cover
Contact Name
Sufyan Ilyas
Contact Email
sufyan.ilyas@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.staitapaktuan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh selatan,
Aceh
INDONESIA
Al-Mursalah
ISSN : 24427268     EISSN : 26218240     DOI : -
Core Subject : Social,
AL-MURSALAH: Jurnal Hukum Islam Bulan dan tahun pertama kali terbit : Januari – Juni 2018 Frekuensi terbitan : 6 Bulanan Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016" : 7 Documents clear
BATASAN AURAT WANITA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Oktariyadi S, MA S, MA
Al-MURSALAH Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana muslimah tidak identik dengan busana wanita Arab, sebab Islam tidak menentukan model busana muslimah tertentu. Karena itu, segala model busana cocok untuk Islam, sepanjang memenuhi kriteria menutup ‘aurat.  Dalam kondisi tertentu, sesuai dengan pekerjaan dan profesinya,  terkadang  wanita boleh jadi tidak dapat menutup semua auratnya, karena diserta hajat yang memaksa, maka wanita menerima keadaan seperti itu. Persoalan itulah yang akan dikaji dalam tulisan ini, sehingga akan ditemukan solusinya. Tujuan kajian ini untuk melihat batasan aurat wanita dalam perspektif hukum Islam.  Hasil kajian menunjukkan bahwa aurat wanita yang wajib ditutup adalah segenap bagian tubuhnya, kecuali wajah dan dua telapak tangannya. Sebagian ulama menambahkan dua telapak kakinya. Batasan ‘aurat yang demikian itu berlaku ketika wanita sedang melaksanakan shalat dan ketika berhadapan dengan laki-laki selain suami dan muhrimnya. Apabila ketika wanita berhadapan dengan muhrimnya atau laki-laki lain yang tidak memiliki syahwat, maka batasannya menjadi longgar, sehingga rambut, leher, kedua tangan sampai siku dan kedua kaki sampai lutut tidak termasuk dalam kategori ‘aurat yang tidak wajib ditutup. Kata Kunci : Batasan,  Aurat Wanita dan Hukum Islam
NEO-MODERNISME DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN NURCHOLIS MADJID Muhsin, MA
Al-MURSALAH Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kritikan akhir-akhir ini tentang pemikiran neo-modernis. Di sisi lain, neo-modernisme ini juga mendapat sambutan di kalangan intelektual yang tumbuh dari kalangan modernis, karena ia mengandung agenda-agenda pemikiran yang mencoba memadukan cita-cita liberal progresif. Pada satu sisi gerakan ini menawarkan modernisme Islam yang paling terbaru, namun bila tidak dikaji secara lebih mendalam ia akan kehilangan makna. Dalam kajian ini, lebih difokuskan pada bagaimana pola pemikiran Nurcholis Madjid tentang neo-modernisme. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian content analisis, dengan menggunakan pendekatan histories-filosofis dengan melakukan interpretasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa (1) Modernisasi dalam pandangan Nurcholis Madjid merupakan proses berpikir dan bekerja secara maksimal yang sesuai dengan Sunatullah (hukum Ilahi), sebab dengan memahami hukum yang berlaku di alam ini, maka akan melahirkan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui rasionya, sehingga akan menjadi manusia yang rasional yakni manusia yang mampu memperoleh daya guna yang maksimal untuk memanfaatkan alam ini bagi kehidupannya; (2) Sekularisasi dalam pandangan Cak Nur adalah suatu konsep yang tujuannya untuk mendinamiskan nilai-nilai yang sudah semestinya bersifat duniawi di samping melepaskan umat Islam dari kecenderungan untuk meng-ukhrawikannya.  Kata Kunci : neo-modernisme, Nurcholis Madjid
HUKUM PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Dr. Analiansyah, MA
Al-MURSALAH Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam studi hukum Islam, kajian beban pembuktian perlu mendapat tempat yang luas, karena diyakini hukum Islam memiliki ruang lingkup yang syumul (mencakup semua hal). Dengan demikian meskipun jumlah nas al-Qur’ān  dan hadis Nabi Saw terbatas, namun tidak berarti secara konsep memiliki keterbatasan pula. Para ulama telah memberikan pemikiran dan metode yang dapat digunakan untuk pengembangan hukum Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pandangan hukum Islam terhadap beban pembuktian terbalik. Untuk membahas masalah ini, digunakan pendekatan statute approach (pendekatan perundang-undangan) dan ushul fiqh. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembuktian terbalik menurut hukum Islam dapat diterima menjadi salah satu bentuk beban pembuktian untuk kasus-kasus tertentu saja. Artinya, beban pembuktian tidak berlaku umum untuk semua kasus tindak pidana. Kasus-kasus tertentu yang dimaksud di sini adalah korupsi. Korupsi di Indonesia dapat berupa memperkaya diri sendiri dan atau korporasi secara melawan hukum yang dapat merugikan keuangan negara. Korupsi dapat pula terjadi dalam bentuk orang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
TRANSPLANTASI ORGAN TUBUH (Perspektif Hukum Islam, Hukum Positif dan Etika Kedokteran) Dr. Saifullah, M.Ag
Al-MURSALAH Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan transplantasi organ tubuh telah merupakan isu yang menarik dalam dunia kedokteran menimbulkan berbagai masalah baru, sehingga menjadi salah satu perdebatan yang sensitive dalam dunia medis maupun agama. Semakin meningkatnya pasien yang membutuhkan transplantasi, penolakan organ, komplikasi pasca transplantasi dan risiko yang mungkin timbul akibat transplantasi telah memunculkan berbagai pertanyaan tentang etika, legalitas dan kebijakan yang menyangkut penggunaan teknologi.  Kajian ini bertujuan untuk  perspektif hukum Islam,  hukum positif dan etika kedokteran tentang transplantasi organ tubuh.  Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1)  Pandangan hukum Islam tentang transplantasi organ tubuh apabila transplantasi dilakukan dengan tidak ada hajat syar’i, yakni untuk pengobatan, maka hukumnya haram dan apabila ada hajat syar’iyyah dengan tujuan untuk memulihkan cacat/ penyakit, maka hukumnya boleh; (2)  Dalam pandangan hukum positif,  memperbolehkan dilakukannya transplantasi organ tubuh hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan tertentu; (3) Dari segi etika kedokteran, transplantasi dibolehkan hanya dalam keadaan darurat. Seorang dokter harus senantiasa melakukan profesinya menurut ukuran tertinggi, senantiasa mengingat dan kewajibannya melindungi hidup insani dan bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan keterampilannya.   Kata Kunci : Transplantasi, Hukum Islam, Positif & Etika Kedokteran
GENDER DALAM PERSPEKTIF ULAMA DI ACEH (Studi Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan) Desi Purnamasari, M.Pem.I
Al-MURSALAH Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ada pemahaman masyarakat tentang istilah gender sering kali menimbulkan ketimpangan di dalam masyarakat. Salah satu isu yang memicu ketimpangan tersebut adalah karena gender dianggap sebagai sesuatu yang bersifat Barat sentris, bahkan ada terjadi kerancuan pandangan antara konsep gender dan seks dalam hubungannya dengan peran laki-laki dan perempuan, khususnya di kalangan para ulama di Kecamatan Labuhan Haji Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang persoalan dan makna gender menurut pandangan ulama di Labuhan Haji Tengah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yakni dengan teknik kerjanya melalui hasil wawancara dan observasi di lapangan. Analisis data menggunakan reduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian ini dapat ditemukan pendapat ulama tentang gender bahwa sebagian ulama yang menerima konsep gender menganggap perempuan dan laki-laki berhak bekerja dimana saja, bahkan di dalam rumah maupun di luar rumah. Sementara sebagian ulama yang menolak dan memandang bahwa agama hanya mewajibkan laki-laki untuk mencari nafkah, dan perempuan hanya bisa bekerja di rumah saja. Selain itu, perempuan dianggap sebagai makhluk yang lemah sehingga harus selalu berada dalam bimbingan laki-laki. kemudian perempuan di pandang lebih rendah karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Kenyataan ini tentu sangat memprihatinkan, karena Islam pada prinsipnya menjunjung tinggi kesetaraan dan tidak membedakan manusia berdasarkan jenis kelamin.  Kata Kunci : Kesetaraan, Gender dan Ulama
PENENTUAN STATUS HUKUM MAFQUD DITINJAU DARI PRESPEKTIF IMAM MAZHAB Harry Kurniawan, MH
Al-MURSALAH Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mafqud adalah orang yang terputus beritanya sehingga tidak diketahui hidup matinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami penentuan status hukum bagi mafqud ditinjau dari perspektif imam mazhab.  Penelitian ini berbentuk penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Data yang diperoleh adalah data primer dan data sekunder yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penentuan seseorang telah mafqud adalah berdasarkan pada tanggal atau waktu ditemuinya bukti kuat tentang kematian mafqud. Jika penentuan itu berdasarkan  pada  ijtihad  atau  persangkaan,  di  sini  ada  dua  pendapat.  Pertama,  Abu  Hanifah  dan  Malik berpendapat bahwa waktu wafatnya mafqud dianggap sejak tanggal hilangnya mafqud bersangkutan. Sejak tanggal itulah dia dianggap telah mafqud. Konsekuensi logisnya, adalah bahwa ahli waris mafqud yang wafat sebelum tanggal tersebut tidak berhak mendapat warisan` dari mafqud dimaksud, karena warisan itu hanya berlaku bagi ahli waris yang masih hidup pada tanggal mafqud mulai hilang. Berbeda halnya dengan Syafi’ī dan Ahmad yang berpendapat bahwa` mafqud dianggap telah wafat sejak tanggal pernyataan kewafatannya, sehingga dengan demikian mafqud berhak mendapat warisan dari pewarisnya yang wafat sebelum tanggal kematian mafqud, dan ahli waris mafqud berhak mendapat warisan dari mafqud bersangkutan jika ahli warisnya masih hidup pada saat mafqud dinyatakan wafat. Kata Kunci : Penetapan Mafqud dan Imam Mazhab
KONVERSI AGAMA DAN PERMASALAHANNYA DALAM KEHIDUPAN MODERN Indra Hidayat, M.Ag
Al-MURSALAH Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu tentang konvensi agama merupakan isu yang menarik dan banyak dikaji oleh para pakar psikologi, karena menyangkut tentang gejolak batin seseorang yang sangat mendasar dalam kehidupan ini. Proses konversi agama ini, dapat terjadi pada diri seseorang atau kelompok orang. Segala bentuk kehidupan batinnya yang semula mempunyai pola sendiri berdasarkan pandangan hidup yang dimilikinya (agama), maka setelah terjadi konversi agama pada dirinya secara spontan pola lama ditinggalkan sama sekali. Segala bentuk perasaan batin terhadap kepercayaan lama seperti: harapan, rasa bahagia, keselamatan, kemantapan menjadi berlawanan arah, kemudian timbullah gejala-gejala baru berupa perasaan serba tidak lengkap dan tidak sempurna. Gejala ini menimbulkan proses kejiwaan, baik dalam bentuk merenung dan sebagainya, sehingga mengakibatkan timbulnya tekanan batin, penyesalan diri, rasa berdosa, cemas terhadap masa depan, perasaan susah yang ditimbulkan oleh kebimbangan. Terjadinya, konversi agama pada diri seseorang, berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh berlainan sebab yang mendorongnya serta bermacam pula tingkatan yang dialaminya. Kata Kunci : Konversi Agama dan Kehidupan Modern

Page 1 of 1 | Total Record : 7