cover
Contact Name
Eduard Fransisco Tethool
Contact Email
e.tethool@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritechnology.unipa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Agritechnology : Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Papua
ISSN : 2615885X     EISSN : 26204738     DOI : -
Agritechnology with registered number ISSN 2620-4738 (print) and ISSN 2615-885X (online) is a scientific journal that publishes research results in the fields of food and agricultural products, agricultural and bio-system engineering, and agro-industrial technology. This journal was published by the Faculty of Agricultural Technology, University of Papua, Manokwari, West Papua.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2019): Edisi Juni" : 5 Documents clear
Penentuan Beberapa Karakteristik Fisik Dan Mekanik Buah Merah (Pandanus conoideus L.) Sebagai Dasar Perancangan Peralatan Pengolahan Minyak Buah Merah Wilson Palelingan Aman; Eduard F. Tethool; Zita L. Sarungallo; O’mega Hutabalian
Agritechnology Vol 2 No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data-data fisik dan mekanik yang diperlukan dalam merancang peralatan-peralatan pengolahan minyak buah merah. Parameter fisik dan mekanik yang diukur adalah panjang, diameter, massa, volume dan densitas buah. Karakterisasi fisik dilakukan terhadap bagian buah yang meliputi buah utuh (cepallum), empulur buah (pedicel) dan bulir buah (drupa). Karakteristik fisik dan mekanik hasil pengukuran cepallum adalah panjang rata-rata 71,50 cm, massa rata-rata 4,72 kg, volume rata-rata 5,66 x 10-3 m3 dan densitas rata-rata sebesar 835,09 kg/m3. Hasil pengukuran karakteristik fisik dan mekanik pedicel adalah panjang rata-rata 69,25 cm, massa rata-rata 2,50 kg, volume rata-rata 3,27 x 10-3 m3 dan densitas rata-rata sebesar 770,70 kg/m3. Untuk bagian drupa yaitu massa rata-rata 2,2 kg, volume rata-rata 2,39 x 10-3 m3 dan densitas rata-rata sebesar 927,11 kg/m3. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persentase volume terbesar buah merah adalah pedicel buah yaitu rata-rata 57,72%.
Potensi Antioksidan Beras Analog Dari Sagu Baruk (Arenga microcarpa) dan Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L. Poiret) Frenly Wehantouw; Almawaty Kaemba; Edi Suryanto; Christine F. Mamuaja
Agritechnology Vol 2 No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i1.22

Abstract

Beras analog merupakan tiruan dari beras yang terbuat dari bahan-bahan seperti umbi-umbian dan serealia yang bentuk maupun komposisi gizinya mirip seperti beras. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis senyawa dan aktivitas antioksidan dari beras analog sagu baruk dan ubi jalar ungu. Senyawa antioksidan yang diuji yaitu total fenolik, sedangkan aktivitas antioksidan yaitu aktivitas penangkal radikal bebas yang diuji secara spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras analog mengandung total fenolik tertinggi pada F1 (Tepung sagu baruk dan tepung ubi jalar ungu dengan konsentrasi 50%) yaitu sebesar 43,16 mg/mL sampel dan memiliki aktivitas penangkal radikal bebas sebesar 93,92%. Kandungan total fenolik berkorelasi dengan aktivitas penangkal radikal bebas dengan nilai koefisien korelasi r = 0,983. Beras analog dari sagu baruk dan ubi jalar ungu berpotensi sebagai antioksidan.
Studi Karakteristik Bio-briket Berbahan Baku Limbah Kulit Batang Sagu dan Tempurung Kelapa Jerry M. Karamoy; Budi Santoso; Sarman Oktovianus Gultom
Agritechnology Vol 2 No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i1.23

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biobriket yang dihasilkan dari kombinasi limbah kulit batang sagu dan tempurung kelapa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap. Pada penelitian ini digunakan 5 perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Perlakuan dinotasikan dengan huruf S (Kulit batang sagu), dan K (tempurung kelapa) dimana (1) S10K0 arang kulit batang sagu 100 % (2) S7,5K2,5 arang kulit batang sagu 75% dan arang tempurung kelapa 25 % (3) S5K5 arang kulit batang sagu 50 % dan arang tempurung kelapa 50 % (4) S2,5K7,5 arang kulit batang sagu 25 % dan arang tempurung kelapa 75 % (5) S0K10 arang tempurung kelapa 100 %. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi rendemen, kadar zat menguap, kadar abu, dan lama penyalaan. Secara keseluruhan nilai rendemen arang kulit batang sagu sebesar 14% dan nilai rendemen arang tempurung kelapa sebesar 15%. Kadar abu berkisar antara 4,23-14,4%, kadar zat menguap berkisar antara 3,15-3,71%, nilai kalor berkisar antara 114-168 Cal/g, sedangkan lama penyalaan berkisar selama 3400-4180 detik. Penambahan arang tempurung kelapa pada pembuatan biobriket kulit batang sagu cenderung meningkatkan lama penyalaan, namun cenderung menurunkan kadar abu. Kombinasi terbaik dalam pembuatan biobriket adalah kombinasi dengan ratio 25% arang kulit batang sagu dan 75% arang tempurung kelapa (S2,5K7,5) dengan nilai kadar air sebesar 5,08%, kadar abu sebesar 4,93%, kadar zat menguap sebesar 3,27%, dan lama penyalaan selama 3980 detik/gram.
Analisis Sifat Kimia Kopi Arabika (Coffea arabica L) Asal Dogiyai Desi N. Edowai
Agritechnology Vol 2 No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i1.24

Abstract

Tanaman kopi merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kopi terdiri dari beberapa jenis diantaranya Arabica, Robusta, Liberika dan Excelsa. Sesuai dengan Iklim, tanaman kopi yang dikembangkan di Indonesia adalah arabika dan robusta. Salah satu lokasi pengembangan kopi arabika di Indonesia adalah di Kabupaten Dogiyai. Produksi kopi di dogiyai, sudah dilakukan hingga menjadi kopi bubuk, dan siap dijual. Kualitas kopi arabika bubuk dapat ditentukan dengan sifat fisik dan kimia yang dimiliki. Sifat fisik diperoleh dengan melakukan uji organoleptik, sedangkan sifat kimia diperoleh dengan melakukan analisis proksimat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia dari kopi arabika bubuk asal kabupaten Dogiyai. Pengambilan Sampel dilakukan di kampung Bomomani dan Moanemani. Sampel kemudian dianalisis di Laboratorium Analisis dan Kalibrasi Balai Besar lndustri Agro, Bogor. Komponen kimia yang dianalisis adalah kadar air (2,32%-3,64%), kadar abu(4,10% – 4,54%), protein(12,6% – 13,7%), lemak (11,5% - 14,7%), karbohidrat (65 % - 68,3%), sari kopi(22,2% - 25,6%), dan kadar kafein (1,17% - 1,32%). Semua komponen kimia kopi tersebut telah memenuhi Standar Nasional Indonesia.
Pengaruh Proses Degumming Menggunakan Asam Sitrat Terhadap Kualitas Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lamk) Abidin Pratama Mayalibit; Zita Letviany Sarungallo; Sritina N. Paiki
Agritechnology Vol 2 No 1 (2019): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i1.25

Abstract

Minyak hasil ekstrak buah merah (Pandanus conoideus L.) umumnya masih mengandung komponen pengotor, sehingga perlu di-degumming untuk menghilangkan gum dan komponen pengotor lainnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh proses degumming menggunakan asam sitrat terhadap kualitas minyak buah merah. Perlakuan degumming menggunakan asam sitrat dengan konsentrasi beberapa konsentrasi yaitu 0,2%, 0,5% dan 1% yang dibandingkan dengan kontrol (minyak buah merah tanpa degumming). Analisis kualitas minyak buah merah hasil degumming meliputi kadar air, asam lemak bebas (ALB), bilangan peroksida (BP), kadar fosfor, total tokoferol, dan total karoten minyak buah merah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses degumming menggunakan asam sitrat pada konsentrasi 0,2-1% menghasilkan minyak buah merah dengan kadar air (0,053-0,094%), asam lemak bebas (ALB) (1,025-1,095%), bilangan peroksida (0,291-0,592 mg O2/100mg), dan dapat menurunkan kadar fosfor pada kisaran 84,272-62,806 ppm, dengan kadar total karotenoid sebesar 5831-6786 mg/kg dan total tokoferol yaitu 2081-2399 mg/kg. Proses degumming yang efektif untuk menurunkan kadar fosfor minyak buah merah kasar adalah pada perlakuan dengan konsentrasi asam sitrat 1%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5