Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

MENGGAGAS KONSELING BERWAWASAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA INDONESIA Casmini, Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.927 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

Manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagaiabdullhatau hamba Allah SWT, dan sebagaikhalfahatau wakil Allah di muka bumi. Predikat pertama menunjukkan kelemahan, kekecilan, keterbatasan, dan ketergantungan manusia kepada yang lain, sehingga setiap manusia berpotensi untuk mempunyai masalah. Predikat kedua menunjukkan kebesaran manusia dan sekaligus besarnya tanggungjawab dalam menjalani kehidupan di muka bumi. Kedua predikat yang melekat pada diri manusia mensiratkan tentang urgensi bimbingan dan konseling dalam setiap langkah kehidupannya. Realitas kehidupan dalam konteks sebagai makhluk yang lemah (abdun), manusia akan menjalani kehidupan yang manis, lapang dan kemudahan dan sebaliknya akan mengalami kehidupan yang pahit, sempit, dan berat. Realita manusia dalam kondisi diri yang tak berdaya, maka orang membutuhkan bantuan orang lain. Misalnya membutuhkan dokter dalam memulihkan kondisi kesehatan dan membutuhkan konselor, psikolog atau bahkan psikiater dalam kondisi mental yang kacau (gangguan jiwa). Upaya memperoleh bantuan dari konselor, psikolog atau psikiater bertujuan untuk memulihkan rasa percaya dirinya, meluruskan cara berpikir, berpandangan secara realistis, mampu melihat kenyataan yang sebenarnya, dan mampu mengatasi problema dengan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan.Terdapat empat dasar filosofis dalam konteks bimbingan dan konseling dalam perspektif keilmuan maupun ajaran Islam. Pertama, bahwa kodrat kejiwaan manusia membutuhkan bantuan psikologis. Kedua, gangguan kejiwaan yang berbeda-beda membutuhkan terapi yang tepat. Ketiga, meski manusia memiliki fitrah kejiwaan yang cenderung kepada keadilan dan kebenaran, tetapi daya tarik kepada keburukan lebih banyak dan lebih kuat, sehingga motif kepada keburukan akan lebih cepat merespon stimulus keburukan dan mendahului respon motif kepada kebaikan. Keempat, keyakinan bahwa agama (keimanan) merupakan bagian dari struktur kepribadian, sehingga getar batin dapat dijadikan penggerak tingkah laku (motif) kepada kebaikan.
BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL UNTUK SELF-EFFICACY SISWA DAN IMPLIKASINYA PADA BIMBINGAN KONSELING SMK DIPONEGORO DEPOK SLEMAN, YOGYAKARTA Hanum, Atifah; casmini, casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.177 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Abstrak Adanya saling keterkaitan antara faktor pembawaan dan lingkungan, serta antar berbagai aspek perkembangan perlu menjadi khasanah pemahaman konselor dalam menghadapi sasaran layanannya sebagai dasar upaya diagnosis, prognosis, dan pemberian bantuan bagi siswa. Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu pilihan layanan dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling untuk self-efficacy siswa dalam membantu menentukan dan mengembangkan dirinya secara optimal dan mandiri sesuai dengan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif-kuantitatif. Tujuannya yaitu untuk mendiskripsikan pelakasanaan bimbingan pribadi-sosial siswa SMK Diponegoro,  Depok, Sleman, Yogyakarta dan mendiskripsikan bimbingan pribadi-sosial untuk pengembangan self-efficacy tinggi dan penguatan self-efficacy rendah pada siswa di SMK Diponegoro, Depok, Sleman, Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 guru bimbingan konseling, wali kelas, dan siswa kelas X PTSM. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, skala, dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tindak lanjut. Bentuk pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial di SMK Diponegoro dengan metode tidak langsung meliputi bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, kunjungan rumah, IKMS, dan papan bimbingan. Adapun materi yang disampaikan meliputi motivasi, percaya diri, harga diri, penyesuaian diri, dan mengontrol emosi. Bentuk pelaksanaan dengan metode langsung meliputi bimbingan individual, bimbingan kelompok, dan konseling individu. Bimbingan pribadi-sosial untuk pengembangan dan penguatan self-efficacy siswa mendapatkan respon baik dengan nilai rata-rata 86,7. Kata Kunci : Bimbingan Pribadi-Sosial, Self-Efficacy 
IMPLIKASI PEMAKNAAN "CANTIK" TERHADAP PELAKSANAAN TATA TERTIB MAHASISWA Casmini, Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.463 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Pemaknaan “cantik” bagi mahasiswa mempengaruhi gaya berbusana dan terkait dengan pelaksanaan tata tertib berbusana mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna cantik dan implikasinya dalam berbusana sebagai wujud dari pelaksanaan tata tertib mahasiswa. Penelitian dilakukan pada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Subyek penelitian berjumlah 165 mahasiswa dan subyek khusus untuk diobservasi dan wawancara mendalam 10 mahasiswa, berfokus pada mahasiswi yang memiliki kriteria modis, jilbaber dan yang berbusana wajar. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa makna cantik pada kecantikan luar (outer beauty), kecantikan dalam (inner beauty) serta keseimbangan antara kecantikan luar (outer beauty) dan kecantikan dalam (inner beauty). Pemaknaan ini berimplikasi pada gaya berbusana dan mencerminkan perilaku dalam melaksanakan tata tertib. Gaya berbusana mahasiswi diwujudkan pada kriteria menyesuaikan tata tertib, berbusana hanya untuk penampilan dan berbusana mengikuti hukum Islam tanpa harus melanggar tata tertib.  Kata kunci: Pemaknaan Cantik, Pelaksanaan Tata Tertib Mahasiswa
MENGGAGAS KONSELING BERWAWASAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA INDONESIA Casmini, Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 9, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.678 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2012.%x

Abstract

-
EVALUASI DAN PENINJAUAN KURIKULUM BKI BERBASIS KKNI Casmini, Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1464.124 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.%x

Abstract

Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, sebagai bagian dari satuan pendidikan tinggi, tentu mengharapkan para lulusannya mampu dan akan diarahkan pada penguasaan ilmu dan ketrampilan dalam bidang Bimbingan dan Konseling Islam secara professional, dengan memiliki kompetensi sesuai standar serta mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak cukup hanya melakukan inovasi dan pengembangan institusi, tetapi juga dituntut untuk senantiasa melakukan evaluasi maupun penilaian terhadap seluruh komponen, sistem, maupun sumber daya yang dimilikinya. Hal ini urgen dilakukan guna mencapai kualitas mutu yang diharapkan. Salah satu komponen yang perlu perhatian ekstra adalah kurikulum. Sehingga evaluasi terhadap kurikulum yang digunakan oleh satuan pendidikan seperti Bimbingan dan Konseling Islam mutlak dilakukan.Maka dari itu, artikel ini dapat memberikan gambaran jelas tetang bagaimana seharusnya evaluasi dan peninjauan kurikulum Bimbingan dan Konseling Islam itu dilakukan. Yaitu, berpedoman pada KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), dengan mempertimbangkan kebutuhan user dan stake-holder, serta mengacu pada Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang meliputi Standar nasional Pendidikan, Standar Nasional Penelitian, dan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat.
INTEGRASI PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI & IVAN PAVLOV DALAM MEMBENTUK PRILAKU PESERTA DIDIK Nasution, Umaruddin; casmini, casmini
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 25 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.535 KB) | DOI: 10.24090/insania.v25i1.3651

Abstract

ABSTRAK This study aims to analyze the relationship between the thoughs of al-Ghazali and Ivan Pavlov in establishing educational behaviours. In this study took two figures: The first Imam Al-Ghazali, which is one of the Sufi figures using the riyadhoh concept and dubbed it the hujjatul Islam and secondly Ivan Patrovich Pavlov which is one of the behavioristik learning theory using the clasical conditioning concept dubbed the father behavioristic theory. This type of research is are search library based on the books of the two figures. The approach philosophical-historical and content analysis are a reference in providing an explanation of the results of the data found. The results of this study indicate that by taking the road to habituation will be able to provide a change in one is behavior. Refraction is done in three stages, namely takhalli (unconditioning stimulus), tahalli (conditioning stimulus), and tajalli (conditioning response) in order to reflect the good behavior become a habitual hai'ah in self learners.
Penguatan Karakter Anggota ‘Aisyiyah Melalui Penyuluhan Nilai-nilai Hijrah Rasulullah Casmini, Casmini
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.2.2020.125-132

Abstract

Strengthening the character through the promotion of the values of the Prophet's migration was carried out as a responsive form of PP 'Aisyiyah Tabligh Assembly to the dynamics of globalization in an effort to member' Aisyiyah who is not a phobia and has resistance to the development of information technology but still holds firmly the values of the hijrah experienced by Rasulullah . Strengthening these character values is carried out through counseling with the recitation model in the monthly recitation in October 2019. The reinforcement results show that the counseling participants understand the values of the Prophet's migration which underlies the strength of personal character and as a member of the isy Aisyiyah organization in developing da'wah. Implementation of character values need to follow the Prophet migrated more intensive training on leadership twig 'Aisyiyah respectively.
Dinamika Cinta pada Pasangan Lesbian Kamila, Aisyatin; Casmini, Casmini
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 16, No 2 (2020): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v16i2.3014

Abstract

This study aimed to describe the dynamics of lesbian love using descriptive qualitative method. The participants consisted of two obtained by purposive sampling and are willing to be. The criteria of the participants are characteristics according to the lesbi individual which leads to lesbi behavior and has an impact on the dynamics of love experienced by lesbi. Techniques of data retrieval is done using in-depth interviews, observation, and study the documents. Results of the study are presented in two major themes, the first of which the past leads to lesbian behavior, then the second is to bring together the admiration of love, romance until the conflict experienced by lesbian couples.
The Psychological Well-Being of Student Activists Casmini, Casmini; Suyatno, Suyatno
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v11i1.3638

Abstract

Psychological well-being has a role in determining the quality of life of student activists. This study aims to describe the meaning of psychological well-being in student activists, and their influence on the forms of behavior carried out. The research subjects were 42 people in collecting data on the profile of student activists from UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, and 14 students were subjects who gave information verbally and in the form of non-verbal activities related to the meaning of psychological well-being and behavior carried out as an implication of the meaning of psychological well-being. Data on the profile of student activists were explored by in-depth interviews using face-to-face interviews and what excavated key data on psychological well-being with focus group discussions (FGD). The results of this study illustrate that the essence of the psychological well-being of student activists is happiness and satisfaction in life based on trust in Allah. Expressions of happiness and life satisfaction in activist students are very diverse and have implications for academic, social, and spiritual forms of activity or behavior.
Analysis of Psychoanalytic Therapy Intervention: for Individuals with Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) Burhanuddin, Rohmat; Casmini, Casmini
World Psychology Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/wp.v3i1.589

Abstract

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) is a psychiatric disorder that occurs after an individual experiences or witnesses a traumatic event that threatens their life or physical integrity. This study aims to analyze psychoanalytic therapy interventions for individuals with PTSD and assess their effectiveness in reducing PTSD symptoms and improving their quality of life. Psychoanalytic therapy is an interesting approach in helping individuals with PTSD by understanding the psychological conflicts that underlie symptoms and emotional problems. This research method uses a literature review of individuals with PTSD who have received psychoanalytic therapy. The data obtained were then analyzed to identify important themes related to the therapy process and the psychological changes that occurred. The results of the analysis showed that psychoanalytic therapy had a positive effect in reducing PTSD symptoms in individuals. The intervention provided an opportunity for them to explore and understand the root emotional issues related to the trauma, which in turn helped them face and cope with the psychological impact of the traumatic event. The therapeutic process also contributes to improved quality of life, deeper self-understanding and better adaptability.