cover
Contact Name
imroatun
Contact Email
imroatun@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
imroatun@uinbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
as-sibyan : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 25415549     EISSN : -     DOI : -
a?-?iby?n: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, ISSN 2541-5549, diterbitkan enam bulan sekali oleh Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten No. In.10/F.I/HK.00.5/1201/2016, tanggal 04 April 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016" : 8 Documents clear
MENGOPTIMALKAN OTAK ANAK SEJAK USIA DINI Yahdinil Firda Nadirah
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa yang paling menentukan dan mempengaruhi pembentukan anak adalah masa sebelum sekolah. Anak diharapkan dapat optimal perkembangan otaknya bila keluarga, sekolah dan lingkungan lainnya dapat memberikan bantuan, mengadakan kegiatan- kegiatan dan latihanlatihan yang tepat dan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak. Adanya perbedaan individual dalam kemampuan kognitif ini ditentukan oleh unsur biologik (seperti unsur genetik dan proses kematangan) dan pengalaman dengan lingkungan antara lain melalui pendidikan, pelatihan dan belajar insidental secara umum.
PEMBELAJARAN BAHASA PADA ANAK YANG MENGALAMI KETERLAMBATAN BERBICARA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI Humaeroh Humaeroh
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa manusia adalah suatu sistem persetujuan bunyi vocal yang acak sebagai alat bagi manusia untuk saling bercakap-cakap dan berhubungan antar sesamanya. Bahasa baru memiliki nilai dan arti jika diterima oleh masyarakat. Bahasa pada anak usia dini belumlah sesempurna bahasa manusia dewasa. Demikian juga dengan bahasa manusia remaja yang tak bisa disamakan dengan bahasa balita. Bahasa manusia dewasa tentu saja sudah seharusnya jauh lebih baik daripada bahasa balita maupun remaja normal. Namun, pada kenyataannya, bahasa remaja terpelajar terkadang lebih baik daripada bahasa orang dewasa yang tidak terpelajar. Bahasa merupakan sejenis ilmu yang memerlukan pikiran dan pendidikan. Jika Balita dibiarkan belajar sendiri, hasilnya pastilah sangat minim belum lagi bila balita berpendengaran tidak normal. Hasil belajar sendiri itu belum bisa dimengerti oleh masyarakat Orang tua yang bertanggung jawab akan menyadari betapa perlunya mengajar balita untuk berbicara. Karena orang tua akan mengetahui secara dini apakah anaknya dalam keadaan normal atau sebaliknya. Apabila kemampuan berbicara balita terbatas, berarti terbatas pula kemampuan berpikirnya. Jika sampai usia ketiga dan keempat anak belum dapat berbicara, lebih baik untuk memeriksakan kemampuan mendengar anak sebagai langkah pertama, baru kemudian melakukan pembenahan. Pendidikan pra sekolah adalah pendidikan yang diberikan untuk anak usia 4 sampai 6 tahun. Pada fase ini tidak semua anak mempunyai keterampilan yang baik dalam berbicara. Tidak jarang ada saja anak yang mengalami keterlambatan berbicara. Dalam memberikan pembelajaran berbicara diperlukan sebuah pengajaransehingga dapat memberikan rangsangan kepada anak untuk dapat berbicara secara normal. Pembelajaran bahasa merupakan salah satu kompetensi ajar yang harus diberikan kepada anak usia dini secara formal pada satuan pendidikan formal atau non-formal. Hal itu bisa diterapkan dengan metode bermain dan bercakap-cakap secara bertahap dan terarah. Karena apabila terdapat anak yang mengalami keterlambatan berbicara dapat dibenahi dan diatasidengan melakukan evaluasi tepat waktu.
PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA RAUDLATUL ATHFAL BERBASIS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Intan Kusumawati
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini adalah salah satu upaya awal untuk menyandingkan pendidikan karakter bersama pendidikan agama Islam bagi pendidikan anak usia dini di Raudlatul Athfal. Karena ada kesamaan keduanya, potensi tersebut bisa terjadi. Oleh karena itu, Peran guru menjadi penting pembelajaran karakter berbasis pendidikan agama Islam. Ia harus konsisten dalam pembelajaran yang berorientasi kebutuhan anak dan siswa Raudlatul Athfal.
PENGEMBANGAN DAYA SENI PADA ANAK USIA DINI Muhiyatul Huliyah
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat perkembangan otak anak, sejak lahir sampai usia 4 tahun mencapai 50%, oleh karena itu pada masa empat tahun pertama ini sering disebut juga sebagai golden age (masa keemasan). Karena anak mampu menyerap dengan cepat setiap rangsangan yang masuk. Anak akan mampu menghapal banyak sekali informasi seperti pembendaharaan kata, nada, bunyi-bunyian dan sebagainya sehingga usia 8 tahun anak telah memiliki tingkat perkembangan otak sekitar 80%. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pengembangan otak anak adalah melalui seni. Karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk estetik, makhluk yang mempunyai perasaan dan kemampuan untuk menghayati keindahan. Demikian juga dengan anak usia dini mempunyai kemampuan menghayati dan merespon berbagai hal yang dialaminya dengan perasaan dan caranya sendiri sesuai dengan tingkat perkembangannya. Kemampuan tersebut tidak langsung dimiliki anak sebagai kemampuan yang langsung bisa digunakan, melainkan diperoleh melalui belajar dan pengaruh dari lingkungan. Bagi anak belajar seni dianggap sebagai kegiatan bermain, dan bermain merupakan kegiatan menyenangkan buat anak. Seni dapat membantu mengembangkan berbagai kemampuan anak. Dengan seni pula memudahakan anak belajar untuk bidang studi lain, karena seni dapat meningkatkan imajinasi. Guru yang kreatif akanmemperoleh cara untuk mendukung pembelajaran anak-anak yang terintegrasi dalam kurikulum melalui kegiatan di mana anak-anak mampu membuat hasil karya seni ataupun menikmati hasil karya seni orang lain.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI PEMBERDAYAAN ORGANISASI HIMPAUDI DI KECAMATAN SERANG Nuryati Nuryati
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) Program kerja di organisasi HIMPAUDI Kecamatan Serang, 2) Bagaimana cara mengembangkan kompetensi profesional guru anak usia dini, 3) Hambatan yang dihadapi oleh organisasi HIMPAUDI, 4) Apakah melalui pemberdayaan organisasi HIMPAUDI Kecamatan Serang dapat mengembangkan kompetensi profesional guru. Penelitian dilaksanakan di kantor sekretariat organisasi HIMPAUDI Kecamatan Serang melalui Ibu ketua HIMPAUDI Kecamatan Serang, PAUD AL-Athfal dengan kepala sekolah dan seluruh guru, KOBER NUN dengan kepala sekolah dan guru serta PAUD Nurrohman Banten Kota Serang dengan kepala sekolah dan guru. Semuanya informan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yangjuga melakukan analisis kerja dan aktivitas job yang merupakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi sekolah baik berupa dokumen tertulis serta photo sebagai data penunjang hasil observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Program kerja HIMPAUDI ada tiga bidang yaitu bidang organisasi meliputi mekanisme kerja HIMPAUDI dan penguatan kelembagaan HIMPAUDI, bidang litbang ada pendidikan dan pelatihan tenaga penyelenggara, pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, bidang humas dengan sosialisasi, promosi PAUD, promosi HIMPAUDI, penerbitan dan penyebaran pedoman, bacaan dan referensi PAUD, 2) Untuk membantu mengembangkan kompetensi profesional guru anak usia dini, HIMPAUDI membuat program kerja dengan mengadakan program beasiswa dan sekolah paket bagi guru PAUD yang masih lulusan SMP dan SMA. Bekerjasama dengan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan anak usia dini, 3) Ada beberapa hambatan yang dihadapi diantaranya masih terbatasnya jumlah dan kualitas tenaga pendidik PAUD pada umumnya belum sesuai dengan kualifikasi, SDMpendidik dan tenaga kependidikan kurang menunjang ditambah latar belakang pendidikan tenaga pendidik PAUD sangat heterogen, sedangkan menurut PP No.19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan menetapkan pendidik PAUD minimal D4, 4) Melalui pemberdayaan organisasi HIMPAUDI dalam suatu wadah organisasi yang mempunyai visi, misi dan tujuan bersama dengan adanya penataran, pelatihan, workshop yang dapat meningkatkan kualitas mengajar mereka dalam mengembangkan kompetensi profesional guru AUD.
EVALUASI PENDIDIKAN PADA JENJANG PAUD Enung Nugraha
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah suatu proses bimbingan dan pengajaran untuk mengembangkan kemampuan akademik serta mengawal perkembangan peserta didik. Dimulai dari pendidikan di rumah atau informal, di sekolah atau formal serta pada bidang kursus atau non formal. Pada pendidikan formal dilaksanakan mulai jenjang pendidikan anak usia dini sampai dengan peruruan tinggi. Jenjang pendidikan tersebut ada yang berada di bawah naungan kementerian agama ada juga yang berada di bawah naungan kementrian pendidikan dan kebudayaan atau kemendiknas. Setiap jenjang pendidikan terdapat programa pembelajaran yang tertuang dalam kurikulum nasional, sehingga pelaksanaan pembelajaran secara general mengacu terhadap kurikulum yang telah ditetapkan tersebut. Kurikulum dituangkan ke dalam rancangan program belajar mengajar setiap hari yang biasa disebut silabus atau RPP. Penggunaan metode, strategi dan media pembelajaran disinergikan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. Tak terkecuali di tingkat pendidikan anak usia dini. Untuk melihat keberhasilan serta efektifitas penggunaan media, metode serta strategi pembelajaran maka dilaksanakan ptoses evaluasi pendidikan. Evaluasi terdiri dari kegiatan pengukuran danpenilaian. Pada jenjang PAUD pengukuran dilaksanakan dengan memberikan treatment atau perlakuan yang merujuk kepada pengunjukan perilaku anak yang mau diukur, misalnya observasi tentang kerja sama anak, keterampilan menanggapi stimulus atau stimulus respon, mewarnai, menuliskan hurup, tertentu. Misalnya pada kegiatan mewarnai apakah suda tepat pemilihan warnanya? Sudah rapikah saat mewarnai? Sesuaikan antara jumlah waktu yang tersedia dengan penyelesaian tugas yang diberikan oleh guru. Hal-hal tersebut dibutuhkan saat pengukuran. Kemudian proses penilaian yaitu mendeskripsikan kemampuan masing-masing anak, sampai akhirnya proses pengambila keputusan bisa dijalankan secara objektif. Hadirnya guru saat evaluasi mutlak diperlukan agar pengambilan keputusan bisa lebih objektif.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS PESANTREN Umi Musaropah
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren mempunyai potensi besar dalam menyukseskan pemberdayaan masyarakat pengelengaraan pendidikan Anak Usia Dini. sebagai salah satu bentuk Pendidikan Berbasis Masayarakat yang telah berjalan dalam bersama kehidupan bangsa Indonesia sejak jaman sebelum penjajahan, pemebrdayaan masyarakat dalam pendidikan pesantren tentu memilki keunggulan dari jenis PBM yang lain. Meski demikian beberapa catatan, perlu diberikan terutama dalam melibatkan pemerintah dalam penyelenggaraan PAUD berbasis pesantren.
HOW CHILDREN LEARN A FOREIGN LANGUAGE Eulis Rahmawati
As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 02 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajarkan Bahasa Asing, khususnya Bahasa Inggris, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan pengajar yang memiliki perhatian lebih terhadap pembelajaran bahasa asing bagi anak-anak dalam beberapa waktu ini. Terlebih hal itu didukung dengan fakta bahwa sebagian besar orang tua memperkenalkan Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, bahkan beberapa sebagai bahas kedua, sedini mungkin. Sedemikian menariknya isu tentang pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak dan karena fakta bahwa anak memiliki keunikan tersendiri dalam karakter dan cara belajar telah mendorong banyak ahli bahasa dan pemerhati anak melakukan kajian dan membuat berbagai referensi teori tentang bagaimana mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak. Dengan melakukan kajian pustaka, tulisan ini berusaha mendeskripsikan bagaimana karakter anak dalam pembelajaran bahasa asing, bagaimana anak belajar bahasa inggris sebagai bahasa asing, dan bagaimana Bahasa Inggris diajarkan bagi anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 8