cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Populasi Moluska Pada Musim Kemarau dan Musim Hujan di Zona Intertidal Pantai Selatan Sumbawa Fredinan Yulianda; Iis Jubaedah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v3i2.7

Abstract

Penelitian mengenai moluska di wilayah pesisir Sumbawa Barat bagian selatan telah dilakukan pada musim kemarau (April) dan musim hujan (September) tahun 2007 di lima lokasi, yaitu Pantai Maluk, Mangkun, Madasanger, Sejorong dan Puna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, jumlah dan sebaran populasi moluska di zona intertidal pantai Selatan Sumbawa. Pengamatan biota dilakukan dengan metode transek kuadrat yang ditarik secara vertikal dari garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan rata –rata dan kisaran populasi moluska di pantai Maluk pada ketiga stasiun, berturut-turut, adalah 9 ind/m2, 8-30 ind/m2, dan 8-40 ind/m2. Di pantai Mangkun, 20-30 ind/m2, 10-68 ind/m2, dan 23-100 ind/m2. Di pantai Madasanger 3-30 ind/m22, 5-65 ind/m2, dan 11-51 ind/m2. Di Pantai Sejorong 10-82 ind/m2, 12-60 ind/m2, dan 10-83 ind/m2, dan selanjutnya di Pantai Puna (Tongoloka) 20-180 ind/m2 , 25-75 ind/m2 dan 20-170 ind/m2. Kepadatan populasi moluska tertinggi dan relatif stabil terdapat di stasiun pasang tinggi pantai Puna yang bersubstrat berbatu, lebar flat sempit, dan curam. Kepadatan terendah terdapat di stasiun pasang rendah Pantai Maluk yang bersubstrat berbatu, pasir hingga pasir berkarang. Populasi moluska berfluktuasi dan sebaran meningkat pada musim hujan (September) dan menurun pada musim kemarau (April). Jenis populasi yang dominan adalah Oyster/Crassostrea dari kelas Pelecypoda dan Litorrina dari kelas Gastropoda.
Kajian Biaya Produksi Terhadap Harga Penjualan pada Perusahaan Agar-Agar Kertas di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut Ganjar Wiryati; Sobariah Sobariah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v5i1.26

Abstract

Harga jual harus menghasilkan laba yang mencukupi, seimbang, dengan investasi yang ditanamkan. Maka dari itu informasi biaya produk atau jasa sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan penentuan harga jual, walaupun biaya bukan satu-stunya faktor penentu yang harus dipertimbangkan dalam penentuan harga jual. Industri agar-agar kertas di Kecamatan Pameungpeuk misalnya, saat ini masih ditangani secara tradisional, dengan permodalan yang relatif kecil dengan kapasitas produksi antara 16-20 kg agar-agar per hari, dengan tenaga kerja 5 orang, serta persaingan semakin besar. Berdasarkan hasil penelitian maka biaya produksi memberikan kontribusi terhadap harga jual sebesar 81,80% pada industri kecil tersebut, sedangkan sisanya 18,20% dipengaruhi oleh faktor variabel lain.
Hubungan Peran Penyuluh Perikanan dan Kemampuan Akses Media Informasi Pembudidaya Ikan Terhadap Perkembangan Program Minapolitan di Kecamatan Ciseeng Bogor Ina Restuwati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v7i1.42

Abstract

Penelitian mengenai hubungan peran penyuluh dan kemampuan mengakses media informasi pembudidaya ikan terhadap perkembangan program minapolitan di Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor dilakukan untuk menganalisis hubungan peran penyuluh dan karakteristik pembudidaya ikan dalam mengakses media informasi serta pengaruhnya terhadap perkembangan program minapolitan. Responden ditentukan secara acak sederhana (simple random sampling). Data ditabulasi dan dilakukan pengkategorian, kemudian dilakukan analisis hubungan dengan mempergunakan Uji Pearson Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pembudidaya ikan sering mengakses media dan sumber informasi. Dari analisis jejaring komunikasi pembudidaya dalam satu periode pemeliharaan menunjukkan bahwa komunikasi dengan penyuluh perikanan ratarata dua kali. Keempat peran penyuluh perikanan berkorelasi sangat kuat terhadap peningkatan jumlah produksi dan peningkatan kemampuan teknis pembudidaya ikan lele dalam mendukung perkembangan program bantuan minapolitan. Analisis uji Pearson Chi Square menunjukkan bahwa karakteristik pembudidaya dalam mengakses media dan sumber informasi berhubungan nyata. Sedangkan dari analisis karakteristik jejaring komunikasi kelompok menunjukkan bahwa peran penyuluh perikanan berkaitan erat dengan tingkat perkembangan program bantuan minapolitan di Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran penyuluh dan kemampuan pembudidaya ikan dalam mengakses informasi berpengaruh terhadap perkembangan program minapolitan di kawasan ini.
Perkembangan Karir Terhadap Kepuasan Kerja Penyuluh Perikanan di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bogor Sobariah Sobariah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v9i1.58

Abstract

Upaya meningkatkan kepuasan kerja penyuluh perikanan banyak factor yang perlu mendapat perhatian, yaitu pengembangan karier dari penyuluh tersebut. pengembangan karir dapat meningkatkan kepuasan kerja bagi penyuluh perikanan sebagai tenaga fungsuional dibidangnya. sehingga berdampak positif dalam lingkungan ekternal instansi tersebut yakni peningkatan kepercayaan masyarakat dalam pemberian penyuluhan dan transfer teknologi bidang pertanian umumnya dan perikanan khususnya.berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian tentang pengembangan karir dan kepuasan kerja penyuluh. adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauhmana pengaruh pengembangan karir terhadap kepuasan kerja penyuluh perikanan di badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann kabupaten bogor, dengan menggunakan metode deskriptif eksploratif. berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh pengembangan karier terhadap kepuasan kerja di badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann terhadap 51 orang penyuluh perikanan dari 209 orang pegawai dan hasil pengolahan data terhadap variabel bebas pengembangan karier (x) serta variabel terikat kepuasan kerja (y) badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann diperoleh data hitung yang dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. hasil uji t variabel pengembangan karier (x) terhadap kepuasan kerja (y) pada badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 8,407 dan ttabel sebesar 1,,588 pada level significants 0,05 dan probabilitas 0,000. hal ini berarti thitung = 8,407 > ttabel = 1,588, maka h0 ditolak dan ha diterima, berarti terdapat pengaruh pengembangan karier (x) terhadap kepuasan kerja (y) pada badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann kabupaten bogor. koefisien korelasi pengembangan karier (x) secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja (y) pada badan ketahanan pangan pelaksana penyuluhan perikanan dan kehutanann adalah 0,876 sehingga diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,,876 atau 87,6%. hal ini berarti bahwa faktor-faktor lain di luar yang tidak diteliti namun berpengaruh juga adalah sebesar 12,4%.
Hubungan Kepemimpinan Ketua Kelompok dengan Keefektifan Kelompok Nayu Nurmalia; Tuti Susilawati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i2.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepemimpinan ketua kelompok perikanan di Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi, mengidentifikasi keefektifan kelompok perikanan di Kecamatan Kebon Kabupaten Sukabumi, dan mengidentifikasi hubungan antara kepemimpinan ketua kelompok dengan keefektifan kelompok perikanan di Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi. Penelitian yang digunakan adalah yang bersifat deskriptif. Sampel responden sebanyak 8 kelompok, dari setiap kelompok masing-masing dipilih responden 5 orang (anggota dan pengurus). Analisis yang digunakan untuk menguji hubungan antara kepemimpinan ketua kelompok perikanan dengan efektivitas kelompok dilakukan dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik individu dan karakteristik sosial PPS secara parsial berhubungan nyata dengan efektivitas kelompok.
Keanekaragaman Hayati dan Konservasi Ikan Air Tawar Lenny S Syafei
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i1.85

Abstract

Tujuan ulasan studi literatur keanekaragaman hayati dan konservasi ikan air tawar ini adalah untuk mendalami keanekaragaman hayati ikan di perairan tawar dan masalah eksistensi sebagian spesiesnya yang mulai terancam punah, serta faktor kesalahan pengelolaaan yang terjadi. Strategi global yang ditawarkan dalam ulasan studi literatur ini didasarkan atas pemilihan langkah konservasi sebagai jawaban untuk mengatasi ancaman kepunahan tersebut. Konservasi adalah perlindungan dan pelestarian kehidupan akuatik yang penting dalam menata keseimbangan alam dan mendukung ketersediaan sumberdaya bagi generasi yang akan datang. Tercatat spesies ikan yang ada di Indonesia berjumlah 1193 spesies dan keanekaragaman spesies ikan air tawar Indonesia nomor tiga terkaya di dunia. Ikan endemik adalah ikan yang keberadaannya hanya ada pada satu tempat tertentu, dan tidak ada di tempat lain. Ikan endemik di Indonesia berjumlah sekitar 120 spesies.Ditinjau dari sudut iktiogeografis, ikan air tawar di Indonesia mendiami tiga daerah sebaran geografis (Paparan Sunda, Daerah Wallace, dan Paparan Sahul) yang dibatasi oleh dua garis maya: Garis Wallace dan Garis Weber. Menetapkan tujuan dan sasaran konservasi; Merancang langkah-langkah pelaksanaan; Menyiapkan sarana dan prasarana pendukung yang diperlukan; Menentukan kriteria atau tolok ukur keberhasilan konservasi; dan Memantau serta mengevaluasi hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Aplikasi Bawang Merah dan Bawang Putih Memperlambat Pembentukan Bintik Hitam pada Udang Vaname Tatty Yuniarti; Iin Siti Djunaidah; Lilis Supenti; Suharyadi Suharyadi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i2.101

Abstract

Bawang mengandung senyawa bioaktif, seperti organosulfur, komponen fenolik, dan flavonoid yang mempunyai kemampuan antioksidan. Udang pada saat keluar dari air, mengalami reaksi oksidasi enzimatik, asam amino tirosin yang mengandung gugus fenol dioksidasi oleh enzim polifenol oksidase, mengakibatkan pembentukan bintik hitam atau blackspot pada tubuh udang. Pembentukan blackspot tersebut dapat menurunkan nilai ekonomi, sehingga merugikan perusahaan udang segar. Penelitian bertujuan meneliti bawang merah (Allium cepa L.) dan bawang putih (Allium sativum) yang diekstraksi menggunakan air terhadap pembentukan blackspot pada udang vaname (Litopeneaus vannameii). Udang direndam menggunakan larutan ekstrak bawang merah dan bawang putih (1:1 dan 1:2), disimpan selama 10 hari pada suhu 0 oC. Udang tanpa ekstrak bawang dan udang dengan sodium metabisulfit (SMS) digunakan sebagai kontrol negatif dan kontrol positif. Nilai melanosis udang dengan perendaman ekstrak bawang merah perbandingan 1:1 pada penyimpanan hari ke-10, lebih rendah dibandingkan dengan ekstrak bawang lainnya, sehingga memperlambat pembentukan blackspot namun masih lebih efektif bila menggunakan SMS. Pengaruh ekstrak bawang terhadap kesegaran udang diamati pada atribut kenampakan, secara umum mengalami kemunduran mutu paling cepat dibandingkan atribut bau dan tekstur. Penambahan ekstrak bawang merah dan bawang putih tidak menimbulkan perubahan mutu atribut tekstur dan bau yang siginifikan dibandingkan dengan kontrol. Nilai indeks browning menunjukkan udang dengan perendaman bawang merah 1:1 mengalami perubahan yang paling lambat dibandingkan lainnya. Ekstrak air bawang merah : akuades dengan perbandingan 1:1 berpotensi digunakan sebagai bahan penghambat pembentukan blackspot udang vaname, tanpa memberikan pengaruh terhadap bau dan tekstur udang.
Sistem Pemasaran Ikan Hias Black Ghost (Apteronotus albifrons) di Terminal Agribisnis (Holding Ground) Rancamaya Bogor M Harja Supena
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.21

Abstract

Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan potensial di Kota Bogor. Hal ini didukung oleh sejumlah 200 Rumah Tangga Produksi yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor. Penelitian dilakukan di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor sebagai pasar produsen dan Pasar Parung Bogor sebagai pasar konsumen. Ruang lingkup penelitian difokuskan kepada ikan hias Black Ghost (Apteronotus albifrons). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan metode deskriftif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis struktur, perilaku dan keragaan pasar ikan hias dilakukan dengan pendekatan Structure-Conduct-Performance. Untuk keterpaduan pasar dan elastisitas transmisi harga masing-masing dianalisis dengan menggunakan model Autoregressive distributed lag dan Regresi linier sederhana. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : 1). Struktur pasar, perilaku pasar dan keragaan pasar ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor, 2). Menganalisis keterpaduan pasar ikan hias antara pasar ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor dengan pasar ikan hias di Parung Bogor, dan 3). Menganalisis efisiensi sistem pemasaran ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Struktur pasar ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor adalah pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competitive market) dimana perilaku pasar cenderung meningkatkan ketergantungan petani/ pembudidaya serta transmisi harga yang tidak elastis, 2). Tingkat keterpaduan pasar yang rendah baik jangka pendek maupun jangka panjang, dan 3). Sistem pemasaran ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor yang tidak efisien. Bertitik tolak dari hasil penelitian tersebut, alternative solusi perbaikan sistem pemasaran ikan hias yang perlu dilakukan terhadap Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor adalah : 1). Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia 2). Kerjasama antara Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Bogor, Dinas Pertanian Kota Bogor dengan Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor dalam hal perbaikan infrastruktur sarana transportasi, terutama perbaikan jalan yang rusak,
Partisipasi Nelayan Dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Kabupaten Ciamis Sopiyan Danapraja
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.53

Abstract

Peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Kabupaten Kabupaten Ciamis ditujukan untuk meyakinkan masyarakat akan manfaat perlindungan kawasan tersebut. Karenanya peran serta masyarakat harus dilibatkan pada perencanaan, pelaksanaan, pemecahan kendala dan berbagai kemungkinan manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan kawasan konservasi. Tujuan penelitian mengkaji hubungan karakteristik dengan persepsi dan partisipasi masyarakat, persepsi dan partisipasi dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Laut (KKL) Kabupaten Ciamis. Metode penelitian adalah survei melalui analisis korelasi dan multivariat. Karakteristik responden sebagai berikut, umumnya berusia 35 – 44 tahun (44%), berpendidikan tinggi (52%), pernah mengikuti pendidikan non formal (97%), mempunyai tanggungan 2 anak (44%), pengalaman lebih dari 10 tahun (76%), pernah membeli alat ke luar daerah (94%) dan pernah mencari informasi ke luar daerah (84%). Tingkat partisipasi dalam pengelolaan KKL 32% sering mengikuti (baik). Responden diketahui 25,7% sering mengikuti kegiatan perencanaan, 25,8% sering mengikuti kegiatan penyuluhan/ pembinaan dan 16% sering ikut dalam pemecahan masalah pengelolaan KKL. Hasil analisis menunjukan karakteristik mempengaruhi tingkat partisipasi responden. Terdapat korelasi yang erat antara persepsi dan partisiapsi responden dalam pengelolaan KKL (koefisien korelasi 0,563 dan p-value 0,00).
Penggunaan Aerasi Air Mancur Ganda (double fountain) di Kolam untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ikan Nila Gift (Oreochromis niloticus) Ade Sunaryo
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kolam yang menggunakan aerasi air mancur ganda (double fountain) dengan kolam tanpa aerasi untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila gift. Penelitian dilaksanakan di kolam di areal Cikaret Kota Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah Uji t (t-test). Hasil penelitian didapatkan: nilai rata-rata pertumbuhan relatif berat (%) pada perlakuan kolam aerasi air mancur ganda (A1) (1835,98 %), tanpa aerasi (A2) (1352,29 %). Rerata nilai faktor kondisi A1 (3,66) dan A2 (3,53). Rerata nilai konversi makanan A1 (1,49) dan A2 (1,73). Rerata nilai kelangsungan hidup A1 (91,67 %) dan A2 (89,17 %). Hasil analisis uji t dari hasil semua parameter pengamatan antara kolam aerasi air mancur ganda (fountain) (A1) dengan tanpa aerasi (A2) menunjukan tidak berbeda nyata (menerima Ho; tolak H1). Hasil analisis kualitas air masih berada dalam toleransi yang cukup baik untuk kehidupan ikan nila gift. Hasil analisa kepadatan plankton A1 (18.390 sel.liter-1) dan A2 ( 8.430 sel.liter-1).

Page 2 of 24 | Total Record : 234