cover
Contact Name
Budhi Oktavia
Contact Email
budhioktavia@fmipa.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
periodic@fmipa.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Kimia, FMIPA, UNP Jalan Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP
ISSN : -     EISSN : 23391197     DOI : https://doi.org/10.24036/p.v11i2.113715
Periodic adalah jurnal nasional yang berisi artikel-artikel bidang ilmu kimia, seperti bidang Kimia Analitik, Kimia Fisika, Kimia Anorganik, Kimia Organik dan Biokimia. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian original, komunikasi singkat, dan artikel review. Artikel yang telah diterbitkan dalam jurnal ini berarti bahwa kegiatan penelitian yang diterbitkan adalah belum, dan tidak akan diterbitkan di tempat lain. Periodic (e-ISSN 2339-1197) diterbitkan oleh Jurusan Kimia dan mulai tahun 2022 disebut Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang, Indonesia. Periodic terbit berdasarkan berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. 152/E/T/2012 tentang publikasi karya tulis ilmiah dan terbit sejak Oktober 2012.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012)" : 15 Documents clear
Analisa Kualitas Air Sungai Batang Idas Kecamatan Lubuk Kilangan Indarung Padang pada Bulan Desember 2011 dan Maret 2012 Melisa Sri Hardianti; Indang Dewata; Hardeli Hardeli
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.886 KB) | DOI: 10.24036/p.v1i2.2520

Abstract

Has done research about determination water quality in Batang Idas River at December 2011 to Maret 2012 with purpose to knows degree of water pollution with doing analisys of temperature, DHL, TSS, TDS, pH, DO, BOD, COD, an analisys consentration of Fe, Ca, and Al metal in water and sediment. The next preposition with rule government number of 82, 2001th and it evaluated. Result of experiment look that weather sampling time can influence the result. I got some parameter concentration from low value to high value are temperature is 22-300C, pH is 6.1-8.6, DHL is 0.078-0.201 mS/cm, TSS is 108-6149 mg/l, TDS is 39-130.78 mg/l, DO is 7.39-12.73 mg/l, BOD is 0.65-2.17 mg/l, COD is 1.71-74.31 mg/l, Fe metal is 0.3-119.6 ppm,  Ca metal is 9.34-5371 ppm,  Al metal is 5.2-7.26 ppm, and total concentration metal in sedimentis 0.019-46.61 %.  The average concentration of some parameter exist under limit certainty rule government number of 82, 2001th except to COD in area 2, 3 and TSS in area 2, 3 and 4. Concentration of metal past over limit RMC (Recommendation Maximun Concentration for Water Irrigation). The conclusion that even increase concentration some parameter in mine area and followed increase concentration some parameter in Batang Idas River and in sail down than to rise.  The reason is waste from mine limestone area, activity of human, and erosion of land.
Penentuan Kondisi Optimum Proses Degradasi Zat Warna Methylene Blue Pada Reaktor Fotokatalitik TiO2 – PEG Rezki Pratama; Hardeli Hardeli; Yerimadesi Yerimadesi
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.458 KB) | DOI: 10.24036/p.v1i2.2525

Abstract

Methylene Blue merupakan zat warna dasar yang penting dalam proses pewarnaan kulit, kain mori, dan kain katun. Pembuangan zat warna ini ke lingkungan perairan menjadi ancaman serius bagi organism aquatik di dalamnya. Proses fotokatalitik dengan semikonduktor TiO2 merupakan teknologi yang potensial dalam memineralisasi zat-zat berbahaya yang sulit dibiodegradasi. Penelitian ini bertujuan menentukan jumlah kolom gelas dan lama penyinaran optimum  reaktor fotokatalitik guna mendegradasi zat warna Methylene Blue 5 ppm. Dalam penelitian ini, digunakan TiO2 Degussa P 25 dengan penambahan zat aditif PEG guna memperbaiki sifat-sifat katalis. Penelitian ini menggunakan dua varibel yaitu varibel pertama adalah  lama penyinaran, dengan 7 variasi waktu. Varibel kedua adalah jumlah kolom gelas dengan 6 variasi kolom gelas. Setelah dilakukan proses degradasi, absorbansi Methylene Blue diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan produk degradasi yang terbentuk pada kondisi optimum diidentifikasi menggunakan GC-MS. Dari hasil penelitian didapatkan kondisi optimum  reaktor fotokatalitik yaitu pada jumlah kolom gelas 10 buah dan lama penyinaran selama 6 jam. Pada kondisi ini diperoleh persentase degradasi sebesar 79,49 %. Hasil karakterisasi dengan XRD menunjukkan TiO2 Degussa P-25 merupakan campuran anatase dan rutile dengan ukuran Kristal sebesar 20,571558 nm. Identifikasi dengan GC-MS menunjukkan banyak puncak yang saling tumpang tindih yang menandakan Methylene Blue telah mengalami degradasi.
Pengaruh Asap Cair Sabut Pinang (Areca catechu L) Terhadap Kadar Protein Udang (Crustacae) yang Disimpan pada Suhu 50C Faratika Agustin; Iryani Iryani; Isniyetti Isniyetti
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.309 KB) | DOI: 10.24036/p.v1i2.2516

Abstract

A study on the effect of liquid smoke fibrous shell of areca nut (Areca catechu L) the protein content of shrimp stored at a temperature of 50oC. The purpose of this study was to see the effect of liquid smoke concentration and length of storage the protein content of shrimp. This study begins with shrimp dipping into different concentrations and stored with variety and storage time of shrimp used as control without giving liquid smoke. Observations made ​​during the 15 days of the smell, color, texture and protein content of shrimp. Shrimp protein content determined by the method of Lowry. Based on the results of the study can be seen a decline in the quality of the shrimp as changes in odor, color and texture. From the results of the determination of the protein content of shrimp with giving liquid smoke have a higher protein content when compared to the shrimp without giving of liquid smoke. Liquid smoke concentration and sample storage time best in this study was 15% liquid smoke concentration with storage time 3 days.
Analisis Kadar Logam Timah (Sn) dan Kromium (Cr) pada Susu Kental Manis Kemasan Kaleng dengan Metoda Spektrofotometri Serapan Atom Nadia Wulandari; Zul Afkar; Desy Kurniawati
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.815 KB) | DOI: 10.24036/p.v1i2.2521

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis kadar logam timah dan kromium pada susu kental manis kemasan kaleng dengan metoda spektrofotometri serapan atom. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh pelarut terhadap kadar logam timah dan kromium pada susu kental manis kemasan kaleng, mengetahui pengaruh masa kadaluarsa dan keutuhan kemasan terhadap kadar logam timah dan kromium serta mengetahui kadar logam timah dan kromium dalam salah satu susu kental manis kemasan kaleng yang beredar dipasaran. Penelitian ini menggunakan metoda destruksi basah, dimana proses pendestruksian dilakukan dengan beberapa variasi yaitu variasi pelarut : HCl pekat, HNO3 pekat dan HCl-HNO3 pekat (3:1), variasi masa kadaluarsa, serta variasi keutuhan kemasan kaleng. Hasil penelitian menunjukan, semua sampel mengandung timah dan kromium. Kadar logam timah tertinggi didapatkan dengan menggunakan pelarut HNO3-HCl, dengan keadaan kaleng rusak dan masa kadaluarsa 1 bulan sesudah kadaluarsa, yaitu 4,989 mg/L. Kadar logam kromium tertinggi didapatkan dengan menggunakan pelarut HNO3-HCl, dengan keadaan kaleng rusak dan masa kadaluarsa 1 bulan sesudah kadaluarsa, yaitu  3,703 mg/L.
Analisis Kadar Logam Timbal (Pb) dan Tembaga (Cu) pada Susu Kental Manis Kemasan Kaleng dengan Metoda Spektrofotometri Serapan Atom Vina Dewisartika; Zul Afkar; Yerimadesi Yerimadesi
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.935 KB) | DOI: 10.24036/p.v1i2.2526

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Analisis Kadar Logam Timbal (Pb) dan Tembaga (Cu) pada Susu Kental Manis Kemasan Kaleng dengan Metoda Spektrofotometri Serapan Atom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelarut terhadap kadar logam timbal (Pb) dan tembaga (Cu) dalam susu kental manis kemasan kaleng, mengetahui pengaruh masa kadaluarsa dan keutuhan kemasan terhadap kadar logam timbal (Pb) dan tembaga (Cu), serta mengetahui kadar logam timbal (Pb) dan tembaga (Cu) dalam salah satu susu kental manis kemasan kaleng yang beredar di pasaran. Analisis kadar timbal (Pb) dan tembaga (Cu) dilakukan dengan menggunakan metoda destruksi basah dan dilakukan beberapa variasi yaitu variasi pelarut, variasi masa kadaluarsa serta variasi keutuhan kemasan kaleng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel mengandung timbal (Pb) dan tembaga (Cu). Kadar timbal (Pb) tertinggi didapatkan dengan menggunakan pelarut aquaregia, dengan keadaan kaleng rusak dan masa kadaluarsa satu bulan setelah kadaluarsa yaitu 4,548 mg/L. Kadar tembaga (Cu) tertinggi didapatkan dengan menggunakan pelarut aquaregia, dengan keadaan kaleng rusak dan masa kadaluarsa satu bulan setelah kadaluarsa yaitu 4,491 mg/L.
Penentuan Kapasitas Serapan Ion Fosfat oleh Sedimen Limbah Tambang Batu Kapur di Bukit Karang Putih Indarung Padang Gustia Dona Maya; Indang Dewata; Hardeli Hardeli
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.595 KB) | DOI: 10.24036/p.v1i2.2517

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan kadar logam Ca, Al, Fe dan uji kapasitas serapan ion fosfat oleh sedimen limbah tambang batu kapur di bukit karang putih. Pemilihan lokasi pengambilan sampel berdasarkan atas teknik random yang terserbar menjadi 7 titik sampling antara lain, satu titik dihulu, dua titik di lingkungan tambang, dua titik di Sungai Batang Idas dan dua titik di hilir. Hasil penelitian di dapatkan kadar logam Ca dalam persen (%) pada 7 titik sampel berturut-turut adalah sebagai berikut 0,27; 29,67; 29,97; 27,97; 11,28; 9,75; 2,94, dan kadar logam Al dalam persen pada 7 titik sampel berturut-turut adalah 0,025; 0,027; 0,035; 0,036; 0,038; 0,039; 0,041, serta kadar logam Fe dalam persen pada 7 titik sampel berturut-turut adalah 4,15; 1,37; 2,24; 2,07; 3,51; 3,04; 3,17. Kapasitas serapan ion fosfat dalam mg/g pada 7 titik sampel berturut-turut adalah sebagai berikut 6,1; 3,1; 100; 0,4; 2,4; 2,2; 2,9 m. Kesimpulan, kadar logam Ca lebih tinggi bila dibandingkan dengan logam Al dan Fe sehingga logam Ca berperan dalam penyerapan ion fosfat. Terbukti dari analisis korelasi menunjukkan bahwa logam Ca berkorelasi positif dengan Qmaks, sedangkan dengan logam Al dan Fe berkorelasi negatif. Pemodelan isoterm Langmuir lebih tepat dari pada pemodelan isoterm Freundlich karena kapasitas serapan ion fosfat (Q maks) dan regresi (R2) nya lebih tinggi yaitu berturut-turut 100 mg/g dan 0,997mg/g.
Konversi Bioetanol Hasil Fermentasi dari Ubi Jalar Putih (Ipomoea batatas LAM.) Menjadi Asam Asetat menggunakan Acetobakter aceti Novi Kasari; Iryani Iryani; Bahrizal Bahrizal
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.63 KB) | DOI: 10.24036/p.v1i2.2522

Abstract

Manufacture of acetic acid fermentation occurs in two stages, namely alcoholic fermentation and acetic acid fermentation. In alcoholic fermentation, materials containing starch or glucose converted into bioethanol by Saccharomyces cereviciae. After that in the second stage of bioethanol produced is oxidized to acetic acid by Acetobakter aceti. Has done research on the conversion of bio-ethanol from the fermentation of white sweet potato (Ipomoea batatas LAM.) to acetic acid using Acetobacter aceti. This study aimed to determine the amount of inoculum Acetobacter aceti and fermentation to produce acetic acid with the highest concentration. The research was conducted using completely randomized design (CRD) with two factors: the first factor is the amount of inoculum consists of three variations, namely 5, 10 and 15% (v/v), and the second factor is the length of fermentation which consists of 4 variations ie 3, 6, 9, 12 days. In this study, the concentration of ethanol obtained at 7.05422% with simultaneous fermentation by Aspergillus niger and Saccharomyces cereviciae with 2:1 ratio and fermentation time 56 hours. While the highest concentration of acetic acid is obtained in the addition of 10% inoculum and fermentation time of 12 days is equal to 0.553%.
Analisis Kadar Siklamat dan Aspartam pada Minuman Ringan Menggunakan HPLC dengan Fasa Gerak Metanol-Buffer Phospat Aulya Rahmah; Budhi Oktavia; Desy Kurniawati
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.462 KB) | DOI: 10.24036/p.v1i2.2513

Abstract

Siklamat dan aspartam merupakan pemanis buatan yang digunakan sebagai penegas cita rasa (flavor enhancer) terutama cita rasa buah. Siklamat dan aspartam ini sering di gunakan sebagai zat tambahan dalam bahan makanan dan minuman yang beredar di pasaran,sehingga dapat di konsumsi oleh masyarakat. Kadar yang diperbolehkan  untuk mengkonsumsi siklamat dan aspartam masing-masing adalah 11 mg/kg dan 40 mg/kg berat badan. Untuk itu, diperlukan suatu metoda yang efektif dalam menganalisis kadar siklamat dan aspartam pada makanan dan minuman tersebut. Analisis kadar siklamat dan aspartam pada penelitian ini menggunakan metoda HPLC detektor UV_Vis dengan menggunakan fasa gerak metanol : buffer phospat (20 : 80) dan fasa diamnya menggunakan kolom ODS C18. pH buffer phospat yang digunakan adalah 6,2 pada panjang gelombang 263nm. Dimana waktu retensi untuk siklamat dan aspartam masing-masing adalah 6,67 menit dan 5,20 menit. Kadar siklamat pada minuman yang beredar di pasaran terdapat pada 4 macam sampel dari 5 macam sampel yang diuji, dimana kadar tertinggi terdapat pada sampel B dengan kadar 794,1  ppm. Sementara aspartam, dari 5 sampel yang di uji tidak satupun yang mengandung aspartam. Sedangkan untuk sampel yang beredar di sekolahan, dari 3 sampel yang di uji, tidak satupun yang mengandung siklamat dan aspartam.
Analisis Silikon (Si) dan Magnesium (Mg) dalam Tanah Lempung di Kabupaten Tanah Datar Secara Spektrofotometri Serapan Atom Wiwit Angraini; Amrin Amrin; Bahrizal Bahrizal
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.346 KB) | DOI: 10.24036/p.v1i2.2527

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis silikon dan magnesium dalam tanah lempung yang terdapat di Kabupaten Tanah Datar secara Spektrofotometri Serapan Atom. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan silikon (Si) dan magnesium (Mg) dengan jenis pelarut, ukuran partikel dan konsentrasi pelarut terbaik secara spektrofotometri serapan atom. Analisis silikon dan magnesium dilakukan dengan menggunakan metoda destruksi basah, dimana proses pendestruksian dilakukan dengan beberapa variasi yaitu variasi pelarut : HF, HCl pekat, HNO3 pekat, dan HCl-HNO3 pekat (3:1), variasi ukuran partikel yaitu ≤ 63 μm, > 63 - ≤ 75 μm, dan > 75 - ≤ 90 μm serta variasi konsentrasi pelarut HF yaitu 23 M, 18 M, 12 M, 6 M dan variasi konsentrasi pelarut HCl yaitu 12 M, 9 M, 6 M dan 3 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan silikon terbaik didapatkan menggunakan pelarut HF 12 M dengan ukuran partikel ≤63µm yaitu 26,79% dan kandungan magnesium terbaik didapatkan menggunakan pelarut HCl 9 M dengan ukuran partikel ≤63 µm yaitu 1,08%.
Studi Inhibisi Korosi Baja oleh Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao) dalam Medium Udara Indah Muspita; Irma Mon; Yerimadesi Yerimadesi
Jurnal Periodic Jurusan Kimia UNP Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/p.v1i2.2518

Abstract

Steel very easily have corrosion in the air (atmosphere corrosion), this led to the decline of quality steel. Therefore, Inhibition of steel Corrosion Study performed by the extract of Cocoa (Theobroma cacao) in the Medium of air which aims to look at the influences of the cocoa seed extract inhibition of corrosion of steel in the medium of air.This research uses a method of reduction of weight (weight loss), identification of compound steel absorbed on the surface of steel using a FTIR spectrometer, analysis of the steel surface and done using stereo microscopes. Of research results obtained that the cacao seed extract may decrease the rate of corrosion of steel in the air with corrosion inhibition efficiency 89,46%. Increased efficiency due to the lack of inhibition adsorption on cocoa extract steel surface that has been evidenced by the results of the FTIR. Surface analysis of steel with a microscope shows the difference of surface state of specimens not coated and coated cocoa extract solution.

Page 1 of 2 | Total Record : 15