cover
Contact Name
Azizatul Hamidiyah
Contact Email
azizatulhamidiyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaloksitosin@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 23549653     EISSN : 25976524     DOI : -
Core Subject : Health,
Oksitosin : Jurnal Imiah Kebidanan terbit secara berkala dua kali setahun yaitu Bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang Akademisi, Dosen dan Praktisi menyumbangkan artikelnya, baik berupa hasil penelitian lapangan ataupun literature review sesuai dengan disiplin ilmu dan ketentuan jurnal Kami. Scope disiplin ilmu meliputi : Kebidanan, Kesehatan Ibu dan Anak, Kesehatan Masyarakat, Pelayanan Kesehatan dan Kebidanan, dan Obstetri Ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
WOMEN EMPOWERMENT DALAM PENGGUNAAN KB Dewi Andariya Ningsih
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2017): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.167 KB) | DOI: 10.35316/oksitosin.v4i2.368

Abstract

The determination of choice to use KB involves the involvement of a spouse in taking a decision that the majority is still in control by the husband's decision. According to ICPD 1994, the sustainability of KB planning in Indonesia is that women have equal and equal position in determining the option to utilize family planning. In addition, the choice in utilizing contraceptive media is very important to be considered from various factors, namely the couple's factors, health and contraceptive factors.This study is a literature review that tries to analyze the Women Empowerment in use family planning. Sources for conducting this literature review include literature books, theses and systematic search studies of computerized databases. Based on several journals there were two parts of the study of this article that was Women Empowerment and the determination of choice in using KB. Women Empowerment was empowering women in making choices in the use of contraceptive methods. While the determination of choice in using KB is the consideration in the choice of one (only husband or only wife) or the decision was discussed together. Husbands and wives should seek an accurate explanation of contraception especially related to reproductive health so that together participate and obtain equitable utilities from the instructions and family planning facilities In addition, the choice of use of contraceptives is very important to be considered from a variety of factors namely partner factors, health and parts contraception. It is desirable for all couples to promote mutual attention and commitment and regard not gender in determining methods for using family planning and discussing contraceptive and reproductive health issues without any component of preference in discussions or conclusions in KB. Keywords: Women Empowerment, KB decision ABSTRAK Penentuan pilihan untuk mengunakan KB mencakup keterlibatan pasangan dalam mengambil sebuah keputusan yang mayoritas masih di kontrol oleh keputusan suami. Menurut ICPD 1994, keberlangsungan rancangan KB di Indonesia yakni perempuan memiliki posisi yang sebanding dan sejajar dalam penentuan opsi untuk mendayagunakan KB. Selain itu, pilihan dalam memanfaatkan media kontrasepsi sangat penting dipertimbangkan dari berbagai faktor yaitu faktor pasangan, kesehatan serta faktor alat kontrasepsi. Studi ini yakni merupakan tinjauan literatur untuk menganalisis tentang Women Empowerment dalam Penggunaan KB. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi buku literatur, tesis dan studi pencarian sistematis database terkomputerisasi. Berdasarkan beberapa jurnal terdapat 2 bagian dari kajian artikel ini yaitu Women Empowerment dan penentuan pilihan dalam menggunakan KB. Women Empowerment yaitu memberdayakan perempuan dalam menentukan pilihan dalam pendayagunaan metode kontrasepsi. Sedangkan penentuan pilihan dalam menggunakan KB yaitu pertimbangan yang di pilih salah satunya (hanya suami atau hanya istri) atau keputusan tersebut didiskusikan bersama. Suami dan istri seharusnya mencari penjelasan yang akurat tentang kontrasepsi terlebih lagi terkait kesehatan reproduksinya sehingga bersama-sama berpartisipasi serta memperoleh utilitas yang sepadan dari petunjuk dan fasilitas KB Selain itu, pilihan menggunaan alat kontrasepsi sangatlah penting dipertimbangkan dari berbagai faktor yaitu faktor pasangan, kesehatan dan bagian alat kontrasepsi. Diharapkan kepada semua pasangan agar meningkatkan perhatian dan komitmen bersama dan tidak memandang gender dalam penentuan metode untuk menggunakan KB serta mendiskusikan permasalahkan kontrasepsi serta kesehatan reproduksi tanpa ada komponen yang menjadi preferensi dalam diskusi maupun penentuan kesimpulan dalam ber- KB. Kata Kunci : Women Empowerment, keputusan KB
HUBUNGAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH Dwi Herman Susilo
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2017): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.529 KB) | DOI: 10.35316/oksitosin.v4i2.369

Abstract

Low birth weight is a baby born with less than 2500 grams of birth weight regardless of gestational weighing in 1 hour after birth. Low birth weight is still the cause of mortality (death) and morality (pain) during neonatal period (infants aged 0 - 28 days). Research design used was cross sectional approach. With the population of all babies born in the work area of ​​puskesmas banyuputih of Situbondo district as many as 818 babies, Sample in this study as many as 164 babies with the sampling method using proportionate atratifed random technique. Technique of taking data with medical record, executed in May 2015. Processing and data analysis using statistic test that was contingency coefficient test with level maximize α <0,05. The results showed that the results obtained p value = 0.00 which means there is a significant correlation of the mother age with low birth weight n the work area of ​​puskesmas banyuputih Situbondo regency. Keywords : Mother Age, Low Birth Weight ABSTRAK Berat bayi lahir rendah adalah bayi yang lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gr tanpa memandang masa gestasi yang di timbang dalam 1 jam setelah lahir. Berat bayi lahir rendah sampai saat ini masih merupakan penyebab mortalitas (kematian) dan morbilitas (kesakitan) pada masa neonatal (bayi umur 0 – 28 hari). Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional. Dengan populasi semua bayi yang lahir di wilayah kerja puskesmas banyuputih kabupaten situbondo sebanyak 818 bayi, sampel penelitian sebanyak 164 bayi dengan dengan metode sampling menggunakan teknik proportionate atratifed random. Teknik pengambilan data dengan medical record, dilaksanakan pada bulan Mei 2015. Pengolahan dan analisa data menggunakan uji statistic yaitu uji koefesien contingensi dengan tingkat kemaksimalan α <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh hasil nilai p= 0,00 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara Usia ibu dengan berat bayi lahir rendah di wilayah kerja puskesmas banyuputih Kabupaten Situbondo. Kata Kunci : Usia Ibu, Berat Bayi Lahir Rendah
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN Dwi Herman Susilo
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2017): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.236 KB)

Abstract

High mortality rate in pregnant women generally has 3 main reasons that is still lack of knowledge about cause, effect and handling of important complications in pregnancy including risk pregnancy sign, childbirth, and childbirth, lack of understanding and knowledge about reproduction health, less prevalence of good midwifery services for all pregnant women. Purpose of this research was to know the description of mother knowledge level about pregnancy risk sign in Sumberejo Banyuputih Situbondo Pustu area. This research used descriptive research with cross sectional design. Sample of this research was primigravida and multigravida pregnant women in the work area of Banyuputih Health Center as many as 40 respondents. The study was conducted for 6 months. The result of this research showed that Primigravida mother respondents almost half of them were good knowledge about 40%. Whereas in 20 respondents of pregnant mother of Multigravida small part of good knowledge that was 30%. Mayority pregnant woman have good knowledge about 58%. The conculution of this research, mayority mother have good knowledge about early detection of pregnancy risk sign. Keywords : Pregnancy Risk Sign, Mother Knowledge, Pregnant Women. ABSTRAK Angka kematian yang tinggi pada ibu hamil umumnya mempunyai 3 sebab pokok yaitu masih kurangnya pengetahuan mengenai sebab, akibat dan penanggulangan komplikasi–komplikasi penting dalam kehamilan termasuk di dalamnya adalah tanda bahaya kehamilan, persalinan, serta nifas, kurangnya pengertian dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, kurang meratanya pelayanan kebidanan yang baik bagi semua ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah Puskesmas Pembantu Sumberejo Banyuputih Situbondo. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan rancang bangun cross Sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil primigravida dan multigravida di wilayah kerja Puskesmas Banyuputih sebanyak 40 responden. Penelitian dilakukan selama 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan responden ibu Primigravida sebagian besar berpengetahuan baik yaitu 85%. Sedangkan pada 20 responden ibu hamil Multigravida sebagian kecil berpengetahuan baik yaitu 30%. Secara keseluruhan ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik sebesar 58%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang deteksi dini tanda bahaya kehamilan. Kata kunci : Tanda Bahaya Kehamilan, Pengetahuan Ibu, Ibu Hamil.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA ASFIKSIA PADA BERAT BADAN LAHIR RENDAH Nur Hidayati
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2017): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.785 KB)

Abstract

Asphyxia is a major cause of stillbirth, asphyxia besides causing high mortality and often cause symptoms of neurological disorders. This study aims was to analyze the influence of maternal factors (pre-eclampsia and eclampsia, obstructed) and fetal factors (premature, kongenetal abnormalities). This study was observational analytic analytic design comparatif babies born with low birth weight samples that asphyxia 2014, in the region of sub-district Anchors, Situbondo District. The sample size was 22 people. Data were collected by using medical record data were tested using the fisher exact test. In this study it was found that there is an effect of the factors of pre-eclampsia, eclampsia (p=0.009), obstructed (p=0.009), premature (p=0.024), congenetal abnormalities (p=0.006), of the factor causes asphyxia LBW. Keywords : mother factors, fetal factors, asphyxia, Low Birth Weight (LBW) ABSTRAK Asfiksia adalah penyebab utama bayi lahir mati, asfiksia juga menyebabkan angka kematian yang tinggi, gejala yang paling sering ditimbulkan adalah kelainan neurologi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa adanya pengaruh faktor ibu (pre eklampsia dan eklampsia, partus macet) dan faktor janin (prematur, kelainan kongenetal). Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain analitik komparatif dengan sampel bayi yang lahir BBLR yang asfiksia di Wilayah Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo. Besar sampel yaitu 22 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan rekam medik. Data yang didapatkan diuji menggunakan uji fisher exact. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara faktor pre eklampsia, eklampsia (p=0,009), partus macet (p=0,009), prematur (p=0,024), kelainan kongenetal (p=0,006), dengan faktor penyebab terjadinya asfiksia pada BBLR. Kata kunci : faktor ibu, faktor janin, asfiksia, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
KONSEPSI SAAT MASA MENSTRUASI BERDASARKAN PERSPEKTIF FIQH DAN MEDIS Sofiatul Widad
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2017): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.078 KB)

Abstract

Medically, intimate or copulating relationships have great health benefits. However, although intimate relationships are sufficient and will provide new calm and spirit for the soul, and will add health, not always will bring the positive. Because there are some things to be considered in intercourse. Among them about the procedure of doing, place and time. The purpose of this study was to determine the implications of intercourse in the menstrual period, and to compile the implications of the intimate relationship in menstrual periods according to fiqh and medical. This research is a library research by reviewing some references. The scholars differ only in their editors. In subtansinya ulama mean menstruation is the blood coming out of female farji. According to the medical being in use menstruation can function cleanliness of the vagina from bacteria. Although the prohibitions for women during menstruation in the opinion of different scholars, but in terms of intimate relationships performed during the menstruation of the clerical group of judgment punish. Of this illegitimate law has consequences of sin for the perpetrators. The prohibition of intercourse that has been agreed by the scholars is not limited to the legal opinion built on the Qur'an and hadith, even this law of salvation is agreed by medical experts to have intercourse when the menstrual period has a negative legal. Keywords: Menstruation, Copulation, Islamic law ABSTRAK Secara medis hubungan intim atau kopulasi memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan. Namun demikian, meski hubungan intim memiliki nilai ibadah dan akan memberi ketenangan dan semangat baru bagi jiwa, serta akan menambahkan kesehatan, tidak selamanya akan mendatangkan hal yang positif demikian. Karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam hubungan intim. Diantaranya tentang tatacara melakukannya, tempatnya serta waktunya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implikasi dari hubungan intim di masa haid, dan untuk mengkomparasikan implikasi dari hubungan intim di masa haid menurut fiqh dan medis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan mengkaji beberapa referensi. Ulama hanya berbeda dalam redaksinya saja. Pada subtansinya ulama memaksudkan haid adalah darah yang keluar dari farji perempuan. Menurut medis darah yang keluar di waktu haid bisa berfungsi membersihkan vagina dari bakteri. Meski larangan-larangan bagi perempuan ketika haid dalam pendapat ulama berbeda-beda, tapi dalam hal hubungan intim yang dilakukan di waktu haid para ulama sepakat menghukumi haram. Tentu hukum haram ini memiliki konsekuensi dosa bagi pelakunya. Keharaman melakukan hubungan intim yang telah disepakati para ulama tidak sebatas pendapat suatu hukum yang didasarkan pada alquran dan hadits, bahkan hukum keharaman ini disepakatai oleh ahli medis bahwa melakukan hubungan intim ketika waktu haid memiliki konsekuensi negatif. Kata kunci : Menstruasi, Kopulasi, Hukum Islam
KESESUAIAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 3-5 TAHUN MENGGUNAKAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF Lutfiatur Rohmani; Astik Umiyah
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2017): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.789 KB)

Abstract

The golden age or a golden age of is term for child up to the age thrashed 5-0 years. Today almost all have time used to play, than the time play given educational game tools can also used as a support optimization child development. Aims of this research was to understand relations duration children played use educational game tools with conformity the development of motoric children aged 3 to 5 years in dharma women kindergarten and RA Ibrahimy Sumberejo Banyuputih Situbondo. Research design used cross secsional. Population in this study as many as 191 children, with a sample of 64 children were taken using the technique proportionate stratified random sampling. From the data that has been tested using the spearman rank obtained the ρ value = 0.035 < 0.05 α then H0 is rejected . This means that there was a relationship between the duration of a child's play to use educational game tools with the suitability of the motor development of children aged 3-5 years in dharma women kindergarten and RA Ibrahimy Sumberejo Banyuputih Situbondo. Keywords : Golden Age , Educational Game Tools, Development. ABSTRAK Golden age atau masa keemasan merupakan istilah bagi anak usia 0-5 tahun. Pada masa ini hampir seluruh waktu yang dimiliki digunakan untuk bermain, selain waktu bermain yang diberikan Alat Permainan edukatif (APE) juga dapat digunakan sebagai pendukung optimalisasi perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi bermain anak menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) dengan kesesuaian perkembangan motorik anak usia 3-5 tahun di TK Dharma Wanita dan RA Ibrahimy Sumberejo Banyuputih Situbondo. Desain penelitian yang digunakan adalah cross Secsional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 191 anak, dengan sampel 64 anak yang diambil menggunakan tehnik proportionate stratified random sampling. Dari data yang telah di uji menggunakan spearman rank diperoleh nilai ρ value = 0.035 < 0,05 maka H0 ditolak. Artinya terdapat hubungan antara durasi bermain anak menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) dengan kesesuaian perkembangan motorik anak usia 3–5 tahun di TK Dharma Wanita dan RA Ibrahimy Sumberejo Banyuputih Situbondo. Kata kunci : Golden Age, Alat Permainan Edukatif, Perkembangan.
UPAYA PENURUNAN KEMATIAN IBU MELALUI PENDEKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Juni Dwi Kurnia Santi; Azizatul Hamidiyah
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2017): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.162 KB)

Abstract

Gunung Anyar Puskesmas is a health center located in surabaya city area. The mortality rate in this puskesmas was one person in 2013, one in 2014 and nul of May 2015. This showed that health degree in Puskesmas Gunung Anyar area was not in good category yet. Therefore Puskesmas Gunung Anyar was one of the pilot projects of Health ministry of Surabaya in an effort to reduce maternal mortality. This study aims to create an operational plan for community empowerment programs in Puskesmas Gunung Anyar area in order to reduce maternal mortality rate. Methods of data retrieval was done by semi-open interview with indepth interview to cadre and followed by visit home of pregnant mother. Indepth interviews were conducted using structured interview guidelines. Indept interview was held on April 24, 2015 - May 3, 2015 at Puskesmas Gunung Anyar with 8 respondents of pregnant women and 8 cadres. The results showed that the biggest cause of maternal deaths in the work area of Puskesmas Gunung Anyar is low pregnant women's behavior about healthy behavior during pregnancy. The recommended alternative solution is to increase the knowledge of pregnant women and their families with two activities: 1) to activate pregnant women's classes in each kelurahan, and 2) health education for pregnant women and their families. These recommendations are made in the form of a Plan of Action (PoA). Keywords : Maternal Mortality, Community Empowerment Approch, Plan of Action. ABSTRAK Puskesmas Gunung Anyar merupakan puskesmas yang di wilayah kota surabaya. Angka kematian di puskesmas ini yaitu satu orang pada tahun 2013, satu orang pada tahun 2014 dan nol per Mei 2015. Keadaan ini menunjukkan status kesehatan di wilayah Puskesmas Gunung Anyar kategori belum baik. Sehingga Puskesmas Gunung Anyar menjadi pilot project Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam rangka menurunkan angka kematian ibu.Tujuan penelitian ini yaitu membuat rencana operasional program pemberdayaan masyarakat Puskesmas Gunung Anyar dalam menurunkan Angka Kematian Ibu. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terbuka dengan indepth interview kepada kader dan dilanjutkan dengan kunjungan rumah ibu hami Indepth interview dilakukan menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Indept interview dilaksanakan pada tanggal 24 April 2015 - 3 Mei 2015 di Puskesmas Gunung Anyar dengan jumlah 8 responden ibu hamil serta 8 Kader. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kematian ibu terbesar adalah rendahnya perilaku ibu hamil tentang perilaku sehat selama hamil Alternatif penyelesaian masalah yang direkomendasikan yaitu meningkatkan pengetahuan ibu hamil beserta keluarganya dengan kegiatan yaitu 1)mengaktifkan kelas ibu hamil di kelurahan, dan 2) penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil dan keluarganya. Rekomendasi dibuat dalam bentuk Plan of Action (PoA). Kata kunci : Kematian Ibu, Pemberdayaan Masyarakat, Plan of Action .
PERENCANAAN RUJUKAN TERENCANA SEBAGAI UPAYA PENURUNAN KEMATIAN IBU Rindha Mareta Kusumawati
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2017): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.428 KB)

Abstract

Maternal and infant mortality rates are among the indicators present in the MDG's. In 2015 the Surabaya City Government seeks to reduce maternal mortality. Kalirungkut Puskesmas was one of puskesmas which become pilot project in one of pillar that was referral system. The purpose of this research was to arrange operational planning of referral as an effort to decrease maternal mortality in Kalirungkut Puskesmas. Methods of data retrieval was done by semi-open interview with indepth interview to midwives and cadre. Indepth interviews were conducted using structured interview guidelines. The results showed that the alternative problem solving for the priority of pregnant women problem referred to using taxi, among others: 1) the addition of emergency ambulance unit at Kalirungkut Puskesmas. 2) BPM and RB have Private Ambulances. 3) BPM, RB, Puskesmas and Hospital cooperate related to ambulance facilities. 4) The solution chosen to solve the problems of pregnant women, mothers, postpartum and babies in emergencies referred to by taxi was to cooperate with hospitals and some local health centers related to ambulance transportation facilities. Keywords : Delivery, Maternal Mortality, Plan of Action. ABSTRAK Angka kematian ibu dan dan bayi merupakan salah satu indikator yang ada dalam MDG’s. Pada tahun 2015 ini Pemerintah Kota Surabaya berupaya untuk menurunkan angka kematian ibu. Puskesmas Kalirungkut merupakan salah satu puskesmas yang dijadikan pilot project dalam salah satu pilar yaitu sistem rujukan. Tujuan penelitian ini untuk menyusun perencanaan operasional rujukan terencana sebagai upaya penurunan kematian ibu di Puskesmas Kalirungkut. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara semi terbuka dengan indepth interview kepada bidan dan kader. Indepth interview dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif pemecahan masalah untuk prioritas masalah ibu hamil dirujuk menggunakan taxi antara lain: 1)penambahan unit ambulan gawat darurat di puskesmas Kalirungkut. 2)BPM dan RB memiliki Ambulan Pribadi. 3)BPM, RB, Puskesmas dan Rumah Sakit bekerjasama terkait sarana ambulan. 4)Solusi yang dipilih untuk menyelesaikan masalah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi dalam keadaan darurat dirujuk menggunakan taxi adalah bekerjasama dengan rumah sakit dan beberapa puskesmas terdekat terkait sarana transportasi ambulan. Kata kunci : Rujukan Persalinan, Kematian Ibu, Plan of Action.
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PROSES INVOLUSI UTERUS Debbiyatus Sofia
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2017): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.045 KB)

Abstract

Massage of oxytocin is a spinal massage that is the nerve to 5-6 to scapula to speed up the parasympathetic nerve work to the back of the brain so that oxytocin out. The hypofisis glands excrete the oxytocin hormone thus strengthening uterine contractions, blood vessel pressure and maintaining organ stability. The process reduces bleeding and increases the speed of uterine involution. The aim of this research is to know the acceleration of uterine involution of the mother of post partum through oxytocin massage. The research method used quasi experiment with posttest design with control group. The study involved all post-partum mothers 0-7 days as many as 12 people. The analysis with chi yielded p value = 0,015 so that uterine fundus height decreased faster on the 7th day of treatment. The effects of oxytocin massage to stimulate uterine smooth muscle contractions during labor and postpartum thus increase the speed of uterine involution. Keywords: involution of the uterus, oxytocin massage ABSTRAK Pneumonia adalah infeksi saluran pernafasan bawah melibatkan alveolus dan bronkiolus. Insiden pneumonia balita di Indonesia yang dihitung 10% dari total populasi balita. Target cakupan pneumonia nasional 80%, sedangkan cakupan pneumonia di Kabupaten Situbondo khususnya di Puskesmas Arjasa selama 3 tahun terakhir masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik petugas dengan cakupan pneumonia pada balita di Wilayah kerja Puskesmas Arjasa kabupaten Situbondo. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Sampel sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisa data menggunakan Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pencatatan dan pelaporan (p-value = 0.016<0.05) serta sosialisasi ke masyarakat (p- value = 0.046<0.05), dan tidak ada hubungan pengetahuan petugas (p-value = 0.28>0.05), sarana kesehatan (p-value = 0.53>0.05) dan tatalaksana pneumonia (p-value = 0.10>0.05) dengan cakupan penemuan penderita pneumonia pada balita. Untuk itu diharapkan bagi seluruh petugas kesehatan untuk melakukan mensosialisasi tentang pneumonia kepada masyarakat dan lebih disiplin melakukan pencatatan dan pelaporan. Kata kunci: Karakteristik Petugas, Cakupan Penemuan Penderita Pneumonia, Pneumonia
KARAKTERISTIK PETUGAS DENGAN CAKUPAN PNEUMONIA PADA BALITA Filda Fitrotul Lutfah; Heryawan Oksitosin
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2017): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.598 KB)

Abstract

Pneumonia is an infection of the lower respiratory tract involves the alveoli and bronchioles. The incidence of pneumonia in Indonesian toddler who counted 10% of the total population of children under five. Target pneumonia national coverage of 80%, while the coverage of pneumonia in Situbondo, especially in the health center during the last 3 years Arjasa still low. This study aims to determine the relationship characteristic of officers with pneumonia in infants coverage Regional Public Health Center Arjasa Situbondo district. The study design was cross sectional. A sample of 20 respondents who met the inclusion criteria. Data were analyzed using Chi-Square Test. The results showed that there was a relationship between the recording and reporting (p-value = 0.016 <0.05), as well as the dissemination to the public (p-value = 0.046 <0.05), and there is no relation between knowledge officer (p-value = 12:28> 0.05), means health (p-value = 12:53> 0.05) and the treatment of pneumonia (p-value = 12:10> 0.05) with the coverage of pneumonia in infants. For that is expected for the entire health care workers to perform mensosialisasi of pneumonia to the public and more disciplined conduct recording and reporting. Keywords: Characteristics Officer, Coverage Invention Patients Pneumonia, Pneumonia ABSTRAK Pneumonia adalah infeksi saluran pernafasan bawah melibatkan alveolus dan bronkiolus. Insiden pneumonia balita di Indonesia yang dihitung 10% dari total populasi balita. Target cakupan pneumonia nasional 80%, sedangkan cakupan pneumonia di Kabupaten Situbondo khususnya di Puskesmas Arjasa selama 3 tahun terakhir masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik petugas dengan cakupan pneumonia pada balita di Wilayah kerja Puskesmas Arjasa kabupaten Situbondo. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Sampel sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisa data menggunakan Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pencatatan dan pelaporan (p-value = 0.016<0.05) serta sosialisasi ke masyarakat (p- value = 0.046<0.05), dan tidak ada hubungan pengetahuan petugas (p-value = 0.28>0.05), sarana kesehatan (p-value = 0.53>0.05) dan tatalaksana pneumonia (p-value = 0.10>0.05) dengan cakupan penemuan penderita pneumonia pada balita. Untuk itu diharapkan bagi seluruh petugas kesehatan untuk melakukan mensosialisasi tentang pneumonia kepada masyarakat dan lebih disiplin melakukan pencatatan dan pelaporan. Kata kunci: Karakteristik Petugas, Cakupan Penemuan Penderita Pneumonia, Pneumonia

Page 4 of 18 | Total Record : 176