cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2023)" : 6 Documents clear
Review : Evaluasi Stabilitas dan Inkompatibilitas Sediaan Oral Liquid Windi Fresha Qomara; Ida Musfiroh; Rina Wijayanti -
Majalah Farmasetika Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v8i3.44346

Abstract

Stabilitas suatu sediaan sangat penting dalam menentukan kualitas, efikasi dan keamanan suatu produk karena produk yang stabil dapat menentukan keberhasilan pengobatan. Banyak faktor yang mempengaruhi suatu produk menjadi tidak stabil. Salah satu bentuk sediaan farmasi yang paling disukai adalah sediaan cairan oral karena kemudahan dalam mengkonsumsinya. Untuk menentukan stabilitas dan kompatibilitas sediaan oral liquid dilakukan pencarian literature pada situs Google Scholar dan PUBMED menggunakan kata kunci dengan total jurnal yang didapatkan adalah 266 jurnal dan setelah diskrining terdapat 21 jurnal yang masuk kriteria inklusi dan totalnya digunakan 53 referensi dalam review ini. Dari hasil pencarian literatur tersebut didapatkan bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi kestabilan sediaan cair oral seperti suhu, pH dan juga mikroba. Untuk itu dalam proses formulasi perlu dikaji keadaan yang paling cocok dengan karakteristik bahan yang digunakan baik zat aktif, eksipien maupun bahan kemas. Untuk menentukan kestabilan sediaan farmasi dilakukan dengan uji stabilitas dengan mengatur suhu dan kelembaban sesuai dengan zona klimatik serta pengujian dilakukan pada rentang waktu tertentu. Setelah melakukan uji stabilitas perlu dilakukan evaluasi sediaan seperti pemampilan baik dari warna, bau rasa, kemudian dari viskositas, pH, kejernihan, endapan dan juga pemisahan fase, serta kadar sediaan.
Review: Peningkatan Stabilitas Vitamin C dalam Sediaan Kosmetika Mutiara Tonthawi; Ida Musfiroh
Majalah Farmasetika Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v8i3.44462

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu antioksidan potensial yang dapat membantu mencerahkan warna kulit dan kerap kali digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit, dikarenakan selain memiliki bioaktivitas sebagai stimulasi produksi kolagen, berfungsi juga sebagai agen pencerah kulit, UV protector, anti-aging (penuaan dini), mengurangi kerutan, mencegah bintik hitam pada wajah. Akan tetapi, Vitamin C ini sangat sensitif dan dapat terdegradasi menjadi dehydroascorbic acid akibat reaksi fotooksidasi dan hidrolisis. Tujuan review artikel ini adalah untuk memberikan informasi mengenai metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan stabilitas Vitamin C dalam sediaan kosmetik. Review ini menggunakan metode penelitian komparatif dengan mengumpulkan berbagi sumber pustaka primer dari 44 jurnal penelitian dengan kriteria jurnal dari tahun 2012 hingga 2022 yang membahas tentang metode peningkatan stabilitas Vitamin C dan kriteria eksklusinya ialah jurnal yang membahas tentang stabilitas sediaan injeksi Vitamin C. Hasil review dari beberapa artikel mengindikasikan bahwa stabilitas Vitamin C dapat ditingkatkan dengan menggunakan beberapa metode yaitu mikroenkapsulasi, pengurangan suhu dan waktu pemanasan, penyimpanan pada suhu rendah, penyesuaian nilai pH, peningkatan konsentrasi gliserin, pengurangan kandungan oksigen pada air, penyesuaian konsentrasi Vitamin C, dan penggunaan turunan Vitamin C. Selain itu, peningkatan stabilitas Vitamin C dapat dilakukan dengan penambahan eksipien seperti sodium metabisulfite, trace element, antioksidan lain, dan bahan penstabil.
Formulasi Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Buah Lada Hitam (Piper ningrum L.) dengan Variasi Konsentrasi Tween 80 dan PEG 400 Septia Andini; Yulianita Yulianita; E Nurul Kholisoh Febriani
Majalah Farmasetika Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v8i3.40678

Abstract

Buah lada hitam memiliki komponen utama yaitu senyawa piperin yang berkhasiat sebagai antiinflamasi. Pemakaian secara topikal dengan penghantaran obat melalui TDDS (Transdermal drug delivery system) diharapkan dapat meningkatkan penetrasi obat sehingga lebih efektif. Nanoemulgel merupakan sediaan nanoemulsi dengan ukuran droplet kisaran 50-1000 nm dengan penambahan basis gel. Nanoemulgel dipilih karena sistem penghantaran obat berpenetrsi kedalam kulit sehingga dapat meningkatkan bioavailabilitas suatu zat aktif. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan Nanoemulgel dengan variasi konsentrasi surfaktan Tween 80 dan kosurfaktan PEG 400. Sebanyak tiga formula dibuat dengan variasi konsentrasi surfaktan Tween 80 dan kosurfaktan PEG 400 yaitu F1 (30:30); F2 (35:25); dan F3 (40:20). Ekstraksi buah lada hitam dengan metode sokletasi dengan pelarut etanol 96%. Tahap pembuatan sediaan Nanoemulgel dibuat dalam 3 tahap yaitu pembuatan nanoemulsi, pembuatan basis gel dan pencampuran nanoemulsi ke dalam basis gel. Hasil penelitian menunjukkan Formula 3 merupakan formula terbaik dan stabil dilihat dari  hasil pengujian ukuran partikel (59,37) nm, polidispersitas indeks (0,25), zeta potensial (-28,9) mV, dan pH sediaan (5,60±0,01).
Pengaruh Pelayanan Informasi Swamedikasi Online Berbasis Whatsapp Bot terhadap Pengetahuan Masyarakat Esti Ambar Widyaningrum; Moza Fellya Fadrian; Wika Admaja
Majalah Farmasetika Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v8i3.43683

Abstract

Latar belakang: Revolusi industri 4.0 pada era digital saat ini mendorong untuk berkembangnya Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dimana salah satu bidang yang terus berkembang dan mengadopsi TIK adalah e-health. Di bidang kefarmasian, e-health dikembangkan lagi menjadi e-pharmacy yang digunakan sebagai sarana pelayanan informasi obat (PIO) yang diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi terkait obat. Inovasi pelayanan informasi swamedikasi online sangat diperlukan untuk memudahkan pencarian informasi sehingga diharapkan pengetahuan masyarakat dapat meningkat dalam melakukan swamedikasi yang rasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan swamedikasi online berbasis WhatsApp Bot terhadap tingkat pengetahuan masyarakat. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experiment: one-group pretest-posttest design yang dilanjutkan dengan metode survei analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan didapatkan 113 responden yang berasal dari warga Kelurahan Talun, Kabupaten Blitar. Hasil: Profil karakteristik responden: jenis kelamin terbanyak perempuan (71,7%), rentang usia 17-25 tahun (60,2%), pendidikan akhir SMA (62,8%), pekerjaan pelajar/mahasiswa (38,1%), dan penghasilan 0 (44,2%). Menu layanan swamedikasi online berbasis WhatsApp Bot terbanyak diakses: definisi swamedikasi (18,7%) dan penyakit khususnya acne vulgaris (17,7%). Tingkat pengetahuan responden sebelum mendapatkan intervensi layanan informasi swamedikasi online kategori baik 67,3%, cukup baik 26,5%, kurang baik 4,4%, dan tidak baik 1,8% dan meningkat menjadi 100% kategori baik setelah intervensi. Pengaruh pelayanan informasi swamedikasi online berbasis WhatsApp Bot terhadap tingkat pengetahuan responden diuji dengan Wilcoxon Signed Rank Test dengan p-value ≤ 0.05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pelayanan informasi online berbasis WhatsApp Bot terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi masyarakat.
Implementasi Kepatuhan Pelaksanaan Cara Distribusi Obat yang Baik Terkait Produk Khusus Psikotropika dan Obat Mengandung Prekursor Farmasi di PBF PT “X” di Kota Tasikmalaya Melisa Fuji Faujiah Dwi Putri; Keri Lestari Dandan
Majalah Farmasetika Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v8i3.44089

Abstract

Penggunaan psikotropika dan obat mengandung prekursor farmasi (OMPF) tanpa petunjuk atau resep dokter merupakan tindakan di luar indikasi medis yang dapat menyebabkan pengguna mengalami ketergantungan dan menimbulkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari akibat pemakaian yang bersifat patologik (menimbulkan kelainan). Oleh karena itu, diperlukan pengawasan terhadap penangan dan penyaluran produk khusus psikotropika dan OMPF salah satunya oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF). PBF merupakan suatu perusahaan berbadan hukum yang memperoleh izin dalam proses pengadaan, pelaksanaan penyimpanan, hingga proses penyaluran obat dan/atau bahan obat dengan jumlah yang besar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) merupakan pedoman dalam  melaksanakan proses penyaluran dan pendistribusian obat atau bahan obat sehingga mutu poduk dapat terjamin sepanjang jalur distribusi. Tujuan: untuk mengetahui kepatuhan pelaksanaan CDOB berdasarkan regulasi pemerintah dan regulasi internal terkait penanganan dan penyaluran produk khusus psikotropika dan OMPF di PBF PT “X” di Kota Tasikmalaya. Metode: Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif yaitu menggunakan metode observasi langsung dan wawancara dengan menggunakan daftar ceklis kuisioner. Hasil: Perolehan kepatuhan penerapan CDOB terkait produk khusus Psikotropika dan OMPF dari kuisioner yang berjumlah 19 pertanyaan, PBF PT “X” telah memenuhi semua aspek CDOB. Kesimpulan: Berdasarkan hasil observasi, dan wawancara langsung didapatkan kesimpulan penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik di PBF PT “X” di Kota Tasikmalaya telah terlaksana dengan sangat baik.
Narrative Review: Herbal Nanospray Sebagai Anti-Aging Mulyawati Widya Pratiwi; Triyadi Hendra Wijaya; Sumayyah Sumayyah; Dhadhang Wahyu Kurniawan
Majalah Farmasetika Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v8i3.45705

Abstract

Anti-aging menjadi upaya untuk mengurangi tanda-tanda penuaan kulit seperti adanya kerutan, kusam, dan flek hitam pada kulit. Banyak herbal dalam formula nanoteknologi dengan karakteristik cairan yang memiliki aktivitas anti-aging dapat dikembangkan menjadi sediaan nanospray. Ketika zat aktif berukuran nano kemudian dalam bentuk spray akan lebih mempermudah penghantaran zat aktif secara langsung dengan daya sebar yang luas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara ilmiah mengenai herbal nanospray yang dapat digunakan sebagai anti-aging dengan menggunakan desain studi Narrative review. Metode review dilakukan dengan menelusuri artikel-artikel ilmiah pada Google scholar, PubMed, dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci “Skin aging”, “nanospray”, “herbal nanotechnology”, “herbal anti-aging”, “natural products” atau yang berkaitan dengan judul. Artikel-artikel ilmiah yang sesuai kemudiaan dikumpulkan, ditabulasi, dan dianalisis. Hasil dari artikel yang ditemukan berisikan herbal yang berpotensi sebagai anti-aging yang dibedakan berdasarkan aktivitasnya, seperti mampu melindungi dari penuaan kulit, mampu melindungi matriks kulit, dan mampu melembabkan kulit. Senyawa pada herbal yang berpotensi sebagai anti-aging yaitu senyawa polifenol dan vitamin sebagai antioksidan. Nanoteknologi dapat dimodifikasi menjadi teknologi nanospray sebagai anti-aging karena memiliki karakteristik berupa cairan sehingga dapat dimaksukkan ke alat spray. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa herbal yang dapat berpotensi sebagai anti-aging umumnya karena mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan. Herbal tersebut dapat dimodifikasi menjadi nanospray melalui pendekatan nanoteknologi berbasis cairan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 9, No 1 (2024) Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue