SONDE (Sound of Dentistry)
SONDE (Sound of Dentistry) is an open access journal under management of Faculty of Dentistry Maranatha Christian University which present original research articles, review articles, and case report that sounding the innovation and recent development in dentistry. SONDE is covering all area of dentistry, including oral biology; dental material science and technology; oral and maxillofacial surgery; pedodontics; dental public health, epidemiology, preventive and community dentistry; conservative dentistry; periodontics; prosthodontics; orthodontics; oral medicine; dentomaxillofacial radiology; forensic dentistry as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach.
Articles
49 Documents
Pengaruh Mengonsumsi Minuman Berkarbonasi Terhadap Erosi Gigi Insisivus Permanen Rahang Atas
Novia Ayu Lestari;
Ibnu Suryatmojo;
Linda Sari Sembiring
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 3 No. 2 (2018): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (489.126 KB)
|
DOI: 10.28932/sod.v3i2.1783
Minuman berkarbonasi merupakan salah satu minuman paling digemari oleh masyarakat. Minuman berkarbonasi bersifat asam dengan pH 2-2,3-7 yang dapat menyebabkan erosi gigi terutama pada gigi insisivus rahang atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh mengonsumsi minuman berkarbonasi terhadap erosi gigi insisivus permanen rahang atas dan apakah mengonsumsi minuman berkarbonasi dengan durasi waktu yang berbeda memberikan pengaruh tingkat erosi yang berbeda terhadap gigi insisivus rahang atas. Pada penelitian ini, gigi insisivus rahang atas sebanyak 8 buah dilakukan simulasi pengaliran minuman berkarbonasi dengan waktu 5 menit dan 10 menit. Sebelum dan sesudah simulasi pengaliran akan dilakukan uji Scanning Electron Microscope untuk mengukur lebar erosi. Berdasarkan hasil Scanning Electron Microscope, didapatkan kenaikan lebar erosi sebesar 0,60 ?m pada kelompok pengaliran 5 menit dan 2,17 ?m pada kelompok pengaliran 10 menit. Hasil penelitian diuji dengan t-test berpasangan dan didapat p value < 0.05. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh mengonsumsi minuman berkarbonasi terhadap tingkat erosi gigi insisivus permanen rahang atas berdasarkan lamanya durasi waktu konsumsi.
Efek Berkumur Sari Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Terhadap Indeks Plak Gigi
Marcella Egi;
Georgius Soetjipto Soegiharto;
Endang Evacuasiany
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 3 No. 2 (2018): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.649 KB)
|
DOI: 10.28932/sod.v3i2.1784
Penyakit periodontal merupakan urutan tertinggi dari penyakit gigi dan mulut di Indonesia. Plak gigi merupakan faktor etiologi yang menjadi penyebab terjadinya penyakit periodontal. Plak gigi merupakan lapisan biofilm yang terdiri dari glikoprotein saliva, polimer ekstraseluler dan bakteri dimana salah satu bakteri utama dalam plak gigi adalah Streptococcus mutans. Pembentukan plak gigi dapat dicegah dengan kontrol plak meliputi kontrol mekanis dan kontrol kimiawi, salah satunya penggunaan obat kumur menggunakan bahan alami yaitu sari buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek berkumur sari buah tomat (Solanum lycopersicum L.) terhadap indeks plak gigi. Rancangan penelitian ini berupa eksperimental semu, dengan desain pre-test dan post-test yang bersifat komparatif. Subjek penelitian berjumlah 33 orang. Pengukuran indeks plak gigi dilakukan enam kali, yaitu sebelum dan setelah berkumur sari buah tomat pada hari ke-1, ke-3 dan ke-7. Indeks plak gigi diukur menggunakan metode O’Leary. Analisis data dilakukan dengan paired t-test dan Wilcoxon test dengan ?=0.05. Hasil penelitian rerata penurunan indeks plak gigi setelah berkumur sari buah tomat (Solanum lycopersicum L.) pada hari ke-1 sebesar 13,67, hari ke-3 sebesar 11,03 dan hari ke-7 sebesar 11,07. Hasil analisis data didapatkan nilai p<0,05 berarti terdapat perbedaan presentasi rata-rata indeks plak gigi sebelum dan sesudah berkumur sari buah tomat (Solanum lycopersicum L.) yang signifikan. Simpulan penelitian ini adalah berkumur dengan sari buah tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki efek menurunkan indeks plak gigi.
Pengaruh Mengonsumsi Tomat Ceri (Solanum lycopersicum L. var. cerasiforme) Terhadap Indeks Plak Gigi
Adzra Nashira Rabbani;
Georgius Soetjipto Soegiharto;
Endang Evacuasiany
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 3 No. 2 (2018): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.924 KB)
|
DOI: 10.28932/sod.v3i2.1785
Tomat (Solanum lycopersicum L.) sudah banyak digunakan dalam bidang kesehatan karena memiliki daya antioksidan, anti-inflamasi, dan anti bakteri. Tomat memiliki beragam jenis salah satunya tomat ceri (Solanum lycopersicum L. var. cerasiforme). Pada bidang kedokteran gigi kandungan tomat biasa digunakan untuk beberapa penyakit rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengonsumsi tomat ceri (Solanum lycopersicum L. var. cerasiforme) terhadap indeks plak gigi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu dengan desain pre-test dan post-test. Subjek penelitian terdiri dari 23 subjek dengan kelompok yang sama. penelitian dilakukan dalam jangka waktu 7 hari dan pemeriksaan dilakukan ketika sebelum dan setelah mengonsumsi tomat ceri (Solanum lycopersicum L. var. cerasiforme) serta dilakukan perhitungan indeks plak menggunakan metode O’leary pada hari ke-1,3, dan 7. Analisis data dilakukan dengan uji t berpasangan (? = 0,05) dan uji normalitas dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk. Hasil uji statistik penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan penurunan rata-rata indeks plak setelah mengonsumsi tomat ceri Solanum lycopersicum L. var. cerasiforme) yang signifikan yaitu pada hari ke-1 sebesar 13,548, hari ke-3 sebesar 14,128 dan hari ke-7 sebesar 12,652 dan data tersebut memenuhi p<0,05. Dapat disimpulkan bahwa tomat ceri (Solanum lycopersicum L. var. cerasiforme) dapat menurunkan indeks plak gigi.
Efek Penambahan Nanoselulosa Terhadap Compressive strength Bone cement Berbasis Kalsium Fosfat
Cindy Chakornnipit Fadly;
Angela Evelyna;
Bambang Sunendar
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 3 No. 2 (2018): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.686 KB)
|
DOI: 10.28932/sod.v3i2.1786
Bone cement kalsium fosfat merupakan generasi terbaru material pengganti tulang. Semen ini menghasilkan hidroksiapatit yang memiliki struktur kimia dan morfologi komponen dasar yang menyerupai tulang sehingga bone cement dapat digunakan untuk memfiksasi implan gigi immediate loading dental implan yang memiliki beberapa keuntungan. Namun sifat mekanisnya rendah sehingga perlu ditambah filler agar sifat mekanisnya meningkat Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dan dilakukan untuk membuat bone cement dengan alginat sebagai matriks yang ditambahkan nanoselulosa kristalin dan kalsium fosfat hidroksiapatit sebagai filler. Filler nanoselulosa kristalin disintesis dengan hidrolisis asam kemudian dikarakterisasi menggunakan TEM dan XRD. Pengujian sifat mekanis yang dilakukan yaitu uji tekan kompresi. Analisis dilakukan dengan ANOVA one way, dilanjutkan dengan Post Hoc Tuckey. Hasil uji tekan kompresi memperlihatkan kompresi tertinggi pada kelompok V (nanoselulosa 2%) sebesar 8,161 Mpa. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penambahan filler nanoselulosa kristalin pada bone cement berbasis kalsium fosfat meningkatkan compressive strength.
Deteksi Dini Oral Squamous Sel Carcinoma (OSCC) dengan Menggunakan Human Papillomavirus (HPV) sebagai Penandanya
Natallia Pranata
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 3 No. 2 (2018): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (916.176 KB)
|
DOI: 10.28932/sod.v3i2.1787
Insidensi oral squamous cell carcinoma (OSCC) secara global diprediksi akan meningkat sekitar 62% pada tahun 2035. Salah satu pathogen yang dapat menyebabkan keganasan adalah human papillomavirus (HPV). Pada kasus OSCC sekitar 17% hingga 87% diakibatkan oleh infeksi HPV.1–3 OSCC memiliki prognosis yang baik jika terdeteksi pada tahap dini. Deteksi HPV pada OSCC menjadi biomarker penting, dan dapat digunakan sebagai screening populasi memiliki resiko terkena OSCC.
Perbedaan Kekuatan Transversa Resin Akrilik Heat Cured yang Direndam pada Larutan Eeffervescent dan Perasan Daun Salam (Eugenia Polyantha Wight)
Chintya Citra K;
Angela Evelyna;
Dahlia Sutanto
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 2 No. 1 (2017): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (349.433 KB)
|
DOI: 10.28932/sod.v2i1.1789
Saat ini pembersih yang sering digunakan untuk membersihkan gigi tiruan sebagian lepasan adalah larutan effervescent dibantu dengan metode mekanik yaitu menyikat gigi tiruan menggunakan sikat gigi berbulu halus dan pasta gigi. Masalah dari metode pembersihan tersebut adalah dapat menurunkan kekuatan landasan gigi tiruannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perasan daun salam sebagai pembersih gigi tiruan terhadap kekuatan transversa resin akrilik heat cured. Spesimen akrilik berukuran 65 x 13 x 3.3 mm sebanyak 24 buah direndam dalam larutan effervescent dan perasan daun salam dengan variasi waktu yang berbeda 30 menit dan 8 jam selama 7 hari, lalu diuji kekuatan transversanya dengan Universal Testing Machine. Didapatkan perbedaan kekuatan transversa resin akrilik heat cured yang direndam larutan effervescent dan perasan daun salam, kelompok perasan daun salam 8 jam mengalami peningkatan kekuatan transversa secara signifikan sebesar -83.5 N lebih tinggi dibanding kelompok larutan effervescent 8 jam. Kandungan fenol ? 0.005% daun salam tidak menyebabkan difusi berlebihan pada resin akrilik. Kesimpulannya terdapat perbedaan kekuatan transversa resin akrilik heat cured yang direndam pada larutan effervescent dan perasan daun salam.
Efek Seduhan Teh Hitam terhadap Pertumbuhan Candida albicans
. Felita;
Shelly Lelyana;
Triswaty Winata
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 2 No. 1 (2017): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.121 KB)
|
DOI: 10.28932/sod.v2i1.1790
Kandidiasis oral adalah salah satu infeksi fungal yang mengenai mukosa oral, biasanya disebabkan oleh Candida albicans. Candida albicans adalah salah satu spesies Candida yang merupakan flora normal pada membran mukosa rongga mulut dan merupakan jamur yang sering menyebabkan kandidiasis pada rongga mulut dan dapat bersifat patogen opportunistik ketika pertahanan sistemik menurun. Pemanfaatan bahan alam dapat dipilih sebagai salah satu alternatif mencegah infeksi kandidiasis. Teh hitam merupakan salah satu minuman yang memiliki banyak manfaat kesehatan untuk host. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari seduhan teh hitam terhadap pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik, menggunakan metode disc diffusion dengan melakukan pengukuran zona hambat yang dibentuk oleh seduhan teh hitam konsentrasi 12,5%; 25%; 50%; 100%, kontrol negatif (cakram kosong), dan kontrol positif (cakram nistatin) pada Mueller Hinton Agar yang diinkubasi pada suhu 37? C selama 24 jam menggunakan jangka sorong. Hasil uji ANOVA menyatakan bahwa p < 0,05 sehingga dilanjutkan dengan uji Tukey yang menyatakan bahwa seduhan teh hitam dengan konsentrasi 100%; 50%; 25%; 12,5% tidak memiliki efek terhadap pertumbuhan Candida albicans. Kesimpulan dari penelitian ini adalah seduhan teh hitam tidak memiliki efek terhadap pertumbuhan Candida albicans.
Efektivitas Berkumur Ekstrak Kulit Apel Manalagi (Malus sylvestris Mill.) 12,5% terhadap Penurunan Indeks Plak
Alexander Raphael;
Georgius Soetjipto Soegiharto;
Endang Evacuasiany
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 2 No. 1 (2017): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.178 KB)
|
DOI: 10.28932/sod.v2i1.1791
Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit yang umum ditemukan diseluruh dunia. Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) persentase penduduk Indonesia yang memiliki masalah gigi mulut pada tahun 2007 dan 2013 mengalami peningkatan dari 23,2% menjadi 25,9%. Penyebab utama adalah plak. Bakteri yang dominan pada plak merupakan golongan Streptococcus seperti Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus, Neiseria sp, dan masih banyak lagi. Pembentukan plak dapat dicegah dengan berkumur ekstrak apel manalagi (Malus sylvestris Mill.) dengan konsentrasi 12,5%. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui efek berkumur ekstrak apel manalagi (Malus sylvestris Mill.) dalam menurunkan indeks plak gigi. Racangan penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain pre-test dan post-test. Subjek penelitian sebanyak 32 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak (n=16). Kelompok pertama berkumur dengan ekstrak kulit apel manalagi (Malus sylvestris Mill.) dan kelompok kedua sebagai kontrol berkumur dengan air mineral. Data yang diukur adalah indeks plak gigi dengan metode O’Leary. Analisis data persentase indeks plak gigi menggunakan paired T-test dan independent T test dengan a = 0,05. Hasil penelitian menunjukan rata – rata indeks plak gigi sebelum dan sesudah berkumur ekstrak kulit apel manalagi (Malus sylvestris Mill.) sebersar 29,02% dan 16,18%. Hasil analisis data didapatkan nilai p<0,05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang berkumur ekstrak kulit apel manalagi (Malus sylvestris Mill.) 12,5% dengan air mineral. Simpulan dari penelitian ini adalah berkumur dengan ekstrak kulit apel manalagi (Malus sylvestris Mill.) 12,5% dapat menurunkan indeks plak gigi.
Perawatan Komprehensif Nyeri Myofasial pada Pasien Reccurent Apthous Stomatitis: Suatu Laporan Kasus
Silvia Naliani;
Shelly Lelyana
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 2 No. 1 (2017): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.824 KB)
|
DOI: 10.28932/sod.v2i1.1792
Nyeri di rongga mulut dan sekitarnya merupakan keluhan yang menjadi alasan pasien datang ke dokter gigi. Pada mukosa rongga mulut, recurrent aphthous stomatitis (RAS) merupakan inflamasi yang menyebabkan rasa sakit dan menganggu penderitanya karena rekurensinya. Nyeri myofacial juga sering dialami oleh pasien dan mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari berdampak negatif pada kualitas hidup. Pada makalah ini dilaporkan kasus pasien RAS yang mengalami nyeri myofacial. Selain pemberian antiinflamsi topikal sebagai terapi RAS, pasien dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan dan splint stabilisasi. Perawatan yang komprehensip pada kasus ini menyebabkan penurunan nilai VAS yang significan. Perawatan komprehensif termasuk secara farmakologi maupun non farmakologi perlu dilakukan untuk menghilangkan nyeri yang dialami pasien.
Perawatan Internal Bleaching Menggunakan Teknik Walking Bleach Pada Gigi Insisif Sentral Kanan Rahang Atas (Case Report)
Rudy Djuanda
SONDE (Sound of Dentistry) Vol. 4 No. 2 (2019): SONDE (Sound of Dentistry)
Publisher : Maranatha Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.739 KB)
|
DOI: 10.28932/sod.v4i2.1935
Tooth discoloration is defined as extrinsic or intrinsic staining based on localization and etiology, appearance, severity and adhesion to the tooth structure. Tooth discoloration is a cosmetic problem and the teeth whitening procedure is more conservative than the restorative method. Tooth discoloration, especially those treated endodontically is a matter of concern for patients and dentists. Among the various bleaching techniques, the technique of "walking bleach" with hydrogen peroxide stands out because of its superior aesthetic results with less side effects. This paper presents a case of tooth discoloration in non-vital teeth that was successfully bleached using the walking bleach method.