cover
Contact Name
Muhammad Putra Dinata Saragi
Contact Email
putradinatasaragi@uinsu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
annadwah@uinsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
An Nadwah
ISSN : 18541477     EISSN : 26544393     DOI : 10.37064/nadwah
An-Nadwah Jurnal Dakwah dan Sosial Kemasyarakatan is an academic journal published twice annually (January-July) by Dakwah and Communication Faculty of UIN North Sumatera Medan . This journal publishes original researches in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies on da’wah studies related to social and cultural context in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
Mengatasi Pecandu Narkoba (Pendekatan Psikologi Dakwah) Rubino Rubino
An Nadwah Vol 25, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.584 KB) | DOI: 10.37064/nadwah.v25i2.7491

Abstract

Narkotika dan Obat-obat terlarang yang disingkat Narkoba atau dengan istilah lain disebut NAZA (Narkotika, Alkohol dan Zat Adiktif) merupakan zat- zat yang apabila dipergunakan secara tidak benar maka sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Orang yang mengalami kecanduan narkoba, bukan saja membahayakan kesehatan jasmaninya tetapi juga kesehatan rohaninya bahkan akan dapat meng-hancurkan kesehatan sosial. Oleh karena itu, dengan begitu besarnya dampak negatif dari kecanduan narkoba ini, maka tentunya harus senantiasa diupayakan solusi untuk mengatasinya agar bagi para pecandu narkoba dapat menghentikan perbuatannya dan bagi mereka yang belum terkena dapat terhindar dari dampak negatif narkoba tersebut, dan salah satu solusi untuk mengatasi pencandu narkoba tersebut yaitu melalui pendekatan Psikologi Dakwah.
Pelaksanaan Administrasi Pengajaran di Lembaga Pendidikan Islam: Ilustrasi Mas Al-Washliyah Kota Medan Taufiqurrahman Taufiqurrahman
An Nadwah Vol 25, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.229 KB) | DOI: 10.37064/nadwah.v25i2.7498

Abstract

Tulisan ini tentang pelaksanaan administrasi pengajaran di MAS Al-Washliyah Kota Medan yang merupakan sebuah lembaga pendidikan yang berafiliasi pada organisasi Al-Jam’iyatul Washliyah. Tulisan ini menarik dilakukan karena MAS Al-Washliyah ini sejauh ini masih sangat kuat dalam menjaga ideologi organisasi yang menaunginya yang lebih cenderung bersifat tradisional dan kurang siap menghadapi perubahan pendidikan yang terus terjadi. Dalam tulisan ini dirumuskan ada tiga masalah yang berkaitan dengan kenyataan yang dikemukan sebelumnya, yaitu 1) bagaimana pelaksanaan administrasi pengajaran di MAS Al-Washliyah Kota Medan 2) bagaimana pelaksanaan administrasi keguruan di MAS Al-Washliyah Kota Medan dan 3) bagaimana pelaksanaan administrasi kesiswaan di MAS Al-Washliyah Kota Medan. Dari rumusan masalah yang dikemukan tulisan ini diharapkan mampu memberikan jawaban yang utuh, sehingga dapat menjawab secara tepat apa saja yang dibutuhkan jawabannya dari tulisan ini. Berdasarkan tulisan ini ditemukan bahwa pelaksanaan administrasi pengajaran di Madrasah Al-Washliyah Kota Medan sudah ada upaya pembaharuan yang dilakukan, tetapi belum menyentuh pada aspek substansi dari pembaharuan kurikulum. Temuan ini dikuat bahwa pelaksanaan administrasi pengajaran telah menerapkan atau memberlakukan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam perencenaan, pengelolaan serta pembelajaran yang berbasis madrasah. Pelaksanan administrasi keguruan di Madrasah AlWashliyah Kota Medan dapat disebut sudah cukup baik, walaupun tentunya belum dapat berjalan secara maksimal. Menyadari hal tersebut MAS selalu berupaya mendelegasikan guru-gurunya untuk mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi guru. Kemudian, MAS juga menerapkan guru BP sebagai bagian dari struktur guru MAS yang menangai siswasiswa, tetapi guru BP ini belum berperan secara aktif. Pelaksanan administrasi kesiswaan di Madrasah Al-Washliyah Kota Medan dapat disebut sudah dijalankan secara baik dengan memberikan kebebasan kepada siswa dalam melakukan pelbagai kegiatan yang berkaitan dengan organisasi kesiswaan dan menerapakan disilin, baik dalam belajar ataupun di luar belajar.
Dakwah Via Jurnalistik Radio M. Yoze Rizal Saragih
An Nadwah Vol 25, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.132 KB) | DOI: 10.37064/nadwah.v25i1.7481

Abstract

Tulisan ini menguraikan kelebihan media radio sebagai media dakwah karena siaran radio tidak mengenal ruang dan waktu serta jangkauan luas yang cenderung tidak terbatasi apapun. Menjadikan jurnalistik radio sebagai bagian dakwah penting karena pesan dakwah dapat disampaikan ke seluruh khalayak dengan hanya mendengar dengan tujuan untuk perbaikan dan pembangunan mental spiritual sebagaimana tujuan utama dakwah. Dakwah via jurnalistik radio ini tentu saja berkaitan dengan posisi radio yang sampai saat ini terus bertahan dan cenderung berkembang mengikuti segala perubahan yang terjadi, maka menjadikan jurnalistik radio sebagai media dakwah merupakan bagian dari aktualisasi dakwah dalam kehidupan kontemporer.
Perspektif Baru Penulisan Sejarh Islam M Yakub
An Nadwah Vol 25, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/nadwah.v25i2.7492

Abstract

Sejarah Islam selama 14 abad merupakan sejarah yang berpandangan dari“center”.Dalam arti sejarah Islam bukan merupakan sejarah totalitas, masih merupakan sejarah partikular. Sebab, seperti dikatakan Richard W. Bulliet, sebagaimana dikutip oleh Azyumardi Azra, sejarah Islam selama 14 abad adalah cerita tentang Nabi Muhammad dan penguasa-penguasa Muslim di kawasan Arab. Pandangan dari “center” tersebut menggambarkan sejarah Islam sebagai pertumbuhan darinukleustunggal, yang kemudian menyebar dan menyatu dalam institusi yang diberi label “kekhalifahan”. Penglihatan sejarah Islam dari center merupakan ciri historiografi yang mendominasi buku-buku sejarah selama ini. Model ini kemudian dikritik oleh intelektual kontemporer sebagai tidak sesuai lagi dan tidak proporsional mengingat umat Islam Arab hanya berjumlah sekitar 13 persen dari populasi umat Islam di dunia. Selain pandangan dari“center”itu, adalah pandangan dari“periphery”, yakni yang mengkaji sejarah Islam yang ada di kawasan non Arab, dan menyangkut penyebaran Islam di wilayah ini, oleh para ulama. Meski kajian sejarah model ini sangat muda sekali dibandingkan dengan model kajian sejarah yang pertama (kajian model “center”). Hal ini terjadi karena para penulis sejarah Islam tidak lagi didominasi oleh orang-orang Arab sendiri, tetapi oleh para sarjana dari berbagai negara Islam
Eksistensi Bimbingan Konseling Dalam Pengembangan Dimensi Kemanusiaan Abdurrahman Abdurrahman
An Nadwah Vol 25, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.603 KB) | DOI: 10.37064/nadwah.v25i1.7476

Abstract

Pemaknaan bimbingan konseling dilihat dari filsafat dan agama, pembahasannya difokuskan pada telaah tentang manusia sebagai makhluk utuh, dan bukan sebagai serpihan yang terlepas dari induknya. Manusia lahir dengan potensi fitrah yang menuntut pengembangan ke arah terbinanya manusia sehat dan sempurna. Karena itu Bimbingan Konseling lebih terfokus pada fungsi pengembangan dan pencegahan dari pada fungsi kurasi. Di sisi lain memang terdapat individu yang dalam perkembangannya kurang sejalan dengan fitrahnya.
Pendekatan Epistemologis Tentang Agama Annaisaburi Annaisaburi
An Nadwah Vol 25, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.161 KB) | DOI: 10.37064/nadwah.v25i1.7482

Abstract

Secara ontologis ilmu membatasi masalah yang dikajinya hanya pada masalah yang terdapat dalam ruang lingkup jangkauan pengalaman manusia. Jadi ilmu tidak mempermasalahkan tentang hari kamudian atau surga dan neraka yang jelas berada diluar pengalaman manusia. Karena hal inilah yang memisahkan daerah ilmu dan agama. Ilmu mempermasalahkan pula objek-objek yang berada di luar pengalaman manusia baik sebelum manusia itu berada di luar jangkauan seperti mengapa manusia diciptakan, maupun sesudah kematian manusia seperti apa yang terjadi setelah adanya kebangkitan. Perbedaan antara lingkup permasalahan yang dihadapinya juga menyebabkan perbedaan metode dalam memecahkan. Perbedaan ini harus diketahui dengan benar untuk dapat menempatkan ilmu dan agama dalam perspektif yang sesungguhnya. Tanpa mengetahui hal ini maka mudah sekali kita terjatuh kedalam kebingungan pada hal dengan menguasai hakikat ilmu dan agama secara baik, kedua pengatahuan ini justru akan bersifat saling melengkapi. Pada satu pihak agama akan memberi landasan moral bagi aksiologi keilmuan. Sedang di pihak lain ilmu akan memperdalam keyakinan beragama.
Prinsip-Prinsip Jurnalistik [Bercirikan] Islam Mutiawati Mutiawati
An Nadwah Vol 25, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.503 KB) | DOI: 10.37064/nadwah.v25i2.7494

Abstract

Suka tidak suka bahwa dunia jurnalistik, baik media cetak maupun media elektronik (komunikasi massa) selalu terlibat dan tidak akan bisa lepas dengan gatekeepers, regulator, media dan filters sebelum pesan sampai kepada khalayak banyak. Sadar atau tidak sadar dalam proses tersebut, pesan bisa mengalami reduksi, defiasi maupun manipulasi oleh berbagai pihak dan kepentingan dengan tujuan mendapatkan efek yang diinginkan pada audience/khlayak ramai. Oleh karena itu jurnalistik pada media komunikasi massa memiliki peran yang signifikan dalam penyampaian pesan terhadap khalayak ramai. Pada prinsipnya komunikasi secara umum dengan komunikasi Islam adalah berbeda, prinsip komunikasi Islam berupa free and Balance flow pf information yang dipandang lebih adil dan manusiawi bila di lihat komunikasi secara umum hanya sebatas free flow of information. Percaya atau tidak sejarah munculnya dunia pers itu sendiri berasal sejarah perjuangan manusia tentang kebebasan berbicara setiap anggota masyarakat. Maka di Amerika Serikat ada pasal 19 mengatakan bahwa setiap orang mempunyai kebebasan untuk mencari, menerima dan menyebarkan informasi atau idea melalui media massa tanpa ada hambatan. Maka di dunia Barat ada istilah news free flow (pengaliran berita-berita bebas). Maka kita dapat menyaksikan penyebaran berita yang tidak seimbang antara di dunia Timur dan dunia Barat. Begitu berat tugas jurnalistik Islam dalam menyeimbangkan kesenjangan informasi yang diterima khalayak. Setuju atau tidak setuju faktor internal, sosok jurnalis merupakan pihak yang paling disorot dalam penyebaran berita di samping ada faktor yang lainnya. Di samping itu sebagai makhluk sosial, seorang wartawan juga mempunyai sikap, nilai, kepercayaan dan orientasi tertentu dalam politik, agama, ideologi dan aliran dimana semua komponen itu berpengaruh terhadap hasil kerjanya (media content), sehingga kerap kali media tersebut terlibat dalam sebuah hegemoni (politik,agama, budaya atau ideologi).
Strategi Dakwah Dalam Mengantisipasi Krisis Aqidah Al Asy'ari Al Asy'ari
An Nadwah Vol 25, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.056 KB) | DOI: 10.37064/nadwah.v25i1.7478

Abstract

Kondisi krisis sesungguhnya bukanlah muncul tanpa sebab atau adanya faktor-faktor yang mendorong tumbuh suburnya krisis dalam simpul batin seseorang yang disebut aqidah. Oleh sebab itu krisis aqidah dapat diantisipasi dengan berbagai upaya dakwah. Akan tetapi aqidah sebagai kondisi batin seseorang sudah pasti menemukan strategi khusus untuk mengantisipasi krisis akidah bagi individu muslim maupun kelompok
Etika Dalam Masyarakat Madani (Perspektif Dakwah Islam) Misrah Misrah
An Nadwah Vol 25, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.148 KB) | DOI: 10.37064/nadwah.v25i1.7484

Abstract

One of the values consisting in public model madani is ethics. Ethics is universal element in developing public madani, because ethics relate to attitude, habit, order, actions and morale having the character of correctness about goodness and badness.
Dialog Agama-Agama: Mendewasakan Keberagamaan Dalam Masyarakat Majemuk Sahdin Sahdin
An Nadwah Vol 25, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.684 KB) | DOI: 10.37064/nadwah.v25i2.7495

Abstract

Konflik dan tindak kekerasaan yang mewarnai kehidupan umat beragama beberapa tahun belakangan ini telah mendorong berkembangnya dialog serius secara intensif dan konstruktif. Untuk mencari pemecahan atas segala sikap destruktif banyak tawaran teoritis maupun praktis dikemukakan dan paling keras gemanya adalah upaya menciptakan dialog antarumat beragama. Sudah saatnya umat beragama meninggal kan era monolog untuk beranjak kepada era dialog. Dialog adalah satu pilihan yang logis dan etis dalam upaya melibatkan agama pada berbagai persoalan. Bagaimanapun juga dialog harus dilakukan dalam konteks sekarang dan masa datang dimana pluralitas agama merupakan kenyataan yang tak bisa terbantah kan.