cover
Contact Name
Nelly Budiharti
Contact Email
iijti@scholar.itn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iijti@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri
ISSN : 20878869     EISSN : 26153866     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Maret dan September. Berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik Industri. Makalah yang masuk ditelaah oleh mitra bestari yang kompeten di bidang teknik dan manajemen industri.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2" : 8 Documents clear
PENINGKATAN NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS MESIN STONE CRUSHER DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (STUDI KASUS PT. BRANTAS ABIPRAYA) Diva Odilia Shafitri; Aisyah Larasati; Apif Miptahul Hajji
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v12i2.4007

Abstract

Mesin stone crusher digunakan untuk memproduksi agregat, yang menjadi salah satu bahan utama dalam pembuatan beton. Permasalahan yang saat ini sedang dihadapi perusahaan Abipraya Beton adalah loss time mesin yang besar pada mesin stone crusher dan belum dapat memenuhi kuantitas dan kualitas yang diharapkan oleh perusahaan. Permasalahan tersebut menjadi fokus penelitian dalam meningkatkan efektivitas mesin stone crusher dengan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM). Langkah yang dilakukan dalam menerapkan TPM adalah dengan menghitung nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai OEE dengan menghitung six big losses. Setelah itu, melakukan analisa dengan menggunakan diagram pareto, diagram fishbone, dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), sehingga dapat diusulkan perbaikan dan strategi pemeliharaan. Hasil pengolahan data pada periode Agustus 2018-Agustus 2019, mesin stone crusher memiliki nilai OEE yang masih berada di bawah standar dunia yang dirumuskan oleh JIPM, yaitu sebesar 67%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa ada ruang yang besar untuk dilakukannya peningkatan efektivitas. Faktor terbesar yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalah idling and minor stoppages (52,55%), reduced speed (26,68%), dan equipment failure (16,61%). Rekomendasi perbaikan yang diusulkan adalah perusahaan dapat menyediakan check sheet untuk kegiatan pemeliharaan rutin pada mesin stone crusher, melakukan pengecekan stok cadangan untuk komponen dan bahan bakar genset, memberikan pelatihan secara berkala kepada pekerja untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam hal mengoperasikan dan memelihara mesin stone crusher, dan menghimbau seluruh karyawan untuk berperan aktif dalam menerapkan metode TPM. Dengan penerapan TPM dan rekomendasi perbaikan maka nilai OEE mesin stone crusher tahun 2021 diharapkan dapat meningkat menjadi 86%.
SURVEI KEPUASAN PELANGGAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS JASA PERAWATAN MESIN ATM DENGAN METODE CSI DAN IPA Hayu Kartika; Mega Hertian Ranova; Candra Setia Bakti
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v12i2.4096

Abstract

Survei penelitian ini dilakukan pada Perusahan jasa perawatan Mesin ATM. Permasalahan yang terjadi adalah terdapat keluhan dari pelanggan, keluhan pelanggan lebih dari 2 kali dalam 3 bulan yaitu sebesar 47%. ini merupakan hal yang sangat menghawatirkan dan akan berdampak secara tidak langsung kepada perusahaan yaitu akan mengurangi kepercayaan pelanggan untuk menggunakan jasa perusahaan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan kualitas jasa perawatan. Responden dipilih dengan menggunakan teknik Probability Sampling terdiri dari 100 responden. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil yang didapat dari perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI) adalah 92,20%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelanggan sangat puas atas kinerja pelayanan di perusahaan jasa maintenance mesin ATM. Didapatkan sebanyak 9 atribut pelayanan yang harus diperbaiki dari 25 atribut pelayanan yang ada. Atribut yang menjadi usulan perbaikan adalah atribut yang berada pada kuadran I dalam Importance Performance Analysis (IPA) yaitu: berhubungan dengan lambatnya penyelesaian permasalahan dalam melakukan perawatan mesin ATM. Setelah dilakukan wawancara dan penelusuran akar permasalahan utama dikarenakan banyaknya pekerja baru yang ditugaskan langsung kelapangan tanpa adanya pembekalan dan pendampingan. Jika perusahaan ingin tetap menjaga kualitasnya sebaiknya perusahaan melakukan perbaikan tersebut agar dapat mampu bersaing dengan para kompetitor perusahaan
PERENCANAAN PRODUKSI SEPATU BAHAN KAIN TENUN DI MEDALI MAS BANDAR KEDIRI Heribertus Budi Santosa; Lolyka Dewi Indrasari; Ana Komari; Afiff Yudha Tripariyanto
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v12i2.4216

Abstract

Production activities always involve a budget that is not small. The better efficient it is done, the less the budget will be spent. This research aims to find out the target number of requests. , and target minimum profit . The research location is MSME Weaving Ikat Medali Mas Kediri. The analysis method uses 3 priorities to include targets of demand, production costs and profit with an overall goal with the function . Analysis using the methods of Linear Trend Regression and Goal Programming. Based on the results of the study, forecasting demand in 2021 amounted to 2281 pairs. Function cannot achieve the target demand with an optimum solution of 418,930 pairs, while the Min Z = d_4 ^ + function can achieve the target production cost with an optimum solution of Rp. 765,046,918 and function Can achieve the profit target with an optimum solution of Rp. 454,923,577
ANALISIS KAPABILITAS PROSES MESIN FILLING UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PADA PRODUK SIRUP OBAT BATUK DI INDUSTRI FARMASI Mukhamad Arif
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v12i2.4265

Abstract

Abstrak PT ABC adalah salah satu perusahaan swasta milik perseorangan yang bergerak dibidang industri farmasi. Salah satu produk obat yang di produksi adalah sirup obat batuk merk XYZ. Masalah yang terjadi dalam penelitian ini adalah adanya pemborosan produksi disebabkan oleh ketidakstabilan volume produk khususnya produksi sirup obat batuk XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa nilai kapabilitas proses yang dihasilkan dari mesin filling produksi sirup obat batuk terutama parameter volume dan mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya ketidaksesuaian dalam produk. Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain peta kendali, kapabilitas proses dan Fishbone. Hasil penelitian ini menunjukan volume produk obat batuk sirup dari hasil filling sirup dari produksi obat batuk di industri farmasi didapatkan indeks Cp rata-rata sekitar 0.45 dan Cpk rata-rata 0.45. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses belum memiliki kapabilitas yang baik. Kata Kunci: Sirup obat batuk, proses, Cp, Cpk, Fishbone
ANALISIS BEBAN KERJA PADA PROSES PERAKITAN TIMBANGAN: STUDI KASUS: UD XYZ Wahyu Widhiarso; Rieska Ernawati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v12i2.4416

Abstract

Tenaga kerja adalah salah satu faktor penting bagi kelancaran proses produksi pada industri manufaktur. Perusahaan yang memiliki tenaga kerja yang berkualitas dapat meningkatkan performansi kerja, tetapi beban kerja yang diterima pekerja tidak seimbang akan menurunkan performansi kerja. UD. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi timbangan meja sesuai pesanan dari konsumen. UD. XYZ didominasi proses produksi secara manual dan didasarkan atas pesanan dengan jumlah yang cukup besar. Untuk itu, pekerja di bagian perakitan timbangan harus bekerja secara maksimal untuk menyelesaikan pesanan sesuai waktu yang diminta oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan metode work sampling dan Full Time Equivalent (FTE) untuk menentukan jumlah pekerja yang optimal dari beban kerja yang diterima pekerja pada proses perakitan timbangan. Berdasarkan perhitungan diperoleh waktu baku proses perakitan timbangan sebesar 15.56 menit dengan jumlah produksi standar sebanyak 27 timbangan per hari dan untuk nilai FTE sebesar 1.52 termasuk dalam kategori overload.
ANALISIS PENYEBAB CACAT PADA PRODUKSI SKUN DENGAN BARREL PLATING Nurlaili Nurlaili; Hernadewita Hernadewita; Hendra Hendra
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v12i2.4418

Abstract

Proses electroplating dengan metode barrel plating mempunyai banyak keuntungan dibandingkan dengan metode plating lainnya, selain dapat menghasilkan produk dengan volume produksi lebih banyak sekaligus, selain itu barrel bisa digunakan untuk berbagai jenis material dengan peralatan yang sama. Namun, saat proses produksi massal ditemukan banyak produk cacat seperti perubahan warna menjadi kekuning-kuningan, produk bercampur, lapisan terkelupas, ketebalan lapisan yang tidak sesuai dan cacat lainnya. Cacat terbanyak adalah yellowish yaitu sebesar 40,15% dari keseluruhan kasus. Dengan focuss group discussion (FGD) dilakukan analisis penyebab cacat yang terjadi pada proses produksi skun dengan barrel plating. Analisis cacat dilakukan dari awal proses sebelum pelapisan, proses pelapisan sampai proses setelah pelapisan. Dari hasil focus group discussion ditemukan cacat yellowish berasal dari larutan elektrolit yang tidak bereaksi, adanya kontaminasi di dalam larutan elektrolit, air pembilasan kotor, lapisan plating terbakar karena overheat, produk masih lembab, adanya pengotor pada permukaan produk, waktu dan temperatur oven tidak sesuai dengan standar dan adanya pengotor yang berasal dari udara sekitar. Setelah ditemukan penyebab cacat dilakukan perbaikan dengan 4W1H, setelah semua tindakan dilakukan, cacat yellowish dapat turun menjadi 24,66% atau turun sekitar 15,49%.
ANALISIS TEKNOLOGI DALAM INDUSTRI KECIL KERAJINAN GERABAH Peniel Gultom; Priscilla Tamara
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v12i2.4553

Abstract

Gerabah (earthenware) dikenal dengan sebutan keramik tradisional sebagai hasil kerajinan masyarakat di pedesaan, juga disebut keramik rakyat karena menggunakan dengan suhu bakar rendah dan teknik pembakaran sederhana. Walaupun saat ini kebutuhan akan produk gerabah tidak setinggi dulu, akan tetapi keberadaan kerajinan yang satu ini tetap dibutuhkan oleh sebagian masyarakat untuk pemenuhan fungsi-fungsi lainnya selain fungsi praktisnya. Hal ini yang membuat beberapa sentra industri kerajinan gerabah tetap bertahan dan produktif hingga sekarang. Perkembangan zaman menuntut segala sesuatu berlangsung secara efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan pasar akan kualitas, kuantitas serta variasi desain. Akan tetapi sebagian perajin seolah enggan bermain teknologi dalam proses produksinya. Berbagai alasan dikemukakan oleh perajin sebagai dalih ketiadaan peran teknologi dalam produksi. Tentu saja ada perbedaan yang terjadi antara produk yang tersentuh teknologi dan yang tidak tersentuh teknologi. Analisis pada penelitian ini menggunakan pendekatan teori The Function Complex. Penelitian ini khususnya ditekankan pada pengaruh penggunaan teknologi dalam industri kerajinan gerabah, teknologi apa yang diterapkan dan bagaimana dampaknya bagi peningkatan kualitas dan kuantitas dalam efektifitas dan efisiensi kerja perajin. Luaran yang diperoleh merupakan jurnal dan buku teks dalam pengembangan produk industri kecil bidang industri kreatif khususnya kluster kerajinan.
PENGARUH PENGALAMAN KERJA DAN RISK ATTITUDE PEMIMPIN PROYEK TERHADAP PROYEK PENGEMBANGAN SOFTWARE Maria Gratiana Dian Jatiningsih; Ibnu Abdul Rosid; Imelda Rysmawaty
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v12i2.4629

Abstract

Proyek pengembangan software identik dengan kegagalan yang tinggi. Kegagalan ini dapat disebabkan karena batasan proyek yang kurang jelas. Salah satu pihak yang berperan penting dalam kesuksesan proyek pengembangan software adalah pemimpin proyek. Pemimpin proyek berperan sebaai orang yang menentukan keputusan, mengelola dan memimpin tim untuk mencapai tujuan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan pemimpin proyek untuk memimpin timnya adalah kompetensi. Kompetensi seseorang dipengaruhi oleh pengalaman kerjanya. Selain itu, keputusan seseorang seringkali dikaitkan dengan risk attitude yang dimiliki. Untuk mengetahui pengaruh pengalaman kerja dan risk attitude pemimpin proyek terhadap keberhasilan proyek pengembangan software, maka dilakukanlah penelitian ini menggunakan software Smart PLS. Responden yang terlibat dalam penelitian adalah pemimpin proyek pengembangan software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kerja pemimpin proyek berpengaruh positif terhadap kesuksesan proyek, sedangakan risk attitude tidak berpengaruh terhadap kesuksesan proyek.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Inovatif Vol. 15 No. 1 Vol 14 No 2 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 2 Vol 14 No 1 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 1 Vol 13 No 2 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 2 Vol 13 No 1 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 1 Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2 Vol 12 No 1 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 1 Vol 11 No 2 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 2 Vol 11 No 1 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 1 Vol 10 No 2 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 2 Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1 Vol 9 No 2 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 2 Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1 Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Inovatif Industri Vol 8 No 2 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 2 Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1 Vol 8 No 2 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8 No 1 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2017): inovatif Vol. 7 No. 1 Vol 7 No 2 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 1 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6 No 2 (2016): inovatif Vol. 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2016): Inovatif Vol. 6 No. 1 Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2 Vol 5 No 1 (2015): inovatif Vol. 5 No. 1 Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 2 (2014): inovatif Vol. 4 No. 2 Vol 4 No 1 (2014): inovatif Vol. 4 No. 1 Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 2 (2013): inovatif Vol. 3 No. 2 Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1 Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2 Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1 Vol 1 No 2 (2011): inovatif Vol. 1 No. 2 Vol 1 No 1 (2011): inovatif Vol. 1 No. 1 More Issue