cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2024)" : 25 Documents clear
Analisis pembelajaran dengan menggunakan modul pilar karakter percaya diri di SDS Darul ‘Amal Jampangkulon Titi Rahmawati; Dyah Lyesmaya; Din Azwar Uswatun
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.22547

Abstract

Karakter merupakan ciri khas individu yang ditunjukan melalui cara bersikap, berperilaku dan bertindak untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Pendidikan karakter dinilai sangat penting untuk ditanamkan pada anak-anak usia SD karena pendidikan karakter adalah proses Pendidikan yang ditujukan untuk mengembangkan nilai, sikap dan perilaku yang memancarkan akhlak mulia atau budi pekerti luhur khususnya di karakter percaya diri. Melalui metode bercerita pilar karakter dan pembiasaan ini maka siswa-siswi yang sebelumnya masih ada yang tidak percaya diri akan terlihat perkembangannya saat mereka sudah berada di Kelas berikutnya. Karena memang pembiasaan-pembiasaan nilai luhur pilar karakter ini dirasa sangat berhasil diterapkan di masa-masa Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di SDS Darul ‘Amal yang berada di desa Bojonggenteng kecamatan Jampangkulon kabupaten Sukabumi. Terdiri dari 3 kelas (kelas 2 khalid bin walid, zaid bin tsabit dan Abdurrahman bin auf). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penulis akan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengamatan (observasi) terhadap situasi dan kondisi sekolah, melakukan wawancara dengan informan, baik dengan guru maupun dengan informan lainnya di SDS Darul ‘Amal dan menggali informasi data melalui dokumen-dokumen sekolah dan membuat dokumentasi atas segala kegiatan yang diteliti dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah, sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dengan penerapan nilai karakter disetiap mata pelajaran ini siswa akan mengikutinya dan dengan berjalannya waktu nilai karakter tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan. Perinsip Pendidikan karakter ini sudah baik diterapkan oleh SDS Darul ‘Amal, dimana didapati data bahwa SDS Darul ‘Amal selalu memberikan contoh atau teladan yang baik yaitu dengan guru membiasakan berperilaku sesuai dengan nilai karakter yang ada.pemberian contoh yang baik ini dilakukan guru dengan pembiasaan bagaimana cara bersikap yang baik.
Penggunaan media kartu gambar dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I sekolah dasar Anggun Setia Putri; Astri Sutisnawati; Luthfi Hamdani Maula
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.22548

Abstract

Latar belakang penetilian siswa kelas I SD Negeri Buniwangi berdasarkan hasil observasi ternyata kemampuan membaca dan menulis siswa masih tergolong rendah, Kriteria ketuntasan minimal 65 yang sudah ditetapkan menjadi tolak ukur dalam keberhasilan belajar anak, dari 8 peserta didik hanya 3 Peserta didik yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal atau sekitar 37,5% pada setiap akhir pembelajaran. Penelitian yang dilakukan ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Hopkins pelaksanaan penelitian tindakan dilakukan membentuk Spiral dimulai dari menyusun perencanaan lalu melaksanakan tindakan, Tujuan dari penelitian ini yaitu Mendeskripsikan perencanaan penggunaan media gambar dalam pembelajaran di kelas, Mendeskripsikan pelaksanaan penggunaan media gambar dalam pembelajaran di kelas, Memaparkan hasil penggunaan media gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui media gambar, Hasil siklus I yaitu jumlah siswa yang telah mencapi KKM sebanyak 5 siswa atau 62,5 % dan sebanyak 3 siswa atau 37,5%, Perbaikan yang dilakukan pada siklus II menunjukan Jumlah siswa yang telah mencapi KKM sebanyak 7 siswa atau 87,5 % dan sebanyak 1 siswa atau 12,5%. Sedangkan target peneliti adalah 85% dari siswa seluruhnya kemampuan membacanya meningkat. Kemampuan membaca siswa setelah dilakukannya Observasi pada tiap siklus serta hasil evaluasi akhir pembelajaran mengalami peningkatan yang sangat baik pada setiap indikator kegiatan, oleh karena itu penelitian dengan memanfaatkan media kartu gambar dinyatakan sangat baik sesuai dengan harapan peneliti.
Penerapan managemen kelas untuk meningkatkan karakter disiplin siswa di sekolah dasar Kurniawati; Astri Sutisnawati; Luthfi Hamdani Maula
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.22561

Abstract

Penelitian ini didasari oleh kurangnya partisipasi siswa dalam belajar serta tingkat kedisiplinan yang masih kurang yang berimbas pada hasil belajar PPKn siswa, dan hal tersebut berdampak pada tujuan capaian belajar yang belum tercapai maksimal. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Terdapat 25 siswa yang menjadi subjek penelitian di kelas I SD Negeri Mekarjaya. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus, mencakup fase perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Selama proses pembelajaran, pengumpulan data dan pelaksanaan penelitian dilakukan bersama. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi manajemen kelas mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKKN) serta kedisiplinan siswa kelas I SD Negeri Mekarjaya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada awalnya, hanya 9 dari 25 siswa yang memenuhi kriteria kelulusan, sedangkan sisanya tidak. Namun, setelah dilakukan Siklus I, jumlah siswa yang memenuhi kriteria meningkat menjadi 18, dengan hanya 7 siswa yang tidak memenuhi kriteria. Dan pada Siklus II, 23 siswa berhasil mencapai kriteria kelulusan yang ditetapkan dan hanya 2 orang siswa yang masih di bawah KKM. Adapun persentase kelulusan pada pra-siklus hanya mencapai 32%, kemudian meningkat menjadi 72% pada Siklus I, dan mencapai 92% pada Siklus II, melebihi target yang telah ditetapkan sebesar 80%. Selain itu pada aspek kedisiplinan hasil observasi pada kegiatan tahap siklus 1 memiliki peningkatan menuju siklus II. Pada siklus II terlihat bahwa peningkatan setiap indicator kedisiplinannya sangat meningkat secara signifikan, sehingga dalam indicator ketaatan waktu belajar mendapatkan presentase sebesar 81%, indicator ketaatan mengerjakan tugas sebesar 82%, indicator ketaatan waktu datang dan pulang sebesar 93% dan indicator terkait pelaksanaan kegiatan diperoleh presentase sebesar 93%. Sehingga pada siklus II termasuk ke dalam kategori “sangat baik” Dengan demikian, penerapan penggunaan penggunaan manajemen kelas guna meningkatkatkan karakter disiplin dan hasil belajar siswa di SDN Mekarjaya terbukti berhasil.
Penerapan reward and consequence dalam meningkatkan kedisiplinan siswa pada kegiatan pembelajaran IPAS di SD Nenen Wilasari; Arsyi Rizqia Amalia; Dyah Lyesmaya
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.22562

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya aktifitas pembelajaran di kelas yang terlihat belum tertib dan kondusif dan berimplikasi terhadap rendahnya tingkat disiplin siswa, yang mengakibatkan pada hasil belajar IPAS siswa juga rendah, kemudian kurangnya partisipasi siswa terhadap proses belajar sehingga kelas menjadi pasif, keadaan tersebut menyebabkan pembelajaran di kelas kurang efektif dan efisien. Penelitian tindakan kelas, salah satu metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data pun dilakukan pada sata proses pembelajaran di kelas. Siswa kelas 4 SDN 2 Bojongkalong yang berjumlah 25 siswa yang menjadi subjek pada penelitian ini. penelitian terdiri dari dua siklus masing-masing siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan metode reward and consequence dapat meningkatkan kedisiplinan siswa serta hasil belajar IPAS siswa kelas 4 SD Negeri 2 Bojongkalong. Hasil penelitian ini yaitu adanya peningkatan terhadap persentase ketuntasan belajar siswa setelah adanya perbaikan. Pada kegiatan pra siklus terdapat 8 siswa yang tuntas dan 17 siswa tidak tuntas. Kemudian pada siklus 1 terdapat 16 siswa tuntas dan 9 siswa tidak tuntas. Sedangkan kriteria ketuntasan siklus 2 berjumlah 23 siswa. Dalam penelitian ini, ketuntasan pembelajaran mencapai 92% adalah hasil yang diinginkan. Pada prasiklus persentase ketuntasan belajar hanya 32%, target yang ditetapkan sebesar 80%. Pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 64%. Pada siklus II menjadi 92%. Selain itu pada aspek kedisiplinan data menunjukan rata-rata nilai pada pra siklus adalah 55 dan masuk pada kategori kurang baik, sedangkan pada siklus 1 mendapat nilai rata-rata 61, karena dirasa kurang maka diadakan Kembali pada siklus 2, dan data menunjukan peningkatan yang signifikan yakni mendapat rata-rata 87, dan masuk pada kategori sangat baik dengan jumlah nilai pada masing-masing tahapan penelitian sebagai berikut, pada prasiklus 1373, dan pada siklus 1 menjadi 1513 kemudian siklus 2 menjadi 2189, Dengan demikian, penerapan penggunaan penggunaan metode reward and consequence guna meningkatkatkan karakter kedisiplinan pada pembelajaran IPAS siswa di SDN 2 Bojongkalong terbukti berhasil
Penerapan media permainan tradisional ucing puntang untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekolah dasar Jimat Laelasari; Iis Nurasiah; Irna Khaleda
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.22582

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa, hal tersebut dikarenakan kegiatan pembelajaran aspek berbicara kurang menarik dan membosakan bagi siswa serta metode pembelajaran yang digunakan masih bersifat pasif, sehingga siswa tidak terlibat aktif di dalam kelas akhirnya siswa masih malu-malu untuk mengungkapkan isi pikirannya, lalu pemilihan kata yang masih kurang tepat dan berbicaranya pun masih terbata-bata mungkin karena kurang percaya diri. Karena keterampilan berbicara itu sulit dipelajari tapi harus di praktekkan secara langsung melalui latihan secara terus menerus. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini. Adapun subjek pada penelitian ini yaitu 13 siswa kelas III SD Negeri 2 Bojongkalong. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus yang mencakup fase perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penerapan media permainan tradisional ucing puntang mampu meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas III SD Negeri 2 Bojongkalong. Temuan studi menunjukkan bahwa pada awalnya hanya 5 siswa dari 13 yang melebihi KKM dan didapatkan nilai rata-rata sebesar 57,46. Namun, setelah dilakukan siklus I jumlah siswa yang melebihi KKM meningkat menjadi 9 siswa dan diperoleh nilai rata-rata sebesar 69,5. Adapun pada siklus II terdapat peningkatan jumlah siswa yang melebihi KKM yaitu sebanyak 11 siswa, dan diperoleh nilai rata-rata sebesar 74,84. Selain itu, pada aspek keterampilan berbicara pada tahap kegiatan siklus 1 terdapat peningkatan menuju siklus II. Pada siklus II terlihat bahwa peningkatan setiap indicator keterampilan berbicara sangat meningkat secara signifikan.Sehingga dalam indicator kesesuaian ucapan dengan topic memperoleh rata-rata 73,8,ketapatan penulisan kata dan ejaan sebesar 74,4, penyusunan kalimat yang tepat sebesar 76,6 dan indicator intonasi dan ekspresi sebesar 74,4.

Page 3 of 3 | Total Record : 25