cover
Contact Name
Pratiwi Hermiyanti
Contact Email
pratiwi.kesling@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalgemakesling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GEMA KESEHATAN LINGKUNGAN
ISSN : 16933761     EISSN : 24078948     DOI : -
Jurnal ini menerima artikel dengan scope sanitasi lingkungan meliputi penyehatan air, pengolahan limbah, penyehatan makanan minuman, penyehatan tanah dan pengolahan sampah, sanitasi tempat umum, kesehatan keselamatan kerja, penyehatan udara sanitasi permukiman dan promosi kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
KEMAMPUAN SAMPAH KULIT KERANG DALAM MENURUNKAN KEKERUHAN AIR SUNGAI KALI LAMONG Cicick Dwi Cahyati; Rachmaniah .; Margono .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 13, No 1 (2015): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v13i1.78

Abstract

TPA Benowo is a final disposal site for solid wastes generated by Surabaya community, located at KelurahanRomokalisari, Kecamatan Benowo Kota Surabaya. Every day nearly 1,200 tonnes of wastes are thrown intoTPA Benowo. This site was prepared with a land of approximately 39,7 hectares. The recent problemencountered by TPA Benowo is the leachate from the dump site that is normally discharge into Kali Lamong,now it turned out that such leachate is far above the allowable limit. Water is said to be turbid if it containslarge amount of suspended particles. Reduction of turbidity is normally done by filtering it through sandmedia. Clampshells offer an alternative for use as water filter media.This was a quasi-experimental study, using three different diameter, 1 mm, 0,5 mm, 0,3 mm. As much as 24samples were examined in this study, they were grouped into prior-to and after treatment groups, and acontrol group Sampling was performed in the morning to avoid excessive sunlight. Water was filtered throughon the same day, and followed by shipment to the laboratory right away. Data were tabulized, processedintographs, to facilitate descriptive analyses.The study found that one particular clampshell, kerang Tothok, at a diameter of 1 mm was proven to be mosteffective during treatment C, marked as 94,5% with recorded detention time of 90 minutes. Those havingdiameter of 0,5 mm is most effective during treatment C, marked at 95,8 % with recorded detention time of90 minutes. The 0,3 mm diameter is most effective at treatment C, marked at 85,7 % with recorded detentiontime of 90 minutes. The study concluded that the most effective diameter as a clampshell granules filtermedia is 0.5 mm, with reduction of 369.62 NTU or 95,8%. Further investigation is needed to learn theappropriate thickness of the clampshell granule filter.
PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminate L.) SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KADAR MANGAN PADA AIR SUMUR Alief Fitria RHS; Ferry Kriswandana; Darjati .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 16, No 2 (2018): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v16i2.829

Abstract

Air merupakan sumber kehidupan makhluk hidup terutama manusia dengan berbagai macam kebutuhan dasar manusia.Sumber air yang banyak digunakan adalah air tanah yaitu air sumur.Agar memenuhi persyaratan kesehatan perlu dilakukan pengolahan terutama dalam aspek kualitasnya. Air sumur banyak mengandung mineral diantaranya adalah mangan yang apabila konsentarasinya melebihi ambang batas dapat mengganggu kesehatan manusia, oleh karena itu maka diperlukan pengolahan salah satunya dengan proses adsorpsi. Kulit pisang kepok dapat dijadikan sebagai adsorben karena mengandung gugus hidroksil (-OH) dan asam karboksilat yang dapat mengikat ion logam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar mangan dalam air dengan menggunakan kulit pisang kepok (Musa acuminate L.) sebagai bahan adsorben yang dikeringkan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitia one group pretest-postest design yang membandingkan antara penurunan kadar mangan sebelum dan sesudah proses adsorpsi menggunakan adsorben kulit pisang kepok. Prosentase penurunan kadar mangan setelah dilakukan proses adsorpsi menggunakan adsorben kulit pisang kepok dengan kadar adsorben dan waktu perendaman 10 gr/l, 30 menit; 10 gr/l, 60 menit; 10 gr/l, 90 menit; 20 gr/l, 30 menit; 20 gr/l, 60 menit; 20 gr/l, 90 menit; 30 gr/l, 30 menit; 30 gr/l, 60 menit; 30 gr/l, 90 menit berturut-turut adalah sebesar 17,43%; 40,40%; 59,31%; 23,37%; 68,61%; 80,40%; 47,72%; 78,12%; 91,68%. Hasil maksimum penurunan kadar mangan dalam air sebesar 91,68% untuk kadar adsorben 30gr/l dengan waktu perendaman 90 menit. Pada hasil statistik menghasilkan nilai P0,05 dengan nilai signifikasi untuk kadar adsorben P=0,006 dan waktu perendaman P=0,001 yang artinya ada pengaruh penggunaan adsorben kulit Pisang Kepok untuk menurunkan kadar mangan (Mn) dalam air sumur dengan kadar adsorben dan waktu perendaman yang berbeda. Hal ini artinya kulit Pisang Kepok dapat digunakan sebagai rancangan proses adsorpsiKata Kunci : Mangan (Mn), Kulit Pisang Kepok, Adsorben
HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA DI WlLAYAH KERJA PUSKESMAS WONOKUSUMO KOTA SURABAYA Maramis Puji Darma; Khambali .; Setiawan .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 11, No 3 (2013): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v11i3.214

Abstract

Home environment give influence on upper way respiration disease (ISPA) asenvironment based disease indicated by improving ISPA incidence because of unhealthy homeand residential. Wonokusumo public health center during last five years ISPAalways positionedfirst ranking in Top 10 diseases with average more than 10.000 cases. This research done torecognize correlation between home component and ISPA incidence in Wonokusumo publichealth center Surabaya region in 2013.Analytic research method done with case control. This research compare between casegroup and control group. Sample taken as many 94 houses for case group respective andcontrol group with population 10.013 patients. Sampling technique using simple randomsampling with data analysis method using chi square test.The assessment result explain that house component assessment aspects which meetrequirement house component assessmentaspects are ceilings, wall, floor, living room window,and lighting. While unmeet requirement are bedroom aspects, ventilation, and kitchen fumecavity. Most of case group have home component is unmet requirements with percentage79.8% and most of control group as many 74.5%. The result of the research indicating thatthere are no correlation between house components and ISPAdisease incidence.Suggested health workers give information, citizen hoped to keep house cleanliness andheld contest about health home in order to citizen more motivated again for more improvinghouse that meeting healthy requirements.Keywords: House component, ISPAincidence, health house.
UJI COBA PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN TUNA PADA KOMPOS TERHADAP TANAMAN JAGUNG TAHUN 2017 (Studi Kandungan Unsur Hara Kalsium yang Diserap Tanaman Jagung) Faradillah Gita Amiroh; Rachmaniyah .; Suroso Bambang Eko Warno
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 15, No 2 (2017): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v15i2.680

Abstract

Pengolahan sampah organik yang didominasi oleh sisa kegiatan rumah tangga dan pasar tradisional seperti sisa buah-buahan, dimana sampah organik sering terbuang percuma tanpa dimanfaatkan kembali dan mudah membusuk dalam 3 hari. Pengomposan merupakan salah satu alternatif dalam pengolahan sampah. Tulang ikan tuna merupakan sampah yang dapat dimanfaatkan pada pengomposan karena mengandung tinggi Kalsium yaitu sebesar 39-40%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas Kalsium pada kompos yang dipengaruhi penambahan tepung tulang ikan tuna terhadap tanaman jagung. Dimana tanaman jagung membutuhkan 43 kg Kalsium per Ha atau 4,3% Ca untuk pertumbuhan batang dan daun tanamannya.Penelitian ini merupakan penelitian Pra-Eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Eksperimental After Only Design. Terdapat 4 perlakuan dalam pembuatan kompos yang diberikan penambahan tulang ikan tuna masing-masing sebesar 1,5%, 3%, 4,5%, dan kontrol. Replikasi sebanyak 3 kali. Kondisi yang dikendalikan selama proses pengomposan yaitu suhu, pH, dan kelembaban. Sedangkan kondisi fisik yang diamati pada kompos yaitu kondisi tekstur, warna, dan bau/aroma. Hasil akhir yang diamati adalah C/N rasio, Kalsium (Ca), dan penyusutan yang terjadi selama pengomposan.Hasil pemeriksaan C/N rasio kompos yang memenuhi syarat SNI-19-7030-2004 pengomposan yaitu perlakuan I (13,72) dan perlakuan II (17,09). Kandungan Kalsium (Ca) yang memenuhi standar penyerapan unsur hara Kalsium pada tanaman jagung yaitu kontrol sebesar 1,88% dan perlakuan I sebesar 4,3%. Secara keseluruhan kompos yang paling baik dan dapat digunakan yaitu perlakuan I. Kondisi suhu, pH, kelembaban pada kompos memenuhi syarat. Berdasarkan hasil pemerikssan Ca dengan uji One Way Anova terdapat perbedaan peningkatan kandungan Kalsium (Ca) pada kompos terhadap standar penyerapan unsur hara kalsium tanaman jagung. Kata kunci : Tepung Tulang Ikan Tuna, Kalsium, C/N rasio, Kompos.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT BELUM OOF 01 OESA KEBONSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GANTRUNG KABUPATEN MADIUN Andhyk Pranata; Karno .; Hurip Jayadi
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 12, No 3 (2014): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v12i3.110

Abstract

The Four components of Public Health that serve as supporting factors are Enviroment, Behavior,Health services, Genetics or Heriditary. Human health as well as public health can be influenced byenvironmental factors. (Hiswari, 2003). There are 75 houses categorized as having poor sanitation locatedin the area os Gantrung clinic, Kebonsari village. The aims of this research included the need to describepeople's working Knowledge, Attitudes, Actions as well as community behavior relating to ODF (OpenOefication Free).This descriptive research relied upon descriptive survey approach. Data gathering was carried outby interviews using questionnaire. The total of population in this research consisted of 75 householdsrepresented by respondents.The result of responden interviews indicated that community behavior regarding ODF can bedescribed as follow, 64% of their working knowledge can be categorized as adequate, 49.3% of theirattitude was categori:zedas adequate, 72% of their actions were categorized as adequate, and 64% ofcommunity behavior were categorized as adequate.It can be concluded that in terms of community knowledge, attitude, action, and behaviorallevels, it was categorized as adequate. Residents of Kebonsarivillage should make some changes on theirbehaviors, this is better than elucidation, and a need was identified to improve working knowledgespecially on diseases, hazzard, and effect from ODF. In this casethe action should be helped by Gantrungclinic and the local government.
EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta Indica) SEBAGAI LARVASIDA NYAMUK Culex sp Erna Nur I; Winarko .; Rusmiati .
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 17, No 2 (2019): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v17i2.1057

Abstract

Banyaknya kasus filariasis di Indonesia menunjukkan kurangnya pencegahan penyakit yang disebabkan oleh vektor nyamuk. Kontrol kimiawi terhadap larva Culex sp menimbulkan efek negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi efektif ekstrak daun Mimba (Azadirachta indica) sebagai larvasida nyamuk Culex sp.Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang menggunakan desian post test only control group design yang menerapkan 5 perlakuan dengan konsentrasi 0% (sebagai kontrol), 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1%. Uji anova satu arah dan uji probit digunakan secara analitik untuk menghitung LC50.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun Mimba (Azadirachta indica), semakin tinggi angka kematian larva. Hasil uji Kruskal wallis, untuk jumlah kematian Culex sp menunjukkan bahwa, perbedaan konsentrasi ekstrak daun Mimba (Azadirachta indica) memberikan dampak signifikan terhadap tingkat kematian Culex sp Larvae. Di sisi lain, uji Man Whitney untuk kematian larva menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi yang dipasangkan memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil analisis probit diperoleh LC50 pada konsentrasi ekstrak daun Mimba 0,628%.Disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun Mimba (Azadirachta indica), semakin tinggi jumlah kematian larva. Penelitian lebih lanjut diperlukan pada efek senyawa yang terkandung di bagian lain dari tanaman yang diharapkan dapat digunakan sebagai biolarvasida. Keywords        : Ekstrak daun mimba, larvasida, larva nyamuk Culex sp
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENDERITA TB PARU DALAM MINUM OBAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNDIH KOTA SURABAYA TAHUN 2016 Desi Lutfianti; AT Diana Nerawati; Ferry Kriswandana
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 15, No 1 (2017): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v15i1.571

Abstract

ABSTRACTTuberculosis (TB) is an infection caused by Micobacterium tuberculosis bactery which is transmittedthrough the air. Surabaya contributes to pulmonary TB with highest cases and a treatment success rate of78.8% in 2012. Behavioral factors in taking medicine is very influential in the treatment success. This researchaims at determining the factors related to the behavior of pulmonary TB patients in taking medication at Gundihhealth center 2016.This research is crossectional, 37 patient samples are taken by simple random sampling. Data collectionis done by using oral questionnaire and written questionnaire. The data obtained and being analyzed byunivariate and bivariate in form of Chi square test.The study result shows that 78% of respondents behave (knowledge, attitude, action) well, 55% ofrespondents do not have Drug Taking Supervisor and 45% of Drug Taking Supervisor play their role 82% well,then 51% of TB educational media is considered unfavorable, and 87% of respondents have good family support.From these factors, family support is the factor that has significant influence with the respondent's behavior intaking medication (P 0.05).Factors related to the behavior of respondents in taking medication are related to each other so thatpatients can be cured with the results of Acid-Resistant Bacili (-). TB patients are suggested to to improvetheir knowledge. For Drug Taking Supervisor, it is suggested to motivate and remind the patients to takemedication. The society are also suggested to immediately report if there are patients who have majorsymptoms of TB. Health centers is suggested to monitor the condition of patients‟ house. Finally, furtherresearchers are expected to examine deeper the relationship between the presence or absence of the DrugTaking Supervisor with the behavior of patients with pulmonary tuberculosis in taking medicine.Keywords : Behavioral factors, Drug Taking Supervisor, Medicines Availability, Educational Media, FamilySupport
HUBUNGAN KUALITAS FISIK DEPOT AIR MINUM DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR MINUM DI KECAMATAN GAYAM KABUPATEN BOJONEGORO Bambang Wahyudi; Winarko Winarko; Irwan Sulistio
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 18, No 2 (2020): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v18i2.1428

Abstract

Abstrak : Air merupakan zat yang mempunyai peranan penting untuk kehidupan makluk hidup, terutama manusia dalam proses metabolisme tubuh. Kebutuhan air semakin lama semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Tingkat pencemaran air menjadi kendala dalam pengolahan air. Depot Air Minum (DAM) merupakan salah satu sumber alternatif bagi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air minum sehari-hari. Keberadaan DAM terus meningkat sejalan dengan dinamika kebutuhan masyarakat terhadap air minum yang bermutu dan aman .Penelitian ini bertujuan menganalis hubungan kualitas sarana Depot Air Minum dengan kualitas mikrobiologi air minm di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro tahun 2020. Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectiponal ini dilaksanakan di lapangan dengan analisis secara deskriptif.,  Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian, dan pengukuran dan di 14 Depot Air Minum di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro diolah, dan dianalisis sesuai dengan varibel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitasa fisik DAM, tidak memenuhi syarat, namun hasil pengambilan sampel dan pemeriksaan secara laboratorium menujukkan 100 % memenuhi syarat kualitas bakteriologis air minum karena ditemukan adanya bakteri coliform.Disimpulkan bahwa kualitas fisik sarana DAM tidak berhubungan dengan kualitas bakteriologi dan disarankan kepada pengusaha depot air minum di Kecamatan Gayam diharapkan mempertahankan aspek higiene sanitasi depot yang memenuhi syarat dan memperbaiki yang tidak memenuhi syarat.Kata Kunci : Kualitas Fisik DAM, Kualitas Bakteriologis dan Kecamatan Gayam Bojonegoro
SANITASI KAPAL PADA KMP LEGUNDI DI WILAYAH KERJA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I SURABAYA Kelara Dyah Arintia Putri; Bambang Sunarko; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 19, No 2 (2021): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v19i2.1542

Abstract

Penyehatan kapal penumpang perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan sanitasi kapal yang baik. Pemenuhuan syarat sanitasi pada kapal agar terciptanya kenyamanan dan pencegahan penularan penyakit bagi penumpang dan ABK. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sanitasi kapal penumpang di wilayah kerja KKP Kelas I Surabaya.Penelitian ini bersifat observasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional, penentuan objek penelitian yaitu semua kapal penumpang yang berlabuh/sandar di pelabuhan selama waktu penelitian. Penilaian sub variabel yakni dapur, ruang rakit makanan, ruang tidur ABK, air minum, limbah cair, limbah medis/padat dan keberadaan vektor terdiri dari dua kategori yaitu memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat. Seluruh variabel akan disajikan dalam bentuk tabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian terhadap variabel sanitasi dapur, ruang rakit makanan, ruang tidur ABK, air minum dan keberadaan vektor 2 ruangan (33%) terlihatnya tanda keberadaan vektor dan 4 ruangan (67%) tidak terlihat adanya keberadaan vektor pada KMP Legundi dikategorikan memenuhi syarat, sedangkan variabel limbah cair dan limbah medis/padat tidak memenuhi syarat.Disimpulkan dari sanitasi dapur, ruang rakit makanan, ruang tidur ABK, air minum dan keberadaan vektor pada KMP Legundi dikategorikan memenuhi syarat, sedangkan variabel limbah cair dan limbah medis/padat tidak memenuhi syarat. Disarankan perlu mempertahankan sistem pemeriksaan sanitasi kapal, serta diperlukannya pemantauan yang dilakukan secara berkala agar tidak menjadi tempat penyebaran penyakit. Serta memberi himbauan untuk melakukan pengolahan limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan kapal sebelum dibuang, memberi himbauan kepada pemilik kapal maupun ABK untuk selalu menjaga kebersihan kapal dan meningkatkan kuantitas maupun kualitas fasilitas agar penumpang menjadi nyaman.
Perbedaan Jumlah Lalat Tertangkap Sticky Trap Antara Menggunakan Umpan Ekstrak Buah Durian Dengan Umpan Ekstrak Kayu Manis Yayan Wijayanti; Winarko .; Pratiwi Hermiyanti
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 13, No 3 (2015): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v13i3.101

Abstract

Given the fact that flies are attracted by strong odors, flies controlling  can be carried out by using scent lure trap. However, flies’ most preferred scent has not been known. This study aimsto determine difference in the number of flies caught on sticky traps between using lures of durianfruit extract and cinnamon extract lure. Durian fruit extracts contains alcohol while cinnamon contains eugenol.This is a quasi-experimental design research with Only Control Group Design Post-Test. This research was conducted in TPS of Bukit Barisan. This study covers the extraction with alcohol solvent. The extraction result was then dropped into the sticky trap and subsequently used to catchflies. The results shows that there were higher average number of flies caught on sticky trap ofcinnamon extract lure with 12-21 flies / trap than those in durian fruit extract trap which were only 10-14 flies / trap. The results of the data analysis by T test shows that there were difference in thenumber of flies caught on sticky traps between using lures of durian fruit extract and cinnamon extract (P = 0.033 0.05)It is advisable  to use physical ways of using sticky traps with durian fruit or cinnamon . In addition to their safety and environmentally friendly, they are proven to reduce flies population.