cover
Contact Name
Roma Irawan
Contact Email
romairawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
romairawan@fik.unp.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Hamka, Air Tawar, Padang 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Performa Olahraga
ISSN : 25286102     EISSN : 2714660X     DOI : https://doi.org/10.24036/po
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Performa Olahraga adalah publikasi online dan cetak yang berisi artikel ilmiah bidang ilmu kepelatihan, manajemen olahraga, filsafat, pedagogi, fisiologi, biomekanika, psikologi, dan sosiologi olahraga. Terbit dua kali setahun edisi Januari-Juni dan edisi Juli-Desember. Jurnal berisi naskah hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian teori, atau aplikasi Iptek Kepelatihan olahraga.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 01 (2017): Performa Olahraga" : 9 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN TENDANGAN SEPAKBOLA Afrizal S
Performa Vol 2 No 01 (2017): Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo61019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan antara kecepatan dan kekuatan otot tungkai sebagai dua variabel bebas terhadap kemampuan tendangan sepakbola sebagai variabel terikat. Penelitian ini dilakukan pada Tim Sepakbola Universitas Negeri Padang (PS-UNP). Pelaksanaan penelitian berdasarkan analisis korelasi dengan taraf signifikan alpha 0,05. Pengambilan sampel dengan cara total sampling mengingat jumlah populasi yang relatif kecil. Pengambilan data kecepatan menggunakan tes lari jarak 50 yard, untuk data kekuatan otot tungkai memakai peralatan leg extention, sedangkan kemampuan tendangan sepakbola menggunakan Sepak Jauh. Pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan teknik analisis korelasi dan analisis korelasi ganda, menyimpulkan bahwa ketiga hipotesis yang diajukan ditolak. Dengan demikian, (1) terdapat hubungan antara kecepatan dengan kemampuan tendangan sepakbola, karena r yang didapat 0,87 dengan memberi kontribusi 76%, (2) terdapat hubungan yang berarti antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan tendangan sepakbola, karena r yang dihasilkan 0,49 dengan memberi kontribusi 27%, (3) kecepatan secara bersama-sama dengan kekuatan otot tungkai mempunyai hubungan yang berarti dengan kemampuan tendangan sepakbola, karena r yang dihasilkan sebesar 0,68 dan memberi kontribusi sebesar 99%. Temuan penelitian ini adalah kecepatan, kekuatan otot tungkai, secara bersama-sama antara kecepatan dan kekuatan otot tungkai mempunyai hubungan yang berarti dengan kemampuan tendangan sepakbola.
HUBUNGAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI, KELENTUKAN, DAN KEKUATAN OTOT PERUT DENGAN HASIL LOMPAT JAUH GAYA MENGGANTUNG Argantos Argantos; Muhammad Hidayat Z
Performa Vol 2 No 01 (2017): Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo62019

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan yang dilakukan pada atlet PPLP Sumatera Barat menunjukkan bahwa daya ledak otot tungkai, kelentukan dan kekuatan otot perut yang dimiliki atlet PPLP Sumatera Barat masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan daya ledak otot tungkai, kelentukan, dan kekuatan otot perut dengan hasil lompat jauh gaya menggantung atlet PPLP Sumatra Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet sepakbola PPLP Sumatera Barat yang berjumlah 23 orang. Pengambilan sampel dilakukan seluruh atlet sepak bola PPLP Sumbar, dengan jumlah sebanyak 23 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen vertical jump untuk mengukur daya ledak otot tungkai, flexiometer untuk mengukur kelentukan, sit-up 30 detik untuk mengukur kekuatan otot perut, melakukan lompt jauh sebanyak 3 kali lompatan, hasil yang terbaik diambil dari jarak lompatan terjauh. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) daya ledak memiliki hubungan dengan kemampuan lompat jauh, rxy= 0,53 > rtab = 0,41, thitung = 7,15 > ttabel = 2,07, (R2) 0,27 daya ledak berkontibusi sebesar 27,9%. (2) kelentukan memiliki hubungan dengan kemampuan lompat jauh, rxy= 0,75 > rtab = 0,41, thitung = 11,95 > ttabel = 2,07, (R2) 0,564 kelentukan berkontribusi sebesar 56,4 %. (3) kekuatan otot perut memiliki hubungan dengan kemampuan lompat jauh, rxy= 0,67 > rtab = 0,41, thitung = 9,05 > ttabel = 2,07, (R2) 0,38 kekuatan otot perut berkontribusi sebesar 38,1%. (4) ketiga elemen kondisi fisik secara bersama-sama memiliki hubungan dengan kemamappuan lompat jauh, rxy= 0,83 > rtab = 0,41, Fhitung = 14,34 > Ftabel 3,03, (R2) 0,69 dan memberikan hubungan secara bersama-sama sebesar 69,4 % terhadap kemampuan lompat jauh.
KONTRIBUSI DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN KELENTUKAN PINGGANG TERHADAP KEMAMPUAN START RENANG GAYA BEBAS ATLET WOMENS SWIMMING CLUB Maidarman Maidarman
Performa Vol 2 No 01 (2017): Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo63019

Abstract

Penelitian ini didasarkan dari prestasi perenang sprinter putra Women’s Swimming Club Padang yang belum memenuhi harapan. Kemampuan start renang gaya bebas dipengaruhi oleh beberapa faktor khususnya kualitas daya ledak otot tungkai dan kelentukan pinggang. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar sumbangan daya ledak otot tungkai dan kelentukan pinggang terhadap kemampuan start renang gaya bebas. Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik studi korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet renang gaya bebas jarak pendek putra berprestasi di Women’s Swimming Club Padang dengan jumlah 12 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah dengan teknik tes dan pengukuran. Data yang diperoleh akan diolah dengan uji sigfikansi melalui teknik analisis korelasi product moment. Berdasarkan analisis data, deskripsi, pengujian hasil penelitian, dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) Daya ledak otot tungkai berkontribusi terhadap kemampuan start renang gaya bebas atlet putera di Women’s Swimming Club Teratai Padang sebesar 59,29%. (2) Kelentukan pinggang berkontribusi terhadap kemampuan start renang gaya bebas atlet putera di Women’s Swimming Club Teratai Padang sebesar 48,031%. (3) Daya ledak otot tungkai dan kelentukan pinggang secara bersama-sama berkontribusi terhadap kemampuan start renang gaya bebas atlet putera di Women’s Swimming Club Padang sebesar 38,44%.
KONTRIBUSI KELINCAHAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN BERMAIN BOLABASKET Erman Efendi
Performa Vol 2 No 01 (2017): Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo64019

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah tingkat penguasaan teknik keterampilan bermain bolabasket yang belum optimal yang antara lain dipengaruhi oleh kelincahan dan koordinasi mata-tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kontribusi kelincahan dan koordinasi mata-tangan terhadap keterampilan bermain bolabasket. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa ekstrakurikuler bolabasket di SMA Negeri 3 Pekanbaru dengan jumlah populasi sebanyak 70 orang. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan purposive sampling dimana sampel yang diambil telah ditetapkan terlebih dahulu, siswa putra kelas X dan kelas XI yang berjumlah 38 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah Zig-zag run test (lari berkelok-kelok) untuk mengukur kelincahan, melemparkan bola ke dinding (ballwarfen-und fangen) untuk mengukur koordinasi mata-tangan dan keterampilan bermain bolabasket diukur dengan tes keterampilan bermain bolabasket untuk siswa SMA dengan item tes menggiring bola dengan rintangan, passing ke dinding dan memasukan bola ke ring selama satu menit. Hasil analisis data menunjukan bahwa: (1) Kelincahan memberikan kontribusi yang berarti (61,9%) terhadap keterampilan bermain bolabasket. (2) Koordinasi mata-tangan memberikan kontribusi yang berarti 78,9% terhadap keterampilan bermain bolabasket. (3) Kelincahan dan koordinasi mata-tangan secara bersama-sama memberikan kontribusi yang berarti (85,5%) terhadap keterampilan bermain bolabasket.
OLAHRAGA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF OSTEOPOROSIS DINI Heru Syarli Lesmana; Endang Pati Broto
Performa Vol 2 No 01 (2017): Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo65019

Abstract

Osteoporosis adalah salah satu bentuk kelainan pada tulang yang ditandai dengan menurunnya massa dan kepadatan tulang secara keseluruhan disertai dengan rusaknya arsitektur tulang yang berakibat menurunnya kekuatan tulang. Tulang merupakan jaringan kompleks yang terdiri atas sel dan matriks. Tulang mengalami dinamika penambahan dan pengurangan melalui proses remodeling (matrik tulang diserap dan dibentuk lagi). Sel yang berperan membentuk tulang adalah osteoblas dan sel yang berperan menyerap tulang adalah osteoklas. Olahraga merupakan salah satu stressor fisik yang dapat mempengaruhi komposisi tulang. Olahraga mendorong perubahan remodeling dengan meningkatkan pembentukan tulang oleh osteoblas tulang melalui efek langsung dan tidak langsung. Efek langsung melalui kekuatan mekanik (mechanic force) sedangkan efek tidak langsung melalui faktor hormonal. Meningkatnya pembentukan tulang oleh osteoblast akan meningkatkan kepadatan tulang sehingga menghindari resiko osteoporosis dini
PEMANDUAN BAKAT OLAHRAGA Eka Supriatna
Performa Vol 2 No 01 (2017): Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo66019

Abstract

Penelitian yang penulis lakukan berawal dari pemikiran penulis terhadap Penelusuran bakat olahraga cabang bolavoli di SDN 06 Pontianak Timur. Dalam proses penelitian pemanduan bakat olahraga sudah tentu memiliki sasaran serta tujuan yang akan diambil. Namun bagaimanakah proses identifikasi pemanduan bakat olahraga di SDN 06 Pontianak Timur? Terutama Bagaimana potensi kebakatan siswa SDN 06 Pontianak Timur pada cabang olahraga bolavoli? Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripif dengan analisis kualitatif. instrumen penelitian atau alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan pengukuran Aussie Sport. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa yang berusia 11 tahun di SDN 06 Pontianak Timur tahun 2016. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut: kategori sangat potensial calon atlet bolvoli berjumlah 1 siswa atau (1,51%), kategori potensial calon atlet bolavoli berjumlah 9 siswa atau (13,63%), kategori cukup potensial calon atlet bolavoli berjumlah 29 siswa atau (43,93%), kategori kurang potensial calon atlet bolavoli berjumlah 18 siswa atau (27,27%) dan kategori tidak potensial calon atlet bolavoli berjumlah 9 siswa atau (13,63%). Kesimpulan yang berbakat berjumlah 39 siswa atau 59,01% dan yang tidak berbakat berjumlah 27 siswa atau 40,99%.
KONTRIBUSI DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI, KECEPATAN DAN KELENTUKAN DENGAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH M Ridwan; Andi Sumanto
Performa Vol 2 No 01 (2017): Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo67019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi daya ledak otot tungkai, kecepatan dan kelentukan dengan kemampuan lompat jauh siswa SMA Negeri 13 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 13 Padang yang berjumlah 678 orang. Sampel yang diambil adalah siswa putra kelas X, XI dan XII sebanyak 25 orang, pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling. Instrument tes adalah standing broad jump, tes lari 30 meter, flexiometer test dan tes kemampuan lompat jauh. Teknik analisis data yaitu dengan korelasi product moment dan korelasi ganda. Dari hasil analisis data, 1). Terdapat kontribusi antara daya ledak otot tungkai dengan kemampuan lompat jauh (thitung 2,46 > ttabel 1,71), 2). Terdapat kontribusi antara kecepatan dengan kemampuan lompat jauh (thitung 2,21 > ttabel 1,71), 3). Terdapat kontribusi antara kelentukan dengan kemampuan lompat jauh (thitung 2,87 > ttabel 1,71), 4). Terdapat kontribusi antara daya ledak otot tungkai, kecepatan dan kelentukan secara bersama-sama dengan kemampuan lompat jauh (Fhitung 5,40 > Ftabel 3,07). Dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki daya ledak otot tungkai, kecepatan, dan kelentukan baik juga memiliki kemampuan lompat jauh yang baik.
PENDEKATAN KONSELING DALAM PENCEGAHAN KEBIASAAN MEROKOK PADA ATLET Donie Donie
Performa Vol 2 No 01 (2017): Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo68019

Abstract

Pelatih yang sukses biasanya adalah pelatih yang sangat memperhatikan atletnya dan mempunyai ambisi untuk menang. Banyak pelatih telah gagal dalam tugasnya karena terlalu berambisi untuk menang akan tetapi tidak memperhatikan atletnya. Pembentukan karakter dan kepribadiaan atlet menjadi manusia yang ulet, sehat, dan tangguh menjadi sebuah tantangan dan tanggung jawab dari pelatih. Seorang pelatih akan mampu untuk membina dan membentuk karakter dan mental seperti berikut: 1) Sportif, tekun dan disiplin, 2) Memiliki stabilitas emosi dalam situasi apapun, 3) Percaya diri, 4) Hidup sehat, moralis dan serasi, 5) Mampu mengembangkan fungsi otot dan faal, 6) Selalu mengembangkan diri. Pelatih merupakan suatu sebutan yang memancarkan rasa hormat, respek, status, tanggung jawab. Sebutan pelatih seringkali bisa berlanjut meskipun tugas sebagai pelatih sudah usai. Sekali kita pelatih, selamanya kita adalah pelatih bagi atlet, dan masyarakat. Atlet menganggap bahwa seorang pelatih adalah ahli dalam segala hal dan pandai memainkan berbagai peran. Sesuatu hal yang sering ditekankan oleh sang pelatih adalah pola hidup sehat yaitu agar atletnya untuk tidak merokok. Pelatih menyadari betul bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan dan penampilan atletnya, rokok bisa berdampak buruk kepada psikologis atlet yang salah satunya dapat menyebabkan ketergantungan si atlet kalau si atlet itu sendiri sudah terbiasa mengkonsumsinya. Sehingga pelatih membuat aturan yang tegas dan pemberian sangsi terhadap atlet binaanya yang ketahuan merokok. Ini penting, namun para pelatih hendaknya menyadari pula bahwa yang lebih penting lagi adalah peningkatan prestasi atlet serta perkembangan pribadi atlet. Kemenangan dalam suatu pertandingan bukanlah akhir perjalanan seorang atlet karena setiap kemenangan atau kekalahan merupakan awal dari suatu perjalanan untuk menghadapi kemenangan atau kekalahan berikutnya.
PENGARUH LATIHAN SEPAKSILA INDIVIDU DAN BERPASANGAN TERHADAP KEMAMPUAN RESERVICE ATLET SEPAKTAKRAW Romi Mardela; Faizal Rahman
Performa Vol 2 No 01 (2017): Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo69019

Abstract

Pada saat atlet melakukan reservice dalam permainan Sepaktakraw dengan teknik sepaksila bola sering melenceng sehingga sulit untuk memberi umpan smash dan bola sering lepas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan sepaksila individu dan berpasangan terhadap kemampuan reservice pada atlet Sepaktakraw. Populasi adalah atlet Klub Sepaktakraw SMPN 18 Padang dengan jumlah delapan orang putra dan lima orang putri dengan teknik Purposive Sampling sebanyak delapan orang atlet laki-laki. Analisis data menggunakan uji normalitas dan pengujian hipotesis. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret-April 2017. Hasil penelitian ditemukan bahwa, pertama latihan sepaksila individu secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan reservice dengan thitung=4,16>ttabel=3,18. Kedua, latihan sepaksila berpasangan secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan reservice, dengan thitung=4.49>ttabel=3,18. Ketiga, baik latihan sepaksila individu maupun latihan sepaksila berpasangan memiliki pengaruh yang sama terhadap kemampuan reservice dengan thitung=0,4399<ttabel=3,18. Dengan demikian disarankan kepada pelatih untuk memberikan latihan sepaksila individu dan berpasangan kepada atlet dalam upaya meningkatkan kemampuan reservice dan bagi atlet untuk melakukan latihan sepaksila individu dan berpasangan secara teratur dan berkelanjutan karena akan memberikan pengaruh yang besar pada peningkatan kemampuan dalam melakukan reservice.

Page 1 of 1 | Total Record : 9