Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal (E-ISSN 2623-1204) (P-ISSN 2252-9462) adalah jurnalilmiah (e-journal) yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Juni dan Desember (2 isu per tahun). Jurnal ini menerbitkan artikel hasil penelitian tentang ilmu kesehatan dengan cakupan jurnal meliputi keperawatan dewasa, keperawatan darurat, keperawatan gerontologis, keperawatan masyarakat, perawatan kesehatan mental, perawatan anak, perawatan ibu hamil, kepemimpinan dan manajemen keperawatan, Complementary and Alternative Medicine (CAM) dalam keperawatan dan pendidikan dalam keperawatan. Setiap artikel yang masuk, akan melewati proses review menggunakan double blind review, arrtinya penulis tidak mengetahui siapa yang mereview dan reviewer tidak mengetahui siapa penulis artikel.
Articles
385 Documents
PENGARUH IKLAN MAKANAN/MINUMAN/SUPLEMEN VITAMIN-MINERAL DI TV TERHADAP POLA KONSUMSI REMAJA DI WILAYAH JAKARTA TIMUR
Wahyuniar, Lely;
Karyadi, L
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (396.918 KB)
|
DOI: 10.34305/jikbh.v11i1.152
Saat ini, iklan makanan di TV dapat mempengaruhi pola konsumsi remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh iklan makanan/minuman/suplemen di TV terhadap frekuensi konsumsi remaja. Penelitian potong-lintang ini mengambil sampel dari 82 remaja, laki-laki dan perempuan usia 15-17 tahun di Jakarta Timur dipilih secara acak dari sekolah menengah negeri. Pengamatan awal dilakukan untuk mengetahui jenis iklan makanan di TV serta perkiraan harga produk yang diiklankan. Penelitian utama berupa wawancara mendalam terhadap remaja dan manajer iklan TV. Hasil studi menunjukkan terdapat hubungan antara durasi menonton TV, sikap terhadap iklan, pengetahuan gizi, jumlah uang saku serta lama waktu bermain dengan teman terhadap frekuensi konsumsi produk yang diiklankan. Laki-laki mengkonsumsi lebih banyak makanan/minuman yang bernutrisi rendah daripada perempuan sedangkan perempuan cenderung mengkonsumsi lebih banyak produk bernutrisi (termasuk suplemen) daripada laki-laki. Regulasi kuat diperlukan untuk mengatur penayangan iklan produk tersebut di TV sekaligus peningkatan edukasi bagi remaja untuk membangun pola konsumsi makanan yang sehat.
PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PREMENARCHE DAN POSTMENARCHE DI DESA RAGAWACANA KECAMATAN KRAMATMULYA KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2018
Herwandar, Fera Riswidautami;
Soviyati, Evi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.26 KB)
|
DOI: 10.34305/jikbh.v11i1.154
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang. Anemia pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi. Di Indonesia terdapat 21,7% penduduk dengan kadar hemoglobin kurang dari batas normal. Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami mentruasi setiap bulannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar hemoglobin pada remaja premenarche dan postmenarche.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan rancangan case control. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan pemeriksaan hemoglobin dengan menggunakan hemoglobin meter. Uji hipotesis menggunakan uji t test independent.Hasil penelitian dari 42 responden yang telah diobservasi didapat rata-rata kadar hemoglobin pada remaja premenarche adalah 12,9 gr/dl. Sedangakan pada remaja postmenarche adalah 12,0 gr/dl. Hasil analitik didapatkan tidak terdapat perbedaan pada kadar hemoglobin premenarche dan postmenarche dengan nilai p value 0,087.Berdasarkan hasil penelitian, penulis dapat menyimpulkan bahwa menstruasi dapat memengaruhi terhadap penurunan kadar hemoglobin secara signifikan.Bagi Desa Ragawacana Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan diharapkan dapat bekerja sama dengan Puskesmas atau tenaga kesehatan lainnya, untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang gizi seimbang remaja, kesehatan reproduksi, serta dapat mendukung program pemerintah yang sudah ada yaitu pemberian asam folat dan tablet tambah darah.
KEPATUHAN MENGKONSUMSI ZAT BESI DAN KUALITAS KUNJUNGAN ANTENATAL CARE TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI KUNINGAN, INDONESIA
Rahim, Fitri Kurnia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.05 KB)
|
DOI: 10.34305/jikbh.v11i1.155
Bayi berat lahir rendah (BBLR) salah satu faktor resiko pada kematian dan kesakitan. Indonesia memiliki prevalensi kejadian BBLR sebanyak 10.2 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR dan mengkaji faktor tersebut. Jenis penelitian menggunakan desain kasus kontrol. Selain itu, penelitian ini didukung dengan data kualitatif menggunakan kombinasi (mix method) model concurrent-embedded. Sampel dalam penelitian yaitu total sampling sebanyak 27 orang dengan ratio 1:1. Sehingga jumlah sampel sebanyak 54 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan panduan wawancara. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat (uji chi-squre) dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan 54,2 % responden yang memiliki kadar karbon monoksida kategori berbahaya mengalami kejadian BBLR. Sebanyak 66,7 % responden yang tidak melakukan kunjungan antenatal care (ANC) secara lengkap mengalami kejadian BBLR. Sebanyak 100 % responden yang tidak mengkonsumsi zat besi secara lengkap mengalami kejadian BBLR. Dalam penelitian ini ditemukan tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar karbon monoksida pada ibu, kunjungan ANC, dan asupan zat besi dengan kejadian BBLR. Hasil wawancara mendalam berdasarkan kajian kualitatif menunjukan walaupun kunjungan ANC dilakukan namun dalam pelaksanaanya masih kurang dalam aspek kualitasnya karena kegiatan konseling kurang maksimal. Adapun dalam hal kepatuhan asupan tablet tambah darah pada ibu ketika hamil, sebagian responden menyatakan tidak patuh karena efek samping yang dirasakan, lupa, dan kurang perhatian akan pentingnya asupan zat besi ketika masa kehamilan.
PENGARUH KADAR KORTISOL TERHADAP KECEMASAN IBU BERSALIN DALAM PENGATURAN LINGKUNGAN PERSALINAN
Lestari, Lusi;
Heryani, Heni
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.286 KB)
|
DOI: 10.34305/jikbh.v11i1.156
Kecemasan ibu bersalin yang terjadi terus menerus dapat memengaruhi sistem saraf simpatik dan pelepasan hormon penyebab stres. Hormon yang produksinya meningkat karena persalinan diantaranya adalah hormon kortisol. Kortisol mempunyai banyak peran dalam sistem metabolisme dalam tubuh. Pengalaman persalinan dipengaruhi oleh lingkungan dan tempat berlangsungnya persalinan. Lingkungan dapat memberikan efek yang besar terhadap terjadinya kecemasan ibu bersalin. Memperhatikan aspek lingkungan ruang persalinan termasuk pendekatan non farmakologis untuk mengatasi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon kortisol terhadap kecemasan ibu bersalin dalam pengaturan lingkungan persalinan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu pre post test with control group design dengan 60 ibu bersalin di Bidan Praktik Mandiri (BPM). Uji analisis statistiknya menggunakan Uji Mann-Whitney, Uji T Tidak Berpasangan dan Uji Regresi Ganda. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan rerata skor kortisol post (p = 0,000) dan peningkatan kortisol (%) (p = 0,007) pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Terdapat perbedaan rerata skor kecemasan saat pengukuran kedua pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,007). Peningkatan kadar kortisol (%) tidak memiliki kolerasi yang bermakna dengan kecemasan ibu bersalin karena nilai p ? 0,05. Simpulan penelitian ini adalah tidak ada pengaruh kortisol terhadap kecemasan ibu bersalin dalam pengaturan lingkungan persalinan.
Hubungan Faktor Sosioekonomi Dengan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) di Desa Jamberama Kecamatan Selajambe
Nisa Noor Annashr
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/jikbh.v9i1.56
Kuningan merupakan daerah endemis filariasis dengan jumlah kasus sebanyak 48 kasus pada tahun 2016. Penelitian Mardiana (2011) menunjukkan bahwa saluran pembuangan air limbah (SPAL) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian filariasis. Desa Jamberama merupakan desa yang memiliki persentase KK paling rendah di Kecamatan Selajambe terkait kondisi SPAL yang memenuhi syarat yaitu hanya 20,29% dari total KK yang diperiksa. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan variabel sosioekonomi (tingkat pendidikan dan pekerjaan), dengan kondisi SPAL di Desa Jamberama, KecamatanSelajambe. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Agustus hingga September tahun 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KK di Desa Jamberama, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel penelitian sebanyak 469 KK karena semua anggota populasi dijadikan sampel. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat, menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkanterdapat hubungan yang signifikan antara variabel tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan kondisi SPAL (p = 0,004 dan p = 0,001). Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan pemerintah dapat meningkatkan upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait SPAL dan dampaknya terhadap kesehatan, serta berupaya untuk membangun program pemberdayaan pembuatan SPAL sederhana berbasis masyarakat.
Implementasi Keperawatan Islami Perawat Pelaksana Terhadap Pasien Safety di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Tahun 2017
Rahmat Rahmat
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/jikbh.v9i1.57
Islam telah mengajarkan tentang pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan komprehensif baik bio-psiko-sosio-kultural maupun spritual yang ditujukan kepada individu maupun masyarakat, dengan pemikiran yang hipotetik tentang pelayanan kesehatan yang Islami dapat mewujudkan pelayanan prima di rumahsakit-rumahsakit Islam. Patien safety telah menjadi isu dunia yang perlu mendapat perhatian bagi sistem pelayanan kesehatan. Patien safety merupakan prinsip dasar dari pelayanan kesehatan yang memandang bahwa keselamatan merupakan hak bagi setiap pasien dalam menerima pelayanan kesehatan.Metode: jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan adalah pretest-posttest with control group design fase, dengan 60 sample yang dibagi dua kelompok yang satu sebagai kelompok kontrol dan satu sebagai kelompok intervensi. Hasil: tahap pertama: untuk melihat penerapan patien safety oleh perawat pelaksana di 4 ruangan. Tahap ke dua penerapan modul keperawatan islami terhadap kelompok intervensi, tahap ke 3 akan ada pengaruh modul pelayanan islami terhadap patien safety.uji statistic didapat hahwa Sig 0,000 < 0,05 ada perbedaan yang signifikan pelaksanaan patien safety sesudah dilakukan intervensi pada kelompok intervensi. Uji general linier model menunjukkan ada beda kelompok intervensi pre-test dan post-test secara umum tidak ada perbedaan pencapaian patien safety antar kedua kelompok. Hasil tes tidak ada perbedaan rata rata selisih skor pencapaian kompetensi antar keempat pengukuran yaitu p=0,230(P): hasil uji statistic didapat.
Hubungan Perilaku Ibu Dalam Pemenuhan Gizi Pada Anak 1000 Hari Pertama Kehidupan/ Golden Period Dengan Status Gizi Balita di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Tahun 2018
Laelatul Mubasyiroh;
Ziyadatul Chusna Aya
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/jikbh.v9i1.58
Salah satu perhatian SDGs pada sektor kesehatan terdapat pada tujuan. meningkatkan gizi. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 prevalensi balita gizi buruk sebesar 5,7 persen dan kekurangan gizi 13,9 persen. Langkah awal yang paling penting untuk dilakukan adalah pemenuhan gizi pada anak sejak dini, bahkan saat masih di dalam kandungan atau yang dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Ibu memegang peranan yang sangat penting dimana perilaku pemenuhan gizi yang baik dapat meningkatkan status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi pada anak 1000 hari pertama kehidupan dengan status gizi Balita di Desa Sitanggal Kabupaten Brebes.Penelitian ini dilakukan menggunakan deskriptif korelasi kepada 51 responden Ibu balita 0-3 tahun dengan membagikan kuesioner dan status gizi diukur dengan menimbang dan melihat dengan KMS. Hasil penelitian menunjukkan ibu sebagian besar mempunyai perilaku yang kurang yaitu 51,0%, sedangkan status gizi anak sebagian besar anak memiliki status gizi kurang yaitu 49,0 %. Berdasarkan hasil Uji statistik dengan chi square diperoleh p=0,003 (0,05) dapat disimpulkan bahwa ada hubungan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi pada anak 1000 hari kehidupan dengan status gizi balita. Perlunya meningkatkan pemberian gizi, dan pemantauan status gizi balita di setiap posyandu untuk memantau tumbang anak balita
Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja SMA Kelas XII di SMA Negeri 3 Brebes Tahun 2017
Tatirah Tatirah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/jikbh.v9i1.59
Remaja Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan sosial yang cepat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern, yang juga mengubah norma-norma, nilainilai dan gaya hidup mereka. Masalah agama belum menjadi upaya sungguh-sungguh dari orang tua dan guru terhadap diri remaja. Padahal saat ini banyak orang-orang yang berusaha agar agama remaja makin tipis. Sebagian dari mereka sudah termakan kampanye barat dengan meniru gaya hidup mereka yang bebas terutama hubungan perempuan dengan laki-laki, seperti pergaulan bebas atau seks bebas. (Suryoputro, 2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara sikap, pemahaman agama dan paparan informasi media dengan perilaku seks pranikah pada remaja. Sedangkan umur, pengetahuan, dan peran keluarga tidak berhubungan. Hasil analisis multivariate menunjukan Paktor yang berpengaruh secara bersama-sama adalah pemahaman agama (p value = 0,020), paparan informasi media (p value = 0,027) dan peran keluarga (p value 0,046). Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik quota sampling dengan sampel sebanyak 70 siswa siswi SMA Negeri 3 Brebes. Pengumpulan data menggunakan data primer, kemudian data dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistic ganda.
Studi Deskriptif Pendampingan Ibu Hamil Oleh Mahasiswa di Kabupaten Brebes Tahun 2018
Suci Utami
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/jikbh.v9i1.60
Brebes merupakan Kabupaten yang berkontribusi dalam penurunan Angka Kematian Ibu, sehingga perlu langkah yang nyata antara lain dengan mengikutsertakan institusi pendidikan untuk melakukan pendampingan kepada ibu hamil. Mahasiswa diharapkan bisa menjadi patner tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dan memberi motivasi ibu hamil agar melakukan pemeriksaan secara rutin ke tenaga kesehatan. Peneliti menggunakan metode survey deskriptif dengan melihat gambaran pendampingan ibu hamil oleh mahasiswa di Kabupaten Brebes. Berdasarkan hasil penelitian 24 responden (100%) memiliki Buku KIA dimana mahasiswa ikut meyakinkan ibu hamil pentingnya memiliki buku KIA., 22 responden (91.78%) ibu terdampingi oleh mahasiswa saat kehamilan sebanyak > dari 4 kali, 17 responden (70.83 %)ibu bersalin yang terdampingi oleh mahasiswa saat proses persalinan, dan 18 responden (75%) jenis pesalinan normal dengan 17 responden (70,83%) di tolong oleh Bidan dan 10 Responden (41,67%) pertolongan persalinan di lakukan di Puskesmas. Dari 24 responden yang didampingi oleh mahasiswa tidak ada kematian pada ibu dan bayi, 18 responden (79,17) mendapatkan kunjungan oleh mahasiswa sebanyak 4 3kali dan 24 responden (100%) mendapatkan pengawasan nifas sebanyak 4 kali. Institusi Pendidikan diharapkan lebih meningkatkan koordinasi multi sektoral, meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Bidan dan tenagapengajar agar program pendampingan ibu hamil oleh mahasiswa dilanjutkan secara berkesinambungan.
Efektifitas Foot Care Education Terhadap Praktik Perawatan Kaki Dalam Upaya Pencegahan Risiko Ulkus Kaki Diabetik Pada Penderita Diabetes di Wilayah Kabupaten Kuningan
Heri Hermansyah;
Azis Setiawan;
Yana Hendriana
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/jikbh.v9i2.61
Kejadian ulkus kaki diabetik memiliki kecenderungan mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya diabetisi dan sering kali berakhir dengan kecacatan dan kematian. Kabupaten Kuningan menempatkan diabetes pada urutan pertama penyakit yang paling banyak menjalani perawatan inap di Rumah Sakit dengan jumlah kasus 968 penderita pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas foot care education terhadap perbaikan praktik perawatan kaki dalam upaya pencegahan ulkus kaki diabetik pada diabetisi di Wilayah Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan 2 jenis rancangan penelitian yakni cross sectional dan quasi experimental yang melibatkan 317 diabetisi (cross sectional) dan 220 diabetisi yang tidak pernah mendapatkan informasi tentang perawatan kaki (quasi experimental) sebagai sampel. Hasil penelitian ini adalah (1) status foot care education merupakan faktor yang memiliki hubungan yang signifikan dengan praktik perawatan kaki diabetisi dan perkembangan risiko ulkus kaki dengan p-value 0,01; 0,02 (Chi Square Test). (2) Terdapat perbedaan status praktik perawatan kaki yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada posttest dengan p-value 0,000 < ? 0,05 (Mann Whitney U Test). Dengan hasil ini, diharapkan pelayanan edukasi perawatan kaki pada tatanan pelayanan kesehatan dapat dioptimalkan guna meningkatkan praktik perawatan kaki oleh diabetisi untuk mencegah terjadinya komplikasi ulkus kaki terutama pada mereka yang berisiko tinggi.