cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2023)" : 13 Documents clear
Model Penerimaan Teknologi Telemedicine Pada Masa Pandemi COVID-19 Rika Andriani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.505

Abstract

Telemedicine merupakan pelayanan kesehatan jarak jauh melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk memberikan konsultasi dan perawatan pasien. Layanan telemedicine dapat menghemat waktu, biaya, dan efektivitas pelayanan kesehatan. Tantangan terbesar pemanfaatan telemedicine adalah tingkat adopsi yang masih rendah. Studi pendahuluan di Kabupaten Sukoharjo menunjukkan hanya 27% responden yang pernah menggunakan telemedicine. Studi ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi pemanfaatan layanan telemedicine sehingga tingkat adopsi telemedicine dapat ditingkatkan.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional survey. Sampel penelitian adalah 82 pengguna telemedicine yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling.  Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey secara daring menggunakan Google Form.Hasil uji statistik menunjukkan kebiasaan (p value = 0,403), harapan usaha (p value = 0,083), pengaruh sosial (p value = 0,060), kondisi fasilitas sosial (p value = 0,188), dan literasi e-Health (p value = 0,061) tidak berpengaruh terhadap intensi penggunaan. Variabel lain yang meliputi harapan kinerja (p value = 0,037) dan inovasi pribadi (p value = 0,000) berpengaruh terhadap intensi penggunaan.
Peranan Telenursing Untuk Meningkatkan Mutu dalam Pelayanan Keperawatan Dian Kumala Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.408

Abstract

ABSTRACTIntroduction : Health services will continue to develop along with the development of information and communication technology. Health workers, especially for professional and quality services and can take advantage of information and communication technology, one of which is telenursing. Telenursing is the use of information technology remotely to reach patients in order to integrate conditions and interact with them using computers, audio and visual accessories and telephones.Objective : The purpose of this paper is to describe telenursing and focus on its benefits in health services.Methods : The method used in this study is to analyze several journals and then adjust it to the application of telenursing in practice 1000.Result : Utilization of information technology in telehealth services provides long-distance communication facilities and provides alarms to patients using mobile health technology applicationsABSTRAKPendahuluan : Pelayanan kesehatan akan terus berkembang seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tenaga kesehatan khususnya keperawatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas serta bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi salah satunya adalah telenursing. Telenursing merupakan penggunaan informasi teknologi dari jarak jauh untuk menjangkau pasien guna memantau kondisi dan berinteraksi dengan mereka menggunakan komputer, aksesor audio dan visual serta telepon.Tujuan : Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan telenursing dan berfokus pada manfaatnya dalam pelayanan kesehatan.Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menganalisis beberapa jurnal kemudian disesuaikan dengan penerapan telenursing dalam praktek keperawatan.Hasil : Pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan telehealth memberikan fasilitas komunikasi jarak jauh dan memberikan alarm pada pasien dengan menggunakan aplikasi teknologi mobile healthKesimpulan : Telenursing harus dimanfaatkan secara tepat dan terpadu agar tujuan utama pemenuhan kesehatan masyarakat khususnya bagi mereka yang jauh dari pelayanan kesehatan dapat tercapai.
Klasifikasi Penyakit Tuberculosis (TB) Organ Paru Manusia Berdasarkan Citra Rontgen Thorax Menggunakan Metode Convolutional Neural Network (CNN) Aulia Rasyid; Lukman Heryawan
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.484

Abstract

Tuberculosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan dapat menyerang berbagai organ dalam tubuh manusia terutama paru-paru. Pemeriksaan diagnosis pada penyakit TB-paru dapat dilakukan dengan melihat keluhan atau gejala klinis pasien, pemeriksaan biakan, pemeriksaan mikroskopis, radiologi ataupun tuberculin test. Selama ini, paramedis mendiagnosis penderita TB tersebut hanya berdasarkan citra rontgen secara manual. Oleh karena itu, diperlukan adanya Artificial Intelligence (AI) untuk membantu dan mempermudah dokter dalam mengklasifikasi penyakit TB paru berdasarkan citra rontgen thorax.Penelitian ini merancang klasifikasi citra x ray penyakit tuberculosis berbasis Convolutional Neural Network (CNN) menggunakan arsitektur MobileNet. Dataset berupa citra X-ray paru yang akan digunakan sebagai masukan untuk proses pengolahan citra atau image processing. Tahapan pertama yaitu input berupa citra X-ray, selanjutnya dilakukan proses preprocessing citra (resizing, grayscale, contrast), dilanjutkan dengan proses segmentation (thresholding), dilanjutkan dengan proses augmentasi data, terakhir citra akan diklasifikasikan menjadi tiga kelas yaitu normal, TBR(tuberculosis bagian kanan), TBRL (tuberculosis bagian kanan dan kiri). Tuberculosis bagian kiri tidak masuk kedalam klasifikasi dikarenakan tuberculosis lebih cenderung terkena pada bagian kanan atau di kedua bagian.Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap pengaruh citra ( tanpa image processing , preprocessing dan segmentation) , pengaruh batch size ,pengaruh variasi epoch, pengaruh augmentasi dan perbandingan terhadap performa klasifikasi. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukan optimizer terbaik yaitu Adam menggunakan preprocessing CLAHE pada epoch 50 batch size 32 dan menghasilkan nilai akurasi validasi sebesar accuracy sebesar 96.837%, precision 95%, recall 93%, F-1 score sebesar 93%,  dan loss sebesar 0.210.
Audit Informasi Klinis dengan Aturan Morbiditas di Puskesmas Kota Yogyakarta Riska Annisa
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.514

Abstract

Latar Belakang: Belum pernah dilakukan audit informasi klinis di puskesmas wilayah Kota Yogyakarta sehingga terdapat ketidaktepatan pemilihan diagnosis utama yang memengaruhi ketepatan kode diagnosis utama. Tujuan: Melakukan audit informasi klinis menggunakan aturan morbiditas untuk menganalisis ketepatan diagnosis utama dan kode diagnosis utama. Mengetahui perbedaan tingkat ketepatan kode diagnosis utama berkas rekam medis dan aplikasi elektronik rekam medis. Metode: Kuantitatif analitik cross sectional. Populasi penelitian adalah 10 besar kasus di 18 puskesmas dengan sampel 30 rekam medis setiap puskesmas. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data dengan studi dokumentasi. Analisis data dengan uji mann withney. Hasil: Audit informasi klinis dari pemilihan diagnosis utama menghasilkan diagnosis utama tepat sebesar 74%, aturan morbiditas paling banyak digunakan yaitu MB2, ketepatan tertinggi pada MB5. Audit informasi klinis dari kode diagnosis utama menghasilkan kode diagnosis utama tertepat pada SIMPUS sebesar 52%, kategori ketepatan kode diagnosis utama terbanyak pada Kategori A. Nilai sig. < 0,05 pada BRM dibandingkan SIMPUS, BRM dibandingkan P-Care, SIMPUS dibandingkan P-Care, dan BRM dibandingkan aplikasi ERM. Kesimpulan: Audit informasi klinis menghasilkan perbandingan ketepatan kode diagnosis utama BRM < SIMPUS. Ketepatan kode diagnosis utama BRM < P-Care. Ketepatan kode diagnosis utama SIMPUS < P-Care. Ketepatan kode diagnosis utama BRM < aplikasi ERM.
Perancangan Sistem Informasi Autopsi Verbal Kematian Ibu Di Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis Maulani Agustina
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.443

Abstract

Pencatatan data penyebab kematian di kabupaten ciamis belum optimal. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimasi pencatatan data kematian adalah autopsi verbal yaitu mewawancarai anggota keluarga mengenai tanda dan gejala yang muncul sebelum seseorang meninggal. Autopsi verbal yang  digunakan saat ini masih menggunakan pencatatan secara manual dengan menggunakan kertas sehingga data yang dikumpulkan rusak atau hilang. Selain itu di kabupaten ciamis belum terdapat sistem untuk mengolah data kematian yang telah dikumpulkan. Pengembangan sistem informasi autopsi verbal kematian ibu di dinas kesehatan kabupaten ciamis menggunakan metode extreme programming. Pengembangan dimulai dari tahapan perencanaan, desain, pengkodean, dan pengujian. Implementasi menghasilkan sistem informasi autopsi verbal berbasis web. Sistem ini digunakan untuk mencatat hasil autopsi verbal ke dalam sistem, memverifikasi data hasil autopsi verbal, mengelola data hasil autopsi verbal dan melihat informasi secara umum. Sistem yang telah dibuat diujikan menggunakan metode black-box  testing.
Visualisasi Data Mining Dalam Skrining Covid-19 Berskala Internal Pada Instansi Dengan Metode Classification Tree muhammad muslim; Syamsu Windarti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.486

Abstract

Penerapan skrining berskala internal pada suatu instansi merupakan masalah baru yang timbul dimasa pandemi covid-19 seperti sekarang. Digital skrining dilakukan guna mempermudah merekam mobilitas para pegawai suatu instansi, namun terkendala oleh data yang dihasilkan masih berbentuk data mentah atau meta-data. Maka dari itu dibutuhkan sebuah tools tambahan yang mampu memvisualkan data sesuai kebutuhan. Sehingga digunakan metode classification tree dengan data mining untuk memvisualkan data skrining. Adapun hasil yang didapatkan berupa rekap mobilitas pegawai instansi terkait riwayat perjalan baik menerapkan prokes ataupun tidak, didapatkan data perjalanan di daerah kota jogja, bantul, kulon progo dan sekitarnya.
Pengaruh Citra Rumah Sakit, Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien BPJS Rawat Inap Ervita Nindy Oktoriani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.525

Abstract

Rumah sakit sebagai institusi yang bergerak di bidang jasa dimana pelayanannya merupakan tolok ukur penilaian kinerja. Salah satu tolok ukurnya adalah kualitas pelayanan yang diterima oleh pasien dari sebuah rumah sakit, oleh sebab itu sudah menjadi kewajiban pihak manajemen rumah sakit untuk menjaga hubungan baik dengan pasien untuk menciptakan sebuah nilai kepuasan yang maksimal. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh variable independent yaitu Citra Rumah  Sakit  dan  Kualitas  pelayanan  terhadap variabel independen yaitu kepuasan pasien dan loyalitas pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima, yakni 1) Citra berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS Rawat Inap Di RSUD X. 2) Kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien BPJS Rawat Inap Di RSUD X. 3) Citra berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pasien BPJS Rawat Inap Di RSUD X. 4) Kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pasien BPJS Rawat Inap Di RSUD X. 5) Kepuasan pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pasien BPJS Rawat Inap Di RSUD X. 6) Citra berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas melalui kepuasan pasien BPJS Rawat Inap Di RSUD X.7) Kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas melalui kepuasan pasien BPJS Rawat Inap Di RSUD X.
Efektivitas Penggunaan Barcode Medication Administration terhadap Peningkatan Keselamatan Pasien Devie Dian Wahyuni
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.447

Abstract

Keselamatan pasien menjadi perhatian penting dalam pelayanan kesehatan, khususnya asuhan keperawatan. Pemberian obat dengan tujuh prinsip benar menjadi bagian dari keselamatan pasien. Dengan melakukan double checking dalam pemberian obat melalui pemindaian barcode diharapkan efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien. Studi literatur ini untuk menggambarkan efektivitas penggunaan teknologi barcode dalam pemberian obat yang dapat meningkatkan keselamatan pasien. Studi ini menggunakan metode literatur review. Database yang digunakan adalah EBSCOhost, ProQuest, dan Google Scholar dengan beberapa kata kunci seperti barcode medication administration, patient safety, medication errors. Pemakaian barcode pada pemberian obat memiliki dampak baik terhadap pengurangan kesalahan pemberian obat yang akan mempengaruhi tingkat keselamatan pasien. Namun penggunaan sistem barcode medication administration dipengaruhi banyak hal seperti faktor perangkat keras, perangkat lunak, dan proses penggunaannya. Evalusi yang berkelanjutan pada penggunaan sistem barcode medication administration diharapkan dapat mengurangi permasalahan tersebut dan meningkatkan kualitas sistem barcode medication administration.
Rancang Bangun Aplikasi Tracer Rekam Medis Berbasis Web Di Rumah Sakit Griya Husada Madiun agustinus Kusdwiadji; Irmawati Mathar
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.488

Abstract

Rumah Sakit Umum Griya Husada Madiun dalam pelaksanaan tracer dalam proses pengambilan rekam medis masih menggunakan sistem manual yaitu mencatat pada lembar outguide pada berkas rekam medis pasien yang keluar pada bagian filling. Lembar tersebut berfungsi untuk mengetahui siapa yang melakukan peminjaman rekam medis, bagian mana yang melakukan peminjaman, tanggal peminjaman serta kapan berkas rekam medis tersebut dikembalikan. Petugas rekam medis harus mencari berkas rekam medis pada ruang filing sesuai dengan kebutuhan pengguna baik petugas rawat jalan maupun rawat inap yaitu dengan menuliskan berkas rekam medis yang dipinjam agar dapat melacak keberadaan berkas tersebut. Untuk tracer/outguide sering terjadi permasalahan yaitu lembar tracer tersebut rusak, hilang, atau terselip sehingga mode pencarian/tracer berkas sulit dilakukan dengan cepat karena petugas harus mencari dimana lembar outguide tersebut berada sehingga waktu untuk mencari, mencatat dan mendistribusi berkas menjadi cukup lama.Selain itu juga lembar tracer RM dapat memberikan infromasi terkait berkas rekam medis yang belum dikembalikan yang dapat dilihat didalam berkas rekam medis sebagai pengganti berkas rekam medis yang keluar. Hal ini membuat petugas rekam medis harus mengecek manual dan berkala agar berkas tersebut dapat dimonitoring keberadaannya agar tidak terjadi missfile.Rumah Sakit Umum Griya Husada Madiun masih menggunakan sistem tracer secara manual sehingga membutuhkan aplikasi yang dapat digunakan untuk memberikan informasi terkait distribusi keluar atau masuk berkas rekam medis secara realtime dan cepat antara petugas rekam medis dan petugas medis. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan rancangan tracer berbasis web untuk mempermudah petugas rekam medis melakukan proses pelacakan dan monitoring rekam medis. Aplikasi ini dikembangkan dengan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai database server realtime dan diharapkan dapat membantu petugas rekam medis untuk melacak dan memonitoring keberadaan berkas rekam medis pasien.
Analisis Pelepasan Informasi Rekam Medis Sebagai Penjamin Aspek Hukum Kerahasiaan Data Pasien ahmad darmawan
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.500

Abstract

Setiap sarana kesehatan bertanggung jawab untuk melindungi informasi kesehatan yang terdapat di dalam rekam medis terhadap kemungkinan rusak, hilang, pemalsuan isi berkas rekam medis juga sebagai sarana pelepasan menjamin aspek hukum atas kerahasiaan data pasien. Menjaga keamanan dan kerahasiaan informasi pasien pada saat proses pelepasan berkas rekam medis menjadi hal yang sangat penting guna untuk memudahkan akses informasi tuntutan hukum pihak pelayanan kesehatan dan praktisi kesehatan, serta pihak ke-3 yang berwenang. Tujuan dari penelitian ini adalah gambaran mengenai pelepasan informasi rekam medis dalam aspek hukum kerahasiaan. Adapun hal-hal yang dilihat dalam penelitian ini adalah mengenai prosedur pelepasan informasi medis, persyaratan pelepasan informasi medis, pihak-pihak yang ikut terlibat dalam pelepasan informasi medis, serta informasi penggunaan pelepasan informasi medis dan melihat aspek keamanan dari proses pelepasan informasi medis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah literatur review. Hasil penelitian yang dilakukan adalah terdapat 2 jurnal yang melakukan prosedur pelepasan berkas rekam medis sesuai SOP (Standart Operasional Prosedur) yang ada, 1 jurnal tidak menerapkan prosedur pelepasan dengan tepat dan tidak memiliki SOP (Standart Operasional Prosedur) dan dari 10 jurnal yang digunakan sebagai referensi ditemukan faktor penghambat pemenuhan pelepasan informasi yang dibedakan menjadi 3 faktor yaitu man, material, method. Berdasarkan hasil literatur review dari jurnal yang didapat dapat disimpulkan yaitu ketidak tepatan SOP (Standart Operasional Prosedur) pada pelepasan informasi yang dapat mengakibatkan masalah terkait kerahasiaan informasi data pasien belum adanya SOP (Standart Operasional Prosedur).

Page 1 of 2 | Total Record : 13