cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 13 Documents clear
PENGELOMPOKAN DIAGNOSIS DAN PROSEDUR BERDASARKAN ICD X DAN ICD IX DI RSI SITI RAHMAH PADANG Nurhasanah Nasution; Rahmi Septia Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.245

Abstract

Sistem klasifikasi penyakit merupakan pengelompokan penyakit-penyakit yang sejenis dengan International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem Tenth Revisions (ICD-10) untuk istilah penyakit dan masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Penerapan pengodean harus sesuai ICD-10 guna mendapatkan kode yang akurat karena hasilnya digunakan untuk mengindeks pencatatan penyakit,. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelompokkan diagnosis dan prosedur berdasarkan ICD X Dan ICD IX di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Periode 01 Maret Sampai 31 Maret 2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan cara mengambil data dari abstraksi data pasien rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan diagnosis terbanyak didapat adalah Dengue Haemorragic Fever (DHF) dengan kode ICD X A91 sebanyak tujuh pasien dan prosedur terbanyak didapat Chemoterapy dengan kode ICD IX 99.25 sebanyak 5 pasien dengan diagnosis kanker yang berbeda. Kesimpulan: Diagnosis DHF mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. 
Optimalisasi Penggunaan Ms Excel Terhadap Kepekaan Data Informasi Kesehatan di Posyandu Evina Widianawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.261

Abstract

Tumbuh kembang balita perlu dimonitoring untuk mencegah balita gizi kurang, stunting dan berbagai gangguan pertumbuhan balita yang lainnya. Ms Excel dapat dijadikan sebagai alat monitoring tumbuh kembang balita oleh kader Posyandu sehingga pencatatan, penyimpanan dan pengolahan data informasi kesehatan akan lebih mudah, akurat & analitis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi penggunaan Ms Excel dan pengaruhnya terhadap kepekaan informasi kesehatan pada kader Posyandu. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitaif. Populasi yaitu kader posyandu dan wakil masyarakat di Desa Kedungori kecamatan Dempet Demak sebanyak 36 orang. Variabel penelitian antara lain : Kendala Penggunaan Ms Excel (X), Implementasi Penggunaan Ms Excel (Y), Kepekaan Informasi Kesehatan (Z). Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk variabel X, dan analisis regresi linier untuk variabel Y dan Z. Hasil penelitian menunjukkan kader Posyandu masih belum menggunakan Ms Excel dikarenakan tidak bisa menggunakan Excel dan implementasi penggunaan Ms Excel berpengaruh terhadap kepekaan data informasi kesehatan.
Perancangan Instrumen Audit Pengkodean Klinis di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Kholida Syiah Nasution; Hosizah Hosizah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.255

Abstract

Kualitas kode diagnosis sangat penting di bidang manajemen data klinis, penagihan biaya, dan hal lain yang berkaitan dengan asuhan pelayanan kesehatan. Sayangnya saat ini, masih sering ditemukan ketidaktepatan kode diagnosis yang dihasilkan oleh clinical coder. Untuk itu perlu dilakukan audit pengkodean klinis untuk dapat meningkatkan kualitas kode diagnosis. Beberapa Rumah Sakit di Indonesia belum pernah melakukan audit pengkodean klinis, dikarenakan belum tersedia instrumen yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan audit pengkodean klinis. Salah satu rumah sakit yang belum pernah melakukan audit pengkodean klinis adalah RSUP Fatmawati. Tujuan penelitian ini merancang instrumen audit pengkodean klinis di RSUP Fatmawati. Jenis penelitian Research & Development dengan menggunakan teknik Delphi untuk memvalidasi desain instumen audit pengkodean klinis. Subjek dari penelitian adalah Ahli clinical coder yang memiliki pengalaman minimal 5 tahun sebagai clinical coder dengan objek penelitian instrumen audit pengkodean klinis. Hasil teknik Delphi putaran 1, ketujuh elemen kualitas pengkodean dari instrumen audit disetujui oleh semua ahli clinical coder  dan digunakan pada kuisioner putaran 2. Hasil dari putaran 2 diketahui bahwa elemen kualitas pengkodean yang direkomendasikan untuk digunakan yaitu reliability, completeness, timeliness, accuracy, relevancy dan legibility. Elemen definition  tidak digunakan karena 60% ahli clinical coder memberikan skala 3 . Instrumen audit pengkodean klinis ini perlu dipertimbangkan untuk digunakan dalam pelaksanaan audit pengkodean klinis di fasilitas kesehatan. Namun, sebelumnya perlu diuji coba untuk pelaksanaannya.

Page 2 of 2 | Total Record : 13