cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2017)" : 14 Documents clear
DISTRIBUSI FREKUENSI PERUBAHAN GINGIVA PADA PEROKOK Oktanauli, Poetry; Taher, Pinka; Andini, Nabilla Putri
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.844

Abstract

Pendahuluan: rokok dapat menimbulkan efek yang berbahaya pada setiap jaringan tubuh termasuk rongga mulut, salah satunya gingiva. Dampak negatif merokok antara lain gingivitis dan pigmentasi gingiva. Tujuan: untuk memberikan informasi mengenai frekuensi perubahan gingiva pada perokok, sehingga diharapkan para perokok dapat menghentikan kebiasaan merokok. Hasil: hasil penelitian menunjukkan dari 30 subjek penelitian yang diperiksa, sebanyak 27 subjek mengalami pigmentasi gingiva, 29 subjek mengalami gingivitis, 18 subjek memiliki skor gingiva berupa inflamasi ringan dan 12 subjek mengalami inflamasi sedang. Diskusi: pigmentasi gingiva disebabkan karena kandungan nikotin dan benzopyrene dalam asap rokok yang merangsang produksi melanin berlebihan yang berasal dari melanosit. Gingivitis pada perokok terjadi karena kandungan tar yang mengendap pada gigi, menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar sehingga plak mudah melekat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa di FKG UPDM(B) dengan jumlah subjek penelitian 30 orang yang diambil dengan cara quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan klinis gingiva secara visual dan pemeriksaan status gingiva berdasarkan indeks gingiva. Kesimpulan: merokok terbukti dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada gingiva.
HUBUNGAN pH PLAK TERHADAP TERJADINYA EARLY CHILDHOOD CARIES (ECC) (Studi Pada Anak Usia 6-48 Bulan di Kecamatan Neglasari Kota Tangerang) Pindobilowo, Pindobilowo; Setiawati, Febriana; Darwita, Riska Rina
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.845

Abstract

Latar Belakang : salah satu tindakan pencegahan Early Childhood Caries (ECC) adalah menjaga pola makan yaitu dengan membatasi makanan kariogenik, menjaga frekuensi makan, dan selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut, karena dengan mengontrol pola makan dan menjaga kesehatan gigi dan mulut maka pH plak dapat terkontrol sehingga gigi akan terhindar terhadap karies, serta di dukung oleh perbaikan status gizi anak dan peran ibu dalam mencukupi gizi selama masa kehamilan. Tujuan : untuk menganalisa hubungan pH plak terhadap terjadinya ECC. Metode : cross sectional pada 287 anak usia 6-48 bulan di kecamatan Neglasari kota Tangerang, wawancara pada ibu, dan pemeriksaan intra oral pada anak, metode sampling multistage cluster random sampling. Hasil : proporsi ECC terbanyak terdapat pada pH plak 6,5- 6,9 sebanyak 79,2% dengan nilai p=0,000 (p<0,005) dan merupakan salah satu prediktor yang baik terhadap terjadinya ECC . Simpulan: terdapat hubungan yang bermakna pH plak terhadap terjadinya ECC, variabel ini sesuai dengan pencegahan terjadinya ECC karena termasuk dalam model prediktor ECC , besar variasi model ini 56,9% dengan akurasi prediksi 81,9%.
PENGARUH PASTA GIGI PROPOLIS TERHADAP INDEKS PLAK PADA PENGGUNA ORTODONTI CEKAT DI FKG UPDM(B) Alawiyah, Tuti; Hadisusanto, Dymi
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.846

Abstract

Latar Belakang :meningkatnya kebutuhan perawatan ortodonti cekat di seluruh dunia. Plak merupakan deposit lunak yang membentuk lapisan biofilm helic dan melekat erat pada permukaan gigi. Komponen dari alat ortodonti cekat dapat meningkatkan akumulasi plak sehingga sulit dibersihkan. Kontrol plak yang paling aman dan efektif adalah dengan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi. Propolis merupakan salah satu bahan fenol alami yang mengandung flavonoid sebagai antibakteri terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pasta gigi propolis terhadap indeks plak pada pengguna ortodonti cekat. Metode: jenis penelitian ini adalah eksperimental klinis dengan desain penelitian uji sebelum dan uji sesudah (pre test-post test design). Subjek penelitian sebanyak 32 orang dan dibagi menjadi dua kelompok (perlakuan dan kontrol). Pemeriksaan plak dilakukan dengan menggunakan disclosing solution. Perlakuan pada penelitian ini adalah subjek menggunakan pasta gigi propolis selama 3 hari dengan instruksi menyikat gigi 2 kali sehari menggunakan metode Charter dan kelompok kontrol menggunakan pasta gigi biasa selama 3 hari dengan instruksi menyikat gigi 2 kali sehari menggunakan metode Charter. Indeks plak masing-masing kelompok sebelum dan sesudah intervensi diukur dengan Orthodontic plaque index (Attin). Hasil: berdasarkan hasil analisis uji hipotesis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Z untuk mengetahui perbedaan indeks plak antara dua kelompok diperoleh nilai p = 0,211 (p>0,05).Hasil uji hipotesis untuk mengetahui penurunan plak pada kelompok perlakuan menggunakan uji Marginal Homogeneity diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: penggunaan pasta gigi mengandung propolis memiliki pengaruh terhadap penurunan indeks plak sebelum dan sesudah sikat gigi pada pengguna orthodonti cekat. Namun tidak terdapat perbedaan bermakna antara pengguna pasta gigi propolis dan pasta gigi biasa.
MANIFESTASI KLINIS RONGGA MULUT SEBAGAI PENANDA AWAL PENYAKIT IRON DEFICIENCY ANEMIA (IDA) Mersil, Sarah; Pradono, Siti Aliyah
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.842

Abstract

Manifestasi klinis rongga mulut dapat sebagai penanda awal kelainan darah, seperti anemia. Anemia defisiensi zat besi / Iron Deficiency Anemia (IDA) adalah kelainan darah yang paling umum dengan manifestasi rongga mulut khas yaitu glossitis, mukosa mulut pucat, dan angular cheilitis. Seorang pasien wanita berusia 46 tahun mengeluh sakit dalam mulut yang berulang terutama di lidahnya selama hampir 5 tahun. Pemeriksaan klinis ditemukan mukosa mulut pucat, fissure pada sudut mulut, dan atrofi papila lidah. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan IDA. Penanganan kasus ini dengan meredakan gejala dalam mulut dan merujuk ke bagian penyakit dalam untuk terapi lebih lanjut. Dokter gigi dapat terlibat dalam menegakkan diagnosis IDA dengan mengetahui tanda dan gejala klinis rongga mulut yang khas.
PENATALAKSANAAN PARESTESI PASKA PENCABUTAN MOLAR TIGA RAHANG BAWAH IMPAKSI SECARA NON BEDAH Dewi, Komang Krisna; Damayanti, Anisa
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.847

Abstract

Gigi molar tiga rahang bawah impaksi sering diindikasikan untuk dilakukan pencabutan, yaitu odontektomi. Tindakan pencabutan molar tiga rahang bawah impaksi sering menyebabkan komplikasi parestesi. Parestesi merupakan suatu sensasi atau keadaan yang menyimpang seperti rasa terbakar, tertusuk, kesemutan atau mati rasa parsial. Parestesi paska pencabutan molar tiga rahang bawah impaksi secara umum disebabkan karena trauma yang mengenai saraf-saraf di sekitar molar tiga rahang bawah, terutama nervus alveolaris inferior dan nervus lingualis. Parestesi dapat bersifat sementara dan dapat menetap. Penatalaksanaan parestesi paska pencabutan molar tiga rahang bawah impaksi dapat dilakukan secara non bedah dan bedah. Seorang dokter gigi sangat penting mengetahui dan memahami penatalaksanaan parestesi paska pencabutan molar tiga rahang bawah impaksi terutama secara non bedah, sehingga komplikasi lebih lanjut dapat dihindari.
RESTORASI GIGI ANTERIOR MENGGUNAKAN TEKNIK DIRECT KOMPOSIT (Kajian Pustaka) Dewiyani, Sari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.843

Abstract

Restorasi gigi anterior yang terlihat natural merupakan faktor estetik yang penting. Restorasi resin komposit adalah restorasi estetik di bidang konservasi gigi. Restorasi resin komposit direct paling umum dilakukan pada pasien karena langsung dikerjakan didalam mulut, menggunakan bahan yang sewarna dengan gigi aslinya dan cara manipulasi yang mudah. Restorasi direct pada gigi anterior dilakukan pada kasus diastema anterior, fraktur gigi anterior, karies kelas III, IV GV Black dan perubahan warna pada gigi. Teknik restorasi ini merupakan perawatan konservatif di kedokteran gigi.
SIALODEKTOMI DAN PENGANGKATAN KELENJAR SALIVA SUBMANDIBULA KIRI PADA SIALOLITIASIS (Laporan Kasus) Maulani, Ika Ratna
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.848

Abstract

Sialolitiasis merupakan peradangan akibat adanya sialolit. Sialolit (batu kelenjar saliva) terjadi oleh karena akumulasi deposit kalsium atau kalkulus yang terbentuk pada duktus kelenjar saliva atau di dalam kelenjar saliva sehingga menghambat aliran kelenjar saliva. Penatalaksanaan sialolitiasis tergantung pada durasi gejala, jumlah timbulnya gejala yang berulang, ukuran batu dan lokasi batu dan kelenjar yang terlibat. Dilaporkan seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poli Bedah Mulut dan Maksilofasial Rumah Sakit Hasan Sadikin dengan keluhan rasa sakit dan bengkak yang hilang timbul di bagian dalam mulut sebelah kiri bawah sejak 4 tahun sebelumnya. Pasien didiagnosis dengan sialolitiasis disertai ruptur muara kelenjar ludah submandibula kiri regio posterior (distal gigi molar kedua), kemudian dilakukan sialodektomi submandibula kiri dan pengangkatan kelenjar submandibula kiri dengan anestesi umum oleh Bagian Bedah Mulut Rumah Sakit Hasan Sadikin.
RESTORASI GIGI ANTERIOR MENGGUNAKAN TEKNIK DIRECT KOMPOSIT (Kajian Pustaka) Sari Dewiyani
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.843

Abstract

Restorasi gigi anterior yang terlihat natural merupakan faktor estetik yang penting. Restorasi resin komposit adalah restorasi estetik di bidang konservasi gigi. Restorasi resin komposit direct paling umum dilakukan pada pasien karena langsung dikerjakan didalam mulut, menggunakan bahan yang sewarna dengan gigi aslinya dan cara manipulasi yang mudah. Restorasi direct pada gigi anterior dilakukan pada kasus diastema anterior, fraktur gigi anterior, karies kelas III, IV GV Black dan perubahan warna pada gigi. Teknik restorasi ini merupakan perawatan konservatif di kedokteran gigi.
SIALODEKTOMI DAN PENGANGKATAN KELENJAR SALIVA SUBMANDIBULA KIRI PADA SIALOLITIASIS (Laporan Kasus) Ika Ratna Maulani
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.848

Abstract

Sialolitiasis merupakan peradangan akibat adanya sialolit. Sialolit (batu kelenjar saliva) terjadi oleh karena akumulasi deposit kalsium atau kalkulus yang terbentuk pada duktus kelenjar saliva atau di dalam kelenjar saliva sehingga menghambat aliran kelenjar saliva. Penatalaksanaan sialolitiasis tergantung pada durasi gejala, jumlah timbulnya gejala yang berulang, ukuran batu dan lokasi batu dan kelenjar yang terlibat. Dilaporkan seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke poli Bedah Mulut dan Maksilofasial Rumah Sakit Hasan Sadikin dengan keluhan rasa sakit dan bengkak yang hilang timbul di bagian dalam mulut sebelah kiri bawah sejak 4 tahun sebelumnya. Pasien didiagnosis dengan sialolitiasis disertai ruptur muara kelenjar ludah submandibula kiri regio posterior (distal gigi molar kedua), kemudian dilakukan sialodektomi submandibula kiri dan pengangkatan kelenjar submandibula kiri dengan anestesi umum oleh Bagian Bedah Mulut Rumah Sakit Hasan Sadikin.
DISTRIBUSI FREKUENSI PERUBAHAN GINGIVA PADA PEROKOK Poetry Oktanauli; Pinka Taher; Nabilla Putri Andini
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v13i2.844

Abstract

Pendahuluan: rokok dapat menimbulkan efek yang berbahaya pada setiap jaringan tubuh termasuk rongga mulut, salah satunya gingiva. Dampak negatif merokok antara lain gingivitis dan pigmentasi gingiva. Tujuan: untuk memberikan informasi mengenai frekuensi perubahan gingiva pada perokok, sehingga diharapkan para perokok dapat menghentikan kebiasaan merokok. Hasil: hasil penelitian menunjukkan dari 30 subjek penelitian yang diperiksa, sebanyak 27 subjek mengalami pigmentasi gingiva, 29 subjek mengalami gingivitis, 18 subjek memiliki skor gingiva berupa inflamasi ringan dan 12 subjek mengalami inflamasi sedang. Diskusi: pigmentasi gingiva disebabkan karena kandungan nikotin dan benzopyrene dalam asap rokok yang merangsang produksi melanin berlebihan yang berasal dari melanosit. Gingivitis pada perokok terjadi karena kandungan tar yang mengendap pada gigi, menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar sehingga plak mudah melekat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa di FKG UPDM(B) dengan jumlah subjek penelitian 30 orang yang diambil dengan cara quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan klinis gingiva secara visual dan pemeriksaan status gingiva berdasarkan indeks gingiva. Kesimpulan: merokok terbukti dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada gingiva.

Page 1 of 2 | Total Record : 14