Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN IPA DI KELAS V SDN 03 ANDURING PADANG maielfi, dini
Jurnal Curricula Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Riau Kepulauan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.438 KB) | DOI: 10.22216/jcc.2019.v4i1.1936

Abstract

Masalah dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya proses pembelajaran IPA di kelas V SDN 03 Anduring Padang. Hal ini disebabkan proses pembelajaran IPA masih berpusat kepada guru, siswa belum dilibatkan aktif dalam pembelajaran, dan guru belum mengaitkan materi pembelajaran dengan dunia nyata siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimanakah penerapan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan proses pembelajaran IPA di kelas V SDN 03 Anduring Padang.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus meliputi empat tahap tindakan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Adapun subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN 03 Anduring Padang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, lembar tes, dan dokumen.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada siklus I dengan persentase 76,8 meningkat pada siklus II dengan persentase 92,85. Pelaksanaan aktivitas guru dengan pendekatan kontekstual pada siklus I dengan persentase 82,1 meningkat pada siklus II dengan persentase 96,4 sedangkan Pelaksanaan aktivitas siswa dengan pendekatan kontekstual pada siklus I dengan persentase 76,8 meningkat pada siklus II dengan persentase 92,8. Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar IPA khususnya materi sifat-sifat cahaya. Persentase hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 77,4 meningkat pada siklus II yaitu dengan persentase 91,7. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan proses pembelajaran IPA di kelas V SDN 03 Anduring Padang”.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING BERBASIS IMAN DAN TAQWA Maielfi, Dini; Ratnawulan, Ratnawulan; Usmeldi, Usmeldi
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.667 KB) | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.602

Abstract

IMTAQ development in schools is very important as an effort to gain the educational goals according to the constitution No. 20 of 2003 Article 3 which states that education aims to develop students ability in order to be a faithful and cautious man to Almighty God and have a good behavior. Therefore it is necessary to develop learning tools that try to integrate the IMTAQ values  in learning. Learning tools are very important for the teacher in order learning can run as expected. This research aims to develop physics learning tools with CTL approach based IMTAQ which  is valid, practical and effective. This research is the development research which refers to the research and development by Borg and Gall consisting of 10 steps of research. In this  research, those steps are modified in four stages, namely: 1) preliminary studies, 2) design of learning  tools, 3) development of learning tools, and 4) application of learning tools. Data collection was conducted using validation and testing learning tools. The design of the learning tools that have been designed was validated by 4 validators then tested at the class XI MAN 2 Padang. The research results showed that 1) physics learning tools with CTL  approach based IMTAQ that developed had been valid with some suggestions and improvements from the validator, 2) physics learning tools with CTL approach based IMTAQ was very practical  based on the observation of student’s activities, and the questionnaire responses of teachers, 3 ) physics learning tools with the CTL approach based IMTAQ has been effective based on learning outcomes and assessment of students IMTAQ. In general, physics learning tools with CTL approach based on IMTAQ have been already valid, practical, and effective to be used in learning. This learning tools can support the learning process and  integrate the values of IMTAQ in learning.
PENERAPAN KETERAMPILAN BERTANYA MAHASISWA UNTUK STIMULASI KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) ANAK TK Zein, Riwayati; Maielfi, Dini
A?f?luna: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3 No 1 (2020): January-June
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/atfaluna.v3i1.1644

Abstract

Questioning skills need to be mastered by the student-teacher of kindergarten. Questioning skills consist of asking advanced questions (high-level questioning skills) and basic questioning questions. High-level thinking is a way of thinking based on facts and concepts to direct the mindset of children, giving value, finding, and interpreting solutions to problems. The purpose of this research is to describe the basic questioning skills (LOTIs) and advanced questioning skills (HOTs) of the student-teacher of kindergarten in micro-teaching courses. This type of research is qualitative descriptive using case studies. The research subjects consisted of 4 students who took the micro-teaching course in the Department of Early Childhood Education, STKIP Adzkia Padang. The object of the study consisted of further questioning skills used by kindergarten students when teaching practice in lectures for 3 months consisted of 1) cognitive level questions, 2) ordering order arrangement, 3) using of tracking questions, 4) increasing interaction. Data collection techniques were carried out with the study of documentation and direct recordings of data analysis techniques with simple percentages and were converted according to the scale of interpretation so that the research conclusions were obtained. The application of students' questioning skills during teaching practice was dominated by LOTs questions, which were limited to questions of knowledge level just to remember.
Penerapan keterampilan bertanya mahasiswa untuk stimulasi keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTs) anak TK Riwayati Zein; Dini Maielfi
Aṭfāluna: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 3 No 1 (2020): January-June
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/atfaluna.v3i1.1644

Abstract

Questioning skills need to be mastered by the student-teacher of kindergarten. Questioning skills consist of asking advanced questions (high-level questioning skills) and basic questioning questions. High-level thinking is a way of thinking based on facts and concepts to direct the mindset of children, giving value, finding, and interpreting solutions to problems. The purpose of this research is to describe the basic questioning skills (LOTIs) and advanced questioning skills (HOTs) of the student-teacher of kindergarten in micro-teaching courses. This type of research is qualitative descriptive using case studies. The research subjects consisted of 4 students who took the micro-teaching course in the Department of Early Childhood Education, STKIP Adzkia Padang. The object of the study consisted of further questioning skills used by kindergarten students when teaching practice in lectures for 3 months consisted of 1) cognitive level questions, 2) ordering order arrangement, 3) using of tracking questions, 4) increasing interaction. Data collection techniques were carried out with the study of documentation and direct recordings of data analysis techniques with simple percentages and were converted according to the scale of interpretation so that the research conclusions were obtained. The application of students' questioning skills during teaching practice was dominated by LOTs questions, which were limited to questions of knowledge level just to remember.
Validitas Instrument Penerapan Model Quantum Teaching Tipe Tandur terhadap Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi Mahasiswa Dini Maielfi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.316

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan beberapa pendidik hanya menggunakan instrument  tanpa adanya analisis terhadap validitas dari instrument yang digunakan, sehingga instrument tersebut tidak dapat dipakai untuk melakukan pengukuran terhadap apa yang dihendaki untuk diukur. Tujuan dari riset ini yaitu mendeskripsikan validitas instrument yang digunakan pada penerapan model quantum teaching tipe tandur terhadap keterampilan komunikasi dan kolaborasi mahasiswa STKIP Adzkia. Validitas isi dari instrumen dilakukan dengan memberikan draf validasi kepada para pakar dan praktisi untuk dilakukan penilaian. Jenis penelitian ini memakai metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis yang dipakai pada riset ini yaitu uji validitas isi dari instrumen yang digunakan Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi SAP memperoleh nilai 3,67 dengan kategori sangat valid, hasil validasi modul memperoleh nilai 3,69  dengan kategori sangat valid, serta hasil validasi instrumen penilaian memperoleh nilai 3,67 dengan kategori sangat valid. Implikasi dari penelitian ini yaitu didapatkan instrumen yang layak atau valid sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran dan dapat dipakai untuk mengukur apa yang hendak diukur. Dan disimpulkan bahwa hasil validitas instrumen yang digunakan pada penerapan model quantum teaching tipe tandur memperoleh kategori sangat valid.
The Influence of Jigsaw Type Cooperative Models on Communication Skills of Elementary School Students Dini Maielfi; Sisri Wahyuni
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 6 No. 2 (2020): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v6i2.431

Abstract

This research is motivated by the low student communication skills caused by 1) when learning, students have not been able to convey their ideas either when discussing with friends, presentations, or when solving problems in learning; 2) students are shy to ask questions, tend to be silent, and when learning takes place the attention of students is not focused on learning or the other person; 3) students who are less academic yet able to convey the essence of learning if asked to become a tutor. This study aims to determine the impact of jigsaw on the communication skills of fourth-grade students at SDN 22 Kuranji Padang. This type of research is Pre-Experimental Design. The results of this study were obtained µ1 <µ2, (67.66 <82.05), with a significance of N-Gain 0.45 in the medium category. Then Ha is accepted. From the results of this study, it was proven that jigsaw had a significant impact on the communication skills of fourth-grade students of SDN 22 Kuranji, Padang city
Implementasi Pendidikan Karakter Pada Matakuliah Matematika Sekolah Dasar Menggunakan Model CTL Vivi Puspita; Asrina Mulyati; Dini Maielfi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.292 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v3i2.131

Abstract

Pendidikan karakter dilakukan secara berkesinambungan mulai dari sekolah dasar hingga pergutuan tinggi. Pendidikan karakter penting dimiliki oleh mahasiswa dalam memasuki duni kerja. Nilai nilai-nilai karakter tersebut seperti hormat dan peduli pada orang lain, tanggung jawab, jujur, memiliki integritas, dan disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu modul pembelajaran yang mengintekgrasikan pendidikan karakter. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan (research and development) dengan menggunakan model 4-D (four-D models) yang terdiri dari empat tahap. Keempat tahap itu adalah pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Pada artikel ini hanya membahas pada tahapan pendefinisian (define), dan perancangan (design). Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Instrumen kevalidan, Instrumen kepraktisan, dan Instrumen keefektivan. Pengolahan data validitas modul menunjukan hasil valid sehingga modul dapat digunakan dalam perkuliahan. Abstract Character education is carried out on an ongoing basis starting from elementary school to college. Important character education is owned by students in entering the world of work. The values ​​of these characters such as respect and care for others, responsibility, honest, have integrity, and discipline. This study aims to produce a learning module that integrates character education. The research carried out is a research and development study using 4-D models (four-D models) consisting of four stages. The four stages are defining, designing, developing, and disseminating. In this article only discusses the stages of define, and design. Data collection instruments used in this study were: Validity instruments, practicality instruments, and effectiveness instruments. Data processing module validity shows valid results so the module can be used in lectures. Abstract Keywords: character education, contextual teaching and learning, module
Analisis Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa SMP pada Pembelajaran Fisika Yeni Nurpatri; Dini Maielfi; Zaturrahmi Zaturrahmi; Ena Suma Indrawati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v12i3.701

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan keterampilan pemecahan masalah fisika pada peserta didik tingkat SMP, dan menganalisis penyebab peserta didik mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah fisika. Pengumpulan data diperoleh dari bacaan 10 artikel yang berkaitan dengan upaya peningkatan pemecahan masalah Fisika pada siswa SMP. Setelah data dikumpulkan kemudian dianalisa dan disimpulkan. Teknik analisis data dilakukan secara kualittaif dengan mengutip pendapat yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah fisika pada siswa SMP yaitu dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL), direct instruction, Jigsaw, PKPM (Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah), Inkuiri Terbimbing, dan Cooperative problem solving. Kemudian penyebab siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah fisika adalah siswa kurang mampu dalam menganalisa rumus-rumus fisika sehingga sulit dalam menjawab soal.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Interaktif Menggunakan Adobe Animate Dini Maielfi; Sisri Wahyuni; Yeni Nurpatri
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 9 No. 1 (2023): Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/biormatika.v9i1.1536

Abstract

Saat proses perkuliahan terlihat mahasiswa kesulitan memahami materi perkuliahan karena konten IPA khususnya Konsep Dasar biologi sarat dengan konsep dan prinsip abstrak. Kecenderungan proses dalam belajar IPA  yang abstrak dapat mengakibatkan sulitnya mahasiswa dalam memahami materi pembelajaran. Konsep sains abstrak yang dikemukakan secara verbal belum sepenuhnya bisa dicerna oleh mahasiswa  (Ismiyanti, 2020). Media pembelajaran yang digunakan sebelumnya yaitu hanya berupa power poin yang belum interaktif dan belum mengoptimalkan kemampuan mahasiswa. Penggunaan media pembelajaran yang kurang relevan terhadap materi pembelajaran dapat mengakibatkan proses pembelajaran menjadi kurang efektif sehingga mahasiswa tidak dapat memahami materi pembelajaran secara menyeluruh, menyebabkan kualitas pembelajaran menjadi rendah dan pembelajaran menjadi membosankan. Tujuan riset ini yaitu menganalisis kebutuhan pengembangan media interaktif dengan memakai adobe animate. Dalam proses mengumpulkan data untuk analisis kebutuhan pengembangan media interaktif menggunakan adobe animate digunakan kuesioner dan wawancara dengan metode penelitian kuantitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu mahasiswa PGSD semester 1 TA 2022/2023. Analisis kebutuhan mahasiswa dilakukan melalui aktivitas wawancara, dan pemberian kuesioner. Pada kuesioner ini terdapat pernyataan dan pertanyaan yang berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa terhadap media interaktif menggunakan adobe animate. Hasil penelitian didapatkan penggunaan media pembelajaran interaktif menggunakan Adobe Animate sangat dibutuhkan.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia 5-6 Tahun pada Masa Pandemi Riwayati Zein; Khoirun Nisak; Dini Maielfi
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ped.v3i1.991

Abstract

Reading comprehension is the ability of process to comprehend the text or massage, its meaning and integrate with the knowledge readers that they have already known. When they read a text, they can obtain much information about knowledge. In fact, the students still not interest in learning reading comprehension, because it’s boring situation and they cannot understand about the text or massage. The interest topic is one of the strategies can be used by the teacher in teaching learning reading subject for students. It increases the students’ motivation and their interest in learning. Students’ interest is come from within students or from their inside. Two types of interest can influence the students’ interest: first, personal interest is the students only focus a specific activity or topic. Second, situational interest is the students’ interest are not permanent depend on the condition stimulate. In learning, the teacher is a control person to manage the students and the teacher should choice the interest topic in teaching reading comprehension.