cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
Studi Kualitatif Kesiapsiagaan Tim Komite Bencana Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul dalam Menghadapi Bencana Hodiri Adi Putra
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.305 KB) | DOI: 10.32504/hspj.v2i1.22

Abstract

Kesiapsiagaan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul terhadap bencana tercermin dari struktur Tim Komite Bencana. Pengukuran kesiapsiagaan Rumah Sakit diperlukan untuk identifikasi dan klasifikasi penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur Kesiapsiagaan Tim Komite Bencana Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul dalam penanggulangan bencana. Penelitian berupa deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel adalah pegawai yang memiliki jabatan dalam Manajemen Bencana Rumah Sakit. Uji validitas menggunakan triangulasi sumber dan metode sedangkan analisis datanya menggunakan analisis isi (content analysis) setelah diolah dengan open code. Instrumen pengukuran menggunakan kriteria Hospital Safety Index 2015. Hasil penelitian didapatkan bahwa Tim komite penanggulangan bencana rumah sakit secara resmi telah dibentuk oleh Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul untuk menanggapi keadaan bencana. Sebagai rumah sakit siaga bencana tercermin dari Struktur Bagan Sistem Komando Penanggulangan Bencana yang telah disepakati bersama. Tim kebencanaan rumah sakit sudah melaksanakan pelatihan kebencanaan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill, Pusat Operasi Darurat (POD) rumah sakit berada di area yang aman dan mudah dijangkau serta terlindungi, dilengkapi dengan peta jalur evakuasi, Direktori pemangku kepentingan eksternal dan kontak lainnya tersedia up to date dan dipegang oleh staf penanganan tanggap darurat utama, Kartu aksi untuk semua personil masih dalam proses, menunggu SK turun masih dalam pengajuan ke direktur.
Kelelahan Postpartum Antara Ibu Primipara dan Multipara di Wilayah Kerja Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul: Comparative Study RR Viantika Kusumasari
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.38 KB) | DOI: 10.32504/hspj.v2i1.23

Abstract

Pada masa postpartum wanita rentan mengalami kelelahan yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah paritas. Ibu primipara mempunyai tuntutan tugas dan tanggung jawab dengan peran baru untuk memenuhi kebutuhan selama periode postpatum sedangkan ibu multipara akan lebih realistis dalam mengantisipasi keterbatasan fisiknya dan dapat lebih mudah beradaptasi dengan peran dan interaksi sosial. Dampak kelelahan postpartum dapat menunda fungsi status sosial wanita dirumah tangga, sosial, pekerjaan maupun tanggung jawab terhadap perawatan bayinya, serta dapat meningkatkan resiko terjadinya depresi postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kelelahan postpartum antara ibu primipara dan multipara di wilayah kerja Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain comparative study. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu consecutive sampling. Jumlah sampel 30 ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul (15 primipara dan 15 multipara). Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kelelahan postpartum yaitu PFS. Analisa data yang digunakan dengan uji independent t-test. Hasil uji independent t-test menunjukkan nilai signifikasi (p=0.145) lebih besar dari 0.05 yang berarti nilai rata-rata tingkat kelelahan kedua kelompok tidak bermakna secara statistik. Kesimpulanya adalah tidak ada perbedaan kelelahan postpartum antara ibu primipara dan multipara di wilayah kerja Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul.
Nyeri dan Kecemasan Berhubungan dengan Kualitas Hidup Remaja Dismenore Eka Oktavianto; Fitri Dian Kurniati; Atik Badi'ah; Maria Angelina Bengu
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.12 KB) | DOI: 10.32504/hspj.v2i1.24

Abstract

Dismenore adalah salah satu dari banyak gangguan menstruasi yang dialami wanita, rasa sakit terjadi sesaat sebelum menstruasi atau selama menstruasi dan dapat bertahan selama beberapa hari menstruasi. Rasa sakit dan kecemasan selama dismenore akan mempengaruhi gangguan aktivitas kehidupan sehari-hari para remaja. Tujuan dari penelitia ini adalah untuk menganalisis hubungan antara skor nyeri dan skor kecemasan dengan skor kualitas hidup pada remaja selama dismenore. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental dengan desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 118 siswi di SMP 1 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel bersifat purposive. Uji analisis yang digunakan untuk melihat hubungan adalah uji korelasi pearson.Temuan dari penelitian ini adalah rata-rata skor kecemasan yang dialami oleh remaja dengan dismenorea di SMPN 1 Banguntapan Bantul Yogyakarta adalah 14.95. Sedangkan skor rata-rata nyeri yang dialami oleh remaja adalah 3.04 dan skor kualitas hidup rata-rata adalah 60.22. Analisis bivariat antara skor kecemasan variabel dengan kualitas hidup mendapatkan nilai p=0.041 dan antara skor nyeri dengan kualitas hidup mendapatkan nilai p=0.010. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara skor kecemasan dan skor nyeri dengan skor kualitas hidup pada remaja selama dismenore (p value  0.05).
Pengaruh Pemberian Air Rebusan Seledri (Apium Graveolens L.) Terhadap Kadar Asam Urat pada Penderita Gout Artritis di Rasau Jaya Usman Usman; Ika Prasetya; Gusti Jhoni Putra; Wuriani Wuriani
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.976 KB) | DOI: 10.32504/hspj.v2i1.21

Abstract

Gout sering dialami oleh orang dewasa disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi purin. Air rebusan seledri yang mengandung apiin dan apigenin dipercaya dapat menurunkan kadar asam urat secara alami tanpa menimbulkan efek samping. Selain itu, kemudahan dalam mendapatkan dan mengaplikasikan seledri menjadikan seledri obat alternatif tradisional dalam penurunan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan seledri (Apium graveolens L.) terhadap kadar asam urat pada penderita gout di wilayah kerja Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Puskesmas Rasau Jaya. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperiment dengan rancangan non-equivalent pre-test and post-test control group design. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling berjumlah 64 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Analisa menggunakan uji Independent t-test. Hasil kadar asam urat pada kelompok intervensi didapatkan p value=0.002, sedangkan kadar asam urat pada kelompok kontrol didapatkan p value=0.496. Perbandingan antara kelompok kontrol dan intervensi memiliki nilai signifikansi p value 0.001. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian air rebusan seledri (Apium graveolens L.) terhadap kadar asam urat pada penderita gout di Rasau Jaya, sehingga pemberian air rebusan seledri (apium graveolens L.) ini dapat diaplikasikan sebagai intervensi mandiri keperawatan dalam menangani masalah asam urat.
Perilaku diet, Aktivitas Fisik dan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Klinik Pratama Widuri Kabupaten Sleman: Perlukah Program Lifestyle Modification? Panji Tutut Anggraeni; Titiek Hidayati; Mahendro Prasetyo Kusumo
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.622 KB) | DOI: 10.32504/hspj.v2i1.25

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg, dengan lifestyle modification sebagai salah satu tatalaksana non farmakologis utama yang dapat meningkatkan keberhasilan terapi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui gambaran perilaku diet dan aktivitas fisik pasien hipertensi di Klinik Pratama Widuri Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pemilihan sampel menggunakan metode simple random sampling. Total sampel sebanyak 84 responden. Kategori perilaku diet dihitung menggunakan kuesioner yang diadopsi dari Pennington Biomedical Research Center (2014), kategori aktivitas fisik dihitung menggunakan Kuesioner Baecke dan tekanan darah dihitung menggunakan spymomanometer yang telah dikalibrasi. Hasil penelitian menunjukkan pada kategori perilaku diet, responden yang memiliki perilaku diet baik sebanyak 13.1% dan responden yang memiliki perilaku diet kurang sebanyak 86.9%. Pada kategori aktivitas fisik, responden yang mempunyai aktivitas fisik ringan 70.2% dan responden yang aktivitas fisik sedang sebanyak 29,8%. Kemudian pada kategori tekanan darah, secara keseluruhan rata-rata tekanan darah pada responden adalah 153.59/90.71 mmHg yang terbagi menjadi 2 derajat yaitu hipertensi grade I (sistolik 140-159 dan/atau diastolik 90-99), hipertensi grade II (sistolik ≥160 dan/atau diastolik ≥100). Responden yang mempunyai tekanan darah tinggi grade II lebih banyak (52.4%) dibandingkan grade I (47.6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku diet dan aktivitas fisik pada pasien hipertensi di Klinik Pratama Widuri masih kurang dan memerlukan program Lifestyle Modification untuk meningkatkan lifestyle behavior dan keberhasilan terapi pada pasien hipertensi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5