JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 14, No 2 (2018)"
:
14 Documents
clear
HUBUNGAN ANTARA pH SALIA DENGAN STATUS KARIES GIGI ANAK USIA PRASEKOLAH DI KABUPATEN SLEMAN
Utami, Sri
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.653
Latar belakang: prevalensi karies pada anak-anak usia 2-4 tahun di negara-negara yang sedang berkembang mencapai 18 % , sedangkan pada anak-anak usia 3-6 tahun di Kota Yogyakarta mencapai 84,1 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pH saliva dengan status karies gigi anak usia prasekolah Kabupaten Sleman tahun 2015. Metode: jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain kasus kontrol. Jumlah subyek penelitian adalah 120 anak usia prasekolah , 60 anak sebagai kasus dan 60 anak sebagai kontrol, dengan usia 4-6 tahun. Tempat penelitian adalah di sekolah TK Kabupaten Sleman, menggunakan teknik sampling simple random sampling. Variabel penelitian adalah pH saliva yang diukur menggunakan pH digital meter (Hanna), dan status karies gigi anak diukur menggunakan indeks def-t. Koefisien Kappa pengukuran indeks def-s adalah 100%. Analisis data yang digunakan adalah uji Simple Logistic Regression. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara pH saliva dengan status karies gigi anak usia prasekolah (p=0,004, OR=4,094, 95% CI= 1,583 – 10,587). Kesimpulan: derajat keasaman saliva berhubungan dengan status karies gigi anak usia prasekolah di Kabupaten Sleman, anak-anak dengan pH saliva rendah mempunyai risiko 4 kali lebih besar untuk menderita karies dibandingkan anak-nak dengan pH yang tinggi. Kata kunci: pH saliva, karies gigi, anak usia prasekolah
EFEKTIFITAS TEKNIK MENYIKAT GIGI SCRUB DAN FONES TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK ANAK USIA 3-5 TAHUN
Wijayanti, Tri
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.603
Latar belakang : Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi menjadi salah satu masalah utama bagi anak-anak. Anak dengan indeks plak yang tinggi mempunyai risiko 3,3 kali lebih besar menderita karies.Teknik menyikat gigi scrub dan fones bisa diajarkan kepada anak usia 3-5 tahun tetapi tidak diketahui teknik mana dari kedua teknik ini yang paling efektif untuk menurunkan plak gigi. Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan efektifitas teknik menyikat gigi scrub dan fones terhadap penurunan indeks plak pada anak usia 3-5 tahun. Metode : Metode quasi eksperimental dengan rancangan pre-post test one group design. Menggunakan disclosing agent untuk mengidentifikasi plak pada gigi sebelum dan sesudah perlakuan dan menggunakan indeks pengukuran Personal Hygiene Performance (PHP). Hasil : Ada perbedaan signifikan antara teknik menyikat gigi scrub dan fones. Perbandingan rata-rata penurunan skor plak pada kelompok teknik menyikat gigi scrub adalah 1,77 dan fones adalah 0,52. Kesimpulan : Menyikat gigi teknik scrub lebih efektif menurunkan indeks plak dibandingkan dengan teknik fones pada anak usia 3-5 tahun.
Perawatan Ortodonti Kamuflase Pada Pasien Dewasa dengan Maloklusi Dentoskeletal Kelas III
Jusup, Chrisni Oktavia
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.615
Latar belakang: Perawatan maloklusi dentoskeletal kelas III terdiri dari perawatan modifikasi pertumbuhan, kamuflase dan bedah ortognati. Pasien dewasa yang telah melewati masa pertumbuhan lebih memilih perawatan kamuflase karena lebih tidak invasif disbanding bedah ortognati. Laporan kasus: Pasien wanita, 19 tahun, datang dengan keluhan utama gigi-gigi depan atas dan bawahnya berjejal dan mengganggu penampilan. Diagnosis pasien berdasarkan analisis model dan analisis sefalometri adalah maloklusi dentoskeletal kelas III disertai crowding anterior, crossbite anterior dan posterior, garis median rahang bawah bergeser ke kanan dan prognati mandibula. Perawatan dilakukan menggunakan alat cekat standard Edgewise slot 0,018”. Perawatan pada rahang atas adalah ekspansi ke lateral menggunakan quad helix dan ekspansi ke anterior mengunakan multiloop edgewise Archwire (MEAW). Perawatan rahang bawah dilakukan dengan ekstraksi gigi premolar. Penggunaan elastik kelas III juga digunakan untuk meretraksi gigi-gigi rahang bawah. Hasil perawatan yang dicapai adalah terkoreksinya crowding, crossbite anterior dan posterior, overbite normal dan overjet positif. Kesimpulan: Perawatan maloklusi dentoskeletal kelas III dapat dilakukan dengan perawatan kamuflase menggunakan alat ortodonti cekat dengan kombinasi penggunaan MEAW, karet elastik dan pencabutan gigi rahang bawah.
PENGARUH LEMON TERHADAP PELEPASAN ION NIKEL DAN KROMIUM BRAKET ORTODONTI STAINLESS STELL
Pakpahan, Evie Lamtiur
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.610
Latar belakang : lemon merupakan salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya, namun masyarakat tidak menyadari bahwa konsumsi berlebih dapat mempengaruhi lingkungan rongga mulut. Kandungan pH yang asam pada lemon dapat mempengaruhi pH saliva pada pasien dengan perawatan ortodonti cekat. pH saliva yang asam diketahui merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya pelepasan ion pada komponen ortodonti cekat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh lemon terhadap korosi dengan adanya pelepasan ion nikel dan kromium pada braket ortodonti stainless steel. Metode penelitian : penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Enam belas sampel braket stainless steel yang direndam dalam saliva buatan dan lemon selama 48 jam dalam inkubator (37 °C). Hasil : hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pelepasan kurung stainless steel ion nikel dan kromium yang direndam dalam saliva buatan dengan yang direndam dalam lemon setelah perendaman selama 48 jam (p> 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepasan nikel adalah 0,00436 ppm dan kromium adalah 0,0188 ppm. Kesimpulan: pelepasan ion kromium dan nikel pada braket stainless steel yang diuji masih dalam batas aman rerata intake Cr perhari melalui makanan 280µg dan Ni 200-300 µg, sedangkan konsentrasi Ni pada air minum umumnya di bawah 20µg/L dan Cr sekitar 0,43µg/L.Kata Kunci: braket ortodonti, lemon, pelepasan Ion Ni dan Cr, stainless steel
Hubungan antara pengetahuan dan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan periodontal pada lanjut usia (kajian di Panti Wreda Abiyoso)
Astuti, Novitasari Ratna
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.638
Latar belakang : pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia lima tahun terakhir ini meningkat tajam dari 7,25 % menjadi 7,62%. Peningkatan tersebut berpotensi meningkatnya jumlah penyakit periodontal (gingivitis) pada kaum lanjut usia, karena orang lanjut usia rentan terhadap penyakit dan berkecenderungan terjadi defisiensi jaringan.Tujuan : mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan periodontal pada lanjut usia (kajian di Panti Wreda Abiyoso). Metode penelitian : penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penghuni Panti Wreda Abiyoso. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Semua sampel diberi kuesioner tentang pengetahuan dan perilaku serta diadakan pemeriksaan terhadap status kesehatan priodontalnya dengan menggunakan lembar pemeriksaan status kesehatan periodontal WHO. Hasil dari uji validitas dan reliabilitas menunjukkan kuesioner valid (r 0,741) dan reabel (r 0.672).Hasil penelitian : hasil uji korelasi Pearson menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan status kesehatan periodontal (gingivitis) (p 0,010), dan hubungan antara perilaku dengan status kesehatan periodontal (gingivitis) (p 0,001). Hasil analisis regresi berganda menunjukkan ada hubungan yang sangat bermakna antara pengetahuan dan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan periodontal (gingivitis) (p 0,000). Kesimpulan : terdapat hubungan yang sangat bermakna antara pengetahuan dan perilaku terhadap status kesehatan periodontal (gingivitis) pada lanjut usia. Kata Kunci : pengetahuan, perilaku, gingivitis
OBAT ANTIDIABETIK MEMICU TERBENTUKNYA ORAL LICHENOID REACTION
Apsari, Widya
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.635
Latar belakang : lesi pada kulit dan mukosa mulut yang memberikan gambaran klinis menyerupai keadaan liken planus dikenal sebagai reaksi likenoid. Reaksi likenoid oral sering dikaitkan dengan faktor etiologi, salah satunya berkaitan dengan mengkonsumsi obat-obatan. Laporan kasus : pasien perempuan 42 tahun datang dengan keluhan luka di bibir dan dalam mulut sejak 9 bulan, diketahui mengkonsumsi obat metformin sejak 3 tahun lalu. Lesi mulut dicurigai sebagai suatu reaksi likenoid. Perawatan diberikan topikal kortikosteroid dan merujuk ke penyakit dalam untuk pertimbangan penggantian obat metformin. Kesimpulan : perlunya pertimbangan dokter gigi terhadap keterkaitan manifestasi oral dengan riwayat konsumsi obat rutin.
PENATALAKSANAAN KASUS MALOKLUSI SKELETAL KELAS III (HIPOPLASIA MAKSILA) DENGAN TEKNIK ORTODONTI DAN BEDAH ORTOGNATIK : LAPORAN KASUS
Suryaprawira, Albert
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasien dengan kelainan maloklusi skeletal kelas III disertai bentuk muka yang panjang memerlukan perencanaan dan penatalaksanaan dalam bidang ortodonti yang cukup rumit. Perbaikan dalam hal fungsi dan estetik adalah sangat diperlukan. Dalam laporan kasus ini dilaporkan seorang pasien laki-laki umur 19 tahun yang mengeluhkan keterbatasan saat bicara dan mengunyah. Pasein memiliki bentuk wajah bagian tengah yang kurang berkembang (hipoplasia maksila) dengan profil konkaf. Pasien terdiagnosa memiliki maloklusi skeletal kelas III berat, dengan dimensi vertikal yang berlebih disertai gigitan terbuka anterior sebesar 2,5 mm. Tujuan perawatan ini adalah untuk mencapai hasil estetik dan fungsi yang optimal. Perawatan dilakukan dengan kombinasi antara teknik ortodonti dan bedah ortognatik. Perawatan ortodonti meliputi ekspansi lengkung gigi dan pencabutan pada gigi geligi rahang atas. Kemudian alat ortodonti cekat dipasang pada kedua rahang dengan memperhatikan koordinasi antar rahang dan proses dekompensasi sebelum prosedur bedah. Badah orthognahic meliputi osteotomi Le Fort 1 disertai pergerakan maksila ke arah superior. Didapat hasil akhir dengan bentuk skeletal kelas I dan dental kelas I dengan fungsi stomatognatik yang normal dan penampilan wajah yang baik. Walaupun kasus ini cukup berat, namun dengan perawatan interdispliner antara ortodonti dan bedah orthognatik, maka didapat hasil yang memuaskan dan kestabilan perawatan yang baik.
EFEKTIFITAS TEKNIK MENYIKAT GIGI SCRUB DAN FONES TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK ANAK USIA 3-5 TAHUN
Tri Wijayanti
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.603
Latar belakang : Penyakit gigi dan mulut terutama karies gigi menjadi salah satu masalah utama bagi anak-anak. Anak dengan indeks plak yang tinggi mempunyai risiko 3,3 kali lebih besar menderita karies.Teknik menyikat gigi scrub dan fones bisa diajarkan kepada anak usia 3-5 tahun tetapi tidak diketahui teknik mana dari kedua teknik ini yang paling efektif untuk menurunkan plak gigi. Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan efektifitas teknik menyikat gigi scrub dan fones terhadap penurunan indeks plak pada anak usia 3-5 tahun. Metode : Metode quasi eksperimental dengan rancangan pre-post test one group design. Menggunakan disclosing agent untuk mengidentifikasi plak pada gigi sebelum dan sesudah perlakuan dan menggunakan indeks pengukuran Personal Hygiene Performance(PHP). Hasil : Ada perbedaan signifikan antara teknik menyikat gigi scrub dan fones. Perbandingan rata-rata penurunan skor plak pada kelompok teknik menyikat gigi scrub adalah 1,77 dan fones adalah 0,52. Kesimpulan : Menyikat gigi teknik scrub lebih efektif menurunkan indeks plak dibandingkan dengan teknik fones pada anak usia 3-5 tahun.
Perawatan Ortodonti Kamuflase Pada Pasien Dewasa dengan Maloklusi Dentoskeletal Kelas III
Chrisni Oktavia Jusup
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.615
Latar belakang: Perawatan maloklusi dentoskeletal kelas III terdiri dari perawatan modifikasi pertumbuhan, kamuflase dan bedah ortognati. Pasien dewasa yang telah melewati masa pertumbuhan lebih memilih perawatan kamuflase karena lebih tidak invasif disbanding bedah ortognati. Laporan kasus: Pasien wanita, 19 tahun, datang dengan keluhan utama gigi-gigi depan atas dan bawahnya berjejal dan mengganggu penampilan. Diagnosis pasien berdasarkan analisis model dan analisis sefalometri adalah maloklusi dentoskeletal kelas III disertai crowding anterior, crossbite anterior dan posterior, garis median rahang bawah bergeser ke kanan dan prognati mandibula. Perawatan dilakukan menggunakan alat cekat standard Edgewise slot 0,018. Perawatan pada rahang atas adalah ekspansi ke lateral menggunakan quad helix dan ekspansi ke anterior mengunakan multiloop edgewise Archwire (MEAW). Perawatan rahang bawah dilakukan dengan ekstraksi gigi premolar. Penggunaan elastik kelas III juga digunakan untuk meretraksi gigi-gigi rahang bawah. Hasil perawatan yang dicapai adalah terkoreksinya crowding, crossbite anterior dan posterior, overbite normal dan overjet positif. Kesimpulan: Perawatan maloklusi dentoskeletal kelas III dapat dilakukan dengan perawatan kamuflase menggunakan alat ortodonti cekat dengan kombinasi penggunaan MEAW, karet elastik dan pencabutan gigi rahang bawah.
PENGARUH LEMON TERHADAP PELEPASAN ION NIKEL DAN KROMIUM BRAKET ORTODONTI STAINLESS STELL
Evie Lamtiur Pakpahan
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.610
Latar belakang : lemon merupakan salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya, namun masyarakat tidak menyadari bahwa konsumsi berlebih dapat mempengaruhi lingkungan rongga mulut. Kandungan pH yang asam pada lemon dapat mempengaruhi pH saliva pada pasien dengan perawatan ortodonti cekat. pH saliva yang asam diketahui merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya pelepasan ion pada komponen ortodonti cekat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh lemon terhadap korosi dengan adanya pelepasan ion nikel dan kromium pada braket ortodonti stainless steel. Metode penelitian : penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Enam belas sampel braket stainless steel yang direndam dalam saliva buatan dan lemon selama 48 jam dalam inkubator (37 C). Hasil : hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pelepasan kurung stainless steel ion nikel dan kromium yang direndam dalam saliva buatan dengan yang direndam dalam lemon setelah perendaman selama 48 jam (p 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepasan nikel adalah 0,00436 ppm dan kromium adalah 0,0188 ppm. Kesimpulan: pelepasan ion kromium dan nikel pada braket stainless steel yang diuji masih dalam batas aman rerata intake Cr perhari melalui makanan 280g dan Ni 200-300 g, sedangkan konsentrasi Ni pada air minum umumnya di bawah 20g/L dan Cr sekitar 0,43g/L.Kata Kunci: braket ortodonti, lemon, pelepasan Ion Ni dan Cr, stainless steel