cover
Contact Name
Lyra Yulianti
Contact Email
lyra@sci.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lyra@si.unand.ac.id
Editorial Address
http://jmua.fmipa.unand.ac.id/index.php/jmua/index
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Matematika UNAND
Published by Universitas Andalas
ISSN : 2303291X     EISSN : 27219410     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Fokus dan Lingkup dari Jurnal Matematika FMIPA Unand meliputi topik-topik dalam Matematika sebagai berikut : Analisis dan Geometri Aljabar Matematika Terapan Matematika Kombinatorika Statistika dan Teori Peluang.
Arjuna Subject : -
Articles 858 Documents
Bilangan Kromatik Lokasi untuk Graf Pn ᴏ Km dengan n ≥ 1 dan m ≥ 2 Mira Adriani; Narwen Narwen
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.3.90-94.2015

Abstract

Misalkan terdapat suatu graf terhubung G = (V, E). Bilangan kromatik lokasi dari G adalah minimum dari banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G. Kelas warna pada graf terhubung G dan Π = {S1, S2, · · · , Sk} merupakan partisi terurut dari V (G) berdasarkan suatu pewarnaan titik. Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai vektor−k :cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk)), dimana d(v, Si) = min{d(v, x|x ∈ Si)} untuk 1 ≤ i ≤ k.Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi dari G. Pada makalah ini akan dikaji kembali tentang penentuan bilangan kromatik lokasi dari graf Pn ◦ Km dengan n ≥ 1 dan m ≥ 2, seperti yang telah dipaparkan dalam [2]. Kata Kunci: Pewarnaan Lokasi, Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Korona
Penentuan Harga Opsi Eropa dengan Menggunakan Metode Gerak Brown Geometri (Kasus Saham Penutupan Harian di PT Astra Agro Lestari Tbk) Nelfi Nelfi; Riri Lestari; Mahdhivan Syafwan
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.3.17-24.2015

Abstract

Opsi adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pemilik opsi untuk membeli (opsi call) atau menjual (opsi put) suatu saham kepada penerbit opsi dengan harga tertentu dan pada waktu jatuh tempo tertentu. Oleh karena itu, penerbit opsi harus menentukan harga opsi terlebih dahulu untuk menghindari kerugian. Dalam penelitian ini, harga opsi Eropa ditentukan dengan menggunakan fungsi payoff dan diasumsikan bahwa pergerakan harga saham mengikuti gerak Brown geometri. Nilai ekspektasi dan nilai volatilitas dari sekumpulan harga saham juga diperlukan dalam menentukan harga opsi. Kedua nilai ini dapat ditentukan dengan menggunakan metode maximum likelihood estimation. Data harga saham penutupan PT. Astra Agro Lestari Tbk. digunakan dalam penelitian ini untuk memprediksi harga opsi dari saham perusahaan PT. Astra Agro Lestari Tbk.Kata Kunci: Opsi Eropa, fungsi payoff, gerak Brown geometri, Maximum likelihood estimation
Metode Jalur Kritis dan Pendekatan Program Linier pada Masalah Manajemen Proyek Risna Julita; Mahdhivan Syafwan; Budi Rudianto
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.4.161-172.2015

Abstract

Salah satu permasalahan dalam proyek adalah menyelesaikan masalah manajemen proyek secara optimal. Masalah manajemen proyek tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan metode jalur kritis dan pendekatan program linier. Pada metode jalur kritis, penyelesaian masalah manajemen proyek untuk menentukan jalur kritis diidentifikasi dengan mencari variabel slack. Dan pada pendekatan program linier, jalur kritis bisa dicari menggunakan solver program linier pada Microsoft Excel 2010. Dari jalur kritis ini dapat ditentukan durasi penyelesaian proyek pada kondisi normal (tidak ada penundaan pada setiap kegiatan proyek). Kedua metode tersebut juga dapat digunakan untuk mempercepat penyelesaian proyek yang disebut crashing. Crashing pada metode jalur kritis dicari dengan melakukan analisis marjinal pada data time-cost tradeoff dan pada pendekatan program linier dicari dengan menggunakan solver program linier Microsoft Excel 2010. Kedua metode dalam menyelesaikan masalah program linier tersebut menghasilkan nilai optimum yang sama.Kata Kunci: Program Linier, Metode Jalur Kritis, Slack, time-cost trade-off, Crashing
MENENTUKAN MODEL PERTUMBUHAN PENDUDUK PROVINSI SUMATERA BARAT Febdian, Lindo; ., Efendi
Jurnal Matematika UNAND Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.2.4.54-58.2013

Abstract

This research examines the population growth models which is used to estimate the total population of West Sumatra in the future. In this research, we use thesecondary data obtained from BPS (Central Bureau of Statistics). The data are population censuses in 1980, 1990, 2000 and 2010. The models in this study are linier model,geometry model, exponential model and logistic model. Based on the results absoluteerror of the growth models, logistic model with population growth is the best model toproject the population of West Sumatra in 2020.
PENGGUNAAN METODE PSEUDOSPEKTRAL PADA APROKSIMASI TURUNAN FUNGSI PERIODIK Muhammad Firman Pebrizal; Mahdhivan Syafwan
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.2.58-64.2015

Abstract

Metode pseudospektral merupakan metode alternatif selain metode beda hingga untuk mengaproksimasi turunan suatu fungsi. Pada makalah ini akan dijelaskan penurunan metode pseudospektral pada fungsi periodik. Matriks diferensiasi pada metode ini dibangun dari invers transformasi Fourier diskrit dari data diskrit fungsi periodik yang akan dicari turunannya. Metode pseudospektral ini kemudian dibandingkan dengan metode beda hingga melalui simulasi numerik pada suatu fungsi periodik. Hasil simulasi yang diperoleh menunjukkan bahwa metode pseudospektral menghasilkan galat yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan metode beda hingga, meskipun hanya menggunakan sejumlah kecil titik diskritisasi.Kata Kunci: Metode beda hingga, fungsi periodik, transformasi Fourier diskrit, matriks diferensiasi, interpolan band-limited
Penyelesaian Masalah Nilai Batas dengan Metode Shooting Linier Nike Mulva Enila; Susila Bahri; Monika Rianti Helmi
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.4.91-98.2015

Abstract

Berbagai masalah, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun fenomena alam dapat diungkapkan dalam suatu model matematika yang disebut dengan masalah persamaan diferensial. Masalah persamaan diferensial terbagi dua yaitu masalah nilai awal dan masalah nilai batas. Masalah-masalah tersebut dapat diselesaikan secara numerik. Salah satu metode numerik yang dapat dugunakan adalah Metode Shooting. Dalam proses penggunaan metode tersebut, masalah nilai batas direduksi menjadi dua masalah nilai awal. Kemudian masalah nilai awal tersebut diselesaikan dengan menggunakan Metode Runge-Kutta orde empat. Untuk kemudahan dalam proses komputasi, digunakan software Microsoft Excel.Kata Kunci: Masalah Nilai Awal, Masalah Nilai Batas, Metode Shooting, Metode RungeKutta Orde Empat
Penentuan Cash Surrender Value, Premium Loan, Paid Up Insurance dan Extended Term pada Kontrak Asuransi Jiwa Sry Ayu Melinda
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.4.20-27.2015

Abstract

Asuransi jiwa merupakan salah satu bentuk perlindungan keamanan dari resiko yang mungkin terjadi terhadap seseorang. Setiap orang yang mengikuti asuransi jiwa berarti sepakat terhadap satu kontrak tertulis antara dia dan perusahaan asuransi. Untuk memperoleh santunan, seseorang harus membayar premi kepada perusahaan asuransi. Dana yang terkumpul dari pembayaran premi disebut cadangan. Saat berjalannya kontrak asuransi, tertanggung bisa membatalkan kontrak asuransi karena alasan tertentu. Hal ini mengakibatkan perusahaan asuransi mengeluarkan sejumlah uang kepada tertanggung yang disebut cash surrender value (nilai tunai) atau tertanggung dapat mengajukan premium loan jika masih menginginkan kontrak asuransinya berjalan. Jika tertanggung ingin membatalkan kontrak asuransinya maka hal ini akan berdampak buruk bagi keberlangsungan perusahaan asuransi tersebut. Untuk menghindari hal tersebut perusahaan asuransi memberikan kebjakan diantaranya paid up insurance dan extended term. Dalam menentukan cash surrender value dapat dilakukan dengan cara perhitungan cadangan premi tahunan. Menentukan Premium loan, paid up insurance dan extended term dilakukan dengan menggunakan hasil dari cash surrender value.Kata Kunci: Asuransi jiwa, cadangan, cash surrender value, premium loan, paid up insurance, extended term
SIFAT-SIFAT PENGEMBANGAN RING ARMENDA RIZ DAN RING MCCOY Sri Wahyuni; Yanita .; Admi Nazra
Jurnal Matematika UNAND Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.3.3.1-8.2014

Abstract

Ring Armendariz dikembangkan menjadi ring Armendariz linier, ring Armendariz linier sentral dan ring Armendariz sentral. Begitu juga dengan ring McCoy jugadikembangkan menjadi ring McCoy linier, ring McCoy linier sentral dan ring McCoysentral. Sifat-sifat dari masing-masing pengembangan tersebut dikaji, termasuk kaitanantara kedua pengembangan tersebut.
Penerapan Analisis Diskriminan Kuadratik Klasik Untuk Menduga Kategori Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi di Indonesia Tahun 2012 Ratih Febi Ramadhani; Hazmira Yozza; Izzati Rahmi HG
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.3.57-64.2015

Abstract

Indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang digunakan Badan Pusat Statistika (BPS) dalam penghitungan IPM adalah angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, dan daya beli. Untuk mendapatkan IPM dengan indikator lain sebagai pembanding digunakan empat variabel pembeda yaitu angka kematian bayi, persentase penduduk berumur 10 tahun ke atas yang belum/tidak sekolah, persentase penduduk berumur 10 tahun ke atas yang buta huruf dan persentase penduduk miskin.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menduga kategori Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi di Indonesia tahun 2012 berdasarkan empat variabel pembeda yang digunakan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriminan kuadratik klasik. Data yang digunakan diperoleh dari situs BPS. Variabel pembeda yang digunakan signifikan dalam menduga kategori IPM. Dari 33 provinsi di Indonesia dengan analisis diskriminan kuadratik diduga terdapat dua kelompok kategori IPM yaitu kategori sedang (70≤IPM≤75) dan kategori tinggi (IPM>75) dimana 25 provinsi masuk kedalam kategori sedang dan 8 provinsi masuk ke dalam kategori tinggi. Kesalahan pendugaan kategori IPM menghasilkan nilai APER sebesar 27,27%.Kata Kunci: Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Analisis Disriminan, Analisis Disriminan Kuadratik Klasik
BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF P m P n ; K m P n ; DAN K , m K n Mariza Wenni
Jurnal Matematika UNAND Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.2.1.14-22.2013

Abstract

Let G and H be two connected graphs. Let c be a vertex k-coloring of aconnected graph G and let = fCg be a partition of V (G) into the resultingcolor classes. For each v 2 V (G), the color code of v is dened to be k-vector: c1; C2; :::; Ck(v) =(d(v; C1); d(v; C2); :::; d(v; Ck)), where d(v; Ci) = minfd(v; x) j x 2 Cg, 1 i k. Ifdistinct vertices have distinct color codes with respect to , then c is called a locatingcoloring of G. The locating chromatic number of G is the smallest natural number ksuch that there are locating coloring with k colors in G. The Cartesian product of graphG and H is a graph with vertex set V (G) V (H), where two vertices (a; b) and (a)are adjacent whenever a = a0and bb02 E(H), or aa0i2 E(G) and b = b, denotedby GH. In this paper, we will study about the locating chromatic numbers of thecartesian product of two paths, the cartesian product of paths and complete graphs, andthe cartesian product of two complete graphs.