cover
Contact Name
Rr. Retno Sugiharti
Contact Email
retno.sugiharti@untidari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalrep@untidar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal REP (Riset Ekonomi Pembangunan)
Published by Universitas Tidar
ISSN : 2541433X     EISSN : 25080205     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal REP (Riset Ekonomi Pembangunan) managed and published by Faculty of Economics Universitas Tidar, is a journal that take an article in economy fields. Jurnal REP (Riset Ekonomi Pembangunan) published every April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): April 2017" : 6 Documents clear
MENILIK FLUKTUASI EKONOMI KOTA MAGELANG DENGAN IDENTIFIKASI OUTPUT GAP Nur Afiyah Maizunati
Riset Ekonomi Pembangunan Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rep.v2i2.225

Abstract

Pembangunan yang berkelanjutan memerlukan kondisi ekonomi makro yangstabil. Munculnya goncangan dari aspek politik, sosial, ekonomi dan aspek laintidak jarang mengakibatkan terjadinya fluktuasi yang signifikan dalamperekonomian. Pertumbuhan ekonomi yang positif tidak mutlak mencerminkanhasil output riil yang mampu diperoleh suatu wilayah. Pertumbuhan ekonomiyang tinggi tidak akan optimal berpengaruh terhadap perkembanganpembangunan jika masih terdapat kesenjangan output negatif terhadap outputpotensialnya. Penelitian ini menggunakan metode Hodrick-Prescott (HP) filterdan regresi exact logistic untuk mengetahui faktor yang mempengaruhiprobabilita terjadinya output gap pada perekonomian Kota Magelang. Hasilpenelitian menyimpulkan bahwa kontraksi pertumbuhan ekonomi di KotaMagelang muncul kembali di tahun 2014 dengan pertumbuhan ekonomi yangmelambat sebesar 4,9% dan output gap negatif mencapai Rp 10,462 miliar. Haltersebut semakin melebar di tahun 2015 dengan gap negatif sebesar Rp. 41,893miliar meski perekonomian mengalami ekspansi dengan pertumbuhan ekonomi5,07%. Tiga faktor utama yang berpengaruh terhadap probabilita terjadinyaoutput gap di Kota Magelang adalah pertumbuhan belanja Pemerintah Daerah,pertumbuhan jumlah penduduk dan pertumbuhan tingkat pengangguranterbuka.
PENGARUH PRODUKTIVITAS SEKTORAL DAN LAJU PDRB TERHADAP TINGKAT KETIMPANGAN PENDAPATAN DI JAWA TENGAH PADA TAHUN 2006 – 2015 Rose Gita Cahya Saputri
Riset Ekonomi Pembangunan Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rep.v2i2.226

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari Rasio Produktivitas Sektoral Pertanian dan Industri, dan Laju PDRB terhadap tingkat ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah pada tahun 2006 – 2015. Dalam penelitian ini penulis menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis. Untuk menguji hipotesis penelitian, dilakukan analisis dengan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio produktivitas sektoral pertanian dan industri mempunyai pengaruh yang positif terhadap tingkat ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah, sedangkan laju PDRB mempunyai pengaruh yang negatif terhadap tingkat ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah. Jika di uji secara simultan, maka variable Rasio Produktivitas Sektoral pertanian dan industri, dan Laju PDRB secara keseluruhan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel Tingkat Ketimpangan Pendapatan di Jawa Tengah.
IDENTIFIKASI DAN KLASIFIKASI FAKTOR INPUT SEBAGAI VARIABEL PEMBENTUK INDEKS DAYA SAING DAERAH KABUPATEN CIREBON TAHUN 2016 Pahrul Fauzi
Riset Ekonomi Pembangunan Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rep.v2i2.228

Abstract

Era globalisasi menuntut setiap daerah (kabupaten-kota, provinsi) untuk dapat menginventarisasi sekaligus melakukan upaya dalam mengoptimalkan semua sumber daya (resources) yang dimiliki. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan daya saing daerah yang bersangkutan. Penelitian ini melakukan analisis guna inventarisasi sekaligus klasifikasi faktor-faktor input pembentuk indeks daya saing daerah yang ada di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan data primer dengan metode wawancara yang dilakukan padabulan Oktober-Desember 2016. Analisis Hierarki Proses (AHP) menjadi alat analisis utama dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dengan analisis hierarki proses (AHP) diketahui bahwa faktor input pada level pertama, urutan prioritasnya adalah faktor SDM dan Ketenagakerjaan (24,75%). Pada level kedua yaitu faktor Konektivitas Terintegrasi (20,19%), disusul dengan faktor Iklim Usaha Produktif (18,89%). Faktor Kelembagaan Daerah dan faktor Perekonomian Daerah berada pada urutan prioritas keempat dan kelima dengan persentase sebesar 14,46% dan 11,16% yang disusul oleh faktor keenam yaitu faktor Perbankan dan Lembaga Keuangan dengan persentase sebesar 10,54%.
PERSPEKTIF PAJAK DAERAH BAGI PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA MAGELANG Lucia Rita Indrawati; Endang Kartini Panggiarti; Lorentino Togar Laut
Riset Ekonomi Pembangunan Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rep.v2i2.229

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui perspektif pajak daerah dankontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Magelang. Metodepenelitian yang dilakukan adalah dengan data primer dan sekunder. Dataprimer yaitu dilakukan wawancara dan servuy dengan dinas terkait. Datasekunder berasal dari data yang diperoleh dari DPPKAD Kota Magelang.Penelitian ini merupakan kajian mendalam berkaitan dengan Pendapatan AsliDaerah yang berasal dari pajak daerah. Hasil yang diperoleh adalah bahwaperan dan kontribusi pajak daerah bagi PAD Kota Magelang masih sekitar 10-15% yang artinya belum cukup untuk membiayai pembelanjaan kepemerintahan di Kota Magelang. Oleh karena itu, masih sangat diperlukan dukungandan kontribusi dari pemerintah pusat untuk membiayai pembelanjaanpemerintah Kota Magelang
DISKRIPSI DAN PERMASALAHAN PELAKU USAHA KECIL MENENGAH (UKM) (Studi Kasus UKM di Desa Balesari, Kecamatan Windusari) Whinarko Juliprijanto; Sudati Nur Sarfiah; nuwun priyono
Riset Ekonomi Pembangunan Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rep.v2i2.224

Abstract

Desa Balesari Kecamatan Widusari Kabupaten Magelang dengan jumlah penduduk 2.725 ribu, terdiridari 1.377 penduduk perempuan dan 1.348 penduduk laki-laki, merupakan desa yang mata pencaharian terbanyak penduduk adalah petani. Pertanian di Desa Balesari merupakan pertanian tadah hujan yang panen hanya satu tahun sekali. Jumlah UKM di Desa Balesari sebanyak 105, yang bergerak di bidang usaha rumah tangga dan kerajinan. Dengan mengambil sample 50 UKM penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaku usaha, jenis usahanya, usianya, tingkat pendidikan, omset dan keuntungan, besarnya modal dan kebutuhan modal, jumlah tenaga kerja dan system pengupahan serta permasalahan yang dihadapi. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah penyebaran kuesioner kepada sample yang telah ditetapkan, kemudian hasilnya dilakukan tabulasi sesuai dengankelompok pertanyaan. Data yang telah dikelompokan menurut jenisnya kemudian dilakukan analisis, Dari hasil pengumpulan data melalui penyebaran kuestener, diketahui bahwa di Desa Balesari usaha yang banyak dilakukan oleh masyarakat adalah usaha pembuatan besek(11 UKM) dan kepang (15 UKM), toko kelontong (5 UKM), makanan ringan (8 UKM) dan usaha karet (5 UKM). Omset dan keuntungan usaha sebagian besar masih di bawah Rp. 1 juta, dengan penggunaan modal terbesar masih dibawah Rp. 1 juta. Sebagian produksi masih berdasarkan pesanan. Pendidikan rata-rata UKM adalah sekolah menengah pertama.Rendahnya modal yang dimiliki dan tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan masalah modal dan pemasaran menjadi masalah utama yang dihadapi pengusaha. Manfaat diskripsi UKM di Desa Balesari, diketahui keberadaan UKM, diketahui permasalahan dan sebagai bahan kajian dalam menyusun kebijakan sehingga kebijakan yang diambil dapat sesuai dengan kebutuhan UKM.
MULTIPLIER EFFECT SEKTOR BASIS TERHADAP PEREKONOMIAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH Deky Aji Suseno
Riset Ekonomi Pembangunan Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rep.v2i2.227

Abstract

Teori pertumbuhan tidak seimbang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh jika sektor basis mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan sektor basis mempunyai dampak multiplier terhadap output, pendapatan dan tenaga kerja dalam perekonomian. Namun kenyataannya, pertumbuhan sektor basis masih belum bisa mendorong dan menarik sektor-sektor lainnya. Sehingga perlu dikaji kembali bagaimana dampak multiplier pertumbuhan sektor basis terhadap perekonomian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui seberapa besar pengaruh ekonomi yang ditimbulkan oleh sektor industri pengolahan dalam pertumbuhan ekonomi, pada output, pendapatan dan penyerapan tenaga kerja dilihat dari efek multiplier terhadap output, pendapatan, dan tenaga kerja sectoral di Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis Input-Output, Multiplier Effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor basis mempunyai dampak pengganda terhadap output, pendapatan dan tenaga kerja. Sektor industri pengolahan memiliki angka multiplier output sebesar 2,02060. Hasil analisis multiplier pendapatan, sektor jasa-jasa memiliki nilai pengganda pendapatan tertinggi, yaitu 0,59764. Hasil analisis multiplier tenaga kerja terbesar adalah pada sektor pertanian, yaitu 0,30992.

Page 1 of 1 | Total Record : 6