selanjutnya berdasarkan dari perhitungan Internal rate of return (IRR) didapatkan nilai IRR 3,75% dimana nilai ini lebih kecil dari nilai discount rate yaitu 4,92%. Dan berdasarkan hasil Benefit Cost Ratio (BCR) didapat nilai BCR 0,832 (BCR < 1). Berdasarkan hasil analisa sensitivitas diketahui variabel yang paling sensitif (berpengaruh) adalah biaya konstruksi dermaga dan fasilitas pelabuhan. Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa rencana pembangunan rute koneksi kapal Ro-Ro Dumai – Malaka tidak layak secara finansial. [EN] In order To encourage the development of the ASEAN Economic Community (MEA) implementation area, the Dumai–Melaka Ro-Ro Ferry Port is one of the three Ro-Ro Ferry Ports that will be prioritized in the development. In order to be able to realize the program it is necessary to make preparations in the form of basic facilities and facilities that require a lot of money/investments. The aim of this research is to analyze the financial feasibility with a deterministic approach (one-point estimate) and to identify the most sensitive (influential) variable on the financial plan for the construction of the Dumai-Malacca Ro-Ro ship connection route and how much influence it so that it can be a reference for solution-making scenarios decisions that can be made by the government, companies and investors to invest comprehensively in the planned construction of the Dumai-Malacca Ro-Ro ship connection route. The total investment is Rp. 56,702,000,000.00 with a project duration of 30 years. The method used for financial feasibility analysis is through a deterministic approach. Based on the results the net present value/NPV is negative with an NPV value of Rp 11,520.6 million at the end of the term. In addition, based on the internal rate of return (IRR) calculation, an IRR value of 3.75% was obtained where this value is less than the discount rate value of 4.92%. And based on the results of the Benefit Cost Ratio (BKR), a BKR value of 0.832 (BKR<1) was obtained. Based on the results of the sensitivity analysis, it is known that the most sensitive (influential) variable is the cost of constructing docks and port facilities. Hence it is summary that was the planned construction of the Ro-Ro ship connection route Dumai–Malacca is not financially feasible to performed.
Analisis Respons dan Kinerja Struktur Bangunan Gedung Menggunakan Pushover Analysis: Analysis of Response and performance of Building Structures Using Pushover Analysis Arie Putra Usman; Rosidawani; Sri Palta Mutmainna
JURNAL SAINTIS Vol. 21 No. 02 (2021)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2021.vol21(02).7585

Abstract

[ID] Indonesia merupakan negara dengan resiko gempa tinggi, hal ini diakibatkan oleh pertemuan lempeng-lempeng tektonik utama dan lempeng kecil lainnya yang mengelilingi Indonesia. Setiap wilayah indonesia memiliki tingkat resiko gempa yang berbeda-beda, mulai dari resiko gempa rendah hingga resiko gempa tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan respons dan kinerja struktur suatu bangunan gedung di beberapa wilayah yang mewakili tingkat resiko gempa rendah hingga tinggi. Adapun wilayah-wilayah yang ditinjau dalam penelitian ini yaitu wilayah Pontianak, Palembang, Jakarta, Bandar Lampung, dan Palu. Analisis dilakukan pada bangunan beton bertulang empat lantai dengan dinding geser dengan menggunakan bantuan program SAP 2000 guna mendapatkan repons dan kinerja struktur. Hasil respons struktur dari penelitian menunjukkan nilai simpangan lateral lantai dari yang terbesar hingga terkecil yaitu dimulai dari wilayah Palu, Bandar Lampung, Jakarta, Palembang, dan Pontianak. Wilayah Palu memiliki nilai simpangan lateral lantai yang terbesar yaitu 23,745 mm dan 23,690 mm untuk arah X dan Y sedangkan wilayah Pontianak memiliki nilai simpangan lateral lantai terkecil dengan besar simpangan lateral 7,571 mm dan 7,439 mm untuk arah X dan Y. Berdasarkan analisis pushover didapatkan level kinerja struktur memiliki level kinerja B untuk Wilayah Palu dan IO untuk wilayah lainnya. [EN] Indonesia is a country with a high risk of earthquake due to the meeting of the main tectonic plates and other small plates that surround Indonesia. Each area in this country has a different level of earthquake risk, ranging from low to high earthquake risk. This study aims to compare the response and structural performance of buildings in some areas with low to high earthquake risk levels. The areas covered Pontianak, Palembang, Jakarta, Bandar Lampung, and Palu. The analysis was carried out on a four-story reinforced concrete with shear walls using the SAP 2000 program to obtain the response and performance of the building structure. The results of the structural response showed the value of the floor lateral deviation from the largest to the smallest, starting from Palu, Bandar Lampung, Jakarta, Palembang, and Pontianak. Pulu has the largest floor lateral deviation values of 23.745 mm and 23.690 mm for the X and Y directions, while Pontianak has the smallest floor lateral deviation values of 7.571 mm and 7.439 mm for the X and Y directions. Based on the pushover analysis, the structure has a performance level of B for Palu areas and IO for other areas.
Analisis Kebutuhan Penyediaan Air Bersih di Kota Palembang: Analysis of Water Demand Supply in Palembang M. Agung Kurniawan; Heni Fitriani; Febrian Hadinata
JURNAL SAINTIS Vol. 21 No. 02 (2021)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2021.vol21(02).7611

Abstract

[ID] Cakupan pelayanan air bersih di Kota Palembang pada tahun 2020 sebesar 83,22%, sehingga masih ada 16,78% penduduk Kota Palembang yang belum dapat terlayani. Kondisi tersebut akan semakin memburuk seiring bertambahnya kebutuhan air tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cakupan pelayanan, kebutuhan air maksimum dan neraca air, sehingga diharapkan dapat menjawab persoalan yang akan dibahas. Penelitian dimulai dengan melakukan proyeksi penduduk dan proyeksi pelanggan. Hasil proyeksi akan menghasilkan proyeksi cakupan pelayanan. Perhitungan kebutuhan air didapatkan dari kebutuhan dari jumlan pelanggan yang telah diproyeksikan. Selanjutnya proyeksi kebutuhan air akan dihubungkan dengan rencana penambahan kapasitas produksi sehingga menghasilkan neraca air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2021 dan tahun selanjutnya diproyeksikan cakupan pelayanan akan mengalami perbaikan dan pada tahun 2030 pelayanan air bersih 100% Kota Palembang dapat tercapai. Kebutuhan air pada tahun 2021 sebesar 4.875 lps dan semakin meningkat pada tahun berikutnya hingga pada tahun 2033 kebutuhan air mencapai 7.146 lps. Kondisi neraca air juga diproyeksikan akan mengalami perbaikan, dimana pada tahun 2020 masih mengalami defisit kapasitas sebesar 257 lps dan pada tahun berikutnya hingga tahun 2031 dapat mempertahankan surplus kapasitas. [EN] The coverage of clean water services in Palembang City in 2020 is 83.22%, so there are still 16.78% of the population of Palembang City who have not been served. This condition will worsen as the demand for water increases every year. This study aims to determine service coverage, maximum water demand and water balance, so that it is expected to be able to answer the issues to be discussed. The research begins by conducting population projections and customer projections. The projection results will produce a projection of service coverage. The calculation of water needs is obtained from the needs of the projected number of customers. Furthermore, the projected water demand will be linked to the plan to increase production capacity so as to produce a water balance. The results of the study show that in 2021 and the following year it is projected that service coverage will improve and in 2030 100% clean water services for Palembang City can be achieved. The need for water in 2021 is 4,875 lps and will increase in the following year until in 2033 the water needs will reach 7,146 lps. The condition of the water balance is also projected to improve, where in 2020 it will still experience a capacity deficit of 257 lps and in the following year until 2031 it can maintain a capacity surplus.
Karakterisasi Limbah Cair Greywater pada level Rumah Tangga Berdasarkan Sumber Emisi: Greywater Characterization at Household Scale by Emission Source Siti Nurul Khotimah; Nur Anisa Mardhotillah; Nur Arifaini; Sumiharni
JURNAL SAINTIS Vol. 21 No. 02 (2021)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2021.vol21(02).7876

Abstract

[ID] Limbah cair greywater merupakan limbah cair hasil aktivitas dapur, pencucian pakaian dan kamar mandi. Produksi limbah greywater rumah tangga sekitar 70–75% dari total produksi limbah cair rumah tangga dengan kandungan polutan yang rendah. Terkait dengan tingginya volume produksi limbah cair greywater, limbah greywater berkontribusi sekitar 70-80% dalam pencemaran badan air. Namun demikian, volume produksi limbah greywater yang tinggi ini justru dapat dijadikan sumber alternatif baru air bersih jika dilakukan pengolahan limbah dengan baik dan tepat. Di dalam pengolahan limbah greywater ini dibutuhkan data karakteristik agar pengolahanya menjadi tepat. Permasalahannya ketersediaan data karakteristik greywater sangat minim, karena itulah dilakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi limbah cair greywater berdasarkan sumber emisinya dengan parameter yang dilihat adalah BOD, COD, TSS, DO, temperature, pH dan turbidity dari masing-masing sumber limbah cair greywater dan juga kondisi limbah yang sudah tercampur dari ketiga sumber limbah. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 12 sampel dari suatu rumah tangga. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa limbah dapur merupakan limbah dengan kandungan yang terberat dibandingkan limbah lainnya dari greywater. Kandungan BOD dan COD Dapur menduduki nilai tertinggi dengan nilai 250-1000 mg/L untuk BOD dan 840-3430 mg/L untuk COD. Kandungan BOD dan COD limbah greywater terendah berasal dari limbah kamar mandi dengan kandungan BOD 6-100 mg/L sedangkan kandungan COD 19,4-143 mg/L. Keseluruhan rasio BOD/COD menunjukkan nilai berkisar 0,2-0,5 yang artinya limbah adalah biodegradable. Kadar pH dari keduabelas sampel berkisar dari 4,2-6,5. Kandungan TSS tertinggi berasal dari dapur dengan nilai 202 – 620 mg/L. [EN] Greywater is wastewater generated from kitchen, laundry and bath activities. Its production is about 70–75% of the total household wastewater. Related to the high volume of greywater production, greywater contributes around 70-80% in polluting water bodies. By appropriate treatment, the high volume of greywater production can be used as a new alternative of water source. Unfortunately, the availability of greywater characteristic data is very limited in existence. This study aims to characterize greywater effluent based on its emission source with focus parameters were BOD, COD, TSS, DO, temperature, pH and turbidity from each source of greywater effluent and also the mixed waste conditions from the three waste sources. The study was conducted by taking 12 samples from a household. The results of the study show that kitchen waste is the heaviest pollutant content compared to other waste from greywater. The content of BOD and COD in the kitchen occupies the highest value with a value of 250-1000 mg/L for BOD and 840-3430 mg/L for COD. The lowest BOD and COD content of greywater came from bathroom waste with a BOD content of 6-100 mg/L while the COD content was 19.4-143 mg/L. The overall BOD/COD ratio shows a value ranging from 0.2 to 0.5, which means that the waste is biodegradable. The pH levels of the twelve samples ranged from 4.2-6.5. The highest TSS content comes from the kitchen with a value of 202 – 620 mg/L.

Page 1 of 1 | Total Record : 6