Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X8 SMAN 1 BUKITTINGGI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING BERBASIS IKLAS Mitrawati, Mitrawati; Fauzi, Ahmad Fauzi; Kiram, Yanuar
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jppf.v1i1.596

Abstract

Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. SMA 1 Bukittinggi merupakan sekolah RSBI dimana dalam proses pembelajaran harus menyelaraskan dengan misi kota Bukittinggi yaitu pendidikan berbasiskan akidah. Dalam pelaksanaannya pembelajaran fisika diperlukan pendekatan, metoda dan model yang terintegrasi. Setelah semua kelas telah menjadi RSBI pada tahun 2010, mulai muncul permasalahan dalam pembelajaran diantaranya menurunnya aktivitas dan hasil belajar, disamping teramati adanya penurunan dibidang akhlak. sehingga dipilih model Quantum Teaching berbasis ikhlas sebagai metode dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah adalah penelitian tindakan kelas (Clasroom Action Research), yaitu perpaduan antara tindakan (action) dan penelitian (research) suatu bentuk penelitian yang dilakukan oleh guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Penelitian dibagi dalam empat tahap yaitu tahap perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation) dan tahap refleksi (reflection), Keempat tahap dalam penelitian tindakan tersebut membentuk sebuah siklus, yaitu satu putaran kegiatan yang kembali kebentuk asal. Dalam penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang diterapkan pada kelas X 8 SMA 1 Bukittinggi. Model pembelajaran diterapkan dalam bentuk sillabus, RPP, Hand out, student worksheet, angket dalam rangka melihat peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran quantum teaching berbasis ikhlas berhasil meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa baik kognitif, afektif dan psikomotor. Perangkat divalidasi oleh pakar dan teman sejawat dan tindakan diobservasi oleh observer serta angket ikhlas oleh siswa menggambarkan kenyamanan dalam belajar.   Keywords: Quantum Teaching, RPP, Hand Out, Student worksheet
PENGELOLAAN AIR DALAM MENUNJANG KEGIATAN PENCUCIAN PADA PROSES PENAMBANGAN BAUKSIT Kusmanto, Kusmanto; Fauzi, Ahmad Fauzi; Wibowo, Gembong S; Aji, Bayu
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2019: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v1i1.116

Abstract

ABSTRAK Dalam melaksanakan kegiatan ekspor bauksit, sesuai Permen ESDM nomor 25 tahun 2018, perusahaan tambang diwajibkan untuk melakukan peningkatan kadar bauksit yang akan dijual melalui proses pencucian. Untuk mendukung hal tersebut, dibangun washing plant, sebagai sarana proses pencucian, dan sedimen pond, sebagai sarana sumber air serta pengelolaan limbah. Secara umum, proses pengelolaan air berawal dari run off pada bukaan tambang, yang dikelola dengan membuat kolam pengendapan di area tambang. kemudian untuk mendukung proses pencucian, dibangun sedimen pond sebagai sarana tempat penampungan limbah hasil pencucian dan pengelolaan air limbah sehingga dapat digunakan kembali untuk proses pencucian bauksit di washing plant. Alur proses pencucian berawal dari air pada kolam dipompakan ke washing plant, limbah hasil pencucian dialirkan ke kolam sedimen, kemudian dilakukan proses daur ulang melalui sirkulasi tertutup dengan dialirkannya kembali air tersebut ke kolam pompa untuk digunakan pada proses pencucian. Pada musim hujan, apabila terdapat penambahan air dari run off, sebagian air dialirkan ke badan air atau lingkungan untuk menjaga kapasitas tampung dari kolam sedimen. Dikarenakan adanya aliran air ke lingkungan, maka Tambang Bauksit Tayan wajib memenuhi persyaratan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 34 tahun 2009 tentang Baku Mutu Limbah Air Kegiatan Pertambangan Bauksit. Berdasarkan peraturan tersebut, Tambang Bauksit Tayan wajib memenuhi kadar baku mutu pH di rentang 6-9 dan maksimum kadar Total Suspended Solid (TSS) 200 mg/l.  Maka dari itu, sebelum dialirkan ke kolam pompa, dilakukan penambahan flokulan untuk menjaga kadar TSS air tidak melebihi baku mutu sehingga diperbolehkan untuk dialirkan ke lingkungan dan mengondisikan air tetap jernih untuk menunjang proses pencucian. Untuk mengetahui flokulan dengan kinerja paling optimal, dilakukan jar test dengan beberapa jenis flokulan untuk mengetahui perbandingan biaya terhadap efektivitas proses yang dihasilkan. Dari percobaan yang dilakukan, seluruh flokulan efektif dan diperoleh efisiensi proses tertinggi dari flokulan sebesar 99% untuk konsentrasi flokulan uji 5 ppm. Kemudian flokulan tersebut digunakan sebagai bahan penjernih air pada water treatment plant untuk mengelola air limbah pencucian bauksit agar sesuai dengan standar parameter yang tertera pada regulasi yang ada. Dengan dilaksanakannya proses pengelolaan run off pada bukaan tambang, pengelolaan sedimen pond, dan pemenuhan aspek kepatuhan regulasi, kegiatan penambangan bauksit, khususnya pada tahapan pencucian di washing plant dapat dilaksanakan secara optimal sehingga dapat mendukung proses produksi untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Kata Kunci : Run Off, Pencucian Bauksit, Sedimen Pond, Total Suspended Solid, Flokulan  ABSTRACT In carrying out bauxite export activities, according to Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 25  2018, mining companies are required to increase the level of bauxite which will be sold through the washing process. To support this, a washing plant was built, as a means of the washing process, and a sediment pond, as an air source and waste management. In general, the process of water management starts from runoff at mine openings, which is managed by creating a settling pond in the mine area. then to support the washing process, build a sediment pond as a waste disposal place for washing and waste water management can be used again for the process of washing bauxite in the washing plant. The flow of the washing process starts from the water in the pond being pumped to the washing plant, the washing wastes are channeled into the sediment pond, then the recycling process is carried out through closed circulation by being channeled back into the pump pond for use in the washing process. In the rainy season, it needs air assistance from runoff, most of it is channeled to the air bodies or the environment for the reserve capacity of the sediment ponds. Due to the flow of water into the environment, the Tayan Bauxite Mine is required to meet the requirements of the Minister of Environment Regulation No. 34/2009 concerning Quality Standards for Wastewater in Bauxite Mining Activities. Based on these regulations, the Tayan Bauxite Mine is required to meet pH quality standards in the range of 6-9 and a maximum level of Total Suspended Solid (TSS) of 200 mg / l. Therefore, before flowing into the pump pond, do flocculant to get TSS levels of air not exceeding the quality standard so that it is diverted to the environment and condition the air to remain clear to support the washing process. To find out the flocculant with the most optimal performance, do a jar test with several types of flocculant to find out the costs for the resulting process. From the experiments, all the effective flocculants and the highest process efficiency obtained from flocculants was 99% for the 5 ppm flocculant concentration test. Then this flocculant is used as an air purifier in water treatment plants to manage bauxite washing wastewater to comply with the standard parameters stated in the existing arrangements. By carrying out runoff management processes at mine openings, pond sediment management, and compliance with regulatory aspects, bauxite mining activities, particularly at the washing stage at the washing plant can be carried out optimally, can support the production process to achieve the targets. Keywords: Run Off, Bauxite Washing, Sediment Pond, Total Suspended Solid, Flocculant
ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI KARET (Hevea brasiliensis) DI DESA RENGAS I KECAMATAN PAYARAMAN KABUPATEN OGAN ILIR Oktariani, Lisna; Fauzi, Ahmad Fauzi
Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)
Publisher : Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jimanggis.v6i1.295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi produksi usahatani dan menghitung besarnya pendapatan usahatani karet dibandingkan dengan UMR Kabupaten Ogan Ilir dan UMR Provinsi Sumatera Selatan. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simple random sampling dan diolah menggunakan alat bantu aplikasi SPSS lalu di interpretasikan. Variabel luas lahan, usia tanaman, usia petani, jumlah herbisida, dan jumlah pupuk kandang secara simultan atau bersama- sama berpengaruh terhadap tingkat produksi tanaman karet. Secara parsial variabel luas lahan dan jumlah pupuk kandang yang berpengaruh secara signifikan terhadap produksi tanaman karet. Pendapatan rata – rata yang diperoleh petani karet di Desa Rengas I Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan adalah sebesar Rp. 2.081.513,- /Ha/Bln. Jika dibandingkan dengan Upah Minimum Regional Kabupaten Ogan Ilir dan Upah Minimum Regional Provinsi Sumatera Selatan masing – masing sebesar Rp. 3.404.177,- /bln dan Rp. 3.677.591,- /bln maka pendapatan dari usahatani karet lebih kecil dibandingkan dengan UMR. Hal ini disebabkan oleh petani di desa tersebut tidak melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman karet sehingga hasil produksi karet rendah yang tentunya berdampak terhadap rendahnya pendapatan dari petani karet di daerah tersebut.
INOVASI PENGEMBNAGAN KURIKULUM PAI BERBASIS KURIKULUM TERINTEGRASI DI PONDOK PESANTREN DAAR EL QOLAM Nuruliana, Chandra; fauzi, ahmad fauzi; Sirojudin, Rumbang; Helnanelis
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 12 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v12i2.12292

Abstract

Islamic boarding school is the oldest Islamic educational institution in Indonesia, possessing a distinct intellectual tradition, local culture, and unique educational system. Despite undergoing various changes due to modernization, the pesantren maintains its Islamic identity through an independent educational model, rooted in tradition, yet adaptive to the demands of the times. The evolution of the educational system has given rise to two types of pesantren: Salaf pesantren that focus on the study of classical texts, and Khalaf (modern) pesantren that integrate religious and general sciences using classical teaching methods and foreign language instruction. This transformation requires pesantren to continuously conduct curriculum development that is relevant, effective, and capable of addressing global challenges, including resource limitations, national regulatory demands, and the needs of modern society. Pondok Pesantren Daar El Qolam, as one modern pesantren, implements an integrated curriculum that combines the national curriculum, the Gontor curriculum, and the institution's specific curriculum. However, its implementation faces challenges such as mastery of Arabic and English, and the heterogeneity of new students' academic backgrounds. Therefore, curriculum development in pesantren requires a comprehensive approach that involves all stakeholders to achieve the goals of Islamic education, namely forming individuals who are faithful, knowledgeable, virtuous, and capable of adapting to changing times.