cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 4 (2023)" : 25 Documents clear
Pengembangan modul pembelajaran IPA sekolah dasar berbasis higher order thinking skills (HOTS) Nurani Hadnistia Darmawan; Hilman - Hilmawan; Lulu Ilmaknun Prihan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.18609

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang variatifnya pemenuhan bahan ajar IPA berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kebutuhan awal bahan ajar berbentuk modul, mengembangkan modul, mengimplementasikan modul, dan mengetahui evaluasi hasil pengembangan modul pembelajaran IPA berbasis HOTS. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan desain ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implementation, and Evaluation). Pada tahap analyze ditemukan adanya kebutuhan modul IPA berbasis HOTS pada tema 7 kelas V. Pada tahap design dilakukan penyusunan kerangka modul IPA berdasarkan aturan Kemendikbud. Pada tahap develop dilakukan realisasi kerangka modul yang telah dibuat sehingga menjadi modul yang utuh, kemudian diuji validasi dan revisi. Tahap implementation dilakukan untuk mengimplementasikan modul dan melakukan uji efektivitas terbatas pada sepuluh siswa. Pada tahap evaluation dilakukan penilaian dan refleksi hasil pengembangan modul yang berdasar pada saran validator dan pengguna melalui angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran IPA sekolah dasar berbasis HOTS layak digunakan setelah adanya revisi minor dari para validator. Modul pembelajaran IPA sekolah dasar berbasis HOTS dapat digunakan oleh guru maupun siswa karena memuat materi yang sistematis sesuai kompetensi dasar. Selain itu terdapat materi, tugas, latihan, maupun penilaian. Produk modul tersebut juga dapat membimbing dan memotivasi siswa untuk belajar IPA secara mandiri.
Implementasi model Project Based Learning (PJBL) pada mata kuliah perencanaan pembelajaran dalam merancang modul ajar berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) Isna Amanaturrakhmah
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.18802

Abstract

AbstractThis study aims to guide students in designing teaching modules that support the achievement of higher order thinking skills (HOTS). The methode that used is Classroom Action Research (CAR). The research subjects are the students at 4th semester of primary school teacher education major at STKIP Pangeran Dharma Kusuma Segeran Juntinyuat Indramayu that consists of 35 students that determined by using purposive sampling method. The data collection techniques used were observation and documentation. Then the data were analyzed qualitatively. The results showed that students could carry out learning activities using the Project Based Learning (PjBL) model. 25 out of 35 research subjects succeeded in designing teaching modules based on Higher Order Thinking Skill (HOTS). 7 students develop modules with a scientific thinking skills orientation. 5 students succeeded in developing teaching modules with critical thinking skills orientation. 5 students succeeded in developing teaching modules oriented towards problem solving skills and 8 students succeeded in developing teaching modules oriented towards critical thinking skills. The implementation of the Project Based Learning (PjBL) model provides experiences in meaningful learning for students. In addition to gain theoretical insights, students also gain experience in developing a project of a HOTS-based teaching module. In the future students can develop their abilities in developing teaching modules in research/thesis as a final project. 
Articulate storyline dan powerpoint sebagai media pembelajaran inovatif berbasis ICT untuk meningkatkan keterampilan sosial Gilang Mas Ramadhan; M Furqon Alhadiq
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.19204

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Modul interaktif pada materi masalah social di lingkungan setempat dalam rangka upaya untuk menstimulus peningkatan keterampilan social pada siswa. Penelitian ini menggunakan model penelitian menurut Plom, yang terdiri dari lima tahap utama, yaitu Prelimenary Investigations, Design, Realization/Contruction, Tes, Evaluation and Revision, dan Implementation. Instrumen penelitian terdiri dari: (1) lembar validasi modul berdasarkan ahli media, (2) ahli materi, (3) lembar validasi tes kemampuan pemahaman siswa, (5) angket respon siswa. Data kevalidan produk dianalisis dengan mengkonversikan skor menjadi data kualitatif dan hasil dari Preetes &Postes. Data kepraktisan terdiri dari data penilaian kepraktisan e-modul melalui angket respon siswa yang dianalisis dengan mengkonversikan skor menjadi data kualitatif skala lima, kemudian ditentukan ditentukan persentase jumlah kepraktisan berdasarkan penilaian absolut. Melalui proses pengembangan telah dihasilkan: (1) Modul interaktif pada materi masalah social di lingkungan setempat (2) instrument tes. Uji coba dilakukan pada kelas IV SD Negeri Nangela Sukabumi. Berdasarkan analisis data uji coba menunjukkan bahwa modul interaktif pada masalah social dilingkungan setemapat. Kriteria kevalidan terlihat dari hasil analisis modul yang memenuhi kriteria sangat valid berdasarkan ahli materi dengan persentase sebesesar 86% dan memenuhi kriteria valid berdasarkan ahli media dengan persentase sebesar 80%. Kriteria kepraktisan terlihat dari analisis respon siswa dengan persentase 85% dan telah memenuhi kriteria praktis. Kriteria keefektifan terlihat dari analisis uji N-Gain dari tes kemampuan pemahaman matematis siswa dimana hasil belajar siswa telah mencapai rata-rata nilai 80 atau berada diatas KKM 75 dengan skor Ngain 0,98 atau 98%
Penerapan permainan tradisonal oray-orayan meningkatkan keterampilan membaca aksara sunda siswa sekolah dasar Ardi Rudianto; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.19205

Abstract

Budaya Sunda memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dari budaya lain. Aksara sunda merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang berasal dari suku sunda. Aksara sunda sudah dinyatakan sebagai aksara asli yang dilindungi kelangsungannya dan wajib untuk dilestarikan. Setiap siswa sekolah dasar harus sudah bisa membaca aksara sunda. Akan tetapi, banyak dari siswa sekolah dasar saat ini yang tidak mengetahui dan mengerti dengan aksara sunda, sehingga untuk mengenalakan dan melestarikan budaya tersebut di sekolah dasar diajarkan membaca aksara sunda. Aksara Sunda harus dipertahankan, untuk mempertahankan aksara sunda penulis melakukan penelitian untuk mengetahui apakah melalui penerapan permainan tradisonal oray-orayan dapat meningkatkatkan keterampilan membaca aksara sunda. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Ciamhpar Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi kepada 13 orang peserta didik kelas IV. Penelitian telah dilakukan 2 siklus dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitian dimulai dengan perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah soal tes lisan membaca aksara ngalagena, lembar observasi siswa dan lembar obsevasi guru. Hasil dari penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan membaca aksara sunda ngalagena pada siswa kelas IV. Peningkatan dapat terlihat dari hasil tes lisan membaca aksara ngalagena pada aksara sunda di kegiatan prasiklus, siklus 1 dan siklus 2. Hal ini membuktikan bahwa permainan oray-orayan yang diterapkan dalam konsep pembelajaran membaca aksara sunda dapat meningkatkatkan kemampuan siswa dalam membaca akasara sunda. Dan bisa dimanfaatkan sebagai media belajar serta menggunakannya sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dalam mengeksplorasi potensi yang dimilikinya.
Program ekstrakurikuler pramuka dalam upaya pengembangan karakter mandiri peserta didik di sekolah dasar Nurasiah Nurasiah; Solehuddin Solehuddin; Mamat Supriatna
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.19206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara analitis fakta lapangan tentang program ekstrakurikuler pramuka dalam upaya pengembangan karakter mandiri peserta didik di SDN Rengasdengklok Selatan VII. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan Informan dilakukan sesuai dengan subjek permasalahan yang terkandung di dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, wali kelas VI, pembina pramuka dan siswa kelas VI. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data di analisis dengan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan crosscheck. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler pramuka yang dihasilkan berdasarkan hasil musyawarah gugusdepan.  Program ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan melalui kegiatan latihan mingguan, perkemahan di gugusdepan dan kegiatan partisipasi kegiatan diluar gugusdepan baik yang berbentuk lomba maupun non lomba sehingga dapat dapat membentuk karakter mandiri yang sudah sampai pada tahap moral doing tetapi belum tercapai secara maksimal karena  belum semua siswa mempraktikkan nilai karakter mandiri tersebut  di dalam perilakunya sehari-hari, khususnya di sekolah.

Page 3 of 3 | Total Record : 25