cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Ikan Nila di Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya Rahmawati, Risti Nur; Zaidy, Azam Bachur; Subagio, Asep Akhmad; Kasmawijaya, Adang; Nurmalia, Nayu
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i3.615

Abstract

Penelitian mengenai faktor-faktor padat tebar, luas kolam, kadar protein, dosis pakan dan pertumbuhan sangat mempengaruhi produktivitas ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas ikan nila di Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan responden 30 orang pembudidaya ikan nila. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara langsung kepada responden. Analisis data menggunakan model analisis regresi dengan model analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) padat tebar , kadar protein , dan dosis pakan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ikan nila, sedangkan luas kolam tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ikan nila. (2) padat tebar dan kadar protein berpengaruh signifikan terhadap produktivitas ikan nila, sedangkan luas kolam , dosis pakan , dan pertumbuhan tidak signifikan terhadap produktivitas. (3) luas kolam melalui pertumbuhan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kolam. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pembudidaya ikan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila dan produktivitas kolam melalui peningkatan padat tebar, penggunaan pakan yang berkualitas dan dosis pakan yang optimum.
Analisis Potensi Wilayah Perikanan di Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta Wiryati, Ganjar; Rahmadi, Agung; Sunaryo, Ade; Ilhamdi, Ilhamdi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i3.577

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi  potensi wilayah perikanan meliputi sistem produksi perikanan, sistem usaha dan bisnis perikanan serta sistem penyuluhan perikanan di Kecamatan Mlati.   Penelitian dilakukan pada tanggal 25 September 2023 sampai dengan 8 November 2023; dengan metode penelitian secara deskriftif merupakan hasil observasi dan wawancara, dengan masyarakat. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa  kecamatan Mlati memiliki potensi wilayah perikanan yang cukup besar  hal ini di tunjukan dengan  kondisi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya pendukung, teritegrasi dalam kelancaran aktivitas  perikanan. Dengan daya dukung dan ketersediaan  lahan pada saat ini total seluas  28,53 km2, yang baru di manfaatkan untuk kegiatan perikanan baru 3,10 km2, dengan komoditas unggulan  ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan gurame (Osphronemus goramy), ikan bawal (Colossoma macropum), ikan lele (Clarias sp), sumber pengairan berasal dari  lima sungai, yaitu: sungai Kenteng, Nglarang, Bedong, Denggung, Wingongo dan Code.  Penduduk Kecamatan Mlati pada akhir tahun 2023 berdasarkan catatan dari  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sleman sebanyak 93,721 Jumlah RTP (Rumah Tangga Perikanan) 1.686 RTP.
Mutu dan Penerapan Kelayakan Dasar Pengolahan Pindang Ikan Layang (Decapterus Spp) di Kecamatan Juwana-Pati Hidayah, Nur; Utomo, Sellfannyla Putri; Asriani, Asriani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i3.543

Abstract

Proses pemindangan di Kabupaten Pati kebanyakan bersifat tradisional dengan perebusan dalam larutan garam. Perilaku pengolahan yang berlangsung kurang memperhatikan sanitasi dan hygiene yang dapat mempengaruhi keamanan produk yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mutu ikan layang (bahan baku) dan pindang ikan layang serta tingkat penerapan sistem kelayakan dasar  di Unit Pengolahan Ikan Pindang di Kecamatan Juwana, Pati. Penelitian dilakukan dengan pengujian mutu; organoleptik, parasit dan proksimat pada bahan baku dan pada produk; sensori, angka lempeng total (ALT), pengujian kimia (TVB, histamin, proksimat, kadar garam). Analisa data dilakukan secara deskriptif dan penilaian SKP dengan analisis gap pada 3 Unit Pengolahan Ikan. Nilai mutu organoleptik bahan baku dan sensori produk akhir yaitu 7 memenuhi SNI dan tidak terdapat parasit. ALT produk akhir memenuhi SNI (1x104). Pengujian kimia 3 UPI mendapatkan nilai rata-rata TVB-N bahan baku 20,8 mg/100g, histamin bahan baku 16,7 mg/kg dan produk akhir 16,51 mg/kg, kadar air bahan baku 71,51% dan produk akhir 68,71%, kadar abu bahan baku 1,63% dan produk akhir 2,37, kadar protein bahan baku 21,42% dan produk akhir 25,07%, kadar lemak bahan baku 0,76% dan produk akhir 3,68%, kadar garam produk akhir 1,09%. Hasil penilaian SKP pada 3 UPI menunjukkan Gagal dalam menerapkan SKP, dengan adanya temuan aspek kritis. Penilaian kesenjangan dengan analisis gap pada UPI 1, UPI 2 dan UPI 3 berturut-turut mendapatkan nilai rata-rata 64,11%, 65,79%, dan 66,84%, dengan nilai kesesuaian 35,89%, 34,21% dan 33,26%. Hal ini menegaskan perlu adanya perbaikan secara berkelanjutan dalam penerapan sanitasi, higiene, dan implementasi SKP untuk meningkatkan mutu dan keamanan produk.
Kajian Manajemen Risiko K3 pada Proses Produksi Pemindangan Ikan di Sentra Pengolahan Kusamba Budiadnyani, I Gusti Ayu; Sumandiarsa, I Ketut; Nugraha, I Made Aditya; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Astiana, Ika; Farida, Iftachul; Samanta, Pinky Natalia; Cesrany, Mahaldika; Khairunnisa, Anis; Perceka, Medal Lintas; Masrin, Putri Yuliana
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i3.625

Abstract

Sentra Pengolahan Ikan Kusamba merupakan pusat industri pemindangan tradisional yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Klungkung. Namun, proses produksinya masih memiliki berbagai potensi risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama akibat paparan panas, penggunaan peralatan konvensional, serta kondisi kerja yang belum ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber bahaya, menilai tingkat risiko kerja, dan menentukan upaya pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 15 pekerja pada setiap tahapan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perebusan memiliki risiko tertinggi (84,42%), diikuti penyiangan (74,03%), sementara pengemasan dan pendinginan tergolong risiko rendah. Sebanyak 73,3% pekerja telah menggunakan APD, namun kepatuhan dan ketersediaannya masih perlu ditingkatkan. Faktor risiko dominan meliputi lingkungan kerja panas dan lembap (60%), keterbatasan APD (26,67%), kerusakan peralatan (20%), serta tata letak kerja yang kurang aman (26,67%). Meskipun seluruh pekerja telah mengikuti pelatihan K3, penerapannya masih bersifat individual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem K3 melalui penyusunan SOP, peningkatan APD, pengawasan rutin, serta perbaikan fasilitas kerja untuk mendukung keselamatan, produktivitas, dan keberlanjutan industri.