cover
Contact Name
Fahmi Hafid
Contact Email
poltekita@gmail.com
Phone
+6285255530999
Journal Mail Official
poltekita@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94145
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 1907459X     EISSN : 25277170     DOI : https://doi.org/10.33860
Core Subject : Health, Science,
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan (e-ISSN: 2527-7170, p-ISSN: 1907-459X) is a peer-reviewed open access scientific journal published by Poltekkes Kemenkes Palu. The scope for Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan includes nutrition, midwifery, nursing, public health, environmental health, food, and nutrition.Each volume of Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan is counted in each calendar year that consists of 4 issues. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan is published two times per year every February, May, August, and November. Articles could be written in either Bahasa Indonesia or English
Articles 516 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Layanan Rawat Jalan Risnawati Valentina; Pujianto
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2019): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v13i1.26

Abstract

Perkembangan jaminan kesehatan mulai berkembang dengan adanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2014 yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pemanfaatan layanan rawat jalan juga mengalami peningkatan baik rawat jalan maupun rawat inap. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah melihat distribusi perilaku perokok, pelayanan rawat jalan, dan faktor- faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan rawat jalan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Indonesia Family Life Survey 5 (IFLS 5) tahun 2014-2015 dengan desain penelitian cross-sectional dan pendekatan kuantitatif di mana pengukuran variabel independen dan variabel dependen yang dilakukan pada Maret 2019. Teori pemanfaatan layanan kesehatan oleh Andersen mencakup predisposing (umur dan jenis kelamin), enabling (ke pemilikan jaminan kesehatan), dan need (status perokok dan penyakit yang berhubungan dengan perilaku merokok). Hasil yang diperoleh adalah distribusi frekuensi pemanfaatan layanan rawat jalan selama empat minggu sebesar 1.600 (13,4%), distribusi frekuensi perilaku merokok sebesar 10.396 (86,9%), dan variabel umur, jenis kelamin, ke pemilikan jaminan kesehatan, status perokok dan penyakit yang berhubungan dengan perilaku merokok berhubungan signifikan dengan pemanfaatan layanan rawat jalan dengan p value = 0,00. Pemanfaatan layanan rawat jalan dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar diri
Analisis Kadar Siklamat Dengan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Pada Minuman Jajanan Sekolah Di Kota Palu Rusli Maudu; Fahmi Hafid; Dewi Susetiyany Ichsan
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2019): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v13i1.27

Abstract

Siklamat adalah pemanis buatan yang diproses secara kimiawi. Siklamat tidak boleh dipakai pada hasil pangan untuk bayi, anak batita, ibu hamil serta ibu menyusui. Batas maksimum penggunaan Siklamat adalah 0-11 mg/kg berat badan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kadar siklamat pada minuman jajanan sekolah di Kota Palu, Penelitian ini menggunakan metode observasi di 8 (delapan) lokasi di Kota Palu pada tanggal 8-24 Agustus 2018. Analisis kadar Siklamat di Balai Pengawas Obat dan Makanan di Palu. Sampel sebanyak 20 minuman jajajan diperoleh dengan cara accidental sampling. Metode analisis dengan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar siklamat pada minuman jajanan sekolah di Kota Palu yang melebihi ambang batas perka BPOM < 350 mg/Kg sebanyak 35% dengan kadar 514,63 hingg 2963,43 mg/Kg. Disarankan agar melakukan penelitan lebih lanjut tentang pengetahuan, sikap dan perilaku penjaja minuman dilokasi yang melebihi ambang batas perka BPOM <350 mg/Kg serta edukasi tentang gerakan masyarakat sadar pangan
Analisis Kandungan Yodium Dalam Garam Beryodium Pada Wadah Penyimpanan Plastik Dan Kaca Selama 6 Hari Penyimpanan Nurjaya; Wery Aslinda; Ni Sayu Kadek Sri Astuti
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2019): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v13i1.28

Abstract

Setiap tahun terdapat 39 juta bayi baru lahir beresiko memiliki kapasitas intelektual rendah akibat defisiensi yodium. Terdapat 5% ibu hamil yang kadar TSH dan TPO-Abnya meningkat. Konsekuensi defisiensi yodium dapat dihindari jika pada saat hamil ibu sejak awal mengkonsumsi yodium secara adekuat. Sumber yodium yang tersedia dan cukup murah adalah garam yang difortifikasi yodium. Namun, waktu penyimpanan, kondisi penyimpanan, dan jenis garam berpengaruh terhadap penurunan kandungan yodium dalam garam beryodium. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan iodium pada garam beryodium dengan berbagai wadah penyimpanan selama penyimpanan 6 hari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel garam diambil secara acak di toko kelontong dengan merk dagang yang paling banyak digunakan konsumen di kota Palu dan sekitarnya. Wadah yang digunakan adalah wadah plastik dan wadah kaca. Setiap wadah dibagi dua, ada wadah transparan dan ada wadah yang tidak transparan (dibungkus). Penyimpanan dilakukan selama 6 hari dengan analisa kandungan yodium garam dilakukan pada hari ke 0, hari ke-2, hari ke-4 dan hari ke-6. Hasil penelitian menunjukan bahwa baik wadah plastik maupun wadah kaca, terdapat penurunan kandungan yodium. Rata-rata persentase penurunan kandungan yodium terbesar terjadi pada penyimpanan dalam wadah plastik dan kaca yang transparan (9,49% dan 4,75%). Sedangkan pada wadah yang tidak transparan rata-rata penurunan kandungan yodiumnya sebesar 4,99% pada wadah plastik dan 3,18 % pada wadah kaca. Persentase penurunan kandungan yodium terbesar setiap dua hari penyimpanan terdapat pada garam yang disimpan dalam wadah plastik transparan yakni rata-rata sebesar 4,77%. Kesimpulan; Penyimpanan garam beryodium yang terbaik adalah dalam wadah kaca yang tidak transparan
Perbandingan Efektifitas Teknik Relaksasi Dan Genggaman Jari Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesare Di Rumah Sakit Undata Provinsi Sulawesi Tengah Misnawati
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2019): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v13i1.29

Abstract

Teknik relaksasi dan genggaman jari merupakan suatu bentuk terapi relaksasi untuk menyeimbangkan energi tubuh yang dapat membantu pasien dalam menggontrol diri ketika timbulnya perasaan kurang menyenangkan yang dapat menimbulkan nyeri, stres fisik serta emosi. Penelitian dalam hal ini bertujuan mengidentifikasi perbandingan efektifitas teknik relaksasi dan genggaman jari terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di ruangan Matahari Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam Penelitian ini digunakan desain quasy exsperiment (pre and post test without control) dengan metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan tanggal 25 Juli sampai dengan 27 Agustus 2018. Semua pasien post operasi sectio caesarea merupakan Populasi dalam penelitian ini selama penelitian berlangsung. Jumlah sampel dihitung dengan menggunakan rumus rerata uji hipotesis two tail dengan nilai σ2=5,36, μo=5,07, μa=1,80, α=1,96 dan β= 0,84 sehingga jumlah sampel adalah 8 responden dipilih dengan teknik quota sampling. Data dihitung dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan didapatkan nilai p=0,011(α≤=0,05) pada tingkat kemaknaan α=0,05 atau 95%). Pada hasil penelitian pretest didapatkan lebih banyak responden mengatakan nyeri berat terkontrol dan posttest didapatkan lebih sedikit responden mengatakan nyeri ringan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbandingan efektifitas teknik relaksasi dan genggaman jari terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea di ruangan Matahari Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar perawat dapat menerapkan teknik relaksasi dan genggam jari selama 20 menit sebagai salah satu manajemen nyeri.
Pengaruh Waktu Pelepasan Tourniquet Terhadap Kadar Kalium Pada Pengambilan Darah Vena Hadits Lissentiya Armal; Heti Rais Khasanah; Leni Marlina
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2019): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v13i1.30

Abstract

Tourniquet dapat menjadi masalah jika diikatkan terlalu lama dan dan terlalu erat pada saat pengambilan darah vena dapat mempengaruhi kadar kalium dan mengakibatkan kadar kalium tinggi palsu (pseudohiperkalemia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pelepasan Tourniquet terhadap kadar kalium pada pengambilan darah vena. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Eksperimen dengan menggunakan rancangan Non-Equivalent Control group yang melibatkan dua grup dengan dua perlakuan yang berbeda. Variabel penelitian ini adalah waktu pelepasan tourniquet dan kadar kalium. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisa data dalam penelitian ini juga menggunakan Uji T Independent untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Hasil penelitian melalui analisa statistik didapatkan nilai rata-rata kadar kalium darah pada kelmopok pertama adalah 3,784 mEq/L dan kelompok kedua yakni 4,896 mEq/L. Dari hasil uji statistik diperoleh nilai P value (0,000) < α (0,05) yang berarti Ha diterima sehingga hasil dari penelitian ini adalah ada perbedaan rata-rata kadar kalium pada pelepasan tourniquet sesaat darah masuk dan pelepasan tourniquet setelah darah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah waktu pelepasan tourniquet dapat mempengaruhi kadar kalium dan disarankan untuk bagi tenaga medis untuk melepaskan tourniquet sesaat darah masuk kedalam jarum spuit saat pengambilan darah vena untuk menghindari tingginya kadar kalium dalam serum
Preeklamsia Dan Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr) Di Rsu Anutapura Palu Lisnawati
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2019): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v13i1.31

Abstract

Preeklampsia didefinisikan sebagai perkembangan hipertensi dan proteinuria setelah 20 minggu kehamilan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan preeklampsia dengan BBLR di RSU Anutapura Palu. Penelitian kasus-kontrol. Populasi sebanyak 186 bayi dengan sampel BBLR sebanyak 93 bayi, matching pada usia kehamilan 37, 38, 39, dan 40 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari Ibu yang mengalami preeklamsia melahirkan bayi BBLR 16 orang (64%) dan tidak BBLR 9 bayi (36%). Sedangkan ibu yang tidak mengalami preeklamsia melahirkan bayi BBLR 77 bayi (47,8%) dan tidak BBLR 84 bayi (52,2%). Rerata BBL pada ibu preeklamsia 2232,00gr sedangkan pada ibu yang tidak preeklampsia 2363,04gr. Hasil uji kai kuadrat p-value = 0,197 (0,197>0,05) Disimpulkan meskipun prevalensi BBLR tinggi pada ibu yang mengalami preeklamsia namun tidak ada pengaruh yang signifikan antara preeklamsia terhadap kejadian bayi berat badan lahir rendah. Disarankan agar dilakukan analisis lebih lanjut dari faktor maternal lainnya terhadap kejadian BBLR di RSU Anutapura Palu
Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Hambatan Mobilitas Fisik Post Sectio Caesarea Fransisca Noya
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2019): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v13i1.32

Abstract

Data persalinan dengan Sectio Caesarea di dunia menurut World Health Organization (WHO) sebesar 5 sampai 15 persen setiap 1000 kelahiran. Angka ibu melahirkan dengan tindakan SC menurut data RISKESDAS tahun 2013 sebesar 9,8%, urutan teratas DKI Jakarta sebesar 19,9% dan yang terbawah Sulawesi Tenggara 3,3%. Berdasarkan data dari RSUD Poso 2015-2016 jumlah ibu dengan SC adalah 451 kasus, dan pada tahun 2016-2017 jumlah yang dilakukan dengan SC adalah 505 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaksanakan penerapan mobilisasi untuk mempercepat turunnya tinggi fundus uteri dengan melakukan Asuhan keperawatan Ny.N pada kasus post operasi SC Di Ruangan kebidanan RSUD Poso. Metode dalam penelitian ini yaitu studi kasus pada Pasien Section Caesarea dengan tindakan asuhan keperawatan mobilisasi untuk mempercepat turunnya TFU. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien dapat melakukan penerapan tindakan mobilisasi dini secara bertahap dan terdapat penurunan TFU.
Inisiasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) Di Poltekkes Kemenkes Palu Zainul; Junaidi; Nasrul; Masudin
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2019): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v13i1.33

Abstract

Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menginisisasi pelaksanaan Germas di Poltekkes Kemenkes Palu. Jenis penelitian intervensi quasi eksprimen. Penelitian dilaksanakan di Kota Palu dan Kabupaten Poso pada tanggal 10 Agustus - 12 Nopember 2018. Populasi adalah semua pegawai Poltekkes Kemenkes Palu sejumlah 167 orang, sampel sebanyak 96 sampel dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan aktifitas fisik dan asupan buah responden pada umumnya baik. Tekanan darah Sistole ≥140 mmHg sebanyak 11,5%, Diastole ≥90 mmgHg sebanyak 25% dan Glukosa ≥200 mg/dl sebanyak 6,3%, serta kolesterol ≥200 mg/dl sebanyak 76,0%. Pelaksanaan Inisiasi gerakan masyarakat sehat di Poltekkes Kemenkes Palu dapat dilakukan pada kegiatan penggunaan snack buah dan pemeriksaan, namun belum pada kegiatan senam peregangan. Disarankan, perlu dukungan prasarana untuk menginisisasi pelaksanaan peregangan di sela waktu kerja di Poltekkes Kemenkes Palu. Pelaksanaan snack sehat di ruang rapat dan acara-acara di Poltekkes Kemenkes Palu dapat dilanjutkan dan semakin diperluas. Inisisasi pelaksanaan pemeriksaan kesehatan rutin meliputi cek tekanan darah, cek kadar gula darah, cek kolesterol darah dapat memanfaatkan ATM sehat.
Fenomena Gizi Buruk Di Wilayah Kerja Puskesmas Peusangan: Malnutrition Phenomenon in Peusangan Community Health Center Working Area Liza Wahyuni; Zuraidah Nasution; Jitasari Tarigan
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2019): October
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v13i2.34

Abstract

Fenomena kasus balita gizi buruk menyerupai layaknya fenomena gunung es, jumlah kasus yang muncul lebih sedikit. Namun pada hakekatnya masih banyak kasus balita gizi buruk yang tersembunyi yang belum diungkap secara maksimal. Belum lagi kasus lama yang telah tercatat namun mengalami drop out dari pemantauan, penanganan dan pencatatan lanjut dari petugas. Angka ini diperkirakan sama besarnya dengan angka jumlah kasus yang belum tercatat sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kasus gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Peusangan. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja\ Puskesmas Peusangan pada tahun 2018. Subjek penelitian sebanyak 12 orang, yaitu ibu balita, Kader, Anggota PKK, Lurah, Tenaga Pelaksana Gizi, Kepala Puskesmas, Petugas Promosi Kesehatan, Bidan Desa, Perawat dan Dokter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena kasus gizi buruk di Puskesmas Peusangan dipengaruhi oleh pengetahuan orangtua, pendidikan orangtua, pola asuh orang tua dan pendapatan keluarga. Sebagai kesimpulan, fenomena kejadian gizi buruk di Wilayah Kerja Puskesmas Peusangan disebabkan oleh pengetahuan, pendidikan, pola asuh dan pendapatan keluarga. Disarankan agar petugas kesehatan memotivasi ibu balita untuk membawa anak balita ke posyandu setiap bulan secara rutin.
Edukasi Kesehatan Stunting di Kabupaten Bengkulu Utara: Health Education of Stunting in Bengkulu Utara Wulan Angraini; Bintang Agustina Pratiwi; M. Amin; Riska Yanuarti; Henni Febriawati; M. Ismail Shaleh
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2020): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v14i1.36

Abstract

Pemantauan status gizi Kabupaten Bengkulu Utara bulan Juni 2018 menunjukkan prevalensi stunting 9,03% dari total 1.289 balita yang diukur status gizi dalam status gizi stunting. Puskesmas Argamakmur merupakan salah satu yang tertinggi jumlah balita dengan status gizi stuntingberjumlah 143 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi kesehatan stunting terhadap pengetahuan dan sikap ibu di Puskesmas Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan metode quasy experimentdengan pre danpost test one group pada 29 Juli sampai dengan 19 Agustus 2019 di Puskesmas Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang memiliki balita sedangkan sampel merupakan sebagian ibu yang memiliki anak usia 24-36 bulan dengan teknik accedental samplingsebanyak 19 responden. Analisis data menggunakan uji Compare Means Paired T-Test. Analisis data didapatkan rerata sebelum diberikan edukasi kesehatan terhadap pengetahuan (4,95), sikap (24,21), rata- rata sesudah di berikan edukasi kesehatan terhadap pengetahuan (7,89), sikap (29,58). Rerata pengetahuan dan sikap meningkat tentang stuntingsetelah edukasi pendidikan kesehatan dalam bentuk flipchat (lembar balik) di Puskesmas Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara.