cover
Contact Name
Mairizwan
Contact Email
mairizwan@unp.ac.id
Phone
+6281363063286
Journal Mail Official
jurnaljppf@gmail.com
Editorial Address
FMIPA, Universitas Negeri Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Fisika
ISSN : 27468445     EISSN : 22523014     DOI : https://doi.org/10.24036/jppf.v7i1.xxxxxx
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika adalah jurnal yang berisi artikel-artikel bidang ilmu Pendidikan fisika. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian yang original. Jurnal ini merupakan suatu sarana publikasi hasil riset dan pengembangannya di bidang pendidikan fisika. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun. (1) hasil belajar fisika, (2) materi pembelajaran fisika, (3) pembelajaran teori dan model pembelajaran fisika, (4) strategi pembelajaran dan metode pembelajaran fisika, (5) penilaian dan evaluasi pembelajaran fisika, (6) Penggunaan TIK dan media dalam pembelajaran fisika, (7) Manajemen pembelajaran fisika, (8) Penelitian dan pengembangan dalam pembelajaran fisika, (9) Metode eksperimen dalam pembelajaran fisika, (10) Penelitian tindakan pembelajaran fisika. Topik lain yang berkaitan dengan pendidikan fisika
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 12 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN FISIKA SMA BERBASIS GRAPHIC ORGANIZERS MELALUI BELAJAR KOOPERATIF TIPE STAD Masril, Masril
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.893 KB) | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.599

Abstract

This article is based on the research about to design instructional model base on Graphic Organizers as one of the alternative instructional model to increase the understanding of student to Physics concepts in SMA. Special purpose  is yield valid have been study peripheral model passed validation process to broader sample. To reach this purpose steps done is: 1) identifies student problems in high school, 2) discussion with physics teachers in the form of workshop, 3) designs of instructional model, and 4) verification model to expert and physics teachers in high school, and 5) Revision model as according suggestion. 6) Determines school sample  based on school level. From model test result at sample school is obtained by score postest better than pretest Based on result of validation of study model through expert, high school physics teachers, and student as sample, inferential that model who designed have been valid although still many suggestions that need to be paid attention.   Key words : Graphic Organizers, diagnostic test,  instructional model
PENERAPAN METODE RESITASI BERWAWASAN LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BELAJAR FISIKA SISWA SMP NEGERI 2 PADANG Yusmaridi, Yusmaridi; Ratnawulan, Ratnawulan; Fauzi, Ahmad
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.77 KB) | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.604

Abstract

VIII.1 graders SMPN 2 Padang is the students who have high academic ability. However, there are some problems such as teachers' learning is not maximized in the delivery of the task, teachers are less able to interpret the potential of students, teachers dominate lessons. The impact of the fact that low mastery of concepts and affective competencies of students. The research objective is to improve the mastery of concepts and develop affective competencies students of SMPN 2 Padang through the application of environmentally sound methods of recitation in cooperative learning and to know the student responses to learning activities undertaken. type of research is action research class. Subjects were students VIII.1 class of SMPN 2 Padang totaling 31 people. Action research conducted in two cycles. I covered the action planning cycle, action, observation, and reflection Action cycle II is a follow-up and modification of cycle I. Success criteria is the concept of achieving mastery KKM set is 80 and the percentage increase in affective competencies are in good criterion (61% -80%). The research data were collected through the mastery of the concept of the test results, observation sheets affective competencies, field notes, students' suggestions critique sheet, photographs and video recordings. Data analysis is a technique percentage.The results are described based on the data acquisition and mastery of the concept of affective competencies of data per cycle. The average value of the concept of mastery increased from 72.8 to 89.3 in cycle I to cycle II in other words, the cycle I is not complete KKM to complete the second cycle. Increased mastery of the concept is also accompanied by an increase of 53.6% affective competency in cycle I to 82.8% in the second cycle of the criteria in other words Enough (C) on a cycle I became very good (A) in the second cycle. Conclusions of research is the application of environmentally sound methods of recitation in cooperative learning can enhance the mastery of concepts and competencies in the affective student learning in physics VIII.1 class students of SMPN 2 Padang.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI AFEKTIF PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MENERAPKAN MODEL LEARNING CYCLE 5E DI KELAS IX.2 SMP NEGERI 2 CANDUNG Netti, Fitra; Usmeldi, Usmeldi; Yulkifli, Yulkifli
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.595

Abstract

Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan Model Learning Cycle 5E dalam upaya meningkatkan kompetensi afektif peserta didik dalam pembelajaran fisika di kelas IX.2 SMP Negeri 2 Candung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang timbul selama proses pembelajaran seperti: pembelajaran bersifat teacher centered, guru cenderung menggunakan  metode ceramah sehingga mengakibatkan kurang berkembangnya nilai karakter dan keterampilan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi afektif peserta didik dalam pembelajaran fisika. Ketercapaian tujuan tersebut dilakukan dengan menerapkan Model Learning Cycle 5E. Model ini mendorong peserta didik belajar secara bertahap dan konstruktif melalui tahap engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Lokasi penelitian adalah SMP N 2 Candung. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas IX.2 dengan jumlah 20 orang. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2011/2012.  Penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat langkah penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.  Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi dan tes hasil belajar peserta didik. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi peserta didik. Kompetensi afektif peserta didik meningkat dari nilai rata-rata  61,0 pada siklus I, 71,8 pada siklus II dan 79,6 pada siklus III  dengan nilai kategori baik. Kompetensi psikomotor meningkat dari nilai rata-rata 69,3 pada siklus I, 83,2 pada siklus II dan 93,1 pada siklus III. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E dapat meningkatkan  kompetensi afektif peserta didik dalam pembelajaran Fisika.   Keywords: Model,  Learning  Cycle 5E, kompetensi afektif, pembelajaran fisika
PENGARUH PEMBERIAN ASSESSMENT ESSAY TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKSPOSITORI DAN INKUIRI DI KELAS XI IA SMA N 1 KECAMATAN SULIKI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Hidayat, Syamsir; Festiyed, Festiyed; Fauzi, Ahmad
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.297 KB) | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.600

Abstract

Pencapaian kompetensi siswa dalam mata pelajaran Fisika di kelas XI IA  SMA N 1 Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM). Penyebabnya adalah proses penilaian belum sesuai dengan standar penilaian. Oleh karena itu, permasaalahan ini diatasi dengan memberikan assessment essay dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2011 di SMA N 1 Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IA  sebanyak 4 kelas, dan sampel adalah kelas XI IA 2 dan XI IA 3. Kelas eksperimen adalah kelas XI IA.2 dan kelas kontrol adalah kelas XI IA.3. Data penelitian ini adalah pencapaian kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor siswa. Data pencapaian kompetensi kognitif dikumpulkan melalui ulangan harian dengan soal berbentuk tes essay. Data pencapaian kompetensi afektif dan psikomotor dikumpulkan melalui kusioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t, uji U Mann Whitney, dan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian kompetensi kognitif siswa secara rata-rata pada kelas eksperimen adalah 58,67 dan pada kelas kontrol adalah 34,39. Pencapaian kompetensi afektif siswa secara rata-rata pada kelas eksperimen adalah  72,53 dan pada kelas kontrol adalah  74,88. Pencapaian kompetensi psikomotor siswa secara rata-rata pada kelas eksperimen adalah 77,67 dan pada kelas kontrol adalah 75,89. Hasil uji U terhadap pencapaian kompetensi kognitif siswa adalah nilai z = -5,00 dengan  α = 0,05, dan peluang (p) nilai z = - 5,00 adalah < 0,0003 (dari tabel A). Karena nilai p < α maka kesimpulannya adalah  terdapat pengaruh pemberian assessment essay  dalam  pembelajaran Fisika menggunakan pendekatan ekspositori dan inkuiri terhadap pencapaian kompetensi kognitif siswa. Hasil uji-t terhadap pencapaian kompetensi afektif siswa adalah thitung (-1,613) < ttabel (2,005). Oleh karena itu, kesimpulannya adalah tidak ada  pengaruh pemberian assessment essay  dalam  pembelajaran Fisika menggunakan pendekatan ekspositori dan inkuiri terhadap pencapaian kompetensi afektif siswa. Hasil uji-t terhadap pencapaian kompetensi psikomotor siswa adalah thitung (1,38) < ttabel (1,67). Oleh karena itu kesimpulannya adalah tidak ada pengaruh pemberian assessment essay  dalam  pembelajaran Fisika menggunakan pendekatan ekspositori dan inkuiri terhadap pencapaian kompetensi psikomotor  siswa. Hasil uji anova terhadap pencapaian kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor siswa adalah sama dengan hasil uji U dan uji-t di atas. Kata Kunci: Assessment Essay, Pencapaian Kompetensi, Pendekatan Ekspositori, Pendekatan Inkuiri
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X8 SMAN 1 BUKITTINGGI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING BERBASIS IKLAS Mitrawati, Mitrawati; Fauzi, Ahmad Fauzi; Kiram, Yanuar
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.596

Abstract

Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. SMA 1 Bukittinggi merupakan sekolah RSBI dimana dalam proses pembelajaran harus menyelaraskan dengan misi kota Bukittinggi yaitu pendidikan berbasiskan akidah. Dalam pelaksanaannya pembelajaran fisika diperlukan pendekatan, metoda dan model yang terintegrasi. Setelah semua kelas telah menjadi RSBI pada tahun 2010, mulai muncul permasalahan dalam pembelajaran diantaranya menurunnya aktivitas dan hasil belajar, disamping teramati adanya penurunan dibidang akhlak. sehingga dipilih model Quantum Teaching berbasis ikhlas sebagai metode dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah adalah penelitian tindakan kelas (Clasroom Action Research), yaitu perpaduan antara tindakan (action) dan penelitian (research) suatu bentuk penelitian yang dilakukan oleh guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Penelitian dibagi dalam empat tahap yaitu tahap perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation) dan tahap refleksi (reflection), Keempat tahap dalam penelitian tindakan tersebut membentuk sebuah siklus, yaitu satu putaran kegiatan yang kembali kebentuk asal. Dalam penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang diterapkan pada kelas X 8 SMA 1 Bukittinggi. Model pembelajaran diterapkan dalam bentuk sillabus, RPP, Hand out, student worksheet, angket dalam rangka melihat peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran quantum teaching berbasis ikhlas berhasil meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa baik kognitif, afektif dan psikomotor. Perangkat divalidasi oleh pakar dan teman sejawat dan tindakan diobservasi oleh observer serta angket ikhlas oleh siswa menggambarkan kenyamanan dalam belajar.   Keywords: Quantum Teaching, RPP, Hand Out, Student worksheet
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X-2 SMA NEGERI 2 PLUS SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN Arisma, Arisma; Fauzi, Ahmad; Usmeldi, Usmeldi
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.601

Abstract

Salah satu tuntutan KTSP bagi guru dalam pembelajaran adalah menggunakan model-model pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi dan siswa. Namun kenyataannya di kelas, pembelajaran masih bersifat teacher centered dan guru kurang memfasilitasi siswa untuk bekerja dalam kelompok. Oleh karena itu pembelajaran harus terpusat pada siswa dan siswa harus terlibat secara aktif, kreatif, kritis dalam pembelajaran sedangkan guru lebih berperan sebagai fasilitator. Salah satu model yang dapat mengaktifkan siswa bekerja sama dalam pembelajaran adalah model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Fisika siswa menggunakan model kooperatif tipe group investigation. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Lokasi penelitian SMA Negeri 2 Plus Sipirok. Subyek penelitian siswa kelas X-2 dengan jumlah 25 orang siswa. Penelitian dilakukan sebanyak tiga siklus. Satu siklus terdiri dari enam langkah penelitian yaitu mengidentifikasi topik, merencanakan penyelidikan, melaksanakan penyelidikan, menyiapkan laporan, menyajikan laporan dan evaluasi. Instrumen penelitian adalah lembar observasi  dan bentuk tes hasil belajar untuk  siswa.Teknik analisis data adalah deskriptif. penelitian dilaksanakan pada semester genap Tahuan Ajaran 2011/2012. Hasil  penelitian setiap siklus menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar Fisika siswa. Aktivitas siswa meningkat dari kategori rendah pada siklus I meningkat menjadi kategori sedang pada siklus II dan meningkat lagi menjadi kategori tinggi pada siklus III. Sedangkan hasil belajar kognitif meningkat dari 36 % siklus I menjadi 68 % pada siklus II dan meningkat lagi menjadi 88 % pada siklus III. Hasil belajar afektif meningkat dari kategori rendah pada siklus I meningkat menjadi kategori sedang pada siklus II dan meningkat lagi menjadi kategori tinggi pada siklus III. Kesimpulan penelitian adalah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Fisika siswa kelas X-2 SMA Negeri 2 Plus Sipirok.
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN FISIKA DI SMP NEGERI KOTA PADANG Murtiani, Murtiani; Fauzan, Ahmad; Ratnawulan, Ratnawulan
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.684 KB) | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.597

Abstract

The cause of the low activity of the students in learning Physics in Public Junior High School in Padang,due to the students feel that Physics is not an interesting subject and unrelated to the real world application. These factors have impacts towards the student’s learning activities in Physics, their achievement in Physics, and the student’s learning quality in Physics. One solution to overcome these problems is by applying the Contextual Teaching and Learning (CTL)–Lesson Study–Based Approach. This research aims at elaborating the CTL–Lesson Study–Based Approach to enhance the student’s learning activity in Physics, and the student’s achievement in Physics, either the students have low, medium or high intelligence level. This type of research is a combined quantitative and qualitative. This research took place in public junior high schools in Padang on first semester of academic year 2009/2010. The samples for this research were the students in class VII-4 at SMPN 17 Padang, students in class VII-5 at SMPN 7 Padang and students in class VII-B at SMPN 8 Padang. The data were collected through observation, interview, questionnaire and video recording by some observers during the learning process takes place as well as through examination given to the students. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative.       The result of data analysis indicates that the implementation of the CTL–Lesson Study–Based Approach can improve the student’s learning activity in Physics, and the student’s achievement toward Physics for the case of school with students with low and moderate intelligence level. While in the school where the student’s intelligence level is high, the improvements occur only on the student’s achievement in Physics. It can be concluded that the CTL–Lesson Study–Based Approach can improve the student’s learning activities in Physics, and also the student’s achievement in Physics. Therefore, the CTL–Lesson Study–Based Approach can enhance the learning quality in Physics.   *):  Jurusan Fisika **): Jurusan Matematika
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING BERBASIS IMAN DAN TAQWA Maielfi, Dini; Ratnawulan, Ratnawulan; Usmeldi, Usmeldi
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.667 KB) | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.602

Abstract

IMTAQ development in schools is very important as an effort to gain the educational goals according to the constitution No. 20 of 2003 Article 3 which states that education aims to develop students ability in order to be a faithful and cautious man to Almighty God and have a good behavior. Therefore it is necessary to develop learning tools that try to integrate the IMTAQ values  in learning. Learning tools are very important for the teacher in order learning can run as expected. This research aims to develop physics learning tools with CTL approach based IMTAQ which  is valid, practical and effective. This research is the development research which refers to the research and development by Borg and Gall consisting of 10 steps of research. In this  research, those steps are modified in four stages, namely: 1) preliminary studies, 2) design of learning  tools, 3) development of learning tools, and 4) application of learning tools. Data collection was conducted using validation and testing learning tools. The design of the learning tools that have been designed was validated by 4 validators then tested at the class XI MAN 2 Padang. The research results showed that 1) physics learning tools with CTL  approach based IMTAQ that developed had been valid with some suggestions and improvements from the validator, 2) physics learning tools with CTL approach based IMTAQ was very practical  based on the observation of student’s activities, and the questionnaire responses of teachers, 3 ) physics learning tools with the CTL approach based IMTAQ has been effective based on learning outcomes and assessment of students IMTAQ. In general, physics learning tools with CTL approach based on IMTAQ have been already valid, practical, and effective to be used in learning. This learning tools can support the learning process and  integrate the values of IMTAQ in learning.
PENINGKATAN MUTU PERKULIAHAN FISIKA MODERN MELALUI PENERAPAN PROGRAM TERPADU INTERAKTIF Djamas, Djusmaini
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.28 KB) | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.593

Abstract

Rendahnya motivasi, aktivitas belajar dan penguasaan konsep mahasiswa dalam mata kuliah Fisika Modern perlu disikapi dengan segera, karena hal ini akan berdampak kepada mata kuliah Fisika Lanjut. Untuk itu perlu dilakukan suatu proses pembelajaran yang terintegrasi/Program Terpadu Interaktif (tes kecil/kuis,pemberian konsep esensial, diskusi kelompok, diskusi kelas dan tugas mandiri dikontrol). Sebelum dilakukan tindakan, terlebih dahulu mahasiswa di tes, kemudian berdasarkan skor tes, mahasiswa dikelompokkan menjadi 6 kelompok yang homogen antara satu kelompok dengan kelompok lain. Selama proses penerapan program terpadu interaktif ini, setiap minggu di awal perkuliahan dilaksanakan kuis (materi kuis 70% materi yang lalu dan 30% materi yang akan dipelajari), pemberian konsep esensial, diskusi kelompok, diskusi kelas dan selama berlangsung perkuliahan dilakukan pengamatan menggunakan format observasi, perekaman suara dan gambar menggunakan handycam. Setiap akhir perkuliahan selalu dilakukan wawancara dengan 2 atau 3 orang mahasiswa yang dipilih secara acak,direkam menggunakan tape recorder. Diakhir setiap siklus dilakukan tes hasil belajar dan pengisian angket terbuka oleh mahasiswa. Dari hasil penelitian diperoleh temuan bahwa : Skor kuis dari minggu ke minggu menunjukkan peningkatan, berarti adanya peningkatan usaha belajar, begitu juga dengan adanya peningkatan hasil belajar. Dari wawancara dan angket ditemukan bahwa mahasiswa merasa pikirannya lebih terbuka, belajar tanpa tekanan, situasi belajar lebih akrab, demokratis, merasa diri lebih berharga, dan terbina kerjasama yang baik.Kata Kunci : Action Research, Fisika Modern, Program Terpadu Interaktif
PENINGKATAN PERILAKU BERKARAKTER DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IX MTsN MODEL PADANG PADA MATA PELAJARAN IPA-FISIKA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION Afrizon, Renol; Ratnawulan, Ratnawulan; Fauzi, Ahmad
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.317 KB) | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.598

Abstract

Problems are often encountered in learning science Physics in class IX of MTsN Model Padang is the process of learning science Physics is less meaningful because the matter is less related to problems in daily life. This indicates that the behavior of character and critical thinking skills students in grade IX is still low. In addition, variations in the model / learning methods are applied to teachers in the classroom learning process is still lacked. The purpose of this study is to improve character’s behavior and critical thinking skills of students in grade IX MTsN Model Padang on Physics science use Problem Based Instruction model. This type of study is classroom action research. The research was carried out in class IX. 9 MTsN Model Padang in two cycles that began in November 2011 to December 2011. Data obtained through the research instrument, namely: the behavior observation sheet character, character’s behavior is limited questionnaire given to students each end of the cycle, and critical thinking skills test is conducted every meeting and analyzed by percentage analyze techniques (%). The study found there was an increase of 15.39% characterized the behavior of the criteria began to develop into 45.61% of students are on begins to develop criteria (MB), and 21.84% on the custom criteria (MK). Analysis of the character’s behavior questionnaire also showed that an increase of 38.71% criteria began to grow (MB) and 1.79% in the custom criteria (MK) to 59.15% in the criteria began to grow (MB) and 7.84% the criteria into the habit (MK). The analysis of critical thinking skills showed that there was an increase from 54.62 to 11.37 percentage completeness with a percentage of 75.14% to 63.91% completeness. Based on the research results can be concluded that the application of the model problem based instruction can improve students' behavior that characterized the impact on critical thinking skills. Keywords: Problem Based Instruction model, Character’s Behavior and Critical Thinking Skills.

Page 1 of 2 | Total Record : 12