cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Cakram
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 26860597     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Mesin Cakram merupakan Jurnal Ilmiah milik Prodi Teknik Mesin Universitas Pamulang yang berorientasi pada bidang Mesin Konversi Konversi Energi, Kontruksi, Material, Automasi, dan Sensor. Jurnal Teknik Mesin Cakram terbit (2) dua kali setahun pada bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020)" : 7 Documents clear
ANALISIS TEGANGAN ORIFICE CHAMBER YANG MENGALAMI LOKAL HOT SPOT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Barkah Fitriyana; Mustasyar Perkasa; Ogi Ivano; Wahyu Sulistyo
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i1.5065

Abstract

Orifice chamber merupakan salah satu jenis dari bejana bertekanan. Dalam proses perancangan, dibutuhkan analisis tegangan yang dapat dilakukan dengan perhitungan secara analitis maupun numerik dengan metode elemen  hingga. Selain untuk perancangan, analisis tegangan secara numerik juga dilakukan untuk orifice  chamber  yang mengalami cacat sesuai dengan CODE API 579-1/ASME FFS-1 Fitness for Service. Cacat yang bisa terjadi pada orifice chamber salah satunya berupa hot spot. Hot spot merupakan panas lokal yang terjadi di area tertentu pada struktur orifice chamber. Paper ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan struktur orifice chamber yang mengalami lokal hot spot dengan analisis tegangan metode elemen hingga. Penelitian dilakukan dengan membuat pemodelan dan simulasi orifice chamber. Data temperatur hot spot didapatkan dari hasil pengukuran menggunakan fluke thermography. Hasil simulasi numerik pada orifice chamber di lokasi terjadinya hot spot berupa nilai tegangan yang lebih kecil dari tegangan ijin material sehingga struktur orifice chamber memenuhi kriteria keberterimaan dan aman untuk digunakan.
ANALISA KERUSAKAN STUD BOLT TURBIN UAP 300 MW DAN UPAYA PENCEGAHANYA Heru Santosa
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i1.5061

Abstract

Fungsi Stud Bolt adalah untuk mengikat casing atas dan casing bawah pada turbin uap 330 MW, bekerja pada temperatur ± 538° operasi terus menerus 24 jam dan sudah beroperasi selama ± 25 tahun. Kerusakan yang terjadi mengalami patah dan retak padaleher ulir stud Bolt.Jika kerusakan diabaikan, maka uap dalam turbin tidak akan berjalan semestinya. Analisa pengkajian penyebab utama terjadinya kerusakan melalui beberapa pengujian fraktografi, metalografi, uji kekerasan,uji SEM, komposisi kimia dan pengamatan perubahan sifat mekanis logam material Stud Bolt akibat pengaruh panas tekanan dan getaran. Hasil dari pengujian SEM denganmenggunakandetektor BSE  terlihatpatahanyang terjadimerupakanpatahan brittle. Hasil pengujian komposisi  kimiadan PMI kandungan Ni sebesar 34.5 - 35.5 %,dengan Cr sebesar 14.8 - 16.6 %.Hasil pengujian kekerasanmasihsesuaidengannilaistandarjikadibandingkandenganstandarmaterial SA-453 M  Gr. 665 class A sebesar 328 - 410 HV (maks). Penyebab utama kerusakan digunakan untuk pengembangan kwalitas Stud Bolt serta optimasi usaha memperpanjang umur operasional (life time) meliputi perbaikan desain, material, manufaktur, cara pemasangan serta penerapan system manajemen pemeliharan yang tepat.
FABRIKASI PADUAN Fe-Al DARI SAMPAH LOGAM HOME-INDUSTRI-LOKAL Sulanjari Sulanjari; Didik Aryanto
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i1.5062

Abstract

Paduan Fe-Al merupakan senyawa intermetalik yang menarik untuk dipelajari. Hal tersebut karena dapat diaplikasikan sebagai struktur tahan korosi pada suhu tinggi. Daur ulang skrap Fe dan Al secara langsung untuk menjadi paduan FeAl memiliki keuntungan diantaranya murah dan dapat menggunakan bahan lokal. Pada penelitian ini telah dilakukan fabrikasi paduan Fe-Al dengan menggunakan material daur ulang skrap Fe dan Al. Skrap Fe dan Al dibersihkan dengan standar pembersihan dan dikeringkan dalam vakum oven. Skrap Fe dan Al dicampur dan dimilling dengan komposisi yang berbeda yaitu, 50%Fe50%Al, 75%Fe-25%Al, 87,5%Fe-12,5%Al. Campuran serbuk Fe-Al dikompaksi dalam bentuk pelet dan di sinter pada suhu 500°C selama 1 jam didalam tungku pemanas vakum dengan tekanan vakum 32 mbar. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa puncak difraksi memiliki kesesuaian dengan puncak difraksi unsur murni besi (Fe) dan alumunium (Al). Selain itu, reaksi Fe-Al, Fe-O dan Al-O juga terjadi. Hal itu ditandai dengan munculnya beberapa puncak kecil yang menunjukkan fasa Al13Fe4, Fe3Al, FeAl2, Al2O3 dan Fe2O3. Hasil karakterisasi morfologi menunjukkan bahwa semua sampel paduan Fe-Al masih tersusun oleh unsur Fe (abu-abu terang) dan Al (gelap). Hasil morfologi permukaan sampel paduan Fe-Al menguatkan hasil XRD. Nilai kekerasan berubah dengan perubahan komposisi Fe dan Al. Nilai kekerasan yang diperoleh dalam rentang 52,94 HV – 94,81 HV (pengukuran) dan 56,88 HV – 95,45 HV (perhitungan). Hasil pengukuran dan perhitungan nilai kekerasan menguatkan dari data XRD dan morfologi dari sampel paduan Fe-Al. Paduan Fe-Al yang disintering dengan suhu 500°C belum terbentuk intermetalik Fe-Al.
ANALISA KERUSAKAN DIES HAMMER FORGING MATERIAL SKT4 UNTUK PROSES PRODUKSI UNDER BRACKET Adin Adin
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i1.5063

Abstract

Forging merupakan salah satu proses pengerjaan logam yang dilakukan dengan cara merbah bentuk material logam  dengan memberikan gaya tekan melalui  cetakan die sampai terjadi deformasi plastis pada material. Gaya tekan akan merubah bentuk serta dimensi benda kerja secara permanent mengikuti profil yang ada pada cetakan.Faktor yang melatar belakangi terjadinya kerusakan pada dies dipengaruhi oleh gaya dan tegangan yang bekerja, serta struktur dan kekerasan material dies tersebut. Dilakukan pengujian untuk memastikan penyebab kerusakan, meliputi pengujian struktur mikro,komposisi kimia, dan uji kekerasan. Hasil pengujian diperoleh bahwa kerusakan dies, disebabkan adanya material las pada dies. Selain gaya dan tegangan serta pembebanan yang berlebih. Awal kerusakan berada pada material dies yang berhubungan langsung dengan beban statis dan terdapat material las di bagian tersebut.
DESAIN GEOMETRI IKATAN PENGUNCI MEKANIS ANTAR SPARE PART PADA PRODUK VALEX FOLIFIX Catur Kurniawan
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i1.5059

Abstract

Paper ini memberi pendekatan ilmiah bahwa desain geometri ikatan pengunci mekanis antar spare part pada produk Valex Folifix telah memenuhi unsur layak untuk diproduksi massal. Masalah krusial pada paper ini terletak pada proses assembly antar part ekstrusi. Disyaratkan dalam membentuk suatu produk kap lampu listrik haruslah dimampukan oleh tenaga operator secara manual dengan waktu yang singkat sekaligus tanpa merusak struktur materialnya. Melalui studi eksperimental iterasi optimasi geometri optimal Finite Element Methode (FEM) diperoleh hasil bahwa profil kunci sendi bulat pada suatu lempengan spare part akan memasuki celah menganga kontur sendi sangkar pada lempengan spare part lainnya dengan mengikuti suatu pola travelling tertentu pada arah gaya radial dan circumferensial sebesar 18.5 kg. Profil sejarak arah longitudinal 1 cm ini saling menekan satu sama lain. Gaya tekan ini akan memperlebar bukaan menganga sendi sangkar maksimal sejarak 0.15 mm dari posisi awalnya dan dapat melewatkan sendi bulat masuk sempurna ke dalam sendi sangkar. Hasil-hasil di atas memenuhi syarat luminaire (yaitu syarat kekokohan mekanis suatu kap lampu listrik).
ANALISA KERUSAKAN PLATE WIRE PADA PROSES COILING Jaja Miharja
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i1.5064

Abstract

Plate Wire mengalami kerusakan ketika akan dilakukan proses spiral setelah di proses rolling dari solid wire. Kerusakan yang terjadi patah  pada  saat awal proses spiral. Dengan pengamatan visual kerusakan Plate Wire, harus dilakukan pengujian - pengujian untuk memastikan penyebab kerusakan tersebut meliputi pengujian komposisi material, uji kekerasan, dan uji metalografi dan pengamatan struktur mikro. Analisa hasil pengujian di bandingkan dengan literatur, standart material internasional, dan faktor - faktor pendukung lainnya  diharapkan mampu menjadi referensi pengambilan keputusan yang tepat tentang penyebab  utama kerusakan. Hasil uji komposisi kima yang paling berpengaruh unsur karbon (C) pada (0,648 % C) tidak sesuai dengan  standar JIS G4051 2007 (0.42 – 0,48%C), dan rata - rata nilai kekerasan  sebesar 488,666 HV tidak sesuai dengan  standar JIS G4051 2007 (160 – 230) HV.  Kesimpulan penyebab utama kerusakan digunakan untuk  pengembangan kwalitas Plate Wire serta upaya improvement sifat material untuk memperpanjang umur material (life time) meliputi heat treatment, komposisi material, manufaktur,  serta penerapan  prosedur  kerja   yang tepat.
PENGARUH PENEMPAAN BERULANG TERHADAP KEPADATAN STRUKTUR MIKRO DAN POTENSI KOROSI PADA PISAU SEMBELIH TERNAK Abdul Choliq
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v3i1.5060

Abstract

Korosi pada pisau sembelih menjadikan pisau harus diasah kembali agar dapat dipakai. Material bilah pisau yang terbuat dari baja biasanya mengandung inklusi/pengotor. Apabila inklusi itu ada dalam jumlah banyak, maka dapat menyebabkan kerapuhan pada bilah dan menimbulkan potensi korosi. Penelitian dilakukan terhadap pegas daun mobil untuk dibuat pisau sembelih ternak melalui proses tempa taradisional secara berulang. Sebagai acuan pembuatan pisau adalah pisau sembelih merk Z. Dari hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa pada material pegas tampak banyak inklusi berupa flek-flek menyebar rata. Di sekitar inklusi juga tampak potensi korosi akibat oksidasi antara sisa air saat preparasi yang terjebak pada celah di sekitar inklusi dengan oksigen. Setelah kedua pegas tersebut ditempa secara berulang untuk dibentuk menjadi bilah pisau dan diberikan perlakuan panas, maka struktur mikro pisau menjadi lebih padat dan halus. Inklusi dan oksidasi pada material tidak tampak jelas lagi. Kekerasan pada sampel heat treatment dan sampel pisau mencapai ±700HV, mendekati kekerasan pisau merk Z sebagai acuan. Maka disimpulkan bahwa penempaan yang dilakukan berulang-ulang memberikan efek kepadatan struktur mikr

Page 1 of 1 | Total Record : 7