cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.basri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618     DOI : -
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2014): Juni" : 16 Documents clear
LIMA PILAR RUKUN ISLAM SEBAGAI PEMBENTUK KEPRIBADIAN MUSLIM Nurjannah, Nurjannah
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.702 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.%x

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjabarkan cara atau metode canggih dalam menggapai kepribadian muslim sejati menggunakan lima pilar Rukun Islam yang terdiri dari syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji. Bahasan dilakukan dengan cara berfikir mendalam dengan mensinergikan dan memaknai lima pilar Rukun Islam menggunakan cara kerja psikologi dalam membentuk kepribadian muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rukun Islam merupakan salah satu pendekatan yang diciptakan Allah untuk membentuk kepribadian muslim, dengan cara memberikan beberapa latihan dasar supaya terbentuk habit atau pembiasaan yang nantinya melahirkan sifat dan perilaku positif yang menetap. Latihan dasar yang disediakan Allah untuk membentuk sifat dan perilaku positif tersebut, diawali dengan latihan lisan (syahadat), dilanjutkan dengan latihan jiwa raga (shalat), diikuti dengan latihan kepemilikan materi (zakat), disertai dengan latihan pengendalian nafsu dan syahwat (puasa), diakhiri latihan paripurna mencakup keempatnya yakni (haji). Lima pilar Rukun Islam akan benar-benar efektif menghasilkan sosok kepribadian muslim yang prima bagi pengamalnya ketika lima pilar tersebut dilaksanakan dengan menyatukan sisi syari dan hakiki.
EFEKTIVITAS OUT BOUND SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN (STUDI PADA OUT BOUND MAHASISWA JURUSAN BKI FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA) Falah, Nailul
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.396 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.%x

Abstract

Suksesnya sebuah pembelajaran terletak pada strategi dan metode yang tepat, metode ini adalah kemampuan yang bisa dipelajari, salah satu metode pembelajaran yang ditawarkan adalah Outbound yaitu metode pembelajaran berbasis alam terbuka dengan cara-cara yang kreatif dan atraktif, sehingga belajar menjadi aktivitas yang nyaman dan sangat menyenangkan. Tujuan dari outbound ini adalah untuk melatih pengenalan dan membangun kepercayaan diri dalam belajar, membangun motivasi belajar dan berkomunikasi dengan individu lain. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas outbound sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa-mahasiswi Jurusan BKI Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa outbound memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam konseling individu dan kelompok, outbound meningkatkan motivasi belajar dalam bentuk perubahan kearah ketekunan belajar, menyukai tantangan dan penetapan prestasi.
PELATIHAN MOTIVASI BERPRESTASI GUNA MENINGKATKAN EFIKASI DIRI DAN OPTIMISME PADA MAHASISWA AKTIVIS ORGANISASI DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Slamet, Slamet
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2644.81 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.%x

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menguji efektifitas AMT terhadap optimisme dan efikasi diri mahasiswa organisasi (ormawa) di UIN Sunan Kalijaga. AMT merupakan salah satu kegiatan pelatihan bagi peningkatan motivasi berprestasi (need for achievement) dalam diri seseorang. Karakteristik sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa internal; badan otonom dan eksekutif, senat di BEM (badan eksekutif mahasiswa) yang terpilih untuk mengikuti program pelatihan AMT di Kaliurang yaitu para ketua senat: BEM (badan eksekutif mahasiswa) dan BOM (badan organisasi mahasiswa), baik tingkat universitas, fakultas, dan prodi. Bersedia mengikuti pelatihan untuk dapat menjadi peserta aktif selama pelatihan berlangsung. Kelompok eksperimen kuasi ini berjumlah 25 orang mendapat perlakuan berupa pelatihan AMT selama 2 hari. Desain yang digunakan adalah one group multiple pre-testpost-test design. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala efikasi diri dan skala optimisme. Skor efikasi diri sebelum dan setelah pelatihan yaitu nilai p menunjukkan angka 0.145 yang berarti bahwa p>0.05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil skor efikasi diri. Skor optimisme sebelum dan sesudah pelatihan, nilai p menunjukkan angka 0.024 yang berarti bahwa p<0.05 yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan pada tingkat optimisme sebelum dan setelah pelatihan. Hasil analisis pada kelompok eksperimen mempertegas bahwa adanya perbedaan yang signifikan (p=0,024) antara kondisi pre-test dan posttest hanya pada sikap terhadap optimisme saja, sementara pada skor efikasi diri tidak mengalami tingkat perubahan yang signifikan.
URGENSI LABORATORIUM BKI DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI MAHASISWA Basri, A. Said Hasan
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.548 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.%x

Abstract

Laboratorium bagi institusi pendidikan seperti jurusan BKI fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki arti penting bagi eksistensinya, serta berperan penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswanya. Melalui laboratorium inilah kualitas mahasiswa sebagai calon lulusan akan dihasilkan. Oleh sebab itu, laboratorium yang ideal dan representatif guna mendukung Tri Dharma perguruan tinggi harus direalisasikan dan ditingkatkan mutunya, karena keberadaannya sangat strategis bagi eksistensi jurusan BKI, serta kualitas mutu lulusan. Laboratorium yang ideal dan representatif tersebut, paling tidak harus memenuhi empat komponen, yaitu adanya organisasi laboratorium, fasilitas sarana dan prasarana, administrasi serta tata kelola. Melalui empat komponen inilah harapannya laboratorium jurusan BKI dapat menjadi bagian kurikulum yang mampu memfasilitasi pengembangan kompetensi mahasiswa, sehingga mampu mengaplikasikan keilmuannya secara praktis sekaligus dapat memberikan bantuan pelayanan terhadap masyarakat.
UPAYA PREVENTIF GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP TERJADINYA BURNOUT Aufa, Ani
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.978 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.%x

Abstract

Guru Bimbingan dan Konseling merupakan profesi yang menuntut profesionalisme yang tinggi dalam memberikan bantuan terhadap siswa di sekolah. Tuntutan kerja tersebut, tentu dapat memberikan tekanan psikologis bagi dirinya. Sehingga, profesi ini memiliki resiko besar untuk mengalami burnout. Karena tuntutan pekerjaan tersebut bisa menjadi tekanan yang menelurkan stres kerja,yang berujung pada burnout. Burnout adalah suatu keadaan berupa kelelahan fisik, mental dan emosional yang banyak dijumpai pada mereka yang pekerjaannya melayani banyak orang serta penuh tuntutan emosional. Oleh sebab itu, artikel ini akan memberikan gambaran tentang berbagai hal yang dapat menjadi faktor penyebab terjadinya burnout pada guru Bimbingan dan Konseling. Pada akhir bahasan akan dieksplorasi dengan berbagai upaya yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya burnout yang dapat mempengaruhi kinerja mereka.
EVALUASI DAN PENINJAUAN KURIKULUM BKI BERBASIS KKNI Casmini, Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1464.124 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.%x

Abstract

Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, sebagai bagian dari satuan pendidikan tinggi, tentu mengharapkan para lulusannya mampu dan akan diarahkan pada penguasaan ilmu dan ketrampilan dalam bidang Bimbingan dan Konseling Islam secara professional, dengan memiliki kompetensi sesuai standar serta mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak cukup hanya melakukan inovasi dan pengembangan institusi, tetapi juga dituntut untuk senantiasa melakukan evaluasi maupun penilaian terhadap seluruh komponen, sistem, maupun sumber daya yang dimilikinya. Hal ini urgen dilakukan guna mencapai kualitas mutu yang diharapkan. Salah satu komponen yang perlu perhatian ekstra adalah kurikulum. Sehingga evaluasi terhadap kurikulum yang digunakan oleh satuan pendidikan seperti Bimbingan dan Konseling Islam mutlak dilakukan.Maka dari itu, artikel ini dapat memberikan gambaran jelas tetang bagaimana seharusnya evaluasi dan peninjauan kurikulum Bimbingan dan Konseling Islam itu dilakukan. Yaitu, berpedoman pada KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), dengan mempertimbangkan kebutuhan user dan stake-holder, serta mengacu pada Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang meliputi Standar nasional Pendidikan, Standar Nasional Penelitian, dan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat.
MAKNA HIDUP BAGI NARAPIDANA Ula, Siti Thohurotul
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.866 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.%x

Abstract

Menjalani kehidupan sebagai seorang narapidana merupakan suatu bentuk kehidupan yang syarat akan penderitaan. Seorang yang mengalami krisis akan makna dalam kehidupannya, narapidana belum bisa menerima keadaan yang dihadapi, masih mengalami Shock mental, merasa tidak berdaya, bersalah, menyalahkan hidup, berpandangan negatif terhadap masa depan, dan tidak mampu menggali arti dalam hidupnya. Ketika harus menjalani pidana di LP, mereka merasa terkekang karena jauh dari cinta kasih orang-orang terdekatnya. Dalam situasi krisis seperti itu, keberadaan agama yakni pelatihan dzikir sangat penting adanya. Pelatihan Dzikir dapat menjadi resource bagi kebermaknaan hidup pada diri narapidana. Setting penelitian ini di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Wirogunan Kelas IIA Yogyakarta. Desainnya penelitiannya kuantitatif melalui eksperimen. Sebanyak 48 narapidana dari 318 orang terpilih sebagai sampel melalui purposive sampling. Kebermaknaan hidup diidentifikasi sebagai variabel terikat, sedangkan pelatihan dzikir sebagai variabel bebas. Metode pengumpulan data menggunakan skala model likert, yaitu skala kebermaknaan hidup disusun berdasarkan konsep kebermaknaan hidup dari Viktor Emile Frankl. Observasi dan wawancara digunakan sebagai pendukung, ditambah dengan angket evaluasi pelatihan dzikir dan lembar catatan harian dzikir. Hasilnya ternyata; (1) pelatihan dzikir belum mampu meningkatkan kebermaknaan hidup warga binaan, hal initerlihat dari nilai t yang hanya mencapa -0,934, dengan taraf signifikansi lebih besar dari 0.05, yakni 0,355. Maka dari itu Ha ditolak. Artinya, tidak ada perbedaan kebermaknaan hidup antara hasil pre test dan post tes. (2) Tidak ada perbedaan kebermaknaan hidup antara warga binaan laki-laki dan perempuan setelah pelatihan dzikir dibuktikan bahwa nilai rata-rata kebermaknaan hidup warga binaan laki-laki adalah 68,5 sedangkan perempuan adalah 66,833. Diketahui bahwa nilai t dengan asumsi kedua sampel memiliki varian yang sama yakni 0,789, dengan P (sig) = 0,434. Karena P (sig) 0,355 > 0,05, maka Ha ditolak. Meskipun hipotesis penelitian secara kuantitatif tidak terbukti secara signifikan bukan berarti hasil penelitianmenolak teori bahwa dzikir tidak berpengaruh terhadap kebermaknaan hidup. Hal ini diketahui melalui hasil wawancara, observasi dan angket evaluasi pelatihan dzikir serta lembar catatan harian dzikir. Ternyata pelatihan dzikir mampu meningkatkan kebermaknaan hidup narapidana atau warga binaan laki-laki maupun perempuan.
KEPUASAN SISWA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMKN 1 BADEGAN PONOROGO Susilowati, Any
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.298 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.%x

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling sebagai bagian dari pendidikan pengembangan diri siswa di sekolah perlu dievaluasi agar dapat terukur dengan jelas tingkat keberhasilannya. Salah satu elemen evaluasi yang sangat penting adalah tingkat kepuasan siswa, sejauhmana siswa telah merasakann kepuasan terhadap layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikan oleh guru BK. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana tingkat kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan, dan bagaimana kepuasan siswa terhadap masing-masing aspek, yaitu (1) pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri, (2) fasilitas sarana pendukung BK, serta (3) kapasitas dan kemampuan guru BK. Desain penelitiannya adalah survei dengan melibatkan 300 siswa sebagai subjek penelitian yang diambil dengan stratifed cluster random sampling dari kelas X, XI dan XII, masing-masing tingkatan ada 10 kelas dan masing-masing kelas diambil 10 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling secara umum puas dengan keberadaan BK, yakni sebesar 78%. Sedangkan hasil dari masing-masing aspek; (1) pelayanan bimbingan dan konseling sebesar 30%, (2) terhadapfasilitas sarana pendukung BK sebesar 10%, serta (3) terhadap kapasitas dan kemampuan guru BK sebesar 38%. Hal ini mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, siswa SMKN 1 Badegan merasa puas dengan keberadaan BK di sekolahnya, karena prosentase jawaban yang menunjukkan tingkat kepuasan lebih besar dripada yang tidak puas.
MAKNA HIDUP BAGI NARAPIDANA Siti Thohurotul Ula
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.866 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.111-02

Abstract

Menjalani kehidupan sebagai seorang narapidana merupakan suatu bentuk kehidupan yang syarat akan penderitaan. Seorang yang mengalami krisis akan makna dalam kehidupannya, narapidana belum bisa menerima keadaan yang dihadapi, masih mengalami Shock mental, merasa tidak berdaya, bersalah, menyalahkan hidup, berpandangan negatif terhadap masa depan, dan tidak mampu menggali arti dalam hidupnya. Ketika harus menjalani pidana di LP, mereka merasa terkekang karena jauh dari cinta kasih orang-orang terdekatnya. Dalam situasi krisis seperti itu, keberadaan agama yakni pelatihan dzikir sangat penting adanya. Pelatihan Dzikir dapat menjadi resource bagi kebermaknaan hidup pada diri narapidana. Setting penelitian ini di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Wirogunan Kelas IIA Yogyakarta. Desainnya penelitiannya kuantitatif melalui eksperimen. Sebanyak 48 narapidana dari 318 orang terpilih sebagai sampel melalui purposive sampling. Kebermaknaan hidup diidentifikasi sebagai variabel terikat, sedangkan pelatihan dzikir sebagai variabel bebas. Metode pengumpulan data menggunakan skala model likert, yaitu skala kebermaknaan hidup disusun berdasarkan konsep kebermaknaan hidup dari Viktor Emile Frankl. Observasi dan wawancara digunakan sebagai pendukung, ditambah dengan angket evaluasi pelatihan dzikir dan lembar catatan harian dzikir. Hasilnya ternyata; (1) pelatihan dzikir belum mampu meningkatkan kebermaknaan hidup warga binaan, hal initerlihat dari nilai t yang hanya mencapa -0,934, dengan taraf signifikansi lebih besar dari 0.05, yakni 0,355. Maka dari itu Ha ditolak. Artinya, tidak ada perbedaan kebermaknaan hidup antara hasil pre test dan post tes. (2) Tidak ada perbedaan kebermaknaan hidup antara warga binaan laki-laki dan perempuan setelah pelatihan dzikir dibuktikan bahwa nilai rata-rata kebermaknaan hidup warga binaan laki-laki adalah 68,5 sedangkan perempuan adalah 66,833. Diketahui bahwa nilai t dengan asumsi kedua sampel memiliki varian yang sama yakni 0,789, dengan P (sig) = 0,434. Karena P (sig) 0,355 > 0,05, maka Ha ditolak. Meskipun hipotesis penelitian secara kuantitatif tidak terbukti secara signifikan bukan berarti hasil penelitianmenolak teori bahwa dzikir tidak berpengaruh terhadap kebermaknaan hidup. Hal ini diketahui melalui hasil wawancara, observasi dan angket evaluasi pelatihan dzikir serta lembar catatan harian dzikir. Ternyata pelatihan dzikir mampu meningkatkan kebermaknaan hidup narapidana atau warga binaan laki-laki maupun perempuan.
KEPUASAN SISWA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMKN 1 BADEGAN PONOROGO Any Susilowati
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.298 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.111-08

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling sebagai bagian dari pendidikan pengembangan diri siswa di sekolah perlu dievaluasi agar dapat terukur dengan jelas tingkat keberhasilannya. Salah satu elemen evaluasi yang sangat penting adalah tingkat kepuasan siswa, sejauhmana siswa telah merasakann kepuasan terhadap layanan bimbingan dan konseling yang telah diberikan oleh guru BK. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana tingkat kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan, dan bagaimana kepuasan siswa terhadap masing-masing aspek, yaitu (1) pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri, (2) fasilitas sarana pendukung BK, serta (3) kapasitas dan kemampuan guru BK. Desain penelitiannya adalah survei dengan melibatkan 300 siswa sebagai subjek penelitian yang diambil dengan stratifed cluster random sampling dari kelas X, XI dan XII, masing-masing tingkatan ada 10 kelas dan masing-masing kelas diambil 10 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling secara umum puas dengan keberadaan BK, yakni sebesar 78%. Sedangkan hasil dari masing-masing aspek; (1) pelayanan bimbingan dan konseling sebesar 30%, (2) terhadapfasilitas sarana pendukung BK sebesar 10%, serta (3) terhadap kapasitas dan kemampuan guru BK sebesar 38%. Hal ini mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, siswa SMKN 1 Badegan merasa puas dengan keberadaan BK di sekolahnya, karena prosentase jawaban yang menunjukkan tingkat kepuasan lebih besar dripada yang tidak puas.

Page 1 of 2 | Total Record : 16