cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): Human Care Journal" : 5 Documents clear
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN ANAK USIA BATITA (24 - 36 BULAN) DALAM MELAKUKAN TOILET TRAINING del fatmawati
HUMAN CARE JOURNAL Vol 2, No 2 (2017): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.881 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v2i2.77

Abstract

Toilet training pada anak merupakan suatu cara untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar, serta buang air besar pada tempatnya. Sekitar 30% anak berumur 4 tahun, 10% anak berumur 6 tahun, 3% anak berumur 12 tahun dan 1% anak berumur 18 tahun masih buang air kecil tidak disengaja.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesiapan Anak Usia Batita (24 - 36 Bulan) Dalam Melakukan Toilet Training di PAUD Melati Perip Pepabri Jorong Giri Maju Pasaman Barat Tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah para ibu yang berjumlah 35 orang dengan sampel 35 orang dan menggunakan tehnik total sampling. Uji analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Chi Square atau Fisher’s Exact Test.Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih dari separoh orang tua mempunyai pengetahuan yang tinggi tentang toilet training (74,3%), lebih dari separoh orang tua  mempunyai sikap positif tentang toilet training (54,3%), lebih dari separoh orang tua  (57,1%) mempunyai motivasi tinggi, Kesiapan toilet training lebih dari separoh sudah siap (65,7 %). Hasil uji statistic didapatkan hubungan bermakna pengetahuan orang tua (p=0,000 ; OR = 44), sikap orang tua (p=0,031;OR=6,8) dan motivasi orang tua (p=0,016;OR=8,5) dengan kesiapan batita dalam pelaksanaan toilet training di PAUD Melati Perip Pepabri Jorong Giri Maju Pasaman Barat Tahun 2014. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pengetahuan orang tua paling tinggi terhadap pelaksanan toilet training pada batita Disarankan kepada orang tua  dan guru sekolah untuk terus mengontrol dan memberikan motivasi  pada anak batita pelaksanaan toilet training agar anak terbiasa melakukan secara bertahap dan mandiri.:Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Motivasi, Toilet training
KAJIAN HUBUNGAN MASA KERJA, PENGETAHUAN, KEBIASAAN MEROKOK, DAN PENGGUNAAN MASKER DENGAN GEJALA PENYAKIT ISPA PADA PEKERJA PABRIK BATU BATA MANGGIS GANTIANG BUKITTINGGI Billy Harnaldo Putra; Rifka Afriani
HUMAN CARE JOURNAL Vol 2, No 2 (2017): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.817 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v2i2.70

Abstract

AbstrakKajian terhadap bakaran aktivitas pabrik batu bata Manggis Gantiang Bukittinggi telah diketahui memiliki kadar partikulat PM10 yang diatas ambang batas ISPU dengan kategori berbahaya (Putra, et.al, 2016). Hal ini dapat menyebabkan gejala infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada pekerja di pabrik batu bata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor masa kerja, pengetahuan, kebiasaan merokok, dan penggunaan masker terhadap gejala ISPA pada pekerja batu bata di Kelurahan Manggis Gantiang, Bukittinggi. Hubungan ini dilihat dengan pendekatan desain cross sectional dan analisis chi-square. Deteksi penyakit ISPA dilakukan penggukuran dengan menggunakan peak flow meter dan kuisioner gejala ISPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 46 responden pekerja pabrik batu bata dengan pengecekan peek flow meter diketahui 35 orang (76.08%) yang memiliki gejala berat sementara dengan penilaian kuisioner terdapat 27 orang (58.7%), yang memiliki pengetahuan rendah tentang dampak bakaran sebanyak 24 orang (52.2%), yang menggunakan masker saat bekerja sebanyak 26 orang (56.5%), yang sudah lama bekerja 27 orang (58.7%), dan yang memiliki kebiasaan merokok 36 orang (78.3%). Hasil uji statistik hubungan gejala ISPA dengan pengetahuan memiliki nilai p=0.041, OR=4.333 (CI= 1.235- 15.206), terhadap penggunaan masker dengan p=0.002, OR= 9.800 (CI=2.500 – 38.411), terhadap masa kerja dengan p=0.026, OR= 0.204 (CI= 0.057 – 0.726), dan terhadap merokok dengan p=0.031, OR= 9.000 (CI= 1.031–78.574). Dari kajian ini, diketahui bahwa Pengetahuan, Penggunaan Masker, Masa Kerja dan Merokok berhubungan dengan gejala ISPA pada pekerja pabrik batu bata dengan tingkat hubungan yang tertinggi pada variabel penggunaan masker oleh pekerja. Sehingga, dapat dikatakan perlunya perlindungan diri dari para pekerja terhadap dampak dari aktivitas pabrik batu bata terhadap kesehatan sistem pernafasan.  Kata kunci: Bakaran aktivitas Pabrik Batu Bata, Gejala ISPA, Masa Kerja, Kebiasaan  Merokok, Pengetahuan, Penggunaan Masker AbstractThe study on brick kiln factory in Manggis Gantiang Urban Village Bukittinggi, Indonesia shows a high particulate level of PM2.5 and PM10 which are above the ISPU level (Putra, et.al, 2016). The effect of this, many workers will suffer the symptoms of an acute upper respiratory infection (URI) in the brick kiln factory. Thus, the purpose of this study is to examine the relationship between working duration, knowledge of URI, smoking habit, and using of mask towards the symptoms of URI to brick workers in Manggis Gantiang Urban Village, Bukittinggi, Indonesia. The data was analyzed with a cross sectional design approach and chi-square analysis. The detection of URI was measured using peak flow meter and questionnaire. The results using peak flow meter showed that a total of 35 brick kiln workers (76.08%) out of 46 respondents had severe symptoms while by using questionnaire, there were only 27 brick kiln workers. The study also found that there were 24 brick kiln workers (52.2%) who have a lower knowledge level of URI, 26 brick kiln workers (56.5%) who used a mask during working hours, 27 brick kiln workers (58.7%) with a long-work duration and 36 brick kiln workers (78.3%) who have a smoking habit. Statistical results shows that there is a relationship between URI’s symptoms and knowledge of URI (p=0.041, OR=4.333 (CI= 1.235- 15.206), towards using of mask p=0.002, OR= 9.800 (CI=2.500 – 38.411), towards working duration p=0.031, OR= 9.000 (CI= 1.031–78.574). Therefore, there is a relationship between working duration, knowledge of URI, smoking habit, and using of mask towards URI’s symptoms to brick kiln workers in Manggis Gantiang Urban Village, Bukittinggi, Indonesia. It is important to enhance workforce-safety and workforce-protection in the brick kiln factory in order to promote respiratory health for brick kiln workers.  Keywords: brick kiln factory, URI’s symptoms, working duration, knowledge of URI, smoking habit, using of mask 
HUBUNGAN KARAKTERISTIK ORANG TUA DENGAN PENGETAHUAN PEMBERIAN ANTIBIOTIKA PADA ANAK dina ediana
HUMAN CARE JOURNAL Vol 2, No 2 (2017): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.054 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v2i2.73

Abstract

Penggunaan antibiotik kurang tepat masih banyak terjadi di Indonesia. Pemilihan dan penggunaan terapi antibiotika yang tepat dan rasional akan menentukan keberhasilan pengobatan untuk menghindari terjadinya resistensi bakteri. Dilihat dari hasil Riskesdas tahun 2013 dimana 35,2% rumah tangga di Indonesia menyimpan obat untuk Swamedika terdiri dari obat keras, obat bebas, antibiotika, obat tradisional dan obat-obat yang tidak teridentifikasi. Dimana menyimpan antibiotika sebesar 27,8% dimana 30,1% terjadi di pedesaan dan 86,1% menyimpan antibiotika tanpa resep. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara karakteristik orang tua (pendidikan, status ekonomi dan pengalaman) dengan pengetahuan dalam pemberian antibiotika pada anak.Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu yang memiliki anak 0-5 tahun yang berada di  Jorong Balai Ahad  berjumlah 69 orang, dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik chi-square.Hasil analisis univariat diketahui 60,9 % responden memiliki pendidikan rendah, 55,1 % status ekonomi tinggi, 76,8 % memiliki pengalaman, dan 55,1 % pengetahuan kurang dalam pemberian antibiotika. Hasil bivariat diketahui ada hubungan tingkat pendidikan (p = 0,030 dan OR = 3,400), status ekonomi (p = 0,000 dan OR = 8,013), dan pengalaman (p = 0,034 dan OR = 4,853) dengan pengetahuan orang tua dalam pemberian obat antibiotika pada anak.Disimpulkan bahwa ada hubungan karakteristik dengan pengetahuan orang tua tentang pemberian obat antibiotika pada anak. Diharapkan pada petugas kesehatan agar memberikan penjelasan yang lengkap tentang pemberian obat antibiotika agar dapat bekerja maksimal dalam pengobatan.Kata Kunci : Karakteristik, Pengetahuan orang Tua tentang Penggunaan antibiotika Pada Anak.
STUDI FENOMENOLOGI PROMOSI KESEHATAN DALAM PROGRAM ASI EKSKLUSIF DI KOTA BUKITTINGGI nila ezafitria
HUMAN CARE JOURNAL Vol 2, No 2 (2017): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.776 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v2i2.120

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan program ASI eksklusif di Indonesia belum sesuai harapan. Perhatian terhadap petugas kesehatan sebagai salah satu ujung tombak keberhasilan program ASI eksklusif diperlukan untuk meningkatkan kembali promosi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman petugas promosi kesehatan program ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Informan terdiri dari 7 informan utama (petugas promkes ASI eksklusif) dan 8 informan pendukung (2 petugas dinas kesehatan dan 6 orang ibu yang memiliki balita). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian didapatkan  tema yang menunjukkan petugas promosi ASI eksklusif yang bertugas di masing-masing puskesmas Kota Bukittinggi mamahami promosi kesehatan program ASI eksklusif. Belum ada kebijakan secara tertulis dari pemerintah Kota Bukittinggi, masih mengacu ke SK MenKes tahun 2004 tentang ASI eksklusif. Petugas sudah berusaha melakukan promosi ASI eksklusif secara maksimal. Hambatan petugas dalam usaha promosi ASI eksklusif belum adanya kebijakan secara tertulis, masih kurangnya kerjasama lintas program dan lintas sektor serta rendahnya kesadaran dari masyarakat. Kebutuhan petugas promkes ASI eksklusif kebijakan secara tertulis tentang ASI eksklusif dari pemerintah Kota Bukittinggi, kerjasama semua pihak dan penambahan alat media promosi serta pembinaan berkesinambungan dari dinas kesehatan. Implikasi penelitian ini terhadap ilmu kesehatan masyarakat sebagai dasar informasi bagi petugas kesehatan masyarakat mengenai gambaran pelaksanaan program ASI eksklusif. Diperlukan kerjasama semua pihak untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI esksklusif.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PERAWAT DI RUANGAN RAWAT INAP RS ISLAM IBNU SINA puti khairunnisak
HUMAN CARE JOURNAL Vol 2, No 2 (2017): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.561 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v2i2.103

Abstract

Alat pelindung diri adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu hubungan motivasi, ketersediaan alat pelindung diri, peran petugas Peantia, Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan penggunaan alat pelindung  diri  pada  perawat  di  ruangan  rawat  inap  RS  Islam  Ibnu  Sina  Bukittinggi  Tahun2017.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan pada bulan September2017. Populasi pada penelitian ini adalah 127 orang perawatdi ruangan rawat inap RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi dengan jumlah sampel 97 orang sampel menggunakan teknik total sampling. Pengolahan dilakukan menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat Uji (Chi- Square).Dari hasil analisis univariat didapatkan 54,6% responden menggunakan alat pelindung diri yang sesuai. Terdapat 61,9% memiliki motivasi tinggi, 54,6% menyatakan petugas P2K3 berperan,58,8% responden menyatakan SOP terlaksana. Hasil analisi bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan APD (pvalue=0,016): OR=3,051) dan terdapat hubungan signifikan antara peran petugas P2K3 dengan penggunaan APD (pvalue=0,023): OR=2,809). Sedangkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara ketersediaan alat pelindung diri dan SOP dengan pvalue=0,848 dan 0,196. Hasil multivariat menunjukkan yang paling  berhubungan  adalah  variabel  motivasi  dan  peran  petugas  P2K3  pvalue=0,020  dan0,028.Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk menyediakan alat pelindung diri lengkap sesuai bahaya dan resiko yang ada di tempat kerja dan lebih meningkatkan lagi peran petugas P2K3. Bagi perawat diharapkan untuk lebih aktif dalam menerapkan penggunaan alat pelindung diri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5