cover
Contact Name
Lukmanul Hakim
Contact Email
lukmanulhakim7419@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmabasan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MABASAN
ISSN : 20859554     EISSN : 26212005     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
MABASAN is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in MABASAN have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. MABASAN is published by Kantor Bahasa NTB twice times a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2013): Mabasan" : 5 Documents clear
PENERJEMAHAN MANUSKRIP DI LOMBOK: SUATU USAHA UNTUK MEMAHAMI NILAI BUDAYA SASAK Safoan Abdul Hamid
MABASAN Vol. 7 No. 2 (2013): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.697 KB) | DOI: 10.26499/mab.v7i2.178

Abstract

Manuskrip atau naskah kuno merupakan salah satu artefak warisan nenek moyang yang sangat berharga karena di dalamnya tersimpan jejak sejarah, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai budaya masa lalu. Pulau Lombok dikenal menyimpan banyak koleksi manuskrip baik yang tersimpan di museum maupun yang berada di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan preservasi fisik dan non-fisik manuskrip – preservasi kandungan. Makalah ini bertujuan untuk menawarkan sebuah gagasan bahwa penerjemahan teks manuskrip merupakan salah satu usaha untuk memahami nilai-nilai budaya masyarakat Sasak. Penerjemahan dianggap sebagai-bagian dari upaya preservasi manuskrip secara non-fisik. Data-data dalam kajian ini dikumpulkan melalui studi lapangan di desa Sakra tempat disimpannya beberapa manuskrip berbahan lontar. Hasil wawancara dengan pemilik manuskrip dan penduduk sekitar menunjukkan bahwa manuskrip-manuskrip tersebut sarat akan nilai-nilai budaya seperti nilai hubungan manusia dengan Tuhan dan nilai hubungan manusia dengan sesama. Data pendukung dikumpulkan melalui kajian pustaka terhadaap berbagai referensi tertulis. Data-data itu kemudian dianalisis untuk mendukung tema kajian ini. Masyarakat tidak dapat mengambil manfaat dari keberadaan manuskrip itu karena kendala bahasa dan aksara. Hanya segelintir orang yang dapat memahami teksnya karena bahasa dan aksara yang digunakan tidak dipakai lagi di tengah-tengah masyarakat Sasak. Penerjemahan manuskrip Sasak pernah dilakukan tapi tidak ada keberlanjutan disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengkajian dan penerjemahan manuskrip serta sedikitnya ahli yang memahami bahasa dan aksara manuskrip yang dikenal dengan aksara jejawan. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah perlu membentuk bidang atau lembaga yang khusus bertugas untuk mengkaji dan menerjemahkan manuskrip serta melanjutkan pengajaran aksara jejawan sebagai muatan lokal di tingkat sekolah dasar.
KARYA SASTRA YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG DALAM MASYARAKATTUTUR BAHASA BALI DI LOMBOK: SUATU KAJIAN BANDINGAN GEOGRAFIS Nining Nur Alaini
MABASAN Vol. 7 No. 2 (2013): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.456 KB) | DOI: 10.26499/mab.v7i2.179

Abstract

Masyarakat yang mendiami wilayah-wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat sangat majemuk. Pulau Lombok didiami oleh empat suku bangsa yang besar, di samping berbagai kelompok suku bangsa pendatang baru. Keempat suku tersebut adalah suku bangsa Sasak, Bima, Sumbawa dan suku bangsa Bali. Keberadaan masing-masing komunitas ditandai oleh identitas yang berbeda, yang salah satunya berwujud bahasa dan sastra. Dapat dikatakan bahwa setiap daerah yang mempunyai bahasa daerah sangat mungkin mempunyai sastra daerah. Adanya variasi-variasi bahasa yang digunakan di masing-masing wilayah sangat memungkinkan hidupnya karya-karya sastra yang juga khas di wilayah bahasa tersebut. Demikian juga dengan komunitas Bali yang menetap di Pulau Lombok. Keberadaan suku Bali di Lombok memperkaya khazanah kesastraan Lombok dengan dibawanya sastra Bali ke Lombok oleh pendatang-pendatang dari Bali tersebut. Perbedaaan sosial budaya dan geografis, menuntut masyarakat pendatang untuk menyesuaikan diri dengan kondisi wilayah baru yang ditempatinya. Dalam beberapa jangka waktu, kita akan menemukan beberapa perbedaan sebagai hasil adaptasi sosial budaya dan lingkungan baru. Hasil adaptasi yang disebut sebagai variasi ini, biasanya juga terjadi dalam karya sastranya. Adanya variasi sosial budaya dan geografis akan diikuti pula dengan munculnya variasi sastra. Dengan melakukan kajian bandingan geografis diharapkan dapat diperoleh gambaran tentang wujud kontak sastra Bali selama masa perjalanannya yang tumbuh dan berkembang dalam komunitas Sasak. 
DISFEMISME PADA WACANA LINGKUNGAN: SEBUAH KAJIAN EKOLINGUISTIK KRITIS DALAM MEDIA MASSA DI INDONESIA Elisa Nurul Laili
MABASAN Vol. 7 No. 2 (2013): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.934 KB) | DOI: 10.26499/mab.v7i2.175

Abstract

Media massa menggunakan berbagai piranti bahasa untuk mengemas ideologi konstruktif dan destruktif terkait dengan lingkungan, misalnya eufemisme dan disfemisme. Penelitian ini berusaha mengkaji permasalahan kebahasaan yang terdapat dalam wacana lingkungan dalam media massa di Indonesia, yakni mengenai disfemisme. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari majalah Gatra, Tempo, Trust, harian Kompas, Kabar Indonesia, Media Indonesia, Suara Merdeka, dan Surabaya Pagi, portal Antara, Vivanews, Detiknews, Metronews, dan Okezone menggunakan metode simak, dengan teknik lanjutan berupa teknik catat. Namun, data tersebut dibatasi hanya seputar permasalahan tentang polusi, pencemaran, dan reservasi lingkungan. Analisis data dilakukan menggunakan metode agih dan metode padan dengan teknik lanjutan berupa teknik substitusi dan parafrase. Bentuk satuan ekspresi disfemisme yang digunakan oleh media massa di Indonesia pada wacana lingkungan ada empat macam, yaitu kata, frase, klausa, dan kalimat. Satuan ekspresi yang berbentuk kata, yaitu berupa kata dasar, kata turunan dan kata majemuk.Satuan ekspresi disfemisme berbentuk kata turunan, yaitu kata turunan berkategori nomina, verba, dan ajektiva. Satuan ekspresi disfemisme yang berbentuk frase, yaitu frase nomina, frase ajektiva, dan frase verba. Referensi disfemisme yang ditemukan berkaitan dengan manusia, tumbuhan, binatang, tanah, nuklir dan material beracun, sampah dan limbah, polusi, perusakan habitat alami, kepunahan spesies, dan tabu. Fungsi-fungsi satuan ekspresi disfemisme ada dua belas macam, yaitu (1) mengungkapkan kemarahan atau kejengkelan, (2) mengkritik, (3) menyindir, (4) menuduh atau menyalahkan, (5) mengeluh, (6) menyampaikan informasi, (7) menghina, mengejek atau mempertajam penghinaan, (8) memperingatkan, (9) menunjukkan ketidaksetujuan, (10) menunjukkan rasa tidak suka, (11) melebih-lebihkan, dan (12) menunjukkan bukti.
MENILIK ULANG KAMUS BAHASA SUMBAWA INDONESIA KARYA USMAN AMIN DAN A. HIJAZ H.M. NFN Kasman
MABASAN Vol. 7 No. 2 (2013): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.131 KB) | DOI: 10.26499/mab.v7i2.176

Abstract

Tulisan ini sebagai masukan terhadap keberadaan Kamus Bahasa Sumbawa-Indonesia yang ditulis oleh Usman Amin dan A. Hijaz H.M. Tulisan ini mencoba menilik kembali kamus yang dimaksud karena masih terdapat beberapa hal yang perlu ditambahkan dalam kaitannya dengan kaidah-kaidah perkamusan. Hal ini dipadang wajar karena penulis kamus tidak berlatar belakang pendidikan kebahasaan.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kajian ini adalah metode pustaka, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode ekstralingual dan metode padan intralingual.Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kamus tersebut masih terdapat beberapa kesalahan terutama yang terkait dengan kaidah-kaidah kebahasaan dan kaidah perkamusan.Kekurangan kamus tersebut, antara lain: penulisan penggunaan transkrip fonemik bahasa Samawa yang masih menyamakan antara ketiga fonem /ě/, /é/, dan /e/ padahal dalam bahasa Samawa ketiga fonem tersebut masing-masing berdiri sendiri; pembagian morfem afiks dalam bahasa Samawa yang masih tidak sesuai dengan jumlah afiks yang sebenarnya, pemenggalan kata yang belum tepat, penulisan katagori kata tiap entri yang belum ada, dan lain-lain.
PERSPEKTIF MAHASISWA DALAM PERMASALAHAN PENGGUNAAN BUKU TEKS BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH DASAR Syaifur Rochman
MABASAN Vol. 7 No. 2 (2013): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.522 KB) | DOI: 10.26499/mab.v7i2.177

Abstract

Buku teks disiapkan dengan cara memilih bahan-bahan yang memiliki nilai permanen dan orisinal. Berbagai macam buku teks disiapkan untuk subyek yang berbeda dengan latar belakang pendidikan yang beragam, seperti bahasa Inggris untuk sekolah dasar. Saat ini, buku teks bahasa Inggris sangat penting. Artikel ini bertujuan untuk melihat masalah-masalah dan mencari solusi dalam penggunaan buku teks untuk siswa sekolah dasar di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah. Data diperoleh dari hasil Diskusi Kelompok Terpusat (FGD) di antara mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang sedang mengambil mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks tidak sejalan dengan kebutuhan siswa. Menghasilkan uang adalah tujuan utama dalam penggunaan buku teks. Kualitas buku teks buruk dan isinya tidak berkaitan satu sama lain. Selain itu, tidak ada perhatian khusus yang diberikan untuk metode pengajaran; ketiadaan gambar-gambar dan ilustrasi yang diperlukan; dan banyak kesalahan bahasa dan penulisan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5